Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Standarisasi ISO

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Standarisasi ISO on Sun May 20, 2012 5:20 pm

admin

avatar
Admin
Standarisasi ISO...
Kumpul disini......

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Standar ISO on Sun May 20, 2012 7:57 pm

bounce Muhammad Nasyihun Amin NIM : 10010874 bounce

Kualitas & Standar
Keunggulan Internasional ISO 9000


Content provided by the U.S. Small Business Administration, Online Women's Business Center. SBA's programs and services are provided to the public on a non-discriminatory basis.


affraid KLIK DISINI affraid :



ISO 9001 atau ISO 9002
Apakah saya perlu mendaftarkan diri?
Dari Mana Saya Mulai?
Apa Berikutnya?
Berapa Biayanya?


Bagaimana Anda mengukur Kesuksesan? Kualitas adalah sebuah tongkat pengukur yang bisa sama-sama dipilih oleh semua bisnis dan nasabah. Entah sebuah perusahaan menyebutnya sebagai Total Quality Management (TQM), Total Quality Control (TQC), atau dengan nama yang lain, maka semua program seperti itu bertujuan menyempurnakan proses operasional, produk dan jasa. Namun kualitas bisa menjadi pendapat yang sangat subyektif. Ide Anda mengenai apa saja yang merupakan layanan berkualitas, misalnya, bisa sangat berbeda dari ide karyawan yang melayani Anda di toko bahan makanan. Dan toko bahan makanan di Boston mungkin memiliki standar kualitas yang berbeda dengan toko bahan makanan di Los Angeles atau di London.

Disanalah ISO 9000 cocok. Istilah ini mengacu pada serangkaian standar universal yang mengartikan sistem “Jaminan Kualitas” yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan diadopsi oleh 90 negara di seluruh dunia. ISO terdiri dari perwakilan standar nasional dari 100 negara lebih. Tujuannya adalah untuk mempromosikan pertukaran barang dan jasa internasional di seluruh dunia, dan untuk mendorong kerjasama sedunia dalam bidang cendekiawan, ilmiah, teknologi, dan ekonomi.

Untuk bisa melakukan pendaftaran ISO 9000, sebuah perusahaan wajib memenuhi sejumlah standar jaminan kualitas tertentu dalam operasinya, yang dinyatakan oleh agen pendaftaran pihak ketiga. Sistem jaminan kualitas, bukan produk atau jasa itu sendiri yang memperoleh pendaftaran. Pendaftaran ISO 9000 menyatakan kepada nasabah: Perusahaan ini telah siap dengan sebuah sistem yang menjamin bahwa setiap produk atau jasa yang dijualnya secara konsisten memenuhi standar kualitas internasional.

Perusahaan yang sudah menerima status ISO 9000 seringkali memperoleh manfaat dari penurunan keluhan nasabah, penurunan biaya operasional, dan peningkatan permintaan untuk produk atau jasa mereka. Sekalipun industri manufaktur yang pertama kali memimpin minat atas jaminan kualitas, standar ISO 9001 tidak mengecualikan industri atau sektor ekonomi tertentu. Keputusan Anda tentang perlu tidaknya berusaha memenuhi akan lebih banyak bergantung kepada apa saja yang diharapkan oleh nasabah Anda dan dibutuhkan oleh pasar. Beberapa perusahaan, misalnya, tidak membeli suku cadang dan produk dari pabrik yang tidak terdaftar ISO 9000.

ISO 9001, atau ISO 9002?

Kedua standar ini hampir serupa; namun demikian, ISO 9001 berlaku untuk perusahaan yang terlibat dalam rancangan produk atau jasa, dan juga produksi dan pemasangan atau pelaksanaan mereka. ISO 9002 mengecualikan unsur rancangan dari model serupa untuk jaminan kualitas.

Penunjukan nama-nama lain untuk standar jaminan kualitas termasuk seri QS 9000 untuk pabrik pembuat suku cadang industri otomotif, dan standar ISO 14000 untuk perusahaan yang terlibat dalam spesifikasi sistem manajemen lingkungan.

APAKAH SAYA PERLU MENDAFTARKAN DIRI?

Pendaftaran ISO 9000 akan sangat penting bagi Kesuksesan perusahaan Anda jika:

nasabah penting – atau calon nasabah – menghendakinya dari semua pemasok mereka, atau mulai mencari tahu apakah Anda sudah terdaftar
industri Anda sangat membutuhkan pendaftaran ISO 9000
pesaing Anda sedang berusaha mendaftarkan diri
Anda berencana melakukan bisnis di Eropa
perusahaan Anda dapat mengambil manfaat dengan pengadaan sebuah sistem kualitas resmi untuk meningkatkan kualitas, mengurangi kesalahan, pengembalian barang dan keluhan nasabah.

Banyak perusahaan telah menemukan bahwa dengan hanya berusaha memenuhi standar ISO 9000 telah menghasilkan ganjarannya sendiri, bahkan sebelum memperoleh pendaftaran, hanya dengan menyempurnakan proses kualitas mereka.

DARI MANA SAYA MULAI?


Upaya yang dibutuhkan untuk memenuhi standar ISO 9000 akan bergantung kepada keberadaan dan kematangan sistem kualitas Anda. Untungnya, banyak sekali sumber daya pelatihan bersedia membantu perusahaan memperoleh pendaftaran ISO 9000. Periksalah dengan perguruan tinggi setempat, universitas, pusat bantuan manufaktur wilayah, pusat pengembangan bisnis kecil, pusat inkubasi bisnis, atau asosiasi industri untuk mencari keterangan mengenai pelatihan, usulan konsultan, dan mengatur penilaian pra-pendaftaran.

Ada beberapa penerbitan bebas biaya tentang pendaftaran ISO 9000 yang disediakan oleh International Organization for Standardization (ISO). Brosur ISO, "Compatible technology worldwide," menjawab pertanyaan-pertanyaan umum mengenai ISO 9000, sedangkan Perpustakaan Forum ISO 9000 memiliki daftar penerbitan tentang manajemen kualitas, standar jaminan kualitas, dan segala persoalan yang terkait.

Hubungi ISO pada:
1, rue de Varembe
Case postale 56 CH-1211
Geneve 20 Switzerland
Tel: +41-22-749-01-11
faks +41-22-733-34-30


Sejumlah paket perangkat lunak komputer telah diciptakan oleh beberapa perusahaan untuk membimbing pendaftar langsung melalui penciptaan, dokumentasi, dan pendaftaran sistem kualitas Anda. Beberapa perusahaan menawarkan salinan peragaan bebas biaya. Ada terlalu banyak produk untuk dimuat disini. Kami anjurkan Anda mencari di Internet untuk "ISO 9000 software" sebagai titik pangkal.
BERIKUTNYA APA?

Anda barangkali bertanya-tanya ISO 9000 itu melibatkan apa saja. Dalam arti luas, ISO 9000 mewajibkan perusahaan Anda untuk merancang dan melaksanakan sebuah sistem kualitas yang memenuhi standar ISO (ISO 9001, ISO 9002, QS 9000, ISO 14000). Anda akan diminta untuk:

Menulis pedoman berkualitas untuk menguraikan sistem kualitas Anda
Mendokumentasikan bagaimana pekerjaan dalam organisasi Anda dilaksanakan
Merancang dan melaksanakan sebuah sistem untuk mencegah pengulangan masalah
Mengenali kebutuhan pelatihan karyawan
Menyesuaikan ukuran dan perlengkapan uji coba
Melatih karyawan bagaimana sistem jaminan kualitas beroperasi
Merencanakan dan menyelenggarakan pemeriksaan kualitas intern, atau audit
Memenuhi segala persyaratan lain dari Standar jika dibutuhkan

Sertifikat yang menyatakan bahwa perusahaan Anda telah memenuhi standar ISO 9000 hanya dapat diterbitkan oleh sebuah agen pendaftaran pihak ketiga yang telah terakreditasi. Anda harus memilih pendaftar Anda di awal proses, dan mencari tahu secara terperinci apa saja yang mereka persyaratkan sebelum mereka mengizinkan pendaftaran. Biasanya, pendaftar akan menyelenggarakan “audit pra-penilaian” untuk mengenali segala bidang yang belum dipenuhi sehingga Anda dapat memperbaiki semua bidang itu sebelum “audit pendaftaran”.

Sertifikat pendaftaran ISO 9000 berlaku selama tiga tahun, dan agen pendaftaran bisa melakukan audit dengan interval 6 bulan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap mematuhi standar.

BERAPA BIAYANYA?


Pusat pengembangan bisnis kecil bisa menawarkan kelas kelompok sertifikasi ISO 9000 dengan skala menurun, berdasarkan ukuran perusahaan Anda (jumlah karyawan) dan jumlah peserta kelas. Pusat bantuan manufaktur wilayah memperoleh subsidi sebagian dari dana federal dan bisa menawarkan audit pra-penilaian dan jasa konsultasi ISO 9000 dengan skala menurun.

Biaya untuk menyelenggarakan audit pendaftaran akhir ditetapkan oleh agen pendaftaran bersangkutan, dan biasanya berbeda-beda menurut ukuran perusahaan. Untuk memperoleh keterangan yang akurat, hubungi sumber atau pendaftar pelatihan Anda secara langsung.


SUMBER :: http://indonesia.smetoolkit.org/indonesia/en/content/id/467/Kualitas-Standar-Keunggulan-Internasional-ISO-9000-



Terakhir diubah oleh Nazyihun tanggal Fri May 25, 2012 2:07 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user http://www.nazyihun-adhitya.blogspot.com

3 Re: Standarisasi ISO on Mon May 21, 2012 9:55 am

IMPLEMENTASI ISO 9001:2008 DI SEKOLAH

KLIK DISINI:

Sistem Manajemen Sekolah adalah tata laksana yang mengatur proses pengintegrasian, pengkoordinasian dan pemanfaatan elemen-elemen suatu Sekolah untuk mencapai tujuan Sekolah secara efisien.
Menurut L. Gullick ada 7 ( tujuh) fungsi manajemen, yaitu :
1) planning (perencanaan)
2) organizing (pengorganisasian)
3) staffing (penentuan staf)
4) directing (pengarahan)
5) coordinating (pengkoordinasian)
6) reporting (pelaporan)
7) budgeting (penganggaran)

"Merevisi“ adalah cara paling efektif untuk belajar sistem manajemen karena dengan revisi organisasi dan menyesuaikan proses pendidikan berikut prosedurnya dengan strategi multiple intelligence dalam pembelajaran dan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.Untuk mencapai efektivitas suatu Sistem Manajemen Sekolah, maka perlu disusun Sistem Manajemen yang mampu mengakomodasi nilai – nilai yang dipelihara dan dikembangkan di Sekolah yang bersangkutan.
Kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yang tercantum di dalam “Buku Panduan Manajemen Sekolah”, menyatakan bahwa bidang – bidang kegiatan pendidikan di sekolah, meliputi :
1. Manajemen Kurikulum
2. Manajemen Kesiswaan
3. Manajemen Personalia
4. Manajemen Keuangan
5. Manajemen Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
ISO 9001 adalah sebuah Standart Internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System ) yang diakui secara Internasional. Tujuan implementasi ISO 9001:2008 ini menyarankan kepada top manajemen di sekolah untuk mereview kembali proses pendidikan yang telah disusun terdahulu. Dengan menerapkan standart ISO 9001 maka suatu sekolah diharapkan memiliki konsistensi di dalam mengelola sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, visi dan misi sekolah serta program – program sekolah yang telah dicanangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Disamping itu diharapkan ada suatu proses penyempurnaan berkelanjutan (Continual Improvement) terhadap kinerja sekolah sehingga kualitas dan out put sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan selalu menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu.
Dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA dengan menyiapkan Panduan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Mutu Strategis Pendidikan yang sesuai dengan Standar ISO 9001:2008 dengan menjelaskan mengenai komposisi dari Sistem Manajemen Mutu Strategis Pendidikan ini. Sistem ini merupakan beberapa standart sistem menajemen organisasi atau perusahaan, yang sudah diakui secara nasional maupun international. Dalam pedoman tersebut dijelaskan bahwa Sistem Manajemen Mutu Strategis Pendidikan terdiri atas beberapa Sistem Manajemen yaitu:
1. Education Criteria Performance Excellence Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) Management System, yang berfungsi sebagai sarana untuk mengarahkan suatu satuan pendidikan menuju “World Class High School” yang berkinerja unggul.
2. Balanced Scorecard (BSC) Management System, yang berfungsi sebagai konsep agar satuan pendidikan fokus pada strateginya serta sebagai konsep untuk menerjemahkan Visi, Misi dan Nilai Inti (Kode Etik) sekolah menjadi suatu Rencana Kerja beserta Indikator Ketercapaiannya (Objectives and Targets) sehingga misi sekolah selaras dengan visi sekolah dan dapat terujud dalam waktu yang ditentukan.
3. Lean Management System, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai satuan pendidikan yang efisien. Penerapan metode Lean Management System dan Standar Akuntansi Pendidikan akan memenuhi Indikator Kinerja Tambahan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional tentang Standar Pembiayaan dengan menerapkan model pembiayaan yang efisien.
4. Six Sigma Management System, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai satuan pendidikan yang efektif (akurat dan presisi) serta sebagai sarana dan indikator kinerja dalam mengukur kapabilitas produk (peserta didik) dan kapabilitas proses yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008 pada Klausul 8.2.3 dan 8.2.4.
5. TRIZ Management System, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai sebagai satuan pendidikan yang kreatif dan inovatif, serta memenuhi Klausul 7.3 & 7.5.
6. ISO 9001:2008 Quality Management System, yang berfungsi sebagai sarana untuk memenuhi Persyaratan Pelanggan dengan mengatur pelaksanaan rencana kerja secara koordinatif dan instruktif melalui pedoman operasi standar.
7. Computer-based Information System, yang terdiri atas Sistem Informasi Akuntansi dan Standar Akuntansi Indonesia, khususnya Standar Akuntansi Pendidikan serta Sistem Informasi Manajemen Sekolah, yang berfungsi sebagai sarana penyaji informasi Biaya Investasi dan Biaya Operasional Pendidikan serta Laporan Keuangan Sekolah berupa Laporan Neraca dan Laporan Surplus Defisit.
Disamping itu juga sebagai penyaji informasi administrasi sekolah, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan, yang akan membantu saat diaudit oleh Akuntan Pubik dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (Permendiknas No. 78 tahun 2009 ttg SBI pada Pasal 14).Implementasi poin 1, 2, 3, 4 dan 5 akan memenuhi persyaratan Permendiknas No. 78 tahun 2009 ttg SBI pada Pasal 11 ayat a.
Dengan Panduan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Mutu Strategis Pendidikan tersebut akan dapat memenuhi Standar Pengelolaan sekaligus siap untuk meraih Sertifikasi ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004 dengan sedikit modifikasi, sehingga amanat untuk menerapkan SNP + X dapat tercapai dan mampu bersaing secara global sebagai ”World Class High School”. Sehingga dengan 8 pilar ini diharapkan pelaksanaan ISO 9001:2008 benar-benar menjadi sangat productive dan effective untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan dan diharapkan mampu menghasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional yang diterapkan sekolah akan menjadikan kualitas yang lebih baik.

Refference :
1. ISO 9001:2008 Awareness & Implementation, SGS, March 2009
2. ISO 9001:2008 an International Standard for Quality Management System
3. Nurul Diana Novania, Modul Kuliah Pengendalian Mutu, Universitas Mercu Buana
4. Euforia ISO 9001, http://gurupembaharu.com/home/?p=4434

Lihat profil user

4 Re: Standarisasi ISO on Mon May 21, 2012 8:14 pm

AHMAD RUBIYANTO
10010848

What a Face ISO 9001:2000 Sebagai Standar Kualitas yang Baik What a Face
cherry 06 Oktober, 2009
cherry

Kita sering melihat tulisan "bersertifikasi ISO 9001:2000" pada label produk-produk yang kita beli. Sebenarnya standar seperti apakah ISO 9001:2000 itu dan mengapa banyak perusahaan terkemuka di Indonesia telah mengimplementasi ISO 9001:2000? Mari kita telusuri bersama.
Standar sistem mutu pertama kali digunakan oleh USA yang berlaku pada pemasok barang militer. Tetapi setelah diterbitkan, standar mutu ini banyak menarik perhatian dunia, sebab merupakan satu-satunya standar mutu yang ada, terutama Inggris. Pasar internasional Inggris pada saat itu harus menjaga konsistensi mutu produknya di pasar internasional sehingga mengadopsi standar mutu tersebut. Belajar dari pengalaman Inggris ini maka para anggota ISO (International Organization for Standarization) yang bermarkas di Geneva, Swiss, pada tahun 1987 menyetujui suatu standar sistem mutu yang sekarang disebut sebagai standar ISO seri 9000, sebagai standar internasional bidang sistem mutu.
Banyak pihak dunia tertarik akan ISO pada saat itu sebab ISO memungkinkan untuk melakukan penilaian terhadap suatu konsistensi mutu produk. ISO sendiri merupakan sebuah standar internasional untuk sistem manajemen kualitas dengan tujuan suatu instansi dapat memberikan produk atau jasa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Tetapi perlu diingat bahwa ISO bukanlah merupakan standar suatu produk, sebab ISO sendiri tidak menyatakan persyaratan-persyaratan seperti apakah yang harus dipenuhi oleh suatu produk.
ISO 9001:2000 menyatakan bahwa konsistensi mutu suatu produk bergantung pada keseluruhan struktur organisasi, terutama manajemen mutu. Banyak sekali keuntungan yang diperoleh bila suatu perusahaan mengimplementasi ISO 9001:2000, selain karena produknya terjamin mutunya oleh pelanggan, kontrol terhadap mutu produknya pun dilakukan secara menyeluruh sehingga mutunya konsisten. Ini berarti peningkatan pendapatan instansi dan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Satu hal yang perlu diingat, instansi yang berhak mencantumkan label bertuliskan "bersertifikasi ISO 9001:2000" hanyalah instansi yang benar-benar telah melakukan audit dan implementasi dengan ISO 9001:2000 berstandar internasional; bila tidak, instansi tersebut akan dituntut oleh lembaga ISO. Audit yang dilakukan secara konsisten sehingga instansi tidak perlu khawatir akan penurunan mutu atau inkonsisten mutu produk atau jasanya. Selain itu, karena standar ini internasional, suatu instansi yang telah mengimplementasinya akan diakui dunia sebagai produk atau jasa yang bermutu dan terpercaya.





http://www.kulinet.com/baca/iso-90012000-sebagai-standar-kualitas-yang-baik/889/

Lihat profil user

5 DIAR SISWI A. / 10010858 on Tue May 22, 2012 4:50 pm

Smile bounce ISO 9000 MERUPAKAN MODEL STANDARISASI KUALITAS DI DUNIA PENDIDIKAN Smile bounce


kLik Di Sini:

Bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan meningkatkan mutu merupakan tugas yang paling penting. Walaupun demikian, ada sebagian orang yang menganggap mutu sebagai sebuah konsep yang penuh teka-teki. Mutu dianggap sebagai suatu hal yang membingungkan dan sulit untuk diukur. Mutu dalam pandangan seseorang terkadang bertentangan dengan mutu pendapat orang lain, sehingga tidak aneh jika ada dua pakar yang tidak memiliki kesimpulan yang sama tentang bagaimana menciptakan institusi yang baik.
Kita memang bisa mengetahui ketika kita mengalaminya, tapi kita tetap merasa kesulitan ketika kita mencoba mendeskripsikan dan menjelaskannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan mutu, terutama jika mutu tersebut sudah menjadi kebiasaan kita. Namun ironisnya, kita hanya bisa menyadari keberadaan mutu tersebut saat mutu tersebut hilang. Satu hal yang bisa kita yakini adalah mutu merupakan suatu hal yang membedakan antara yang baik dan yang sebaliknya. Bertolak dari pernyataan tesebut, mutu dalam pendidikan akhirnya merupakan hal yang membedakan antara kesuksesan dan kegagalan. Sehingga, mutu jelas sekali merupakan masalah pokok yang akan menjamin perkembangan institusi pendidikan dalam meraih status ditengah persaingan dunia pendidikan yang kian keras.
Menemukan sumber mutu adalah sebuah petualangan yang penting. Pelaku-pelaku dunia pendidikan menyadari keharusan mereka untuk meraih mutu tersebut dan menyampaikannya pada anak didik. Sesungguhnya, ada banyak sumber mutu dalam pendidikan, misalnya sarana gedung yang bagus, pengajar yang kompeten, nilai moral yang tinggi, hasil ujian yang memuaskan, spesialisasi atau kejuruan, dorongan orang tua, bisnis dan komitas lokal, sumber daya yang melimpah, aplikasi teknologi mutakhir, kepemipinan yang baik dan efektif, perhatian terhadap anak didik, kurikulum yang memadai, atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut.
Seiring perjalanan waktu, dalam Era Milenium Ketiga, dengan terbentuknya WTO dan diratifikasikannya perjanjian tersebut yang mengatur tata perdagangan, jasa dan trade related intellectual property rights (TRIPS) atau hak atas kepemilikan intelektual dengan perdagangan maka Negara-negara anggotanya akan bersaing dan bagi Negara yang kurang dapat bersaing akan menjadi incaran dari Negara-negara eksportir jasa pendidikan dan pelatihan, termasuk Indonesia yang masuk menjadi anggota WTO pada tahun 1995.
Keadaan pendidikan di Indonesia telah banyak dilakukan pembaharuan. Tujuan pembaharuan itu adalah untuk menjaga agar produk pendidikan kita tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, persyaratan bagi pendidikan lanjut pada jenjang pendidikan berikutnya serta mampu menghadapi persaingan globalisasi dunia internasional.
Salah satu kunci agar sukses dapat bersaing dipasar global adalah kemampuan untuk memenuhi atau melampaui standar-standar yang berlaku. Apabila kualitas ditentukan oleh pelanggan, maka standar-standar kualitas sama dengan harapan pelanggan. Untuk menjamin adanya keragaman dalam kualitas maka perlu dibentuk standar-standar yang sama pula. Dengan cara ini maka apa yang dianggap sebagai produk berkualitas disuatu negara juga akan dapat diterima dinegara lainnya.
Di dunia global banyak sekali terdapat berbagai macam standar untuk menetapkan bahwa suatu produk itu dinyatakan “layak”, baik itu produk barang maupun produk jasa. Salah satu standar yang saat ini menjadi tolak ukur “layak-tidaknya” nya suatu produk adalah apa yang dinamakan dengan standar internasional ISO 9000.


Pengertian ISO 9000

Standar ISO 9000 mendapat perhatian yang serius terutama dari Amerika dan Eropa. Sekitar 17.000 perusahaan di Inggris sudah terdaftar pada standar tersebut. Hal ini tidak mengejutkan mengingat bahwa para ahli pendidikan disana memiliki kesadaran untuk menerapkan standar tersebut kedalam institusi mereka.
ISO 9000 adalah salah satu standar yang dihasilkan di Jenewa, Swiss oleh Organization for Standarization. ISO merupakan kepanjangan dari International Standar Organization yakni sekumpulan standar sistem kualitas universal yang memberikan rerangka yang sama bagi jaminan kualitas yang dapat dipergunakan diseluruh dunia. (Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana, 2002)
ISO 9000 sendiri adalah suatu rangkaian dari lima seri standar mutu internasional. Seri tersebut diberi nama sedemikian rupa sehingga terdiri dari 5 (lima) set standar atau criteria dengan kodifikasi angka berurutan mulai dari 9000. Selain itu masih ada seri 14000 yang merupakan standar internasional bagi pelaksanaan suatu proyek yang berkaitan dengan tanggung jawab proyek itu terhadap lingkungan. Kesemua standar ISO tersebut mempunyai pengertian, maksud dan tujuan yang berbeda-beda, namun dalam penulisan makalah ini penyusun hanya membahas tentang ISO 9000 saja yang secara konseptual dewasa ini mendapatkan perhatian serius dari dunia pendidikan.


Tujuan ISO 9000
Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (2002) menyatakan bahwa tujuan utama dari ISO 9000 adalah:
1. Organisasi harus mencapai dan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pengguna (costumer).
2. Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
3. Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak costumer bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dijual.

Manfaat ISO 9000
Manfaat yang didapatkan oleh suatu organisasi/institusi (baik itu lembaga pendidikan) yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9000 adalah diperolehnya suatu akses yang lebih besar untuk memasuki pasar luar negeri (terutama mensyaratkan dipenuhinya ISO 9000) dan memiliki kesesuaian (compatibility) dengan pemasok dari luar negeri. Selain itu ada pula manfaat tambahan lainnya. Proses yang dilakukan oleh organisasi untuk mencapai sertifikasi cenderung meningkatkan kualitas dan keragaman pekerjaan yang secara bersamaan juga meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan pula daya saing organisasi.
Persyaratan Sertifikasi ISO 9000 Dalam Pendidikan
Edward Sallis dalam bukunya Total Quality Management in Education atau Manajemen Mutu Pendidikan (2007) menyatakan bahwa ada beberapa syarat sebuah organisasi/institusi pendidikan agar bisa mendapatkan sertifikasi ISO 9000, yaitu:
1. Komitmen Manajemen terhadap Mutu
2. Sistem Mutu
3. Kontrak dengan Pelanggan Internal & Eksternal (Hak Pelajar dan Hal Pelanggan Eksternal, seperti orang tua)
4. Kontrol Dokumen
5. Kebijakan Seleksi & Ujian Masuk
6. Layanan Pendukung Pelajar, yang mencakup Kesejahteraan, Konseling dan Pengarahan Tutorial
7. Catatan Kemajuan Pelajar
8. Pengembangan, Desain dan Penyampaian Kurikulum~Strategi-strategi Pengajaran dan Pembelajaran
9. Penilaian Tes
10. Konsistensi Metode Penelitian
11. Prosedur dan Catatan Penilaian yang mencakup Catatan Prestasi
12. Metode dan Prosedur Diagnostik untuk Mengidentifikasikan Kegagalan dan Kesalahan
13. Tindakan Perbaikan terhadap Kegagalan Pelajar, Sistem untuk Menghadapi Komplain dan Tuntutan
14. Fasilitas & Lingkungan Fisik, Bentuk Tawaran Lain, seperti Fasilitas Olah Raga, Kelompok-kelompok dan Perkumpulan Ekstra Kurikuler, Persatuan Pelajar, Fasilitas Pembelajaran, dan lain-lain
15. Catatan Mutu
16. Prosedur-prosedur Pengesahan & Audit Mutu Internal
17. Pelatihan dan Pengembangan Staf, mencakup Prosedur-prosedur untuk Menilai Kebutuhan-kebutuhan Pelatihan dan Evaluasi Efektifitas Pelatihan
18. Metode-metode Review, Monitoring dan Evaluasi



Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia (dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional). BAN-PT berdiri pada tahun 1994, berlandaskan UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Sebagai satu satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah BAN-PT memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada pendidikan tinggi. Dalam wewenang ini termasuk juga melaksanakan akreditasi bagi semua institusi pendidikan tinggi (baik untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK)); program-program pendidikan jarak jauh; dan program-program, secara kerjasama dengan insitiusi pendidikan tinggi di dalam negeri, yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar negeri (saat ini institusi pendidikan tinggi dari luar negeri tidak dapat beroperasi, secara legal, di Indonesia). Dalam PP No. 60 tahun 1989. PP 60 disebutkan bahwa BAN-PT merupakan badan yang mandiri (independen) yang diangkat dan melaporkan tugasnya pada Menteri Pendidikan Nasional.
Fungsi utama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menurut peraturan perundangan yang ada (UURI No. 20 tahun 2003, PPRI No. 60/1999, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 118/U/2003), pada dasarnya adalah: membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam pelaksanaan salah satu kewajiban perundangannya, yaitu penilaian mutu perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri, Kedinasan, Keagamaan, dan Swasta.
Visi BANPT 2011:
“BAN-PT menjadi Badan Penjaminan Mutu Eksternal Perguruan Tinggi yang Terbaik di Indonesia dan pada tahun 2011 Dihormati dan menjadi Rujukan Badan Penjaminan Mutu Eksternal di seluruh dunia atas ridlo Tuhan Yang Maha Esa.”
Misi
1. Melaksanakan akreditasi perguruan tinggi di Indonesia secara andal (credible), akuntabel dan bertanggungjawab
2. Mensukseskan keterlaksanaan Renstra Depdiknas yang terkait dengan penjaminan mutu eksternal perguruan tinggi
Sasaran
• Melakukan akreditasi terhadap program studi dan institusi perguruan tinggi secara nasional bagi perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan dan keagamaan yang menyelenggarakan program profesional maupun akademik.
• Menyampaikan informasi hasil akreditasi kapada publik pengguna perguruan tinggi atau lulusannya.
• Melakukan akreditasi terhadap program studi dan institusi perguruan tinggi secara nasional bagi perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan dan keagamaan yang menyelenggarakan program profesional maupun akademik.
• Menyampaikan informasi hasil akreditasi kapada publik pengguna perguruan tinggi atau lulusannya
Tugas
1. Melakukan penilaian mutu dan efisiensi semua perguruan tinggi secara berkala dalam rangka membantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Pasal 60/61 UURI No. 20 tahun 2003.
2. Fungsi melakukan penilaian tersebut meliputi kurikulum, mutu dan jumlah tenaga kependidikan, keadaan mahasiswa, pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana, tatalaksana administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan kerumah-tanggaan perguruan tinggi.
Fungsi
1. Mengawasi mutu dan efisiensi pendidikan tinggi melalui proses akreditasi pada semua program studi dalam institusi pendidikan tinggi di Indonesia;
2. Menyebarluaskan informasi pada publik mengenai status akreditasi dari program studi dalam institusi pendidikan tinggi, sehinggga publik dalam meyakini mutu pendidikan yang ditawarkan, dan mutu program-program tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan;
3. Memberikan saran pembinaan mengenai peningkatan mutu program-program studi.
Alasan Mendasar Institusi / Lembaga Pendidikan Menggunakan Standar ISO 9000 Walaupun Terdapat B.A.N Perguruan Tinggi
Berdasarkan pembahasan mengenai ISO 9000 dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tersebut diatas maka jelaslah kiranya dapat dibedakan mengenai standar internasional (ISO 9000) dan standar nasional (BAN PT).
Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi adalah merupakan suatu badan penjamin mutu pendidikan (terutama pendidikan tinggi) di Indonesia, yang melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan tinggi baik itu negeri maupun swasta, sehingga semua pendidikan tinggi tersebut memiliki mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Mutu dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tersebut merupakan suatu standar nasional yang gunanya menyeragamkan mutu dan kualitas semua insitusi pendidikan tinggi diseluruh Indonesia berdasarkan keadaan dan keberagaman bangsa Indonesia, sehingga jelaslah bahwa BAN PT merupakan suatu tolak ukur mutu pendidikan secara nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat nasional.
Kenyataannya mutu pendidikan Indonesia sampai sekarang ini belumlah mampu untuk bersaing atau bahkan menang dalam menghadapi persaingan global dalam dunia pendidikan. Salah satu hal mendasar yang dapat kita temukan dalam dunia pendidikan kita yang menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita kurang dapat bersaing dengan dunia internasional adalah dengan maraknya muncul sekolah ataupun perguruan tinggi dan tenaga pengajar dari dunia internasional yang masuk dan menyelenggarakan pendidikannya di Negara kita. Untuk menghadapi permasalahan itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Akreditasi (BAN) Perguruan Tinggi telah menetapkan visi, misi, sasaran dan tujuan sampai tahun 2011 bahwa dengan berawal dari terakreditasinya seluruh pendidikan tinggi di Indonesia menurut standar BAN PT yang dilakukan dengan perbaikan terus-menerus secara komprehensip maka pada tahun 2011 mutu dan kualitas akan sesuai dengan standar ISO 9000 dan diharapkan pendidikan kita akan menjadi rujukan dunia internasional
ISO 9000 merupakan standar internasional dimana suatu organisasi (termasuk didalamnya institusi pendidikan) yang memiliki sertifikat ISO 9000 tersebut kualitasnya diakui oleh dunia internasional dan dapat memperoleh akses yang lebih besar untuk memasuki pasar luar negeri, terutama dalam hal membuka cabang institusi dan “peng-eksporan” tenaga jasa pendidikan diluar negeri terutama Negara yang mensyaratkan dipenuhinya ISO 9000 dan memiliki kesesuaian (compatibility) dengan pemasok dari luar negeri
Selain itu sebuah institusi atau lembaga pendidikan yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9000 tersebut cenderung untuk meningkatkan kualitas dan keragaman pekerjaan yang secara bersamaan juga meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan pula daya saing institusi atau lembaga pendidikannya untuk menghadapi persaingan globalisasi. Oleh karena itu agar mutu dan kualitas pendidikan kita dapat bersaing atau bahkan memenangkan dalam globalisasi dunia pendidikan internasional maka BAN PT merupakan suatu konsep dasar pijakan mutu dan kualitas pendidikan kita agar bisa sesuai standar ISO 9000 sehingga kita siap dalam menghadapi globalisasi tersebut


Kesimpulan
1. Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi adalah merupakan suatu badan penjamin mutu pendidikan (terutama pendidikan tinggi) di Indonesia, yang melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan tinggi baik itu negeri maupun swasta, sehingga semua pendidikan tinggi tersebut memiliki mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Mutu dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tersebut merupakan suatu standar nasional yang gunanya menyeragamkan mutu dan kualitas semua insitusi pendidikan tinggi diseluruh Indonesia berdasarkan keadaan dan keberagaman bangsa Indonesia, sehingga jelaslah bahwa BAN PT merupakan suatu tolak ukur mutu pendidikan secara nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat nasional.
Kenyataannya mutu pendidikan Indonesia sampai sekarang ini belumlah mampu untuk bersaing atau bahkan menang dalam menghadapi persaingan global dalam dunia pendidikan. Salah satu hal mendasar yang dapat kita temukan dalam dunia pendidikan kita yang menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita kurang dapat bersaing dengan pasar internasional adalah dengan maraknya muncul sekolah ataupun perguruan tinggi dan tenaga pengajar dari dunia internasional yang masuk dan menyelenggarakan pendidikannya di Negara kita. Untuk menghadapi permasalahan itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Akreditasi (BAN) Perguruan Tinggi telah menetapkan visi, misi, sasaran dan tujuan sampai tahun 2011 bahwa dengan berawal dari terakreditasinya seluruh pendidikan tinggi di Indonesia menurut standar BAN PT yang dilakukan dengan perbaikan terus-menerus secara komprehensip maka pada tahun 2011 diharapkan mutu dan kualitas pendidikan kita sesuai dengan standar ISO 9000.
2. Walaupun telah ada BAN Perguruan Tinggi dan Akreditasi Sekolah, untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan global internasional dalam dunia pendidikan maka sangatlah perlu institusi/lembaga pendidikan dinegara kita mempunyai mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar ISO 9000 dan mendapatkan sertifikat ISO 9000 tersebut.
Saran
Agar mutu dan kualitas pendidikan kita dapat bersaing dalam menghadapi globalisasi dunia pendidikan internasional maka BAN PT dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum, mutu dan jumlah tenaga kependidikan, keadaan mahasiswa, pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana, tatalaksana administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan kerumah-tanggaan perguruan tinggi haruslah disesuaikan dengan kriteria persyaratan sertifikasi standar ISO 9000.


sumber:
DAFTAR PUSTAKA
Sallis, E. 2007. Total Quality Management In Education. Manajemen Mutu Pendidikan. Alih Bahasa Oleh Dr. Ahmad Ali Riyadi, Fahrurrozi, M.Ag. Jogjakarta: IRCiSoD
Tjiptono, F & Diana, A. 2002. Total Quality Management. Edisi Revisi. Jogjakarta: Penerbit Andi
Administrator. 2007. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Jakarta: Depdiknas



Terakhir diubah oleh DIAR SISWI ANGGRAENI tanggal Sat May 26, 2012 9:09 pm, total 2 kali diubah

Lihat profil user

6 Standarisasi ISO on Wed May 23, 2012 8:48 am

DANU BUDI NUGROHO
NIM 10010854


STANDAR SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO-9001-PENGETAHUAN DASAR



Standar sistem manajemen mutu SO-9001 adalah standar internasional tentang sistem manajemen manajemen mutu. ISO-9001 dikeluarkan oleh International Organization for Standardization, sebuah badan yang telah mengeluarkan lebih dari 17000 standar yang berguna. ISO-9001 pertama dikeluarkan pada tahun 1987. Versi yang terbaru adalah ISO-9001:2008. Standar sistem manajemen mutu ISO-9001 bertujuan untuk menjamin konsistensi organisasi dalam menghasilkan produk yang bermutu yang dapat memuaskan pelanggannya. Untuk tujuan tersebut, ISO-9001 berisi persyaratan-persyaratan bagaimana organisasi harus mengendalikan berbagai proses yang dapat mempengaruhi mutu, baik langsung maupun maupun tidak langsung. Persyaratan tersebut pada dasarnya adalah saduran dari praktek-praktes bisnis yang sudah diakui oleh dunia industri efektif dalam upaya penjaminan mutu.

Standar sistem maanjemen mutu ISO-9001 bersifat 'generic'. Persyaratan-persyaratan yang ada didalamnya dapat diaplikasikan oleh berbagai jenis organisasi, besar atau kecil, manufaktur atau jasa, swasta maupun badan pemerintah. Setiap organisasi dapat memilih pendekatan dan cara yang paling sesuai bagi organisasinya dalam menerapkan persyaratat-persyaratan tersebut, sepanjang maksud dan tujuan dari persyaratan dapat tercapai.

Manfaat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001


.Memperluas dan mempertahankan pasar

Makin banyak industri menengah dan besar di Indonesia yang menjadikan ISO-9001 sebagai salah satu faktor yang menentukan dalam pemilihan pemasok mereka. Alasan yang mendasarinya adalah jelas: Bahwa pemasok atau calon yang sudah menerapkan sistem manajemen mutu ISO-9001 berarti sudah melakukan berbagai pengaturan proses yang diperlukan untuk menjamin mutu produk yang akan dikirim kepada mereka.

Manfaat lain tentunya timbul sebagai implikasi logis dari penerapan-persyaratan yang terkandung dalam ISO-9001 dengan cara yang tepat:

.Mengurangi biaya yang tidak diperlukan karena kegagalan produk

ISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan perencanaan yang layak sebelum organisasi melakukan proses produksi atau memberikan pelayanan. Ada cukup banyak persyaratan tentang perencanaan yang memungkinkan organisasi dapat mengidentifikasi potensi kegagalan sejak awal dan mencegah kegagalan sebelum terjadi dan dengan demikian mencegah kerugian yang tidak diperlukan.

.Memudahkan pengendalian berbagai aktifitas.

ISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan pendekatan proses dalam upaya menjamin mutu produk. Dengan pendekatan ini organisasi dapat melihat dengan mudah seluruh aktifitas yang dilakukan dalam organisasi sebagai rangkaian dari proses-proses yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Organisasi dapat mengetahui dengan jelas output yang dihasilkan dari setiap proses, kemana output tersebut dialirkan dan apa yang diharapkan oleh penerima output tersebut. Ini menjadi dasar yang berguna untuk mengatur bagaimana sebuah proses harus dilakukan dan bagaimana mengukur keberhasilan suatu proses.

.Meningkatkan kemampuan untuk peningkatan kinerja secara berkelanjutan

ISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan tindakan koreksi yang sistematis, dimulai dari identifikasi masalah sampai pemantauan efektifitas tindakan koreksi. Tujuannya untuk menghilangkan akar penyebab setiap masalah tidak muncul kembali. Hal ini tentu akan membuat terus menerus berkembang ke arah yang lebih baik, bersih dari masalah-masalah kronis yang merugikan.

ISO-9001 juga memberikan persyaratan lain yang memungkinkan terjadinya peningkatan kinerja secara berkelanjutan seperti penetapan sasaran mutu, analisa data (termasuk tingkat kepuasan pelanggan) dan audit internal.

Persyaratan-persyaratan lain dalam standar sistem manajemen mutu ISO-9001 juga membawa manfaat masing masing. Persyaratan tentang tinajaun manajemen akan membuat pihak majemen mendapatkan informasi terbaru dengan mudah tentang kinerja organisasi secara keseluruhan. Persyaratan tentang dokumentasi akan membuat organisasi dapat mengendalikan dokumen-dokumen dengan lebih rapih dan membuat pengaturan pengaturan yang baku (bukan berarti tidak fleksibel). Persyaratan tentang kompetensi dan pelatihan akan membuat organisasi mempunyai sumber daya manusia yang handal yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.

Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO-9001

Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO-9001 berarti melakukan pengaturan berbagai aktifitas dalam organisasi dan menerapkannya. Perubahan-perubahan dalam berbagai aktifitas yang selama ini dilakukan organisasi mungkin diperlukan untuk memenuhi persyaratan standar sistem manajemen mutu ISO-9001.
Satu hal yang mutlak diperlukan untuk memungkinkan perubahan terjadi dengan lancar adalah pengembangan'wawasan' dan kompetensi setiap karyawan yang terlibat dengan perubahan tersebut. Wawasan tentang manajemen mutu, alasan yang mendasari perubahan, manfaat yang akan timbul dari perubahan, pengetahuan tentang konsep dan teknik-teknik baru yang diperlukan harus dikembangkan dalam diri karyawan sebelum perubahan dapat dilakukan. Wawasan akan memunculkan kesadaran internal karyawan untuk melakukan perubahan dan memungkinkan terjadinya perubahan yang lancar dan permanen.

Penerapan standar sistem manajemen mutu ISO-9001 juga membutuhkan tahapan-tahapan yang sistematis, yang dimulai dari tahapan perencanaan perubahan, pelaksanaan, pemantauan dan tindak lanjut.

Pada umumnya organisasi dapat menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO-9001 dalam waktu sekitar 6 bulan. Variasi waktu tergantung dari ketersediaan sumber daya dalam organisasi, komitmen pihak manajemen, praktek manajemen mutu yang sudah diterapkan dan pengaturan program.

Ukuran Keberhasilan dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001

Keberhasilan dalam penerapan ISO-9001 diukur dari 2 parameter dasar: Kesesuaian sistem manajemen dengan persyaratan ISO-9001 (yang berarti keberhasilan memperoleh sertifikat ISO-9001:2008) dan tingkat manfaat perbaikan yang diperoleh.

Setiap organisasi mendapat manfaat perbaikan dalam tingkat yang berbeda-beda, tergantung dari cara dan metoda yang dipilih untuk memenuhi persyaratan dan efektifitas perubahan yang dilakukan.

Ir. Iim Ibrohim
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001

http://www.ibrosys.com/manajemen-mutu/58-standar-sistem-manajemen-mutu-iso-9001-pengetahuan-dasar.html[b]

Lihat profil user

7 tugas standarisasi ISO on Sun May 27, 2012 3:18 pm

ISO 9001:2000 Sebagai Standar Kualitas yang Baik
Arrow Arrow klik disini Laughing Laughing :

Kita sering melihat tulisan "bersertifikasi ISO 9001:2000" pada label produk-produk yang kita beli. Sebenarnya standar seperti apakah ISO 9001:2000 itu dan mengapa banyak perusahaan terkemuka di Indonesia telah mengimplementasi ISO 9001:2000? Mari kita telusuri bersama.

Standar sistem mutu pertama kali digunakan oleh USA yang berlaku pada pemasok barang militer. Tetapi setelah diterbitkan, standar mutu ini banyak menarik perhatian dunia, sebab merupakan satu-satunya standar mutu yang ada, terutama Inggris. Pasar internasional Inggris pada saat itu harus menjaga konsistensi mutu produknya di pasar internasional sehingga mengadopsi standar mutu tersebut. Belajar dari pengalaman Inggris ini maka para anggota ISO (International Organization for Standarization) yang bermarkas di Geneva, Swiss, pada tahun 1987 menyetujui suatu standar sistem mutu yang sekarang disebut sebagai standar ISO seri 9000, sebagai standar internasional bidang sistem mutu.

Banyak pihak dunia tertarik akan ISO pada saat itu sebab ISO memungkinkan untuk melakukan penilaian terhadap suatu konsistensi mutu produk. ISO sendiri merupakan sebuah standar internasional untuk sistem manajemen kualitas dengan tujuan suatu instansi dapat memberikan produk atau jasa sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Tetapi perlu diingat bahwa ISO bukanlah merupakan standar suatu produk, sebab ISO sendiri tidak menyatakan persyaratan-persyaratan seperti apakah yang harus dipenuhi oleh suatu produk.

ISO 9001:2000 menyatakan bahwa konsistensi mutu suatu produk bergantung pada keseluruhan struktur organisasi, terutama manajemen mutu. Banyak sekali keuntungan yang diperoleh bila suatu perusahaan mengimplementasi ISO 9001:2000, selain karena produknya terjamin mutunya oleh pelanggan, kontrol terhadap mutu produknya pun dilakukan secara menyeluruh sehingga mutunya konsisten. Ini berarti peningkatan pendapatan instansi dan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Satu hal yang perlu diingat, instansi yang berhak mencantumkan label bertuliskan "bersertifikasi ISO 9001:2000" hanyalah instansi yang benar-benar telah melakukan audit dan implementasi dengan ISO 9001:2000 berstandar internasional; bila tidak, instansi tersebut akan dituntut oleh lembaga ISO. Audit yang dilakukan secara konsisten sehingga instansi tidak perlu khawatir akan penurunan mutu atau inkonsisten mutu produk atau jasanya. Selain itu, karena standar ini internasional, suatu instansi yang telah mengimplementasinya akan diakui dunia sebagai produk atau jasa yang bermutu dan terpercaya
sumber:kulinet.com

Lihat profil user
Arrow Arrow Arrow Penerapan ISO 9001:2008
Bidang manajemen mutu di SMK bounce bounce bounce



Basketball TOUCH HERE !!! Sleep :
Sleep
Berita yang telah dilansir oleh beberapa media massa menyampaikan bahwa Kemdiknas mendorong seluruh sekolah menengah kejuruan baik negeri maupun swasta di Tanah Air bersertifikat ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu dalam upaya peningkatan kualitas lulusan SMKsebelum memasuki dunia kerja .

Informasi dari Direktur Pembinaan SMK Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta, Senin (7/2/2011) mengatakan bahwa saat ini dari 9200 SMK di tanah Air, sebanyak 700 SMK yang telah bersertifikat ISO 9001 : 2008. Target yang akan dicapai hingga akhir tahun 2014 seluruh SMK baik negeri maupun swasta sudah bersertifikat ISO 9001 : 2008.

Pada informasi berikutnya Joko Sutrisno mengatakan pada tahun 2011 ini, Kemdiknas akan menambah jumlah 1500 SMK diusulkan untuk mendapatkan sertifikat ISO yang dibiayai dari dana APBN, masing-amsing SMK akan menerima Rp 30 juta. Dana APBN yang sudah dialokasikan pemerintah tersebut harus digunakan untuk menyelesaikan proses sertifikasi sekolah. Sedangkan SMK yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), secara otomatis sudah bersertifikasi. Proses sertifikasi juga akan dibantu oleh RSBI yang pasti telah disertifikasi dan memiliki auditor sendiridan akan bisa membantu minimal tiga sekolah kejuruan lainnya. Disampaikan juga mengingat masih banyaknya SMK yang belum bersertifikat ISO, maka dibutuhkan dukungan dari APBD serta partisipasi masyarakat.

ISO 9001:2008 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu/kualitas. ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah output . ISO 9001:2008 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa output yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Quality Management Systems (ISO 9001:2008) adalah merupakan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem, yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi. Output pada satuan pendidikan adalah lulusan.


Manfaat Penerapan SO9001:2008 adalah:

1. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
2. Jaminan Kualitas Produk dan Proses
3. Meningkatkan Produktivitas perusahaan & “market gain”
4. Meningkatkan motivasi, moral & kinerja karyawan
5. Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan
6. Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok
7. Meningkatkan cost efficiency & keamanan produk
8. Meningkatkan komunikasi internal
9. Meningkatkan image positif perusahaan
10. Sistem terdokumentasi
11. Media untuk Pelatihan dan Pendidikan


Penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu dalam upaya peningkatan kualitas lulusan SMK sebelum memasuki dunia kerja tentunya sangat menggembirakan bagi orang tua dan peserta didik. Hanya saja tanpa dukungan dari pihak-pihak terkait mustahil program tersebut dapat tercapai karena dana sebesar Rp. 30 juta yang berasal dari APBN tersebut sangat jauh dari kebutuhan SMK untuk melaksanakan ISO 9001:2008.

Perlu diperhatikan pula bahwa dalam upaya penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu jangan sampai terkesan SMK adalah sekolah mahal karena biaya untuk penerapan program tersebut harus dicari sendiri oleh sekolah dengan membebankan pada peserta didik. Semua pihak harus menyadari bahwa yang bersekolah di SMK kebanyakan dari anak-anak keluarga yang kurang mampu.

Pada sisi lain tenaga kependidikan utamanya tenaga tata usaha selama ini sangat kurang mendapat perhatian baik itu dari segi pengadaan maupun peningkatan kualitas SDMnya. Tenaga tata usaha kebanyakan diambil dari tenaga tidak tetap yang sifatnya sementara. Pada sekolah-sekolah di daerah yang menerapkan ISO kenyataannya sampai dengan pelaksanaan ketatausahaan semuanya dikerjakan oleh guru, hal ini tentunya tidak sesuai dengan tujuan penerapan ISO itu sendiri karena guru adalah tenaga fungsional yang seharusnya menangani bidang-bidang yang sesuai dengan tugasnya yaitu melaksanakan tugas mendidik.

Sesuai dengan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa penerapan ISO 9001:2008 bidang manajemen mutu perlu kita dukung pelaksanaannya dan pihak-pihak terkait harus mengkaji serta berupaya membantu pihak sekolah untuk mengatasi masalah sekolah terlebih dulu agar program tersebut tercapai dan tidak menjadi masalah dikemudian hari.

SUMBER : sites.google.com/site/mitrawidyakinasih/kejuruan/penerapaniso90012008bidangmanajemenmutudismk



[b]



Terakhir diubah oleh AINUL YAQIN tanggal Wed Jun 06, 2012 7:24 pm, total 3 kali diubah

Lihat profil user

9 Re: Standarisasi ISO on Mon May 28, 2012 11:54 am

Edi Susanto
NIM 10010860


ISO 9000 MERUPAKAN MODEL STANDARISASI KUALITAS
DI DUNIA PENDIDIKAN


Selengkapnya:
(Masih Perlukah, karena kita telah mempunyai Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi dan Akreditasi Sekolah untuk Sekolah?)
Bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan meningkatkan mutu merupakan tugas yang paling penting. Walaupun demikian, ada sebagian orang yang menganggap mutu sebagai sebuah konsep yang penuh teka-teki. Mutu dianggap sebagai suatu hal yang membingungkan dan sulit untuk diukur. Mutu dalam pandangan seseorang terkadang bertentangan dengan mutu pendapat orang lain, sehingga tidak aneh jika ada dua pakar yang tidak memiliki kesimpulan yang sama tentang bagaimana menciptakan institusi yang baik.
Kita memang bisa mengetahui ketika kita mengalaminya, tapi kita tetap merasa kesulitan ketika kita mencoba mendeskripsikan dan menjelaskannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan mutu, terutama jika mutu tersebut sudah menjadi kebiasaan kita. Namun ironisnya, kita hanya bisa menyadari keberadaan mutu tersebut saat mutu tersebut hilang. Satu hal yang bisa kita yakini adalah mutu merupakan suatu hal yang membedakan antara yang baik dan yang sebaliknya. Bertolak dari pernyataan tesebut, mutu dalam pendidikan akhirnya merupakan hal yang membedakan antara kesuksesan dan kegagalan. Sehingga, mutu jelas sekali merupakan masalah pokok yang akan menjamin perkembangan institusi pendidikan dalam meraih status ditengah persaingan dunia pendidikan yang kian keras.
Menemukan sumber mutu adalah sebuah petualangan yang penting. Pelaku-pelaku dunia pendidikan menyadari keharusan mereka untuk meraih mutu tersebut dan menyampaikannya pada anak didik. Sesungguhnya, ada banyak sumber mutu dalam pendidikan, misalnya sarana gedung yang bagus, pengajar yang kompeten, nilai moral yang tinggi, hasil ujian yang memuaskan, spesialisasi atau kejuruan, dorongan orang tua, bisnis dan komitas lokal, sumber daya yang melimpah, aplikasi teknologi mutakhir, kepemipinan yang baik dan efektif, perhatian terhadap anak didik, kurikulum yang memadai, atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut.
Seiring perjalanan waktu, dalam Era Milenium Ketiga, dengan terbentuknya WTO dan diratifikasikannya perjanjian tersebut yang mengatur tata perdagangan, jasa dan trade related intellectual property rights (TRIPS) atau hak atas kepemilikan intelektual dengan perdagangan maka Negara-negara anggotanya akan bersaing dan bagi Negara yang kurang dapat bersaing akan menjadi incaran dari Negara-negara eksportir jasa pendidikan dan pelatihan, termasuk Indonesia yang masuk menjadi anggota WTO pada tahun 1995.
Keadaan pendidikan di Indonesia telah banyak dilakukan pembaharuan. Tujuan pembaharuan itu adalah untuk menjaga agar produk pendidikan kita tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, persyaratan bagi pendidikan lanjut pada jenjang pendidikan berikutnya serta mampu menghadapi persaingan globalisasi dunia internasional.
Salah satu kunci agar sukses dapat bersaing dipasar global adalah kemampuan untuk memenuhi atau melampaui standar-standar yang berlaku. Apabila kualitas ditentukan oleh pelanggan, maka standar-standar kualitas sama dengan harapan pelanggan. Untuk menjamin adanya keragaman dalam kualitas maka perlu dibentuk standar-standar yang sama pula. Dengan cara ini maka apa yang dianggap sebagai produk berkualitas disuatu negara juga akan dapat diterima dinegara lainnya.

Di dunia global banyak sekali terdapat berbagai macam standar untuk menetapkan bahwa suatu produk itu dinyatakan “layak”, baik itu produk barang maupun produk jasa. Salah satu standar yang saat ini menjadi tolak ukur “layak-tidaknya” nya suatu produk adalah apa yang dinamakan dengan standar internasional ISO 9000.

Pengertian ISO 9000
Standar ISO 9000 mendapat perhatian yang serius terutama dari Amerika dan Eropa. Sekitar 17.000 perusahaan di Inggris sudah terdaftar pada standar tersebut. Hal ini tidak mengejutkan mengingat bahwa para ahli pendidikan disana memiliki kesadaran untuk menerapkan standar tersebut kedalam institusi mereka.
ISO 9000 adalah salah satu standar yang dihasilkan di Jenewa, Swiss oleh Organization for Standarization. ISO merupakan kepanjangan dari International Standar Organization yakni sekumpulan standar sistem kualitas universal yang memberikan rerangka yang sama bagi jaminan kualitas yang dapat dipergunakan diseluruh dunia. (Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana, 2002) ISO 9000 sendiri adalah suatu rangkaian dari lima seri standar mutu internasional. Seri tersebut diberi nama sedemikian rupa sehingga terdiri dari 5 (lima) set standar atau criteria dengan kodifikasi angka berurutan mulai dari 9000. Selain itu masih ada seri 14000 yang merupakan standar internasional bagi pelaksanaan suatu proyek yang berkaitan dengan tanggung jawab proyek itu terhadap lingkungan. Kesemua standar ISO tersebut mempunyai pengertian, maksud dan tujuan yang berbeda-beda, namun dalam penulisan makalah ini penyusun hanya membahas tentang ISO 9000 saja yang secara konseptual dewasa ini mendapatkan perhatian serius dari dunia pendidikan.

Tujuan ISO 9000
Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (2002) menyatakan bahwa tujuan utama dari ISO 9000 adalah:
1. Organisasi harus mencapai dan mempertahankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, sehingga secara berkesinambungan dapat memenuhi kebutuhan para pengguna (costumer)
2. Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak manajemennya sendiri bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah dicapai dan dapat dipertahankan.
3. Organisasi harus memberikan keyakinan kepada pihak costumer bahwa kualitas yang dimaksudkan itu telah atau akan dicapai dalam produk atau jasa yang dijua.

Manfaat ISO 9000
Manfaat yang didapatkan oleh suatu organisasi/institusi (baik itu lembaga pendidikan) yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9000 adalah diperolehnya suatu akses yang lebih besar untuk memasuki pasar luar negeri (terutama mensyaratkan dipenuhinya ISO 9000) dan memiliki kesesuaian (compatibility) dengan pemasok dari luar negeri. Selain itu ada pula manfaat tambahan lainnya. Proses yang dilakukan oleh organisasi untuk mencapai sertifikasi cenderung meningkatkan kualitas dan keragaman pekerjaan yang secara bersamaan juga meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan pula daya saing organisasi.

Persyaratan Sertifikasi ISO 9000 Dalam Pendidikan
Edward Sallis dalam bukunya Total Quality Management in Education atau Manajemen Mutu Pendidikan (2007) menyatakan bahwa ada beberapa syarat sebuah organisasi/institusi pendidikan agar bisa mendapatkan sertifikasi ISO 9000, yaitu:
1. Komitmen Manajemen terhadap Mutu
2. Sistem Mutu
3. Kontrak dengan Pelanggan Internal & Eksternal (Hak Pelajar dan Hal Pelanggan Eksternal, seperti orang tua)
4. Kontrol Dokumen
5. Kebijakan Seleksi & Ujian Masuk
6. Layanan Pendukung Pelajar, yang mencakup Kesejahteraan, Konseling dan Pengarahan Tutorial
7. Catatan Kemajuan Pelajar
8. Pengembangan, Desain dan Penyampaian Kurikulum~Strategi-strategi Pengajaran dan Pembelajaran
9. Penilaian Tes
10. Konsistensi Metode Penelitian
11. Prosedur dan Catatan Penilaian yang mencakup Catatan Prestasi
12. Metode dan Prosedur Diagnostik untuk Mengidentifikasikan Kegagalan dan Kesalahan
13. Tindakan Perbaikan terhadap Kegagalan Pelajar, Sistem untuk Menghadapi Komplain dan Tuntutan
14. Fasilitas & Lingkungan Fisik, Bentuk Tawaran Lain, seperti Fasilitas Olah Raga, Kelompok-kelompok dan Perkumpulan Ekstra Kurikuler, Persatuan Pelajar, Fasilitas Pembelajaran, dan lain-lain
15. Catatan Mutu
16. Prosedur-prosedur Pengesahan & Audit Mutu Internal
17. Pelatihan dan Pengembangan Staf, mencakup Prosedur-prosedur untuk Menilai Kebutuhan-kebutuhan Pelatihan dan Evaluasi Efektifitas Pelatihan
18. Metode-metode Review, Monitoring dan Evaluasi

Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia (dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional). BAN-PT berdiri pada tahun 1994, berlandaskan UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Sebagai satu satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah BAN-PT memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada pendidikan tinggi. Dalam wewenang ini termasuk juga melaksanakan akreditasi bagi semua institusi pendidikan tinggi (baik untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK); program-program pendidikan jarak jauh; dan program-program, secara kerjasama dengan insitiusi pendidikan tinggi di dalam negeri, yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar negeri (saat ini institusi pendidikan tinggi dari luar negeri tidak dapat beroperasi, secara legal, di Indonesia). Dalam PP No. 60 tahun 1989. PP 60 disebutkan bahwa BAN-PT merupakan badan yang mandiri (independen) yang diangkat dan melaporkan tugasnya pada Menteri Pendidikan Nasional.
Fungsi utama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menurut peraturan perundangan yang ada (UURI No. 20 tahun 2003, PPRI No. 60/1999, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 118/U/2003), pada dasarnya adalah: membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam pelaksanaan salah satu kewajiban perundangannya, yaitu penilaian mutu perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri, Kedinasan, Keagamaan, dan Swasta.
Visi BANPT 2011:
“BAN-PT menjadi Badan Penjaminan Mutu Eksternal Perguruan Tinggi yang Terbaik di Indonesia dan pada tahun 2011 Dihormati dan menjadi Rujukan Badan Penjaminan Mutu Eksternal di seluruh dunia atas ridlo Tuhan Yang Maha Esa.”

Misi
1. Melaksanakan akreditasi perguruan tinggi di Indonesia secara andal (credible), akuntabel dan bertanggungjawab
2. Mensukseskan keterlaksanaan Renstra Depdiknas yang terkait dengan penjaminan mutu eksternal perguruan tinggi

Sasaran
1. Melakukan akreditasi terhadap program studi dan institusi perguruan tinggi secara nasional bagi perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan dan keagamaan yang menyelenggarakan program profesional maupun akademik.
2. Menyampaikan informasi hasil akreditasi kapada publik pengguna perguruan tinggi atau lulusannya.
3. Melakukan akreditasi terhadap program studi dan institusi perguruan tinggi secara nasional bagi perguruan tinggi negeri, swasta, kedinasan dan keagamaan yang menyelenggarakan program profesional maupun akademik.
4. Menyampaikan informasi hasil akreditasi kapada publik pengguna perguruan tinggi atau lulusannya

Tugas
1. Melakukan penilaian mutu dan efisiensi semua perguruan tinggi secara berkala dalam rangka membantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Pasal 60/61 UURI No. 20 tahun 2003.
2. Fungsi melakukan penilaian tersebut meliputi kurikulum, mutu dan jumlah tenaga kependidikan, keadaan mahasiswa, pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana, tatalaksana administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan kerumah-tanggaan perguruan tinggi.

Fungsi
1. Mengawasi mutu dan efisiensi pendidikan tinggi melalui proses akreditasi pada semua program studi dalam institusi pendidikan tinggi di Indonesia;
2. Menyebarluaskan informasi pada publik mengenai status akreditasi dari program studi dalam institusi pendidikan tinggi, sehinggga publik dalam meyakini mutu pendidikan yang ditawarkan, dan mutu program-program tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan;
3. Memberikan saran pembinaan mengenai peningkatan mutu program-program studi.

Alasan Mendasar Institusi / Lembaga Pendidikan Menggunakan Standar ISO 9000 Walaupun Terdapat B.A.N Perguruan Tinggi
Berdasarkan pembahasan mengenai ISO 9000 dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tersebut diatas maka jelaslah kiranya dapat dibedakan mengenai standar internasional (ISO 9000) dan standar nasional (BAN PT).
Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi adalah merupakan suatu badan penjamin mutu pendidikan (terutama pendidikan tinggi) di Indonesia, yang melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan tinggi baik itu negeri maupun swasta, sehingga semua pendidikan tinggi tersebut memiliki mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Mutu dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tersebut merupakan suatu standar nasional yang gunanya menyeragamkan mutu dan kualitas semua insitusi pendidikan tinggi diseluruh Indonesia berdasarkan keadaan dan keberagaman bangsa Indonesia, sehingga jelaslah bahwa BAN PT merupakan suatu tolak ukur mutu pendidikan secara nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat nasional.
Kenyataannya mutu pendidikan Indonesia sampai sekarang ini belumlah mampu untuk bersaing atau bahkan menang dalam menghadapi persaingan global dalam dunia pendidikan. Salah satu hal mendasar yang dapat kita temukan dalam dunia pendidikan kita yang menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita kurang dapat bersaing dengan dunia internasional adalah dengan maraknya muncul sekolah ataupun perguruan tinggi dan tenaga pengajar dari dunia internasional yang masuk dan menyelenggarakan pendidikannya di Negara kita. Untuk menghadapi permasalahan itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Akreditasi (BAN) Perguruan Tinggi telah menetapkan visi, misi, sasaran dan tujuan sampai tahun 2011 bahwa dengan berawal dari terakreditasinya seluruh pendidikan tinggi di Indonesia menurut standar BAN PT yang dilakukan dengan perbaikan terus-menerus secara komprehensip maka pada tahun 2011 mutu dan kualitas akan sesuai dengan standar ISO 9000 dan diharapkan pendidikan kita akan menjadi rujukan dunia internasional
ISO 9000 merupakan standar internasional dimana suatu organisasi (termasuk didalamnya institusi pendidikan) yang memiliki sertifikat ISO 9000 tersebut kualitasnya diakui oleh dunia internasional dan dapat memperoleh akses yang lebih besar untuk memasuki pasar luar negeri, terutama dalam hal membuka cabang institusi dan “peng-eksporan” tenaga jasa pendidikan diluar negeri terutama Negara yang mensyaratkan dipenuhinya ISO 9000 dan memiliki kesesuaian (compatibility) dengan pemasok dari luar negeri
Selain itu sebuah institusi atau lembaga pendidikan yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9000 tersebut cenderung untuk meningkatkan kualitas dan keragaman pekerjaan yang secara bersamaan juga meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan pula daya saing institusi atau lembaga pendidikannya untuk menghadapi persaingan globalisasi. Oleh karena itu agar mutu dan kualitas pendidikan kita dapat bersaing atau bahkan memenangkan dalam globalisasi dunia pendidikan internasional maka BAN PT merupakan suatu konsep dasar pijakan mutu dan kualitas pendidikan kita agar bisa sesuai standar ISO 9000 sehingga kita siap dalam menghadapi globalisasi tersebut

Kesimpulan
1. Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi adalah merupakan suatu badan penjamin mutu pendidikan (terutama pendidikan tinggi) di Indonesia, yang melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan tinggi baik itu negeri maupun swasta, sehingga semua pendidikan tinggi tersebut memiliki mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Mutu dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional tersebut merupakan suatu standar nasional yang gunanya menyeragamkan mutu dan kualitas semua insitusi pendidikan tinggi diseluruh Indonesia berdasarkan keadaan dan keberagaman bangsa Indonesia, sehingga jelaslah bahwa BAN PT merupakan suatu tolak ukur mutu pendidikan secara nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat nasional.
Kenyataannya mutu pendidikan Indonesia sampai sekarang ini belumlah mampu untuk bersaing atau bahkan menang dalam menghadapi persaingan global dalam dunia pendidikan. Salah satu hal mendasar yang dapat kita temukan dalam dunia pendidikan kita yang menunjukkan bahwa mutu pendidikan kita kurang dapat bersaing dengan pasar internasional adalah dengan maraknya muncul sekolah ataupun perguruan tinggi dan tenaga pengajar dari dunia internasional yang masuk dan menyelenggarakan pendidikannya di Negara kita. Untuk menghadapi permasalahan itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Akreditasi (BAN) Perguruan Tinggi telah menetapkan visi, misi, sasaran dan tujuan sampai tahun 2011 bahwa dengan berawal dari terakreditasinya seluruh pendidikan tinggi di Indonesia menurut standar BAN PT yang dilakukan dengan perbaikan terus-menerus secara komprehensip maka pada tahun 2011 diharapkan mutu dan kualitas pendidikan kita sesuai dengan standar ISO 9000.
2. Walaupun telah ada BAN Perguruan Tinggi dan Akreditasi Sekolah, untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan global internasional dalam dunia pendidikan maka sangatlah perlu institusi/lembaga pendidikan dinegara kita mempunyai mutu dan kualitas yang sesuai dengan standar ISO 9000 dan mendapatkan sertifikat ISO 9000 tersebut.

Saran
Agar mutu dan kualitas pendidikan kita dapat bersaing dalam menghadapi globalisasi dunia pendidikan internasional maka BAN PT dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum, mutu dan jumlah tenaga kependidikan, keadaan mahasiswa, pelaksanaan pendidikan, sarana dan prasarana, tatalaksana administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan kerumah-tanggaan perguruan tinggi haruslah disesuaikan dengan kriteria persyaratan sertifikasi standar ISO 9000.

DAFTAR PUSTAKA
Sallis, E. 2007. Total Quality Management In Education. Manajemen Mutu Pendidikan. Alih Bahasa Oleh Dr. Ahmad Ali Riyadi, Fahrurrozi, M.Ag. Jogjakarta: IRCiSoD
Tjiptono, F & Diana, A. 2002. Total Quality Management. Edisi Revisi. Jogjakarta: Penerbit Andi
Administrator. 2007. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Jakarta: Depdiknas

http://denovoidea.wordpress.com/2009/02/13/iso-9000-merupakan-model-standarisasi-kualitas-di-dunia-pendidikan/

Lihat profil user

10 Re: Standarisasi ISO on Mon May 28, 2012 2:14 pm

ARTI & MANFAAT ISO 9001

ISO 9001:2008 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas. ISO 9001:2008menetapkan persyaratan - persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan - persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001:2008hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar).
ISO 9001:2008 merupakan sistem penjaminan mutu, yaitu mekanisme standar yang disusun, disepakati, dan diterapkan oleh suatu organisasi dalam menjalankan aktivitas suatu perusahaan. Sistem ISO 9001:2008 secara jelas akan menjelaskan bagaimana perusahaan beroperasi. Bagaimana perkerjaan mengalir dari satu aktifitas ke aktifitas lain. Penanganan pekerjaan mulai dari customer, input ke dalam masing-masing proses, dan output yang dihasilkan dari setiap proses. Parameter-parameter fisik dari hasil pekerjaan, yang menentukan apakah hasil tersebut memenuhi prasayarat kualitas yang telah di tentukan dan disepakati atau belum.

Penerapan & Implementasi ISO 9001:2008 tidak hanya sekedar copy paste prosedur yang ditetapkan, jika perusahaan ingin mendapatkan nilai tambah dari pada system ISO 9001:2008, maka implementasi harus benar - benar dijalankan secara maksimal dan perlu komitmen manajemen yang bagus. oleh karnanya tugas dari pada seorang konsultan ISO 9001:2008 tidak hanya sekedar bisa menerapkan system ISO 9001:2008 di perusahaan terkait namun seorang konsultan ISO 9001:2008 harus mampu memotivasi & berinovasi ke perusahaan terkait sehingga manfaat ISO 9001:2008 benar – benar bisa di rasakan oleh seluruh karyawan & perusahaan.
Manfaat Penerapan ISO 9001:2008 adalah :

• Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

• Jaminan Kualitas Produk dan Proses

• Meningkatkan Produktivitas perusahaan & “market gain”

• Meningkatkan motivasi, moral & kinerja karyawan

• Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan

• Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

• Meningkatkan cost efficiency & keamanan produk

• Meningkatkan komunikasi internal


• Meningkatkan image positif perusahaan

• Sistem terdokumentasi

• Media untuk Pelatihan dan Pendidikan

ISO 9001:2008 berisi standard / elemen yang memungkinkan organisasi / industry dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan ( Continual Improvement ) pada :

1. Proses yang terkait dengan pelangan

2. Sistem Kepemimpinan / Leadership

3. Manajemen sumber daya

4. Perbaikan dan peningkatan proses

5. Sistem manajemen

6. Sistem perbaikan yang berkesinambungan

7. Pengambilan keputusan yang Factual

8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok


Sumber: consultantiso.blogspot.com/2009/02/5-lima-langkah-mudah-menerapkan... -

Lihat profil user

11 Re: Standarisasi ISO on Sun Jun 03, 2012 5:05 am

DIAN APSARI
10010857


MENGULAS ISO 14001



bounce bounce selengkapnya bounce bounce :
ISO 14001

PENGERTIAN

ISO 14001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang pada saat ini secara luas menggunakan SML di dunia, dengan lebih dari 6.000 sertifikasi di Inggris dan 111.000 sertifikasi di 138 negara seluruh dunia.
ISO 14001 adalah standar sistem manajemen utama yang mengkhususkan pada persyaratan bagi formulasi dan pemeliharaan dari SML. Tiga komitmen fundamental mendukung kebijakan lingkungan untuk pemenuhan persyaratan ISO 14001, termasuk :
• pencegahan polusi
• kesesuaian dengan undang-undang yang ada
• perbaikan berkesinambungan SML
Komitmen-komitmen tersebut memberikan panduan perbaikan kinerja lingkungan secara keseluruhan.
ISO 14001 dapat digunakan sebagai alat bantu; fokus terhadap pengendalian aspek lingkungan atau arah aktifitas produk dan pelayanan anda berkenaan dengan pengelolaan lingkungan; sebagai contoh, emisi udara, tanah, atau air. Organisasi wajib menjelaskan apakah yang mereka akan lakukan, mengikuti prosedur yang tersedia dan mendokumentasikan upaya-upaya mereka untuk mendemonstrasikan kesesuaian dan perbaikan. Anda diharapkan menyusun tujuan, sasaran dan menerapkan program untuk meningkatkan kinerja lingkungan anda yang mana pada akhirnya akan memberikan manfaat adanya peningkatan keuangan.
Organisasi perlu mengenali hukum yang berlaku, undangundang yang berkaitan dan persyaratan-persyaratan lainnya yang berkaitan. Hal-hal penting tersebut berkaitan untuk mengenali timbulnya peraturan pemerintah sehingga ukuran tingkat kepatuhan dapat diadopsi dan secara periodik dilakukan evaluasi untuk memastikan persyaratpersyaratan tersebut dipahami oleh para karyawan dan dapat diterapkan secara efektif.
Standar ISO 14001 disertai dengan ISO 14004, Sistem Manajemen Lingkungan – Panduan Umum terhadap prinsip-prinsip, system-sistem dan dukungan tehnis. Standar ini terdiri dari beberapa bagian, seperti penerapan, implementasi, pemeliharaan dan peningkatan dari Manajemen Sistem dan diskusi-diskusi mengenai penggunaan prinsip-prinsip yang berkaitan.
Siapakah yang dapat menggunakan ISO 14001?
Organisasi-organisasi dari berbagai jenis, sektor usaha dan ukuran dapat meningkatkan kinerja lingkungan mereka melalui implementasi standar ini.
Apa sajakah manfaat-manfaat yang diperoleh dari pendaftaran ISO 14001?
• Meningkatkan kinerja lingkungan sesuai komitmen manajemen puncak
• Penghematan ongkos dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi energi dan penggunaan air dan minimalisasi buangan
• Mengurangi resiko dari terjadinya polusi dan kondisikondisi lainnya yang berkenaan dengan lingkungan, dan oleh karena itu penghindaran dari ongkos pembersihan yang tidak perlu dan/atau pelaksanaan tindakan dari lembaga-lembaga hukum
• Kesesuaian hukum melalui pengenalan perundangundangan baru dengan kecukupan waktu dalam menghadapi masalah-masalah lingkungan terkini Mengurangi resiko dari ketidak-sesuaian dengan perundang-undangan dan ongkos-ongkos tuntutan hukum selanjutnya
• Memberikan kesan mendalam pada suatu merek dimana para pelanggan akan memandang organisasi tersebut telah melakukan pengendalian dampak lingkungan yang baik
• Meningkatkan pemusatan tujuan bisnis dan mengkomunikasikan masalah-masalah lingkungan terkini Meningkatkan kemampu-labaan organisasi melalui pengurangan ongkos-ongkos dan meningkatkan kepuasan pelanggan
Bagaimana mendapatkan sertifikasi ISO 14001
• Aplikasi permohonan pendaftaran ISO 14001 dilakukan dengan melengkapi kuestioner SML
• Audit ISO 14001 dilaksanakan oleh NQA. Hal ini terdiri dari dua kunjungan audit utama dengan menggunakan formulir Audit Sertifikasi Awal
• Permohonan pendaftaran disetujui oleh NQA, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien.
• Pemeliharaan sertifikasi ISO 14001 dikonfirmasikan melalui program Audit pengawasan (surveilans) tahunan dan proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi ISO 14001 tersebut.

KESIMPULAN

ISO 14001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan.yang mana selain digunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan juga untuk mengurangi resiko terjadinya polusi dan kondisi- kondisi lainnya yang berkenaan dengan lingkungan.

sumber: www.nqa.com/in/atozservice/article.asp

cherry cherry cherry cherry cherry

Lihat profil user

12 STANDARISASI ISO on Sun Jun 03, 2012 10:53 am

Banyak perusahaan perusahaan dan industri nasional Indonesia maupun perusahaan Internasional sekarang ini dalam manajemen dan standar perencanaan perusahaan sudah mengikuti standarisasi. Standarisasi merupakan spesifikasi teknis dan panduan mengenai aturan, petunjuk,definisi deskrpsi serta larangan yang didokumentasikan secara terstruktur untuk mendapatkan input, proses dan hasil yang sama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Untuk mendapatkan input, proses dan hasil yang sama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan maka diperlukan yang namanya standarisasi. Istilah standar menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sebenarnya adalah ukuran tertentu yg dipakai sbg patokan. Ini berarti perusahaan sudah mempunai patokan acuan tertentu untuk mengikuti standar.

Ada berbagai patokan standarisasi yang dipakai oleh perusahaan Indonesia. Perusahaan bisa menetapkan standarisasi sendiri untuk perusahaannya atau mengikuti aturan standar dokumentasi dalam perusahaan untuk menajamen seperti mengikuti standarisasi yang sudah dikenal dalam model standarisasi seperti ISO maupun SNI.

ISO
ISO atau Internasional Organization for Standardization adalah Organisasi yang mengurusi perkembangan dan publikasi mengenai standarisasi Internasional. ISO adalah lembaga yang terhubung dengan institusi standarisasi masing masing negara meliputi 162 negara, satu negara mempunyai satu perwakilan, dengan kantor sekretariat koordinasinya berada di Genewa, Swiss. ISO ini adalah organisasi non pemerintah yang menghubungkan antara sektor publik dan sektor swasta. Banyak anggota dari intitusi ini yang juga secara struktur adalah anggota dari pemerintahan yang ada di masing masing negaranya.

Kata ISO itu bukan merupakan kepanjangan dari nama organisasinya. Nama organisasinya sebenarnya adalah Internasional Organization for Standardization yang disingkat IOS. Namun karen pendiri dari ISO ingin memberikan nama singkat untuk semua tujuan penamaan maka diberi nama ISO yang juga dalam bahasa Yunani berarti “Equal atau sama”. Oleh karena itu sekarang nama standarisasi di berbagai negara mempunyai penamaan ISO. Semisal ISO 9000 mengenai manajemen mutu, ISO 14000 ISO mengenai manajemen lingkungan, ISO 26000 mengenai Manajemen CSR (Coorporate social Responsibility), ISO 31000 mengenai manajemen resiko.

Mengapa Standarisasi ISO diperlukan

Standarisasi ISO diperlukan karena untuk memastikan dan menghasilkan karakteristik produk dan jasa yang diinginkan seperti kualitas, kondisi lingkungan yang sesuai, keamanan dan safety, reliabilitas, efisiensi dan interchangeability dan tentu saja untuk mendapatkan biaya yang ekonomis.

Ketika produk atau jasa itu sesuai dengan ekspektasi dari hasil standarisasi maka kita tinggal mendapatkan kualitas yang diinginkan. Namun jika kita tidak sesuai dengan standar maka yang terjadi adalah kualitas yang buruk, tidak kompatibel dengan peralatan yang sudah ada, berbahaya untuk digunakan. Jika produk, sistem, mesin atau peralatan sesuai dengan standar maka akan mudah untuk digunakan dan sesuai dengan keamanan.

Manfaat Standarisasi ISO

Ada berbagai manfaat standarisasi ISO yaitu
Membuat pengembangan dalam manufaktur dan persediaan dari produk dan jasa menjadi lebih efisien, lebih aman dan lebih bersih.

Menghubungkan perdagangan antara negara-negara sehingga lebih adil karena persamaan standarisasi.
Menjadikan panduan teknis kepada pemerintah di setiap negara mengenai kesehatan, kebijakan lingkungan dan keamanan, dan mengenai penilaian kenyamanan.
Berbagai pemanfaatan teknologi dan pengembangan manajemen yang bagus.
Menyebarkan Inovasi
Mendapatkan perlindungan konsumen dan pengguna secara umum mengenai produk dan jasa.
Menjadikan hidup lebih sederhana dengan menyediakan solusi untuk permasalahan umum.

Itulah pengantar mengenai ISO.
sumber: aguswibisono.com/2011/apa-itu-standarisasi-internasional-iso-sni/

Lihat profil user

13 Re: Standarisasi ISO on Sun Jun 03, 2012 11:32 am

Standarisasi Internasional (ISO)

Banyak perusahaan perusahaan dan industri nasional Indonesia maupun perusahaan Internasional sekarang ini dalam manajemen dan standar perencanaan perusahaan sudah mengikuti standarisasi.Standarisasi merupakan spesifikasi teknis dan panduan mengenai aturan, petunjuk,definisi deskrpsi serta larangan yang didokumentasikan secara terstruktur untuk mendapatkan input, proses dan hasil yang sama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Untuk mendapatkan input, proses dan hasil yang sama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan maka diperlukan yang namanya standarisasi. Istilah standar menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sebenarnya adalahukuran tertentu yg dipakai sbg patokan. Ini berarti perusahaan sudah mempunai patokan acuan tertentu untuk mengikuti standar.
Ada berbagai patokan standarisasi yang dipakai oleh perusahaan Indonesia. Perusahaan bisa menetapkan standarisasi sendiri untuk perusahaannya atau mengikuti aturan standar dokumentasidalam perusahaan untuk menajamen seperti mengikuti standarisasi yang sudah dikenal dalam model standarisasi seperti ISO maupun SNI.
ISO
ISO atau Internasional Organization for Standardization adalah Organisasi yang mengurusi perkembangan dan publikasi mengenai standarisasi Internasional. ISO adalah lembaga yang terhubung dengan institusi standarisasi masing masing negara meliputi 162 negara, satu negara mempunyai satu perwakilan, dengan kantor sekretariat koordinasinya berada di Genewa, Swiss. ISO ini adalah organisasi non pemerintah yang menghubungkan antara sektor publik dan sektor swasta. Banyak anggota dari intitusi ini yang juga secara struktur adalah anggota dari pemerintahan yang ada di masing masing negaranya.
Kata ISO itu bukan merupakan kepanjangan dari nama organisasinya. Nama organisasinya sebenarnya adalah Internasional Organization for Standardization yang disingkat IOS. Namun karen pendiri dari ISO ingin memberikan nama singkat untuk semua tujuan penamaan maka diberi nama ISO yang juga dalam bahasa Yunani berarti “Equal atau sama”. Oleh karena itu sekarang nama standarisasi di berbagai negara mempunyai penamaan ISO. Semisal ISO 9000 mengenai manajemen mutu, ISO 14000 ISO mengenai manajemen lingkungan, ISO 26000 mengenai Manajemen CSR (Coorporate social Responsibility), ISO 31000 mengenai manajemen resiko.
Mengapa Standarisasi ISO diperlukan
Standarisasi ISO diperlukan karena untuk memastikan dan menghasilkan karakteristik produk dan jasa yang diinginkan seperti kualitas, kondisi lingkungan yang sesuai, keamanan dan safety, reliabilitas,efisiensi dan interchangeability dan tentu saja untuk mendapatkan biaya yang ekonomis.
Ketika produk atau jasa itu sesuai dengan ekspektasi dari hasil standarisasi maka kita tinggal mendapatkan kualitas yang diinginkan. Namun jika kita tidak sesuai dengan standar maka yang terjadi adalah kualitas yang buruk, tidak kompatibel dengan peralatan yang sudah ada, berbahaya untuk digunakan. Jika produk, sistem, mesin atau peralatan sesuai dengan standar maka akan mudah untuk digunakan dan sesuai dengan keamanan.
Manfaat Standarisasi ISO
Ada berbagai manfaat standarisasi ISO yaitu
Membuat pengembangan dalam manufaktur dan persediaan dari produk dan jasa menjadi lebih efisien, lebih aman dan lebih bersih.
 Menghubungkan perdagangan antara negara-negara sehingga lebih adil karena persamaan standarisasi.
 Menjadikan panduan teknis kepada pemerintah di setiap negara mengenai kesehatan, kebijakan lingkungan dan keamanan, dan mengenai penilaian kenyamanan.
 Berbagai pemanfaatan teknologi dan pengembangan manajemen yang bagus.
 Menyebarkan Inovasi
 Mendapatkan perlindungan konsumen dan pengguna secara umum mengenai produk dan jasa.
 Menjadikan hidup lebih sederhana dengan menyediakan solusi untuk permasalahan umum.

Sumber : http://aguswibisono.com/2011/apa-itu-standarisasi-internasional-iso-sni/

Lihat profil user

14 Re: Standarisasi ISO on Sun Jun 03, 2012 1:01 pm

Mad APA ITU ISO 22000 Mad :
ISO 22000 adalah suatu standar internasional yang menggabungkan dan melengkapi elemen utama ISO 9001 dan HACCP dalam hal penyediaan suatu kerangka kerja yang efektif untuk pengembangan, penerapan, dan peningkatan berkesinambungan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP).

ISO 22000 menjaga keselarasan dengan sistem manajemen lainnya, misalnya ISO 9001 dan ISO 14001, untuk memastikan keefektifan integrasi sistem-sistem tersebut.

Beragam manfaat mendapatkan sertifikasi
ISO 22000 termasuk:


1. Kepuasan pelanggan – melalui pengiriman produk yang secara konsisten memenuhi persyaratan pelanggan termasuk kendali mutu, keamanan dan kepatuhan hukum
2. Mengurangi ongkos-ongkos operasional – melalui peningkatan berkesinambungan dari proses-proses yang dilalui yang berakibat pada efisiensi-efisiensi operasional
3. Efisiensi-efisiensi operasional – dengan mengintegrasikan bagian awal dari programprogram (PRP & OPRP), HACCP dengan filsafat ISO 9001 berupa Rencana-4. 4. Tindakan-Periksa-Lakukan mengenai peningkatan efektifitas dari Sistem
5. Manajemen Keamanan Pangan
6. Meningkatkan hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan – termasuk para karyawan, pelanggan dan rekanan
7. Persyaratan kepatuhan hukum – dengan pemahaman bagaimana persyaratan suatu peraturan dan perundang-undangan tersebut mempunyai pengaruh penting pada suatu organisasi dan para pelanggan anda dan kebenaran pengujian produk melalui audit internal dan tinjauan-tinjauan manajemen
8. Peningkatan terhadap pengendalian manajemen resiko – dengan konsistensi secara sungguhsungguh dan kemampu-telusuran produk dari yang diproduksi
9. Tercapainya kepercayaan masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan – dibuktikan dengan adanya verifikasi pihak ketiga yang independen pada standar yang diakui
10. Kemampuan untuk mendapatkan lebih banyak bisnis – khususnya spesifikasi pengadaan yang memerlukan sertifikasi sebagai suatu persyaratan sebagai rekanan
Siapakah yang seharusnya menggunakan ISO 22000?
ISO 22000 dapat digunakan oleh berbagai macam organisasi yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan rantai makanan termasuk :

1. Perkebunan/tanah ladang, tempat-tempat penangkapan ikan, tempat-tempat penampungan susu segar
2. Tempat-tempat pengolahan daging, ikan, dan makanan
3. Pabrikan roti dan makanan biji-bijian, minuman, makanan dalam kaleng, makanan beku
4. Jasa penyediaan makanan misalnya rumah-rumah makan, jaringan makanan cepat saji, rumah sakit dan hotel dan unit-unit kedai makanan
5. Jasa pelayanan pendukung termasuk penyimpanan makanan dan distribusinya dan para pemasok mesin-mesin pengolahan pangan, bahan pemanis tambahan, bahan pangan mentah, kebersihan dan sanitasi produk serta tata cara pengemasannya Secara ringkas, sebagian atau keseluruhan persyaratan ISO 22000 akan diterapkan pada produk-produk yang berhubungan dengan industri pangan atau suatu rantai makanan.
Bagaimana mendapatkan sertifikasi ISO 22000
Proses pendaftaran berikut dengan tiga langkah sederhana:

Aplikasi permohonan pendaftaran dilakukan dengan melengkapi kuestioner SMKP Audit ISO 22000 dilaksanakan oleh NQA dengan dua tahapan utama, yang dikenal sebagai Audit Sertifikasi Awal
Permohonan pendaftaran disetujui oleh NQA, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien. Pemeliharaan sertifikasi dikonfirmasikan melalui program Audit pengawasan (surveilans) tahunan dan proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi tersebut.


SUMBER = http://www.nqa.com/in/atozservices/article.asp?SECTION=274&ARTICLE=254

Lihat profil user

Sponsored content


Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik