Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Berikan ulasan tentang Sejarah Etika Komputer

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Berikan ulasan tentang Sejarah Etika Komputer on Wed Mar 21, 2012 3:29 pm

admin

avatar
Admin
Topik tentang Sejarah Etika komputer

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Sejarah Etika komputer on Thu Mar 22, 2012 8:37 am

ETIKA KOMPUTER SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Spoiler:

Perkembangan teknologi mengalami perkembang pesat ketika komputer pertama kali dibuat. Kemampuan berpikir manusia yang dinamis dan kebutuhan hidup memicu kita untuk berkembang dalam memecahkan suatu masalah. Agar perkembangnya sejalur dengan hukum disetiap Negara diperlukan suatu landasan dasar yang kuat agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Inilah awal mulanya kemunculan dari Etika Komputer.
Awal sejarah Etika Komputer bermula dari munculnya istilah Teknologi Informasi (TI) yang dikemukakan oleh seorang professor ketika melakukan riset cybernetics atau the science of information feedback system di bidang etika & teknologi. Pada tahun 1940-an, professor Wiener meramalkan akan terjadi revolusi sosial dan konsekuensi etis dari perkembangan Teknologi Informasi tersebut. Dalam buku yang ditulisnya Control and Communication in the Animal and the Machine beliau menyimpulkan bahwa “mesin komputasi yang merupakan suatu system syaraf sekaligus piranti kendali otomatis dapat membawa manusia dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan kebaikan sekaligus malapetaka.”

Riset yang dilakukan Prof. Wiener ternyata membawa inspirasi kepada banyak orang. Di tahun 1970-an, Donn Parker ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama kali dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM). Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer. Di era 1970-an, Walter Maner menulis buku Starter Kit in Computer Ethics yang sudah mulaiapa menggunakan istilah “computer ethics”. Maner menawarkan suatu kursus yang berisi material klurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam pengembangan pendidikan Etika Komputer. Sepanjang tahun 1990-an, mulai banyak artikel, riset, konferensi bahkan materi untuk pengajaran di universitas yang membahas mengenai Etika Komputer.
Pada tahun 1970-an, istilah Etika Komputer telah diresmikan sebagai suatu aturan dasar dalam penggunaan komputer. Walter Maner berpendapat bahwa permasalahan etis sebelumnya sudah ada sejak lama, kemudian diperburuk oleh munculnya komputer yang menimbulkan permasalahan baru sebagai akibat penerapan dari teknologi informasi. Sementara Deborah Johnson dalam bukunya Computer Ethics, mendeskripsikan secara positif ternyata bidang ini merupakan satu studi tentang cara yang ditempuh oleh manusia untuk memiliki standar moral dan etika baru dalam memanfaatkan teknologi komputer. James Morr mendefinisikan pandangan yang berbeda tentang etika komputer mengartikan etika komputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.

Hitam putih! Istilah ini sepertinya berlaku di semua aspek-aspek kehidupan manusia. Seperti halnya pemanfaatan komputer. Di sisi lain sangat menguntungkan dalam kebutuhan manusia, tetapi di sisi lain ada juga tindak kejahatan dengan memanfaatkan kebebasan berakses tetapi dengan sistem keamanan yang minim dari teknologi komputer tersebut. Fenomena ini cepat atau lambat pasti akan muncul. Misalnya dengan adanya internet, kita akan semakin mudah mengakses data dari mana saja dan suatu saat kita bisa saja menjadi seorang manusia yang plagiatisme sejati, pelanggar Hak kekayaan Intelektual dan memiliki rasa tidak bertanggungjawab hanya karena menginginkan suatu kemudahan.

Written : Joshua Allen
sumber : ETIKA KOMPUTER SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

Lihat profil user

3 Sekilas Tentang Sejarah Etika Komputer on Thu Mar 22, 2012 1:54 pm

Nama : Randy A
nim : 10010838


Click Here:
Di jaman kontemporer, kita melihat begitu banyaknya cybercrime (kejahatan melalui internet) yang sudah tak asing kita dengar. Hingga begitu banyak muncul istilah-istilah kejahatan di internet beserta metode-metodenya. Ini menjadi suatu bukti bahwa di dunia IT segala sesuatu tidak ada yang secara absolut dikatakan aman. Dimana saat ini begitu mudahnya orang melakukan pencurian data, pembajakan perangkat lunak, penipuan dan kejahatan-kejahtan lainnya yang sudah terlewat akut. Apakah pengguna komputer saat ini, seakan mulai mengabaikan etika komputer? Atau, bisa jadi banyak dari mereka yang tidak mengetahui adanya etika komputer.

Semoga dengan semakin banyaknya mahasiswa jurusan komputer yang mempelajari tentang etika komputer dapat memberikan suatu wawasan atau bahkan pengaruh baik, tentang bagaimana aturan penggunaan komputer yang baik pada orang awam. Berikut ulasan singkat sejarah etika komputer:

 Tahun 1940 hingga 1950
Pada tahun inilah gagasan awal tentang etika komputer telah muncul. Bermula dari pengembangan meriam anti pesawat dalam perang ke II yang dibuat oleh Prof Nortbert Wiener, akhirnya beliau mulai melakukan penelitian tentang etika dan teknologi hingga melahirkan suatu riset yang diberi nama cybernetics atau the science of information feedback system. Prof Wiener juga sempat meramalkan akan ada revolusi sosial dan konsekuensi etik dari perkembangan teknologi informasi. Dan hal itu benar adanya. Beliau juga pernah mengatakan, bahwa manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.

 Tahun 1960
Pada tahun 1960’an riset tentang etika komputer terus dilakukan. Sebagai mana yang telah dilakukan oleh Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park California. Beliau juga melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalitas di bidang komputer. Di tahun 1968, Parker ditunjuk untuk memimpin pengembangan kode etik professional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM ).

 Tahun 1970
Di era ini, pengembangan riset etika komputer diwarnai dengan karya Walter Maner. Dimana melalui riset Walter Maner ini istilah Computer Ethic mulai disebut. Pada tahun 1978 Walter Maner mempublikasikan Starter Kit in Computer Ethic, tentang material kurikulum dan padagogi untuk pengajar universitas dalam pengembangan etika computer.

 Tahun 1980
Pada pertengahan 1980’an, James moor dari Darthmouth Collage menerbikan artikel menarik yang berjudul “What is Computeer Ethics ?” sebagai isu khusus pada jurnal Metaphilosophy. Dan, pada tahun inilah, ramalan Prof Norbert Wiener tentang revolusi sosial dan konsekuensi etik dari perkembangan teknologi informasi mulai berdampak.

 Tahun 1990 sampai Sekarang
Pada tahun 1990 berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topik di bidang etika komputer. Sebagai contoh, pemikir seperti Donald Gotterbarn, Keith Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi profesional komputer yang menangani tanggung jawab sosoal profesi tersebut.


Melihat dari jalan panjang sejarah riset etika komputer dibuat, sudah seharusnya kita sebagai pengguna komputer dan terlebih sebagai mahasiswa jurusan komputer, mengetahui dan menghargai bagaimana sejarah panjang dari tokoh-tokoh yang telah memperjuangkan etika profesi ataupun etika komputer, sampai dapat terealisaikan menjadi acuan dasar untuk generasi selanjutnya dalam menggunakan komputer secara lebih arif.

(Ditulis oleh : Randy a.k.a Aryat)
Referensi bacaan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer
http://media.diknas.go.id
http://mhaia-greeny.blogspot.com/2011/10/makalah-sejarah-etika-komputer.html?zx=2ea2d57c718e0c8

Lihat profil user http://randy-ariatedja.blogspot.com

4 sejarah etika komputer on Thu Mar 22, 2012 2:01 pm

nama:listian kasih
nim :10010928
klik disini:
ETIKA KOMPUTER DAN
SEJARAH PERKEMBANGANNYA
Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia baik itu dalam usaha pemecahan masalah, perencanaan, maupun juga dalam pengambilan keputusan.

1.Sejarah Etika Komputer
Perkembangan etika komputer juga dimulai dari era 1940-an, dan secara bertahap berkmbang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini.
2.Era 1940-1950-an
Pada awal tahun 1940-an Profesor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas di atasnya. Pada perkembangannya, penelitian di bidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang diseb ut cybernetics atau the science of information feedback system. Yang pada akhirnya membuat Wiener menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI).
Dalam konsep penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dan konsekuensi etis dari perkembangan teknolgoi informasi. Di tahun 1948, di dalam bukunya cybernetics: control and Communication in the Animal and the Machine, ia mengungkapkan bahwa “mesin komputasi moern pada prinsipnya merupakan sistem jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis. Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.
3.Era 1960-an
Pada pertengahan tahun 1960. Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.
Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer, yang ditandai dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM).
4.Era 1970-an
Perkembangan etika komputer di era 1970-an juga diwarnai dengan karya Walter Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “computer ethics”. Maner menawarkan suatu kursus eksperimental atas materi pokok tersbut pada Old Dominion University in Virginia. Sepanjang tahun 1978 ia juga mempublikasikan sendiri karyanya Starter Kit in Computer Ethics. Yang berisi material klurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam pengembangan pendidikan etika komputer.
5.Era 1980-an
Pertengahan tahun 1980-an, James Moor dari Darthmouth College menerbitkan artikel menarik yang berjudul “What Is Computer Ethics ? sebagai isu khusus pada Jurnal Metaphilosoophy. Deboarh Johnson dari Rensselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethics.
6. Era 190-an sampai sekarang
Sepanjang tahun 1990 berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topik di bidang etika komputer. Sebagai contoh, pemikir seperti Donald Gotterbarn, Keith Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi profesional komputer yang menangani tanggung jawab sosoal profesi tersebut.
7.Etika Komputer di Indonesia
Sebagai negara yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, Indonesia pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan etika di bidang tersebut. Mengadopsi pemikir-pemikir dunia di atas, etika di bidang komputer berkembang menjadi kurikulum wajib yang dilakukan oleh hampir semua pergurugan tinggi di bidang komputer di Indonesia.

a.Beberapa Pandangan dalam Cakupan Etika Komputer
Ketika memutuskan untuk menggunakan istilah “Etika Komputer” pada pertengahan tahun 1970-an, Walter Maner menggambarkan bidang tersebut sebagai bidang ilmu yang menguji “permasalahan etis yang menjengkelkan, yang diciptakan oleh teknologi komputer”. Maner berpendapat bahwa beberapa permasalahan etis sebelumnya sudah ada, diperburuk oleh munculnya komputer yang menimbulkan permasalahan baru sebagai akibat penerapan teknologi informasi.
Sementara Deborah Johnson (1985) dalam bukunya Computer Ethics, menggambarkan bidang ini sebagai satu studi tentang cara yang ditempuh oleh komputer memiliki standar moral baru, yang memaksa kita sebagai penggunanya untuk menerapkan norma-norma baru pula di dalam dunia yang “belum dipetakan”.
James Morr mendefinisikan etika komputer di dalam artikelnya “What Is Computer Ethics”. Yang ditulis pada tahun 1985. Dalam artikel tersebut, Moor mengartikan etika komputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.
Komputer disebut “logically malleable” karena bisa melakukan aktivitas apapun dalam membantu tugas manusia.
Menurut Moor, revolusi komputer sedang terjadi dalam dua langkah. Langkah yang pertama adalah “pengenalan teknologi” di mana teknologi komputer dapat dikembangkan dan disaring

b.Isu-Isu Pokok Etika Komputer

i. Kejahatan Komputer (Computercrime)
Perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, selain membawa dampak positif bagi umat manusia, di sisi lain juga mengundang tangan-tangan kriminal untuk beraksi, baik untuk mencari keuntungan materi maupun sekedar iseng. Hal ini memunculkan fenomena khas yang sering disebut computercrime atau kejahatan di dunia komputer.
Kejahatan komputer dapat diartikan sebagai “Kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal”.
ii. Cyber Ethics
Salah satu perkembangan pesat di bidang komputer adalah internet. Internet akronim dari Interconection Networking, merupakan suatu jaringan yang menghubungkan komputer di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu komputer dapat berkomunikasi secara langsung dengan komputer lain di berbagai belahan dunia.
iii. E-commerce
Selanjutnya, perkembangan pemakaian internet yang sangat pesat juga menghasilkan sebuah model perdagangan elektronik yang disebut electronic Commerce (e-commerce). Secara umu dapat dikatakan bawha e-commerce adalah sistem perdangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. E-commerce merupakan warna baru dalam dunia perdagangan, dimana kegiata perdagangan tersebut dilakukan secara elektronik dan online. Pembeli tidak harus datang ke toko dan memilih barang secara langksung melainkan cukup melakukan browsing di depan komputer untuk melihat daftar barang dagangan secara elektronik. Jika mempunyai keputusan membeli, ia cukup mengisi beberapa form yang disediakan, kemudian mengirimkannya secara online. Pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit atau transfer bank, dan kemudian pulang ke rumah menunggu barang datang.
iv. Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual
Sebagai teknologi yang bekerja secara digital, komputer memiliki sifat keluwesan yang tinggi. Hal itu berarti bahwa jika informasi berbentuk digital maka secara mudah seseorang dapat menyalinnya untuk berbagai dengan orang yang lain. Sifat itu di satu sisi menimbulkan banyak keuntungan, tetapi di sisi lain juga menimbulkan permasalahan, terutama menyangkut hak atas kekayaan intelektual.
Beberapa kasus pelanggaran atas hak kekayaan intelektual tersebut antara lain adalah pembajakan perangkat lunak, softlifting (pemakaian lisensi melebihi kapasitas penggunaan yang seharusnya), penjualan CDROM ilegal ata juga penyewaan perangkat lunak ilegal.
v.Tanggung Jawab Profesi
Seiring perkembangan teknologi pula, para profesional di bidang komputer sudah melakukan spesialisasi bidang pengetahuan dan sering kali mempunyai posisi yang tinggi dan terhormat di kalangan masyarakat. Oleh karena itu alasan tersebut, mereka memiliki tanggung jawab yang tinggi, mencakup banyak hal dari konsekuensi prfesi yang dijalaninya. Para profesional menemukan diri mereka dalam hubungan prfesionalnya dengan orang lain. Mencakup pekerja dengan pekerjaan, klien dengan profesional, prfesional dengan profesional lain, serta masyarakat dengan profesional.

sumber:
http://adriy.weebly.com/uploads/6/9/8/4/6984544/etika_komputer.doc



Terakhir diubah oleh listiankasih tanggal Fri Mar 23, 2012 4:25 am, total 1 kali diubah

Lihat profil user

5 ETIKA KOMPUTER on Thu Mar 22, 2012 8:15 pm

ETIKA KOMPUTER
Definisi Etika Komputer
Etika komputer (Computer Ethic) adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan
penggunaan komputer. Etika komputer berasal dari 2 suku kata yaitu etika (bahasa Yunani:
ethos) adalah adat istiadat atau kebiasaan yang baik dalam individu, kelompok maupun
masyarakat dan komputer (bahasa Inggris: to compute) merupakan alat yang digunakan
untuk menghitung dan mengolah data. Jumlah interaksi manusia dengan komputer yang
terus meningkat dari waktu ke waktu membuat etika komputer menjadi suatu peraturan
dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.

Sejarah Etika Komputer
Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer di tahun
1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga
menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.

Tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer
• Kelenturan logika (logical malleability), kemampuan memrograman komputer untuk
melakukan apa pun yang kita inginkan.
• faktor transformasi (transformation factors), Contoh fasilitas e-mail yang bisa sampai tujuan
dan dapat dibuka atau dibaca dimanapun kita berada, faktor tak kasat mata (invisibility factors).
• semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang
pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit terlihat dan
penyalahgunaan yang tidak tamp

Hak Sosial dan Komputer
Berikut ini hak sosial dan komputer menurut Deborah Johnson:
• Hak atas akses komputer, yaitu setiap orang berhak untuk mengoperasikan komputer
dengan tidak harus memilikinya. Sebagai contoh belajar tentang komputer dengan
memanfaatkan software yang ada;
• Hak atas keahlian komputer, pada awal komputer dibuat, terdapat kekawatiran yang
luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran
digantikan oleh komputer. Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang
komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak;
• Hak atas spesialis komputer, pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu yang
terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu diperlukan
spesialis bidang komputer, seperti kita membutuhkan dokter atau pengacara;
• Hak atas pengambilan keputusan komputer, meskipun masyarakat tidak berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, namun
masyarakat memiliki hak tersebut.

Hak atas Informasi
Berikut ini hak setiap orang atas isnformasi menurut Richard O. Masson):
• Hak atas privasi, sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara individu maupu
dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum tentang kerahasiannya;
• Hak atas Akurasi. Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi yang tidak bisa
dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada meskipun tidak selalu tercapai;

Etika Berinternet (Nettiquette)
Aplikasi etis komunikasi virtual banyak menggunakan beberapa pedoman etika dalam
penggunannya, namaun etika yang paling populer digunakan adalah etika keluaran Florida
University Amerika (FAU) dan seorang netters Verginia Shea. Pada versi FAU beberpa etika
yang dikemukakan adalah sebagai berikut :
• Internet tidak digunakan sebagai sarana kejahatan bagi orang lain, artinya
pemanfaatan internet semestinya tidak untuk merugikan orang lain baik secara
materiil maupun moril.
• Internet tidak digunakan sebagai sarana mengganggu kinerja orang lain yang
bekerja menggunakan komputer. Contoh riil adalah penyebaran virus melalui
internet
• Internet tidak digunakan sebagai sarana menyerobot atau mencuri file orang lain
• Internet tidak digunakan untuk mencuri, contoh pengacakan kartu kredit dan
pembobolan kartu kredit.
• Internet tidak digunakan sebagai sarana kesaksian palsu
• Internet tidak digunakan untuk mengcopy software tannpa adanya pembayaran
• Internet tidak digunakan sebagai sarana mengambil sumber – sumber penting tanpa
adanya ijin atau mengikuti aturan yang berlaku.
• Internet tidak digunakan untuk mengakui hak intelektual orang lain
• Bertanggung jawab terhadap isis pesan yang disampaikan
E-mail, bukan novel, Menulis e-mail itu cukup singkat saja, langsung ke pokok
masalah, tidak perlu bertele-tele seperti menulis novel. Namun juga jangan terlalu
singkat seperti SMS
• Pemakain huruf besar (semua), Di dunia maya, pemakain huruf besar dianggap
menjerit. Jadi hindari hal ini agar tidak memberi kesan yang salah terhadap lawan
bicara and
Reply-to-All – Pertimbangkan matang2 sebelum memakai fitur ini, untuk mencegah
e-mail yang tidak diharapkan (oleh orang lain). Hal ini sering terjadi pada diskusi
grup lewat e-mail, yang hanya pengirim pertama yang perlu diberi jawaban. 11
orang dengan Reply-to-All = 100 email.
Forward – Fitur yang satu ini adalah yang paling disukai oleh pengirim surat
berantai. Tapi yang paling menggangu adalah penggunaan To/CC untuk semua
penerima, yang membuat e-mail anda tersebar ke orang2 yang tidak dikenal.
Gunakanlah BCC untuk fitur ini.
Surat Berantai, Pakailah akal yang jernih sebelum anda menekan tombol forward.
Tanyalah pada diri anda sendiri, apakah hal tersebut bisa/akan terjadi? Hampir
semua surat berantai tidaklah berguna. Perlu dipertimbangkan juga, siapa saja yang
patut menerima e-mail macam itu. Bukan bos atau klien anda tentunya.
24 Jam untuk tindak lanjut, Berilah 24 jam tenggang waktu untuk menindaklanjuti e-
mail anda. Sadarilah bahwa tiap orang mempunyai kepentingan pribadi. Tidak perlu
langsung SMS, atau telpon, setelah menekan tombol Send.

Etika Penggunaan E-Mail
 E-mail boleh dibilang merupakan penemuan kuno menurut sejarah internet. Namun
dengan sejalannya evolusi layanan e-mail, masih ada saja beberapa orang yang
belum mengerti etika penggunaan email.
 Formal atau Non-Formal, Siapakan penerima e-mail anda? teman atau klien?
Perlukah memakai bahasa yang formal?
 Tujuan Menulis, Tentukan tujuan menulis dari awal, agar tidak melantur.
 Jangan menulis selagi marah, Jika anda sedang marah, atau nuansa hati lagi tidak
enak, tundalah penulisan e-mail. Apalagi bila anda menulis balasan hal-hal yang
membuat anda marah.
 Penggunaan To, CC, dan BCC, To – Ditujukan untuk lawan bicara anda, CC (Carbon


Etika Pengutipan di Internet

Internet merupakan salah satu agen yang makin mempermudah penggandaan suatu karya
cipta terutama yang dipasang di internet. Kemudahan itu pada gilirannya melenakan,
membuai kita sehingga pada saat mengutip lupa untuk memberi penghargaan
(acknowledgement) kepada pengarangnya. Berikut ini format pengutipan sumber-sumber
online menurut Modern Language Association di Amerika.


http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/12/cyberlaw-etika-komputer.pdf

Lihat profil user

6 ulasan tentang sejarah Etika on Thu Mar 22, 2012 9:11 pm

Tias Andriyanti
ulasan tentang sejarah komputer:
Etika Komputer, Sejarah dan Perkembangannya
Sejarah perkembangan etika komputer
a. Sejarah Etika Komputer
Sesuai awal penemuan teknologi computer era 1940-an, perkembangan etika computer juga dimulai dari era tersebut dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini, perkembangan tersebut akan dibagi menjadi bebebrapa tahap seperti yang akan dibahas berikut ini.
b. Era 1940-1950-an
Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari professor Nobert Wiener. Selama perang Dunia II(pada awal tahun 1940-an) professor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya.
Pada perkembangannya, penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback system. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan computer digital yang dikembangakan pada waktu itu, membuat wiener akhirnya menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatab teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI).
Pada tahun 1950, Wiener menerbitkan sebuah buku yang monumental, berjudul The Human Use of Human Beings. Buku wiener ini mencakup beberapa bagian pokok tentang hidup manusia, prinsip-prinsip hokum dan etika di bidang computer. Bagian-bagian pokok dalam buku tersebut adalah sebagai berikut (bynum, 2001):
1. Tujuan hidup manusia.
2. Empat prinsip-prinsip hokum.
3. Metode yang tepat untuk menerapkan etika.
4. Diskusi tentang masalah-masalah pokok dalam etika komputer.
5. Contoh topik kunci tentang etika computer.
c. Era 1960-an
Donn Parker dari SRI internasional Menlo Park California melakukan bebagai riset untuk menguji penggunaan computer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme dibidang komputer. Parker melakukan riset dan mengumpulkan berbagai contoh kejahatan computer dan aktivitas lain yang menurutnya tidak pantas dilakukan para professional computer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang computer, yang ditandai dengan usahanya pada Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk association for computing machinery (ACM).
d. Era 1970-an
Era ini dimulai ketika sepanjang tahun 1960, Joseph Weizenbaum, ilmuwan computer MIT di Boston, menciptakan suatu program computer yang di sebut ELIZA. Didalam eksperimen pertamanya ELIZA ia ciptakan sebagai tiruan dari “Psychotherapist
Rogerian” yang melakukan wawancara dengan pasien yang akan diobatinya.
”Model pengolahan informasi” tentang manuisa yang akan datang dan hubungannya antara manusia dengan mesin. Buku Weizenbaum, Computer Power and Human Reason,1976 menyatakan banyak gagasan dan pemikir terilhami tentang perlunya etika computer. Tahun 1970 karya Walter Maner dengan istilah “computer ethic untuk mengacu pada bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh pemakaian teknologi computer waktu itu.1970-1980, Maner banyak menghasilkan minat pada kursus tentang etika computer setingkat universitas dan tahun 1978 mempublikasiakn Starter Kit in Computer Ethic,tentang material kurikulum dan padagogi untuk pengajar universitas dalam pengembangan etika computer.
e. Era 1980-an
Tahun 1980-an sejumlah konsekuensi social dan teknologi informasi membahas tentang kejahatan computer yang disebabkan kegagalan system computer,invasi keleluasaan pribadi melalui database computer danperkara pengadilan mengenai kepemilikan perangankat lunak.
Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel yang berjudul “What Is Computer Ethic” dan Deborah Johnson dari Rensselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethic tahun 1985.
f. Era 1990-an sampai sekarang
Tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tenteng topic tentang etika komputer.para ahli komputer di Iggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai rangkaian konferensi yang di pimpin oleh Simon Rogerson.konferensi besar tentang etika computer CEPE di pimpin oleh Jeroen Van Hoven, dan di Australia terjadi riset terbesar etika computer di pimpin oleh Chris Simpson dan Yohanes Weckert.perkembangan yang sangat penting adalah peloporan Simon Rogerson dari De MontFort University (UK), yang mendirikan Centre for Computing and Social Reponsibility.
Cakupan Pembahasan Etika Komputer
Istilah etika computer mulai muncul setelah Walter Maner di tahun 1970, dan beberapa pemikir aktif etika computer mulai memasukkan dan mendeskripsikan etika computer sebagai sebuah bidang studi.pada tahun 1985 Deborah Johnson dalam bukunya Computer Ethic, menggambarkan bidang ini sebagai satu studi tentang cara yang di tempuh oleh komputermemiliki standar moral baru,yang memaksa kita sebagai penggunanya untuk norma-norma baru pula didalm dunia yang “belum dipetakan”.
Tahun 1985 James Moor, mengartikan etika kmputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.
Computer disebut “logically mallaeable” karena bisa melakukan aktivitas apapun dalam membantu tugas manusia.komputer merupakan suatu alat yang universal dan tentu saja batas computer adalah seberapa besar batas dari kreativitas manusia tersendiri.
Menurut Moor,revolusi computer sedang terjadi dalam dua langkah, yang pertama “pengenalan teknologi” dimana teknologi computer dapat dikembangkan dan disaring, langkah yang kedua “penyebaran teknologi” dimana teknologi mendapatkan integrasi kedalam aktivitas manusia sehari-hari dan kedalam institusi social,mengubah seluruh konsep pokok,seperti uang, pendidikan, kerja, dan pemilihan yang adil.
Pada tahun 1990, Donald Gotterbarn memelopori suatu pendekatan yang berbeda dalam melukiskan cakupan khusus bidang etika.dalam pandangan Gotterbern, etika computer harus dipandang sebagai suatu cabang etika professional, yang terkait semata-mata dengan standar kode dan praktek yang dilakukan oleh para professional di bidang komputasi.
Isu-isu yang sering muncul dalam etika komputer
a. Isu-Isu Pokok Etika Komputer
Isu-isu pokok yang berhubungan dengan etika di bidang pemanfaatan teknologi komputer :
• Kejahatan Komputer : kejahatan seperti menyebar virus, spam email, penyadapan transmisi, carding (pencurian melalui internet), DoS (Denial of Services), hacker, cracker dan sebagainya.
• Cyber Ethics :berkembang pada internet, merupakan suatu jaringan yang menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Menuntut adanya aturan dan prinsip dalam melakukan komunikasi via internet. Salah satuyang dikembangkan adalah Neiket atau Nettiquette, yang merupakan salah satu etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet.
• E-commerce : sebuah sistem yang digunakan untuk perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. Pada permasalahan yang menyangkut perdagangan via tersebut, diperlukan acuan model hukum yang dapat digunakan sebagai transaksi. Salah satu acuan internasional adalah Uncitral Model Law on Electronic Commerce 1996. Model tersebut telah disetujui oleh General Assembly Ressolution No 51/162 tanggal 16 Desember 1996.
• Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual : pelanggaran yang dilakukan atas kekayaan intelektual tentang pembajakkan, softlifting (pemakaian lisensi melebihi kapasitas penggunaan yang seharusnya), penjualan CDROM illegal atau juga penyewaan pernagkat lunak illegal.
• Tanggung Jawab Profesi : kode etik profesi tersebut menyangkut kewajiban pelaku profesi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, kewajiban pelaku profesi terhadap masyarakat, kewajiban pelaku profesi terhadap sesame pengemban profesi ilmiah, serta kewajiban pelaku profesi terhadap sesame umat manusia dan lingkungan hidup. Munculnya kode etik profesi tersebut tentunya memberikan gambaran adanya tanggung jawab yang tinggi bagi para pengemban profesi bidang computer untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai seorang profesional dengan baik sesuai garis-garis profesionalisme yang ditetapkan.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer
http://media.diknas.go.id


Lihat profil user

7 Sejarah Tentang Etika Komputer on Fri Mar 23, 2012 10:23 am

Nama : Soib Aditya Pradana
NIM : 10010841

"Sejarah Etika Komputer":

Tahun 1940’an, perkembangan inovatif dalam ilmu pengetahuan dan filsafat menyebabkan penciptaan bidang baru dalam etika yang disebut "Etika Komputer". Pendiri bidang filsafat baru ini adalah seorang sarjana dari Amerika yaitu Norbert Wiener. Wiener adalah seorang profesor matematika dan rekayasa di MIT. Bersama dengan kolega di Amerika dan Inggris, Wiener membantu mengembangkan komputer elektronik dan teknologi informasi yang baru dan kuat dalam masa Perang Dunia II.

Ketika terlibat perang, Wiener menemukan sebuah sistem umpan balik (feedback systems) informasi yang disebut "cybernetics". Wiener juga meramalkan implikasi sosial dan etika yang sangat besar dari cybernetics yang dikombinasikan dengan komputer elektronik. Dia memperkirakan bahwa setelah perang dunia akan terjadi "revolusi industri kedua", sebuah masa komputasi modern dengan potensi besar untuk menimbulkan kebaikan sekaligus malapetaka kejahatan.

Ketika perang berakhir, Wiener mengeluarkan buku tentang cybernetics, “Control and Communication in the Animal and the Machine” (1948). Ia menjelaskan tentang cybernetics pada penerapan ilmu pengetahuan dan mengidentifikasi beberapa implikasi sosial dan etika komputer elektronik. Dua tahun kemudian ia mengeluarkan buku “The Human Use of Human Beings” (1950), sebuah buku yang berisi tentang sejumlah isu etika komputer dan teknologi informasi yang mungkin akan terjadi. Ia juga menambahkan identifikasi masalah-masalah etika komputer dalam buku terakhirnya, “God and Golem, Inc.” (1963). Wiener juga dinobatkan sebagai bapak etika komputer.

Pada tahun 1966, professor lain dari MIT yang bernama Joseph Weizenbaum mempublikasikan sebuah program sederhana yang disebut ELIZA. Program ini berfungsi seperti seorang psikoterapis, dimana program ini digunakan untuk memberikan pertanyaan dan meminta computer untuk merespon (feedback system information). Tak lama kemudian, pada tahun yang sama, kejahatan komputer pertama di dunia terjadi. Seorang programmer bisa menggunakan sedikit kode komputer untuk menghentikan sebuah akun di perbankan. Namun tidak ada hukum untuk kejahatan yang ia lakukan, dan sebagai hasilnya ia pun tidak dikenakan biaya ganti rugi. Agar kejahatan itu tidak terjadi lagi, maka dibutuhkan sebuah kode etik dalam komputer.

Di tahun 1970-an, istilah etika komputer telah diresmikan sebagai suatu aturan dasar dalam penggunaan komputer. Dan pada saat itu juga Donn Parker ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama kali dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM). Parker juga dikenal sebagai pelopor kode etik profesi dibidang komputer. Di era 1970-an pula, Walter Maner menulis buku “Starter Kit in Computer Ethics” yang sudah menggunakan istilah etika komputer. Maner menawarkan suatu kursus yang berisi materi kurikulum untuk para pengajar universitas dalam pengembangan pendidikan etika komputer.

Pada tahun 1976, Joseph Weizenbaum menerbitkan sebuah buku berjudul "Computer power and Human reason" yang berbicara tentang bagaimana kecerdasan buatan yang baik bagi dunia. Dilain waktu, pada tahun yang sama Abbe Mowshowitz, seorang profesor Ilmu komputer di City College of New York, menerbitkan sebuah artikel berjudul "On Approaches to The Study of Social Issues in Computing".

Selama tahun 1978, Terrell Ward Bynum, Guru Besar Filsafat di Southern Connecticut State University serta Direktur Pusat Penelitian Komputasi dan Masyarakat, mengembangkan kurikulum yang pertama untuk kursus universitas dalam etika komputer. Ia pun meluncurkan sebuah kontes esai di mana siswa harus menulis tentang etika komputer. Pada tahun 1985, ia menerbitkan sebuah jurnal berjudul "Entitled Computers and Ethics", yang ternyata menjadi publikasi yang paling terkenal sampai saat ini.

Pada tahun 1985, James Moor, Profesor Filsafat di Dartmouth College di New Hampshire, menerbitkan sebuah esai berjudul "What is Computer Ethics". Dalam esai yang ia terbitkan, etika komputer mencangkup tentang, "(1) identification of computer-generated policy vacuums, (2) clarification of conceptual muddles, (3) formulation of policies for the use of computer technology, and (4) ethical justification of such policies.". Sementara itu, Deborah Johnson dalam bukunya “Computer Ethics”, mendeskripsikan secara positif ternyata bidang ini merupakan satu studi tentang cara yang ditempuh oleh manusia untuk memiliki standar moral dan etika baru dalam memanfaatkan teknologi komputer. James Morr mendefinisikan pandangan yang berbeda tentang etika komputer , ia mengartikan etika komputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.

Pada tahun 1992, ACM mengambil satu set baru aturan etika yang disebut "ACM kode Etik dan Perilaku Profesional", yang terdiri dari 24 pernyataan tanggung jawab pribadi. Tiga tahun kemudian, Gorniak Kocikowska, seorang Profesor Filsafat di Southern Connecticut State University, Koordinator Program Studi Agama, serta Research Associate Senior di Pusat Penelitian Komputasi dan Masyarakat, datang dengan gagasan bahwa etika komputer akhirnya akan menjadi sebuah sistem etika global. Dan setelah itu, etika komputer akan menjadi etika standar dari era informasi.

Pada tahun 1999, Deborah Johnson mengungkapkan pandangannya yang cukup bertentangan dengan kepercayaan Kocikowska. Ia menyatakan bahwa etika komputer tidak akan berevolusi, melainkan menjadi etika kita yang lama dengan sedikit putaran/perubahan.

Referensi :
plato.stanford.edu
en.wikipedia.org
ranisakura.wordpress.com
joshuallen.wordpress.com


(ᴐ)S.A.



Terakhir diubah oleh Soib Ap tanggal Sun Mar 25, 2012 6:57 pm, total 2 kali diubah

Lihat profil user
NAMA : ARISKA ANZARTATIK
NIM : 10020799



Sejarah Singkat Etika Komputer

Perkembangan teknologi mengalami perkembang pesat ketika komputer pertama kali dibuat. Kemampuan berpikir manusia yang dinamis dan kebutuhan hidup memicu kita untuk berkembang dalam memecahkan suatu masalah. Agar perkembangnya sejalur dengan hukum disetiap Negara diperlukan suatu landasan dasar yang kuat agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Inilah awal mulanya kemunculan dari Etika Komputer.
Awal sejarah Etika Komputer bermula dari munculnya istilah Teknologi Informasi (TI) yang dikemukakan oleh seorang professor ketika melakukan riset cybernetics atau the science of information feedback system di bidang etika & teknologi. Pada tahun 1940-an, professor Wiener meramalkan akan terjadi revolusi sosial dan konsekuensi etis dari perkembangan Teknologi Informasi tersebut. Dalam buku yang ditulisnya Control and Communication in the Animal and the Machine beliau menyimpulkan bahwa “mesin komputasi yang merupakan suatu system syaraf sekaligus piranti kendali otomatis dapat membawa manusia dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan kebaikan sekaligus malapetaka.”
Riset yang dilakukan Prof. Wiener ternyata membawa inspirasi kepada banyak orang. Di tahun 1970-an, Donn Parker ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama kali dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM). Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer. Di era 1970-an, Walter Maner menulis buku Starter Kit in Computer Ethics yang sudah mulaiapa menggunakan istilah “computer ethics”. Maner menawarkan suatu kursus yang berisi material klurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam pengembangan pendidikan Etika Komputer. Sepanjang tahun 1990-an, mulai banyak artikel, riset, konferensi bahkan materi untuk pengajaran di universitas yang membahas mengenai EtikaKomputer. Pada tahun 1970-an, istilah Etika Komputer telah diresmikan sebagai suatu aturan dasar dalam penggunaan komputer. Walter Maner berpendapat bahwa permasalahan etis sebelumnya sudah ada sejak lama, kemudian diperburuk oleh munculnya komputer yang menimbulkan permasalahan baru sebagai akibat penerapan dari teknologi informasi. Sementara Deborah Johnson dalam bukunya Computer Ethics, mendeskripsikan secara positif ternyata bidang ini merupakan satu studi tentang cara yang ditempuh oleh manusia untuk memiliki standar moral dan etika baru dalam memanfaatkan teknologi komputer. James Morr mendefinisikan pandangan yang berbeda tentang etika komputer mengartikan etika komputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.
Hitam putih! Istilah ini sepertinya berlaku di semua aspek-aspek kehidupan manusia. Seperti halnya pemanfaatan komputer. Di sisi lain sangat menguntungkan dalam kebutuhan manusia, tetapi di sisi lain ada juga tindak kejahatan dengan memanfaatkan kebebasan berakses tetapi dengan sistem keamanan yang minim dari teknologi komputer tersebut. Fenomena ini cepat atau lambat pasti akan muncul. Misalnya dengan adanya internet, kita akan semakin mudah mengakses data dari mana saja dan suatu saat kita bisa saja menjadi seorang manusia yang plagiatisme sejati, pelanggar Hak kekayaan Intelektual dan memiliki rasa tidak bertanggungjawab hanya karena menginginkan suatu kemudahan
Written : Joshua Allen
Sumber : http://onewan-one.blogspot.com/2008_03_01_archive.html#642020440395635760

Lihat profil user
NAMA : ARISKA ANZARTATIK
NIM : 10020799

CONTOH KEJAHATAN LEWAT KOMPUTER

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga negara dengan carder tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. Carder adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain.
Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk blacklist di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir.
Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya
Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet ( Computer)
CARDING
Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya.
Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki carder terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania.
Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding.
Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.
Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.
HACKING
Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng.
Hacker Budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.
CRACKING
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk cracker adalah hacker bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan carder yang hanya mengintip kartu kredit, cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri.
Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.
Pekan lalu, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, cracker bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. Cracker 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.
DEFACING
Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.
PHISING
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.
SPAMMING
Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil.
Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.
MALWARE
Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware .
Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.
Sumber : http://www.resep.web.id/komputer-internet/inilah-jenis-kejahatan-internet.htm

Lihat profil user

10 sejarah perkembangan komputer on Sat Mar 24, 2012 11:01 pm

tugasku:
komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer di tahun 1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.

* Generasi I (Era 1940-an)

Terdapat 2 peristiwa penting pada tahun 1940-an yaitu Perang Dunia II dan lahirnya teknologi komputer. Selama Perang Dunia II, Profesor Norbert Wiener mengembangkan sebuah meriam antipesawat yang mampu melumpuhkan setiap pesawat tempur yang melintas di sekitarnya. Pengembangan senjata tersebut memicu Wiener untuk memperhatikan aspek lain selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu etika. Dalam penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dari perkembangan teknologi informasi yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul Cybernetics: Control and Communication in the Animal and Machine. Penelitian Wiener masih terus berlanjut hingga tahun 1950-an. Meskipun Wiener tidak pernah menggunakan istilah etika komputer dalam setiap bukunya, konsep pemikirannya telah menghasilkan fondasi yang kuat dalam perkembangan etika komputer di masa mendatang.

* Generasi II (Era 1960-an)

Meningkatnya jumlah penggunaan komputer pada era tersebut membuat Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai penelitian terhadap penggunaan komputer secara ilegal. Menurut Parker, kejahatan komputer terjadi karena kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer. Pemikiran Parker menjadi pelopor kode etik profesi di bidang komputer (Kode Etik Profesional).

* Generasi III (Era 1970-an)

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence memicu perkembangan program-program komputer yang memungkinkan manusia berinteraksi secara langsung dengan komputer, salah satunya adalah ELIZA. Program psikoterapi Rogerian ini diciptakan oleh Joseph Weizenbaum dan mengundang banyak kontroversi karena Weizenbaum telah melakukan komputerisasi psikoterapi dalam bidang kedokteran. Istilah etika komputer kemudian digunakan oleh Walter Maner untuk menanggapi permasalahan yang ditimbulkan oleh pemakaian komputer pada waktu itu. Era ini terus berlanjut hingga tahun 1980-an dan menjadi masa kejayaan etika komputer, khususnya setelah penerbitan buku teks pertama mengenai etika komputer yang ditulis oleh Deborah Johnson dengan judul Computer Ethics.

* Generasi IV (Era 1990-an)

Penelitian dan pelatihan etika komputer berkembang pesat mulai tahun 1990 hingga saat ini. Berbagai konferensi, riset, jurnal, artikel dan buku mengenai etika komputer terus berkembang sehingga masyarakat dunia menyadari pentingnya etika dalam penggunaan komputer. Etika komputer juga menjadi dasar lahirnya peraturan atau undang-undang mengenai kejahatan komputer.


sumber :Wahyono, Teguh. 2009. Etika Komputer: Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi. Yogyakarta:





Terakhir diubah oleh mohammad mufid tanggal Tue Mar 27, 2012 8:45 pm, total 3 kali diubah

Lihat profil user

11 Sejarah Etika Komputer on Sat Mar 24, 2012 11:52 pm

Nama : Dwi Febri Kurniawati
NIM : 10010832


Sejarah Etika Komputer:

Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tsb secara etis.
Sejarah Etika Komputer
1.Era 1940-1950an.
Prof. Norbert Wiener pada PD II melakukan penelitian di bidang etika dan teknologi yang memunculkan cybernetics atau the science of information feedback systems. Dan berikut buku - buku yang beliau tulis :
1948 Buku Cybernetics : Control and Communication in the Animal and the Machine
(teknologi mampu memberikan “kebaikan” sekaligus “malapetaka”)
1950 Buku The Human Use of Human Beings
(beberapa bagian pokok hidup manusia, prinsip hukum dan etika di bidang komputer).
2. Era 1960an.
Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer. dan beliau menulis Buku “Rules of Ethics in Information Processing”. Pada tahun 1968 pengembangan Kode Etik Profesional pertama yang dilakukan untuk Association of Computing Machinery (ACM). Pada era 1960 belum adanya suatu kerangka teoritis umum mengenai etika.
3.Era 1970an.
Joseph Weizenaum, menciptakan suatu program “ELIZA” yang merupakan tiruan dari “Psychotherapist Rogerian” dengan cara melakukan wawancara terhadap pasien, hal ini memberi bukti bahwa komputer akan segera mengotomasi psikoterapi. Pada tahun 1976 terbit Buku “Computer Power and Human Reason” (hubungan antara manusia dengan mesin). Walter Maner kursus eksperimental mengenai computer ethics di tingkat universitas (1970 sampai pertengahan 1980). pada 1978 terbit Buku “Starter Kit in Computer Ethics” yang digunakan sebagai material kurikulum dalam pengembangan pendidikan etika komputer di universitas.
4.Era 1980an.
Pembahasan computer-enabled crime atau kejahatan komputer, adalah masalah yang disebabkan kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak. Etika komputer sudah menjadi suatu disiplin ilmu. Pertengahan 80an James Moor menulis sebuah artikel “What is Computer Ethics?” dan Deborah Johnson menulis buku teks “Computer Ethics”.
5.Era 1990an-sekarang.
Donald Gotterban, Keith Miller, Simon Rogerson, Dianne Martin adalah salah satu contoh tokoh - tokoh yang mengembangkan Etika komputer pada masa sekarang. Etika Komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak riset dan perguruan tinggi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan komputer itu sendiri.

sumber : devierosaa.files.wordpress.com

Lihat profil user


Ulasan Singkat Sejarah Kode Etik Komputer
Nama : Muhammad Khoiruddin 'Ali
NIM : 10010908

Perkembangan dari tahun ketahun.
• Era 1940-1950an
– Prof. Norbert Wiener
– PD II: penelitian di bidang etika dan teknologiyang memunculkan cybernetics atau the science of
information feedback systems.
– 1948 :
Buku Cybernetics : Control and Communication in the Animal and the Machine (teknologi mampu memberikan “kebaikan” sekaligus “malapetaka”)

– 1950 :
Buku The Human Use of Human Beings(beberapa bagian pokok hidup manusia, prinsip hukum dan etika di bidang komputer).

• Era 1960an
– Donn Parker dari SRI International Menlo Park California : riset untuk menguji penggunaan komputer
yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.
– Buku “Rules of Ethics in Information Processing”

– 1968 :
pengembangan Kode Etik Profesional pertama yang dilakukan untuk Association of Computing Machinery (ACM).

•Era 1970an
– Joseph Weizenaum, menciptakan suatu program ‘ELIZA’ tiruan dari “Psychotherapist Rogerian’ yang
melakukan wawancara dengan pasien Bukti bahwa komputer akan segera mengotomasi psikoterapi.

– 1976 :
Buku “Computer Power and Human Reason (hubungan antara manusia dengan mesin)
– Walter Maner kursus eksperimental mengenai “computer ethics” di tingkat universitas (1970 sampai
pertengahan 1980)

– 1978:
Buku “Starter Kit in Computer Ethics” material kurikulum dalam pengembangan pendidikan etika komputer di universitas.

•Era 1980an
– Pembahasan computer-enabled crime atau kejahatan komputer, masalah yang disebabkan kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak.
– Etika komputer suatu disiplin ilmu
– Pertengahan 80an James Moor artikel “What is Computer Ethics?”
– Deborah Johnson buku teks “Computer Ethics”

•Era 1990an-sekarang
– Donald Gotterban, Keith Miller, Simon Rogerson, Dianne Martin
– Etika Komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak riset dan perguruan tinggi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan komputer itu sendiri.

Source : http://sukaikomputer.blogspot.com/2010/04/sejarah-sejarah-etika-etika-komputer.html

Matur Suwun. Rolling Eyes

Lihat profil user

13 SEJARAH ETIKA KOMPUTER on Tue Mar 27, 2012 2:21 pm

NAMA : FAJAR AGUS WINNARKO
NIM : 10010833

Sejarah Etika Komputer

dan

Isu-isu Pokok Etika Komputer

A. Sejarah Etika Komputer

* Era 1940-1950-an

Diawali dengan penelitian Norbert Wiener (Prof dari MIT) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat yang melintas di atasnya (PD II).

Ramalannya tentang komputasi modern yang pada dasarnya sama dengan sistem jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.

* Era 1960-an

Ungkapan Donn Parker: “that when people entered the computer center, they left their ethics at the door”

Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis komputer bisa mengetahui data apa saja secara cepat.

* Era 1980-an

Kemunculan kejahatankomputer (virus, unautorizhed login, etc). Studi berkembang menjadi suatu diskusiserius tentang masalah etika komputer. Lahirlah buku “Computer Ethics” (Johnson,1985).

* Era 1990-an sampai sekarang

Implikasi pada bisnis yang semakin meluas akibat dari kejahatan komputer, membuat lahirnya forum-forum yang peduli pada masalah tersebut. (ETHICOMP by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc)

B. Isu-isu Pokok Etika Komputer

* Kejahatan Komputer Kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai basis teknologinya Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services (DoS)/melumpuhkan target.
* Cyber ethics Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse.
* Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon.
* E-commerce Otomatiasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negatif; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke- anonymouse-an tadi.
* Pelanggaran HAKI Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst.
* Tanggungjawab profesi Sebagai bentuk tanggungjawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974).

http://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/sejarah-etika-komputer-dan-isu-isu-pokok-etika-komputer/

Lihat profil user
Nama:adi Crisdyanto
Nim :08010605

ETIKA KOMPUTER
Definisi Etika Komputer
Etika komputer (Computer Ethic) adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan
penggunaan komputer. Etika komputer berasal dari 2 suku kata yaitu etika (bahasa Yunani:
ethos) adalah adat istiadat atau kebiasaan yang baik dalam individu, kelompok maupun
masyarakat dan komputer (bahasa Inggris: to compute) merupakan alat yang digunakan
untuk menghitung dan mengolah data. Jumlah interaksi manusia dengan komputer yang
terus meningkat dari waktu ke waktu membuat etika komputer menjadi suatu peraturan
dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.

Sejarah Etika Komputer
Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer di tahun
1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga
menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.

Generasi I (Era 1940-an)
Terdapat 2 peristiwa penting pada tahun 1940-an yaitu Perang Dunia II dan lahirnya
teknologi komputer. Selama Perang Dunia II, Profesor Norbert Wiener mengembangkan
sebuah meriam antipesawat yang mampu melumpuhkan setiap pesawat tempur yang
melintas di sekitarnya. Pengembangan senjata tersebut memicu Wiener untuk
memperhatikan aspek lain selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu etika.
Dalam penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dari perkembangan
teknologi informasi yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul Cybernetics: Control and
Communication in the Animal and Machine. Penelitian Wiener masih terus berlanjut hingga
tahun 1950-an. Meskipun Wiener tidak pernah menggunakan istilah etika komputer dalam
setiap bukunya, konsep pemikirannya telah menghasilkan fondasi yang kuat dalam
perkembangan etika komputer di masa mendatang.

Generasi II (Era 1960-an)
Meningkatnya jumlah penggunaan komputer pada era tersebut membuat Donn Parker dari
SRI International Menlo Park California melakukan berbagai penelitian terhadap
penggunaan komputer secara ilegal. Menurut Parker, kejahatan komputer terjadi karena
kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer. Pemikiran Parker
menjadi pelopor kode etik profesi di bidang komputer (Kode Etik Profesional).

sumber:http://fairuzelsaid.wordpress.com

Lihat profil user
Sejarah Etika Komputer
dan
Isu-isu Pokok Etika Komputer
A. Sejarah Etika Komputer
• Era 1940-1950-an
Diawali dengan penelitian Norbert Wiener (Prof dari MIT) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat yang melintas di atasnya (PD II).
Ramalannya tentang komputasi modern yang pada dasarnya sama dengan sistem jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.
• Era 1960-an
Ungkapan Donn Parker: “that when people entered the computer center, they left their ethics at the door”
Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis komputer bisa mengetahui data apa saja secara cepat.
• Era 1980-an
Kemunculan kejahatankomputer (virus, unautorizhed login, etc). Studi berkembang menjadi suatu diskusiserius tentang masalah etika komputer. Lahirlah buku “Computer Ethics” (Johnson,1985).
• Era 1990-an sampai sekarang
Implikasi pada bisnis yang semakin meluas akibat dari kejahatan komputer, membuat lahirnya forum-forum yang peduli pada masalah tersebut. (ETHICOMP by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc)
B. Isu-isu Pokok Etika Komputer
• Kejahatan Komputer Kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai basis teknologinya Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services (DoS)/melumpuhkan target.
• Cyber ethics Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse.
• Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon.
• E-commerce Otomatiasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negatif; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke- anonymouse-an tadi.
• Pelanggaran HAKI Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst.
• Tanggungjawab profesi Sebagai bentuk tanggungjawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974)


makalah-sejarah etika komputer
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakan Masalah
Hitam putih istilah ini sepertinya berlaku disemua aspek-aspek kehidupan manusia. Seperti halnya pemanfaatan komputer. Di sisi lain sangat menguntungkan dalam kebutuhan manusia, tetapi di sisi lain ada juga tindak kejahatan dengan memanfaatkan kebebasan berakses tetapi dengan sistem keamanan yang minim dari teknologi komputer tersebut. Fenomena ini cepat atau lambat pasti akan muncul. Misalnya dengan adanya internet, kita akan semakin mudah mengakses data dari mana saja dan kapan saja kita bisa menjadi seorang manusia yang plagmatisme sejati, pelanggaran hak kekayaan intelektual dan memiliki rasa tidak bertanggung jawab hanya karena menginginan suatu kemudahan
Perkembangan teknologi mengalami perkembangan pesat ketika komuter pertama kali diibuat. Kemampuan berpikir manusia yang dinamis dan kebutuhan hidup memicu kita untuk berkembang kita untuk berkembang dalam memecahkan suatu masalah.
Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan yang terjadi pada sistem kehidupan, terutama transformasi dari sistem manual ke sistem berbasis komputer pada berbagai sistem pelayanan masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut tentunya berorientasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Dengan teknologi informasi, kemudahan dalam memperoleh menciptakan, mengolah serta mendistribusikan data/informai dapat terwujud ( Wardiana, 2002 ). Sebagai contoh, organisasi komersial menggunakan teknologi informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya, dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. Bank menggunakan sistem teknologi informasi untuk mengolah cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Perusahaan menggunakan teknologi informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingakat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. Organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga menggunakan teknologi informasi untuk administrasi, penyampaian informasi dan publikasi kegiatan yang dilakukan agar perkembangannya sejalur dengan hukun. Disetiap negara diperlukan suatu landasan dasar yang kuat agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Inilah awal mulanya muncul dari Etika Komputer. Awal sejarah etika komputer bermula dari munculnya istilah Teknologi informasi ( TI ) yang dikemukakan oleh seorang profesor ketika melakukan riset cybernetics atau the science of information feedback system di bidang etika & teknologi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan sejarah etika komputer ?
2. Apa saja cakuan etika komputer ?
3. Apa saja isu-isu pokok etika computer
Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui perkembangan sejarah etika komputer, Agar dapat mengetahui isu-isu pokok etika komputer, serta untuk memehami sekilas tentang masalah pada dunia teknologi informasi dan komunikasi, serta bisa menghindari dan waspada terhadap kejahatan-kejahatan yang ada pada dunia teknologi informasi saat ini.
Manfaat
Penulis sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menjadkan makalah ini sebagai bahan acuan untuk pembelajaran mengenai bagaimana memahami masalah-masalah yang ada dalam dunia teknologi informasi. Serta mampu menumbuhkan kesadaran untuk diri nsendiri untuk menjadi manusia yang mempunyai etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari khususnya beretika dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi. 
BAB II
Pembahasan
A. Sejarah Etika Komputer
Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, memberikan banyak perubahan pada cara berfikir manusia baik itu dalam usaha pemecaan masalah, perencanaan, maupun juga dalam pengambilan keputusan.
Sejarah etika komputer perkembangannya juga dimulai dari era 1940-an, dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang in
Era 1940-1950an
Pada awal tahun 1940-an professor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya. Pada perkenbangannya,penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidanng riset baru di sebut ut cybernetics atau the science of information feedback system. Yang pada akhirnya membuat wiener menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI). Dalam konsep penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi social dan konsekuensi etis dari perkembangan Teknologi Informasi. Di Tahun 1948, di dalam bukunya cybernetic: control and communication in the Animal and the mechine, ia mengungkapkan bahwa “mesin komputasi modern pada prinsipnya merupakan system jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis. Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.
2. Era 1960-an
Pada tahun 1960 Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park California melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalitas di bidang komputer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesionalndi bidang komuputer, yang ditandai dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan kode etik professional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM )
3. Era 1970
Perkembangan etika komputer di era 1970-an juga ddiwarnai dengan karya Walter Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “ computer etics”. Maner menawarkan menawarkan suatu kuesus eksperimental atas materi pokok tersebut pada Old Dominion University in Virginia. Sepanjang tahun 1978 ia juga mempublikasikan sendiri karyanya Starter Kit in Computer Etics. Yang berisi material kurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam mpengembangan pendidikan etika komputer.
Era 1980-an
Pertengahan tahun 1980-an, James moor dari Darthmouth Collage menerbikan artikel menarik yang berjudul “What is Computeer Ethics ?” sebagai isu khusus pada jurnal Metaphilosophy. Deboarh Johnson dari Rensselear Polytechnic Institut menerbitkan buku teks Computer Ethics.
5. Era 1990-an sampai sekarang
Sepanjang tahun 1990 berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topic di bidang etika komputer. Sebagai contoh pemikir seperti Donald Gotterbarn, Keith Miller, simon Rongerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi professional komputer yang menangani tanggung jawab sosial profesi tersebut.
6. Etika Komputer di Indonesia
Sebagai Negara yang tidak bias dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, Indonesia pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan etika di bidang tersebut. Mengadopsi pemikir-pemikir dunia di atas, etika di bidang komputer berkembang menjadi kurikulum wajib yang dilakukan oleh hampir semua perguruan tinngi di bidang komputer di Indonesia.


Tokoh- tokoh Pelopor Etika Komputer


1950-an Nortbert Wiener (professor MIT )


1960an Donn parker(SRI Internasional Menlo)


1970an J. Weizenbaum,Walter Maner


1990-an s/dsekarang Donald Gotterbarn Keith Miller, Simon Rogerson Dianne Martin, dll
1980an James Moor(Dartmout Collage)

B. Cakupan Etika Komputer
Beberapa pandangan dalam cakupan etika komputer. Ketika memutuskan untuk menggunakan istilah “Etika Komputer” pada pertengahan tahun 1970-an, Walter Maner menggambarkan bidang tersebut sebagai bidang ilmu yang menguji “permasalahan etis yang menjengkelkan, yang diciptakan oleh teknologi komputer”. Maner berpendapat bahwa beberapa permasalahan etis sebelumnya sudah ada, diperburuk oleh munculnya komputer yang menimbulkan permasalahan baru sebagai akibat penerapan teknologi informasi
Sementara Deborah Johnson ( 1985 ) dalam mbukunya Computer Ethics, menggambarkan bidang ini sebagai satu studi tentang cara yang ditempuh oleh komputer memiliki standar moral baru, yang memaksa kita sebagai penggunanya untuk menerapkan norma-norma baru pula di dunia yang “belum ditetapkan”
James morr mendefenisikan etika komputer di dalam artikelnya “what is Computer Ethics”. Yang ditulis pada tahun 1985. Dalam artikel tersebut, moor mengartikan etika komputer sebaga bidang lmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat manapun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.
komputer disebut “logically malleable” karena bias melakukan aktivitas apapun dalam membantu tugas manusia.
Menorut moor, revolusi komputer sedang terjadi dalam dua langkah . langkah pertama adalah “pengenalan teknologi di mana teknologi komputer dapat dikembangkan dan disaring.
Dua Tahap Revolusi computer menurut moor
Tahap 1 pengenalan teknologi

Tahap 2
Penyebaran teknologi

Bidang lain

pekerjaan

pendidikan

keuangan

Idustri
Isu-siu pokok etika komputer
Kejahatan komputer kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai basis teknologinya virus, spam, penyedapan, charding, denial, of services ( DOS )/ melumpuhkan target. Dan sebagaian besar kejahatan ini dilakuan di dunia maya. Perkembangan teknologi di bidang IT semakin cepat dan terus berkembang. Sisi positifnya, kita mendapatkan kemudahan dalam melakukan pekerjaan. Surat-menyurat yang dahulu bisa memakan waktu berhari-hari, saat ini cukup dengan sekali klik surat sudah sampai ketujuan. Begitu juga dengan belanja. Sekarang cukup melihat situs toko online dan cukup sekali klik , terjadi deal transaksi (tentunya, barang dikirim setelah pembeli melakukan pembayaran terlebuh dahulu). Hmm, begitu mudahnya kehidupan kita dengan adanya teknologi IT. Yang saya contohkan tadi baru sedikit gambaran sisi positif dari adanya teknologi IT. Masih banyak lagi kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dengan adanya teknologi IT. Jika ada hitam, maka ada putih. Maka begitu juga jika ada sisi positif pasti ada sisi negative. Pernah dengar soal kejahatan di dunia maya (cybecrime ) ? tentu sudah banyak yang tahu. Kejahatan di dunia maya bisa bermacam-macam kasus pemalsuan identitas misalnya , bias digolongkan juga sebagai kejahatan di dunia maya. Seorang anak kecil memalsukan identitas (umur) ketika membuat akun Facebook atau e-mail. Hal itu pula yang menginspirasi Muh. Yahya Harlan untuk membuat situs jejaring sosial yang lebih islami dan tersedia untuk semua kalangan (tanpa batasan usia) yaitu salingsapa.com. dan sekarang, situs tersebut telah memiliki anggota dari berbagai Negara
Ada juga kasus tentang pembobolan situs ( hacking ), pelakunya disebut hacker. Contoh kasus hacking di Indonesia yang terungkap ke media dan akhirnya di proses oleh pengadilan adalah kasus atas pembobolan sius KPU ( komisi pemilihan umum) yang terjadi di tahun 2004 dan situs partai golkar yang terjadi pada tahun 2006. Kemudahan transaksi secara online memungkinkan juga terjadinya kejahatan. Pernah dengar istilah phising ? phising adalah suatu cara untuk memancing seseorang untuk masuk ke halaman/ situs tertenru. Kelihatannya adalah biasanya situs tersebut dibuat mirip dengan situs asli, hingga pengguna internet tidak mengetahui bahwa sebenarnya situs yang ia kunjungi adalah situs palsu. Sang pembuat situs palsu tersebut bertujuan untuk mendapatkan data-data penting pengguna. Hmm, gambaran seperti ini. Misalnya kita akan melakukan transaksi perbankan lewat internet banking. Pada saat kita akan membuka situs web bank misalnya www.bank,xxx.co.id, tentu kita diperintahkan untuk login terlebih dahulu melalui halaman login pengguna. Nah, halaman login inilah yang bisa jadi palu ( phising ), dimana kita memasukkan username dan password yang notabene adalah data rahasia dan sangat pentig bisa di ambil oleh si pembuat situs palsu, di mana pada akhirnya mereka bisa memanfaatkannya untuk membobol rekening kita. Satu tips dari saya ketika melakukan transaksi perbankan secara online adalah ada baiknya kalau kita mengecek alamat URL situs yang kita klik. Karena bisa jadi, ketika kita ketik suatu link, kita bisa saja digiring ke alamat situs palsu, yang jika diperhatikan secara visual memang tidak ada bedanya. O ia, pengguna situs palsu bisa juga disebut dengan istilah Pharming
Sering mendengarkan istilah SQL injection. . . . ? megungkapkan suatu istilah tentang SQL injection. Berikut berikut dibawah ini penjelasannya:
TENTANG SQL INJECTION
SQL injection adalah suatu tekni hacking dimana hacker (penyerang) dapat meng-insert atau menyisipkan perinth-perintah SQL melalui URL untuk kemudian di eksekusi database bagaimana SQL injection dapat terjadi ? SQL injection dapat terjadi ketika seorang dapat memasukkan rangkain perintah SQL dalam qwery dengan memanipulasi pada aplikasi database. Terdapat tiga jenis serangan SQL injection :
1. Authorization Bypass
Contohnya:
User name: ‘ OR “=’
Password: ‘OR”=’
Masukan diatas berarti kita telah memberika query sbb:
SELECT username FROM users where username= “OR”=” AND
Password= “ OR”=
2. Penggunaan peerintah SELECT
Contohnya:
Select id, forename, surename from authors where for name == ‘John’ AND surename ‘ Smith’
3. Penggunaan perintah INSERT
Contohnya:
Insert in to users values ( 0,’admin’,’r 00 tr 0x!’,0xffff )
Insert into ysers values (0,’guest’,’guest’.0x0000)
Insert into users values (0,’chris,’passwor’,0x00ff )
Sebenarnya,SQL injection dapat bersifat positif .tergantung pada niat ketika ingin melakukannya untuk keperluan apa.
Cyber ethics adalah suatu aturan tak tertulis ynag di kenal di dunia IT. Cyber ethics implikasi dari Inrternet (interconnection networking ), memungkinkan pengguna IT semakimn meluas, tak terpetakan, tak terindifikasi dalam dunia anonymous. Etika dalam berinternet bias disebut cyber ethic (etika cyber ). Suatu nilai-niali yang disepakati bersama untuk dipenuhi dalam interaksi antar pengguna teknologi khususnya teknologi informasi. Tidak adanya batas yang jelas secara fisik serta luasnya pengguna IT diberbagai bidang membuat semua orang yang menggunakan TI di berbagai bidang membuat setiap orang yang menggunan TI diharapkan mau mematuhi cyber ethic yang ada. Cyber ethic memunculkan peluang baru dalam bidang pendidikan, bisnis, layanan pemerintahan dengan adanya kehadiran internet sehingga memunculkan netiket/ netiquette yaitu salah satu etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet, berpedoman pada IETTF ( The Internet Enginer task force ), yang menetapkan RFC (netiquette guidelis dalam request for comment)
Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon.
Ada beberapa bentuk netike di internet,antara lain:
1. Netiket ber-email
2. Netiket ber-mailing list,forum, ber-news group
3. Netiket ber-chat
a) Hal yang selayaknya diketahui tentang etika ber-email
• Karena karakter email sama seperti surat konvensional, maka apabila anda baru pertama kali kontak dengan si pemilik email, usahakan untuk mengenalan diri dan menjelaskan tujuan anda menghubungi si pemilik email
• Gunakan bahasa yang baik dan cukup sopan untuk tahap introduksi karena kita harus paham bahwa email adalahh sarana komunikasi yang sifatnya personal. Sehungga kata-kata tidak sopan bisa berakibat pad ablocking alamat email anda oleh si pemilik email yang anda tuju.
• Kirimkan informasi yang tepat kepada orang yang tepat. Karena pengguna email akan menganggap spam semua email yangn menurut dia tidak berguna dan dan tidak dia perlukan.
Dan jika nekat terus menerus melakukan spamming maka resikonya adalah:
• Alamat email anda akan diblocking oleh beberapa mail server
• Domain anda akan dianggap sebagai penyebar spam.
• Seluruh account email di domain yang sama akan dianggap sebagai spam
Adapun hal yang perlu kita perhatikan ketika bermailing list, forum, bernews grup:
• Jangan gunakan huruf capital karena gangguan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis. Huruf kapital menggambarkan penulis yang sedang emosi , marah atau berteriak. Tentu sngat tidak menyenangkan tatkala anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi bukan ? walau begitu, ada kalanya huruf capital dapat digunakan untuk memberikan penegasan maksud. Tapi yang harus dicatat, gunakanlah penegasan maksud ini secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/ paragraph.
• Kutip seperlunya
Ketika anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam suatu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin anda tanggap dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kai mengutip seluruh isinya karena itu bisa memberikan handwith server yang bersangkutan dan bisa kecepatan akses ke forum tersebut terganggu.
• Perlakuan terhadap pesan pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message ), anda tidak sepatutnya menjawabnya kembali kedalam forum umum, kelompok, grup, atau milis.
• Hati-hati dalam mem-forward
Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya, seperti hanya spam, ada juga yang merupakan musuh besar bagi para netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim adalah benar adanya. Jika tidak, maka anda dapat dikenal sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang disekitar anda pun hilang.
• Gunakan “to”, “CC”, dan “BCC” dengan tepat. “TO” jelas digunakan untuk orang yang benar-benar menjadi tujuan kita menulis email.”CC” adalah orang yang sebenarnya tidak menjadi tujuan kita menulis email, tetapi mereka perlu mengetahuinya, bisa itu merupakan kolega orang yang menjadi tujuan email kita, atau kolega kita, atau mungkin atasan kita, “BCC” adalah orang yang kita anggap perlu mengetahui isi email kita, tapi tidak ingin menerima email yang ada di “To” atau “CC” tahu bahwa ada orang lain selain mereka yang tahu. “BCC” bisa dipakai untuk email yang berisi peringatan kepada staf tertentu, karena biasanya orang yang dibri peringatan tidak ingin ada orang lain yang tahu, tapi disisi lain ada orang lain yang sebaiknya mengetahui hal itu.
• Tidak perlu menjawa “CC” email, kecuali kalau sangat perlu. Kalau penerima email, tapi nama kita ada di “CC”, bukan “To” maka itu artinya kita hanya diharakan untuk tahu saja. Oleh karena itu, dalam kondisi demikian, kita tidak perlu menjawabnya, kecuali kamu sangat diperlukan. misalnya, kita tahu bahwa ada kesalahan dalam isi email itu, atau pihak-pihak yang harus menjadi penerima itu tapi tida ada dalam “To” dsb.
• Jangan selalu “Reply all”. Kita kadang menerima email yang oleh pengirimnya dikirimkan kebanyak sekali orang. Kita perlu memang menjawab email itu, tapi tidak selalu perlu “Reply All”, yang artinya semua yang ada di alamat email itu akan menerima balasan kita. Dalam banyak sekali kasus, kita hanya perlu “reply “, karena yang memerlukan jawaban kita hanya si pengirim email, tidak semua orang yang ada di email itu. “Reply All” hanya dipakai kalau semua orang memerlukan jawaban itu.
• Gunakan tanda baca yang tepat. kalau memang bertanya, gunakan tanda Tanya ( “?” ), dan gunakan satu saja, tidak perl banyak-banyak ( “??????????” ). Jangan bertanya tanpa membubuhkan tanda Tanya, karena di email orang tidak akan tahu intonasi kita, kecuali dari tanda baca. Juga tidak perlu ditambah dengan tanda seru ( “????!!!!!!” ), kecuali kalu kita benar0benar sedang marah.
• Gunakan kalimat yang lengkap, jangan sepotong-sepotong. Apa tanggapan kita kalau menerima emil yang isinya “minta penjelasan” atau “ini apa ya ?”, “jawab segera”,dsb. Pasti ada perasaan tidak enak. Bahkan jika email itu datang dari atasan kita, sekali lagi dalam komunikasi tertulis, orang tidak tahu intonasi dan bahasa tubuh kita sehingga resiko adanya kesalahpahaman besar sekali. Jadi, sangat dianjurkan untuk menulis kalimat yang lengkap misalnya: “ini info dari bagian personalia, mohon penjelasan “, atau “kemarin saya menerima email dari A. ini apa ya ? mohon penjelasan”, atau “saya sudah mengirim email beberapa hari yang lalu, mohon direspon segera”, dsb.
• Jangan sembarang menggunakan format HTML. Jika anda mengirim sebuah pesan penting ke rekan anda, jangan gunakan format HTML tanpa anda yakin bahwa program email rekan anda bisa membaca kode HTML. Jika tidak, pesan anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaliknya gunakan format plain text.
• Jangan kirim file ( berukuran besar) melalui Attachment
• Kritik dan saran yang bersifat pribadi harus lewat PM (personal Message )
• Jujur daam mencantumkan sumber / penulis
• Bijaklah ketika hendak meng-kopy sebuah situs .Selain etika berchating yang telah disebut di atas, ada tips chatting lainyang mungkin perlu kita ketahui adalah,
• Gunakan nickname yang baik dan sopan.
• Jangan menggunakan nama asli sebagai nickname anda.
• Jangan pernah memberikan alamat atau nomor telepon kepada chatter yang belum anda kenal sama sekali.
• Jika anda menggunakan webcam, jangan sembarang maemberi izin kepada chatter yang tidak anda kenal
• Jika ingin memview webcam dari partner chatter, terus meminta izin yang baik-baik kepadanya, kalaupun tidak di izinkan anda harus menghormatinya.
• Jika harus melakukan copy darat, pastikan anda tidak sendirian, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
• Jangan pernah melayani chatter yang menggunakan kata-kata kasar atau tidak sopan.

E-commerce otomatis bisnis dengan internet dan layanannya, megubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi yang negatif: bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke-anonymouse-an tadi. Upaya penanggulangan kejahatan e-commerce sekarang ini memang harus diprioritaskan. Indonesia harus mengantisipasi lebih berkembangnya kejahatan teknologi ini dengan sebuah paying hukum yang mempunyai suatu kepastian hukum. Urgensi cyberlaw bagi Indonesia diharuskan untuk meletakkan dasar legal dan kultur bagi masyarakat Indonesia untuk masalah dan menjadi pelaku dalam pergaulan masyarakat dan memanfaatkan kecanggihan dibidan teknologi informasi. Akan membantu pelaku bisnis dan auditor untuk melaksanakan tugasnya. Cyberlaw memberikan rambu-rambu bagi pengguna internet. Pengguna internet dapat menggunakan internet dengan bebas ketika tidak ada peraturan yang mengikat dan “memaksa”. Namun, adanya peraturan atau hukum yang jelas akan membatasi pengguna agar tidak melakukan tindak kejahatan dan kecurangan dengan menggunakan internet. Bagi auditor, selain menggunakan standar baku dalam mengaudit system informasi, hukum yang jelas dan tegas dapat meminimalisasi adanya tindak kejahatan dan kecurangan sehingga memberikan kemudahan bagi auditor untuk melacak tindak kejahatan tersebut. Adanya jaminan keamanan yang diberikan akan menumbuhkan kepercayaan dimata masyarakat pengguna sehingga diharapkan pelaksanaan e-commere khususnya di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Kasus-kasus cybercrime dalam bidang e-commerce sebenarnya banyak sekali terjadi, namun ditengah keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia aparat hukum dibidang penyelidikan dan penyidikan, banyak kasus-kasus yang tidak terselasaikan bahkan tidak sempat di laporkan oleh korban, sehinnga sangat di butuhkan sekali kesigapan system peradilan kita untuk menghadapi semakin cepatnya perkembangan kejahatan dewasa ini khusunya dalam dunia cyber.
Pelanggaran HAKI masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual, pembajakan, cracking, illegal software. Dll
Tanggung jawab profesi sebagai bentu tanggung jawab moral, perlu diiptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormat. Misalnya IPKIN (ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974).



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan etika komputer dimulai dari era 1940-an, dan seara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru dimasa sekarangini dan mempunyai dampak yang signifikan bagi berbagi aspek kehidupan. Meskipun etika komputer itu telah ada tapi masih banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengindahkan etika itu. Masih ada saja yang memanfaatkannya untuk merugikan pihak-pihak tertentu atau orang lain (negatif) , dunia maya mempunyai karakteristik tersendiri yang mencerminkan operasi serta informasi yang ada didalamnya, untuk menghindari dampak negatifnya disini diperlukan etika dan iman yang berperan sebagai filter saat berlabuh kedalam dunia Teknologi Informasi.
B. Saran
Melihat dari tinjauan sejarah dan perkembangan komputer penulis menyarankan agar tetap beretika baik dan benar balam menjajaki dunia maya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain

Kompetensi di bidang IT
Dalam bagian ini akan dibahas masalah seputar kompetensi di bidang IT. Kompetensi ditunjukkan dengan dimiliki dan didemonstrasikannya kemampuan (skill).
Sebagai catatan, kompetensi yang ditunjukkan dengan kode “ANTA” merupakan standar kompetensi yang direkomendasikan oleh Australian National Training Authority (ANTA).
Ketrampilan Mendukung (Support) Solusi IT
• Menghubungkan perangkat keras.
• Melakukan instalasi Microsoft Windows
• Melakukan instalasi Linux
• Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server
• Memahami Routing
• CGI programming
Ketrampilan Penggunaan IT
• Kemampuan mengoperasikan perangkat keras.
• Administer dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung network.
• Administer perangkat network.
• Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya.
• Mengelola network security.
• Monitor dan administer network security.
• Monitor dan administer sebuah database.
• Kemampuan menangkap digital image.
• Mengakses Internet.
• Membuat halaman web dengan multimedia.
• Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.
Pengetahuan di bidang IT
Selain memiliki kompetensi teknis di bidang IT, diharapkan seorang pelaku di bidang IT juga memiliki pengetahuan tambahan yang juga berkatian dengan bidang IT. Berikut ini adalah daftar pengetahuan bidang IT.
• Dasar perangkat keras. Memahami organisasi dan arsitektur komputer.
• Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya.
• Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet
Kompetensi dan lapangan pekerjaan
Kompetensi yang di sebutkan pada bagian sebelumnya digunakan untuk mengembangkan paket yang dikhususkan untuk bidang tertentu yang terkait dengan lapangan pekerjaan (seperti web developer, help desk, dan seterusnya). Dalam bagian ini akan ditunjukkan kompetensi untuk masing-masing bidang pekerjaan tersebut.
Kompetensi, kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam bekerja dalam lingkungan internet :
Kompetensi dasar standar (standard core competency) yang harus dimiliki oleh kesemua kategori lapangan pekerjaan yaitu:
• Kemampuan mengoperasikan perangkat keras.
• Mengakses Internet.
Web Developer / Programmer
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Membuat halaman web dengan multimedia.
• CGI programming
Web Designer
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Kemampuan menangkap digital image.
• Membuat halaman web dengan multimedia.
Database Administrator
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Monitor dan administer sebuah database.
System Administrator
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Menghubungkan perangkat keras.
• Melakukan instalasi Microsoft Windows
• Melakukan instalasi Linux
• Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server
• Memahami Routing
Network Administrator
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Menghubungkan perangkat keras.
• Administer dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung network.
• Administer perangkat network.
• Memahami Routing
• Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya.
• Mengelola network security.
• Monitor dan administer network security.
Help Desk
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.
Technical Support
Keahlian dan kompetensi yang harus dimiliki :
• Menghubungkan perangkat keras.
• Melakukan instalasi Microsoft Windows
• Melakukan instalasi Linux
• Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya.
• Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.
• Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server

Biasanya dalam berprofesi dibutuhkan setifikasi yang akan digunakan untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi dan juga tentu untuk meniggkatkan gaji, berikut adalah berbagai macam jenis sertifikasi yang terkenal :
CISCO
Sertifikasi paling top dari Cisco, Cisco Certified Internetwork Expert (CCIE) merupakan yang paling susah diperoleh dan paling bergengsi di mata perusahaan-perusahaan TI dunia. Hanya ada kurang dari 5000 CCIE di seluruh dunia ini. Konon, gaji profesional CCIE yang bekerja full time minimal 100.000 dolar AS per tahunnya. Daya dongkrak gajinya juga paling tinggi: sekitar 15-20 persen.
ORACLE
Sertifikasi Oracle sama ampuhnya dengan Cisco dalam hal daya genjot gajinya. Menurut Certmag, sertifikasi mereka bisa menaikkan gaji 33 persen lebih banyak dibanding yang bisa dilakukan terhadap profesional yangmendapatkan sertifikasi dari CompTIA dan 17 persen lebih banyak juga dibanding dengan pemegang sertifikasi dari Microsoft. Pemegang sertifikasi dari Oracle menikmati gaji tahunan sekitar 62 ribu dolar setahun. Setelah sertifikasi, umumnya mereka menerima tambahan pundi-pundi 12,1 persen dari gaji sebelumnya.
CompTIA
Sertifikasi A+ dari CompTIA melayani pemberian sertifikat modul-modul selain Microsoft. Sampai saat ini, sudah 260 ribu lebih orang mendapat anugerah sertifikasi ini. Sayangnya, popularitas ini tak diimbangi dengan daya genjot gaji. Menurut Sm@rt Partner, gaji seorang yang menenteng A+ berada pada kisaran 30 ribu dolar per tahunnya.
LOTUS
Gaji profesional penyandang gelar Certified Lotus Professionals (CLP) adalah sekitar 70 ribu dolar per tahunnya. Tentu saja semakin tinggi levelnya, makin melambung gajinya. Misalnya, untuk CLP level principal gajinya bisa mencapai 75 ribu dolar setahun. Sedang level terbawah, mereka yang hanya menggenggam Certified Lotus Specialists (CLS), atau hanya menyimpan sertifikat Lotus, bisa mengais 55 ribu dolar setahunnya.
SUN
Seperti pentingnya penguasaan atas Jawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda zaman dulu, penguasaan pemrograman Java pada zaman Internet ini mendapat penghargaan yang sangat memadai. Tak heran jika programer yang menyimpan sertifikat dari Sun di mapnya dan menguasai platform Java sangat diburu bagai kijang di padang perburuan. Menurut survei Dice.com, gaji profesional Java adalah yang tertinggi di kalangan industri TI, rata-rata mencapai 85 ribu dolar per tahun. Gaji tertinggi bisa mencapai 200 ribu dolar per tahun. Honor per jam sanggup dipatok sampai 83 dolar

Lihat profil user

16 Tugas 2 on Tue May 08, 2012 3:02 pm

Etika komputer
Etika komputer adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan penggunaan komputer. Etika komputer berasal dari 2 suku kata yaitu etika (bahasa Yunani: ethos) adalah adat istiadat atau kebiasaan yang baik dalam individu, kelompok maupun masyarakat dan komputer (bahasa Inggris: to compute) merupakan alat yang digunakan untuk menghitung dan mengolah data. Jumlah interaksi manusia dengan komputer yang terus meningkat dari waktu ke waktu membuat etika komputer menjadi suatu peraturan dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.

Sejarah Etika Komputer
Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer di tahun 1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.

Generasi I (Era 1940-an)
Terdapat 2 peristiwa penting pada tahun 1940-an yaitu Perang Dunia II dan lahirnya teknologi komputer. Selama Perang Dunia II, Profesor Norbert Wiener mengembangkan sebuahmeriam antipesawat yang mampu melumpuhkan setiap pesawat tempur yang melintas di sekitarnya. Pengembangan senjata tersebut memicu Wiener untuk memperhatikan aspek lain selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu etika. Dalam penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dari perkembangan teknologi informasi yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul Cybernetics: Control and Communication in the Animal and Machine. Penelitian Wiener masih terus berlanjut hingga tahun 1950-an. Meskipun Wiener tidak pernah menggunakan istilah etika komputer dalam setiap bukunya, konsep pemikirannya telah menghasilkan fondasi yang kuat dalam perkembangan etika komputer di masa mendatang.

Generasi II (Era 1960-an)
Meningkatnya jumlah penggunaan komputer pada era tersebut membuat Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai penelitian terhadap penggunaan komputer secara ilegal. Menurut Parker, kejahatan komputer terjadi karena kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer. Pemikiran Parker menjadi pelopor kode etik profesi di bidang komputer (Kode Etik Profesional).

Generasi III (Era 1970-an)
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence memicu perkembangan program-program komputer yang memungkinkan manusia berinteraksi secara langsung dengan komputer, salah satunya adalah ELIZA. Program psikoterapi Rogerian ini diciptakan oleh Joseph Weizenbaum dan mengundang banyak kontroversi karena Weizenbaum telah melakukan komputerisasipsikoterapi dalam bidang kedokteran. Istilah etika komputer kemudian digunakan oleh Walter Maner untuk menanggapi permasalahan yang ditimbulkan oleh pemakaian komputer pada waktu itu. Era ini terus berlanjut hingga tahun 1980-an dan menjadi masa kejayaan etika komputer, khususnya setelah penerbitan buku teks pertama mengenai etika komputer yang ditulis oleh Deborah Johnson dengan judul Computer Ethics.

Generasi IV (Era 1990-an)
Penelitian dan pelatihan etika komputer berkembang pesat mulai tahun 1990 hingga saat ini. Berbagai konferensi, riset, jurnal, artikel dan buku mengenai etika komputer terus berkembang sehingga masyarakat dunia menyadari pentingnya etika dalam penggunaan komputer. Etika komputer juga menjadi dasar lahirnya peraturan atau undang-undang mengenai kejahatan komputer.

Isu Seputar Etika Komputer
Lahirnya etika komputer sebagai sebuah disiplin ilmu baru dalam bidang teknologi tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan seputar penggunaan komputer yang meliputi kejahatan komputer, netiket, e-commerce, pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelekstual) dan tanggung jawab profesi.

Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer atau computer crime adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran virus, spam, carding(pencurian melalui internet) dan lain-lain.

Netiket
Internet merupakan aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer. Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan komputer di dunia sehingga komputer dapat mengakses satu sama lain. Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan bisnis, pendidikan, kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.

E-commerce
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Akan tetapi, perdagangan melalui internet atau yang lebih dikenal dengan e-commerce ini menghasilkan permasalahan baru seperti perlindungan konsumen, permasalahan kontrak transaksi, masalah pajak dan kasus-kasus pemalsuan tanda tangan digital. Untuk menangani permasalahan tersebut, para penjual dan pembeli menggunakan Uncitral Model Law on Electronic Commerce 1996 sebagai acuan dalam melakukan transaksi lewat internet.
Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer, penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.

Tanggung Jawab Profesi
Berkembangnya teknologi komputer telah membuka lapangan kerja baru seperti programmer, teknisi mesin komputer, desainer grafis dan lain-lain. Para pekerja memiliki interaksi yang sangat tinggi dengan komputer sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai etika komputer dan tanggung jawab profesi yang berlaku.

Etika Komputer di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara pengguna komputer terbesar di dunia sehingga penerapan etika komputer dalam masyarakat sangat dibutuhkan. Indonesia menggunakan dasar pemikiran yang sama dengan negara-negara lain sesuai dengan sejarah etika komputer yang ada. Pengenalan teknologi komputer menjadi kurikulum wajib di sekolah-sekolah, mulai dariSekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA sederajat). Pelajar, mahasiswa dan karyawan dituntut untuk bisa mengoperasikan program-program komputer dasar sepertiMicrosoft Office. Tingginya penggunaan komputer di Indonesia memicu pelanggaran-pelanggaran dalam penggunaan internet. Survei Business Software Alliance (BSA) tahun 2001 menempatkan Indonesia di urutan ketiga sebagai negara dengan kasus pembajakan terbesar di dunia setelah Vietnam dan China. Besarnya tingkat pembajakan di Indonesia membuat pemerintah Republik Indonesia semakin gencar menindak pelaku kejahatan komputer berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 (penyempurnaan dari UUHC No. 6 Tahun 1982 dan UUHC No. 12 Tahun 1997). Upaya ini dilakukan oleh pemerintah RI untuk melindungi hasil karya orang lain dan menegakkan etika dalam penggunaan komputer di Indonesia.

Referensi
 Haryatmoko. 2007. Etika Komunikasi. Yogyakarta: Kanisius.
 Simarmata, Janner. 2008. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
 Wahyono, Teguh. 2009. Etika Komputer: Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi. Yogyakarta:

Lihat profil user

17 Sejarah Etika Komputer on Wed Jun 27, 2012 10:01 am

Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973
Penemuan komputer di tahun 1973 ini menjadi tonggak
lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga
menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.
• Generasi I (Era 1940-an)
Terdapat 2 peristiwa penting pada tahun 1940-an yaitu
Perang Dunia II dan lahirnya teknologi komputer.
Selama Perang Dunia II, Profesor Norbert Wiener
mengembangkan sebuah meriam antipesawat yang mampu melumpuhkan
setiap pesawat tempur yang melintas di sekitarnya.
Pengembangan senjata tersebut memicu Wiener untuk memperhatikan
aspek lain selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu etika.
Dalam penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dari
perkembangan teknologi informasi yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul
Cybernetics: Control and Communication in the Animal and Machine.
Penelitian Wiener masih terus berlanjut hingga tahun 1950-an.
Meskipun Wiener tidak pernah menggunakan istilah etika komputer dalam setiap bukunya,
konsep pemikirannya telah menghasilkan fondasi yang kuat dalam perkembangan etika komputer di masa mendatang.
• Generasi II (Era 1960-an)
Meningkatnya jumlah penggunaan komputer pada era tersebut membuat Donn Parker
dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai penelitian
terhadap penggunaan komputer secara ilegal. Menurut Parker, kejahatan komputer terjadi
karena kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer.
Pemikiran Parker menjadi pelopor kode etik profesi di bidang komputer (Kode Etik Profesional).
• Generasi III (Era 1970-an)
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence memicu perkembangan program-program komputer
yang memungkinkan manusia berinteraksi secara langsung dengan komputer, salah satunya adalah ELIZA.
Program psikoterapi Rogerian ini diciptakan oleh Joseph Weizenbaum dan mengundang banyak kontroversi
karena Weizenbaum telah melakukan komputerisasi psikoterapi dalam bidang kedokteran.
Istilah etika komputer kemudian digunakan oleh Walter Maner untuk menanggapi permasalahan
yang ditimbulkan oleh pemakaian komputer pada waktu itu. Era ini terus berlanjut hingga tahun 1980-an
dan menjadi masa kejayaan etika komputer, khususnya setelah penerbitan buku teks pertama mengenai etika
komputer yang ditulis oleh Deborah Johnson dengan judul Computer Ethics.
• Generasi IV (Era 1990-an)
Penelitian dan pelatihan etika komputer berkembang pesat mulai tahun 1990 hingga saat ini.
Berbagai konferensi, riset, jurnal, artikel dan buku mengenai etika komputer terus berkembang
sehingga masyarakat dunia menyadari pentingnya etika dalam penggunaan komputer.
Etika komputer juga menjadi dasar lahirnya peraturan atau undang-undang mengenai kejahatan komputer.
Isu Seputar Etika Komputer
Lahirnya etika komputer sebagai sebuah disiplin ilmu baru dalam bidang teknologi tidak dapat
dipisahkan dari permasalahan-permasalahan seputar penggunaan komputer yang meliputi kejahatan komputer,
netiket, e-commerce, pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelekstual) dan tanggung jawab profesi.
Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer atau computer crime adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal.
Kejahatan komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini.
Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer),
penyebaran virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.
Netiket
Internet merupakan aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer. Internet merupakan sebuah jaringan yang
menghubungkan komputer di dunia sehingga komputer dapat mengakses satu sama lain. Internet menjadi peluang baru dalam
perkembangan bisnis, pendidikan, kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet,
interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan
sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet.
Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator,
perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.
E-commerce
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi
perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Akan tetapi, perdagangan melalui internet atau yang lebih dikenal dengan e-commerce
ini menghasilkan permasalahan baru seperti perlindungan konsumen, permasalahan kontrak transaksi, masalah pajak dan kasus-kasus pemalsuan
tanda tangan digital. Untuk menangani permasalahan tersebut, para penjual dan pembeli menggunakan Uncitral Model Law on Electronic Commerce
1996 sebagai acuan dalam melakukan transaksi lewat internet.
Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer,
penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.
Tanggung Jawab Profesi
Berkembangnya teknologi komputer telah membuka lapangan kerja baru seperti programmer, teknisi mesin komputer, desainer grafis dan lain-lain.
Para pekerja memiliki interaksi yang sangat tinggi dengan komputer sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai etika komputer
dan tanggung jawab profesi yang berlaku.
Etika Komputer di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara pengguna komputer terbesar di dunia sehingga penerapan etika komputer dalam masyarakat sangat dibutuhkan.
Indonesia menggunakan dasar pemikiran yang sama dengan negara-negara lain sesuai dengan sejarah etika komputer yang ada. Pengenalan teknologi
komputer menjadi kurikulum wajib di sekolah-sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA sederajat). Pelajar,
mahasiswa dan karyawan dituntut untuk bisa mengoperasikan program-program komputer dasar seperti Microsoft Office.
Tingginya penggunaan komputer di Indonesia memicu pelanggaran-pelanggaran dalam penggunaan internet.
Survei Business Software Alliance (BSA) tahun 2001 menempatkan Indonesia di urutan ketiga sebagai negara dengan kasus pembajakan
terbesar di dunia setelah Vietnam dan China. Besarnya tingkat pembajakan di Indonesia membuat pemerintah Republik Indonesia
semakin gencar menindak pelaku kejahatan komputer berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002
(penyempurnaan dari UUHC No. 6 Tahun 1982 dan UUHC No. 12 Tahun 1997). Upaya ini dilakukan oleh pemerintah RI untuk melindungi
hasil karya orang lain dan menegakkan etika dalam penggunaan komputer di Indonesia.
Referensi
• Haryatmoko. 2007. Etika Komunikasi. Yogyakarta: Kanisius.
• Simarmata, Janner. 2008. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
• Wahyono, Teguh. 2009. Etika Komputer: Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi. Yogyakarta:
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik