Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Tugas I : Analisa sistem

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Tugas I : Analisa sistem on Tue Jul 23, 2013 7:26 pm

admin

avatar
Admin
ARTIKEL TENTANG : (WEB)
1. SISTEM
2. SISTEM INFORMASI
3. ANALISA SISTEM
4. METODE ANALISA SISTEM
5. ALAT ANALISA SISTEM


dikumpul disini.....

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Tugas 1 : Artikel on Wed Jul 24, 2013 5:32 pm

1.Pengertian Sistem:shock: Surprised Crying or Very sad bounce 
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.


Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.



Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

dari penjabaran pengertian tentang sistem diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa sistem itu memang kompleks dan sangat terkait dengan hal yang ada didalamnya, karena sistem tidak akan jalan apabila salah satu elemen sistem tersebut tidak jalan.

http://pengertiansisteem.blogspot.com/

2.pengertian sistem informasi

Pengertian Sistem Informasi
Sisteminformasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukankebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasiyang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untukdapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yangdiperlukan (Tata Sutabri, 2004).
Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
1.     Menyajikan informasi gunamendukung pengambilan suatu keputusan.
2.     Menyajikan informasi gunamendukung operasi harian.
3.     Menyajikan informasi yangberkenaan dengan kepengurusan.

Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
1.     Perangkat keras (hardware)dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
2.  Manusia (people) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia dan tatacara menggunakan mesin.
3.     Data merupakan jembatanpenghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.


http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html



3.Analis sistem
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Analis sistem adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.

Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.

Pada dasarnya seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:

   Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan sistem yang akan di gunakan
   Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak
   Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya
   Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji
   Mengimplementasikan sistem baru/sistem usulan yang akan digunakan perusahaan
   Menyiapkan dokumentasi berkualitas

http://id.wikipedia.org/wiki/Analis_sistem

4.METODE ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM TERSTRUKTUR

Metodologi yang umumnya digunakan dalam pembangunan sistem berbasis komputer dalam dunia bisnis dan industri saat ini adalah metode Analisis dan Design Terstruktur (Structured Analisys and Design / SSAD). Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970, yang merupakan hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam dunia nyata.

http://ranggaadhityap.blogspot.com/2011/11/perbedaan-metode-analisis-dan.html

5.Alat Analisa sistem
   Kamus data
   Model data logik
   ERD
   DFD
   STD


Karakteristik dari SSAD

   Modul disusun secara hirarkis (bagan struktur,diagram jackson,diagram warnierorr)
   Menggunakan Logika CALL-based atau PERFORM-based
   Menggunakan control flow dan rancangan top-to-bottom dan pengkodean top-to-bottom
   atau bottom-to-top
   Merancang repetisi atau loop
   Menerapkan konsepsi kendali standar untuk urutan


Kelebihan

   Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
   SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
   Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
   SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
   SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
   SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
   SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.


Kekurangan

   SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
   Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
   Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
   Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
   Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
   Pada SAAD sulit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mulai membuat sistem.
   SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
   SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

http://ranggaadhityap.blogspot.com/2011/11/perbedaan-metode-analisis-dan.html

Lihat profil user

3 Re: Tugas I : Analisa sistem on Fri Jul 26, 2013 11:20 am

A. SISTEM

Pengertian system

Pengertian system menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Pengertian system lainnya adalah susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya.sistem juga dapat diartikan sebagai “metode”. Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa secara umum system adalah sekumpulan hal yang memiliki hubungan diantara mereka. Wikipedia menerangkan bahwa system adalah kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, berada dalam suatu wilayah dan memiliki item-item penggerak. Contoh yang paling umum diketahui untuk menjelaskan system  adalah suatu Negara. Negara memiliki berbagai item penggerak seperti rakyat dan wilayah-wilayah yang mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya. Sebuah system pastinya mempunyai beberapa elemen. Biasanya elemen-elemen tersebut antara lain :
1. Objek, bias benda fisik atau abstrak.
2. Atribut yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan          system dan objeknya.KBBI menjelaskan pengertian atributsebagai; tanda kelengkapan, penjelas, sifat yang menjadi cirri khas, kategori variable kualitatif ( missal laki-laki, perempuan,) cirri atau sifat pada setiap benda.
3. Hubungan internal diantara masing-masing objek system.
4. Lingkungan tempat system itu berada

Jika menengok Wikipedia , kita bisa mendapati beberapa pembagian jenis system. Jenis system tersebut antara lain; system terbuka, system tertutup, system fisik dan system non-fisik. Pengertian system non fisik bias dijelaskan sebagai konsep atau gagasan yang berisikan ide-ide.

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-system-sistem.html

B. SISTEM INFORMASI

Pengertian system informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).

Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
1.      Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu  keputusan.
2.      Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
3.      Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.

Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
1.      Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
2.   Manusia (people) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin.
3.      Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.

Konsep Dasar Sistem

Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002). Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Tata Sutabri, 2004).

Dari definisi di atas maka dapat diketahui manfaat sistem yaitu untuk menyatukan atau mengintegrasikan semua unsur yang ada dalam suatu ruang lingkup, dimana komponen-komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Komponen atau sub sistem harus saling berintegrasi dan saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan sehingga sasaran dan tujuan dari sistem tersebut dapat tercapai. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan dengan pendekatan sistem yang prosedural.
Definisi lain dari sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi (Hanif Al Fata, 2007).

Konsep Dasar Serta Pengertian Data dan Informasi

Data dalah kumpulan fakta yang tidak teroganisir. Pengolahan data akan mengubah data mentah menjadi informasi (Nurwono, 1994). Informasi adalah hasil pengolahan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem menjadi bentuk yang mudah dipahami oleh penerimanya dan informasi ini menggambarkan kejadian-kejadian nyata untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan suatu keputusan. Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata (Tata Sutabri, 2004).

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal yaitu :
1.   Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak boleh menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2.   Tepat waktu (timelines)
Informasi yang sampai pada penerima tidak boleh tertunda. Informasi yang sudah usang nilainya akan berkurang. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan suatu keputusan.
3.   Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk penggunanya. Relevansi informasi untuk setiap orang, satu dan lainnya pasti berbeda.

Transformasi Data Menjadi Informasi

Data hanyalah sekumpulan fakta. Namun fakta-fakta tersebut bisa memberikan suatu informasi penting setelah diolah oleh proses-proses pengolahan, analisis, dan sintesis. Pada sistem terkomputerisasi proses penyimpanan data, proses pengolahan, analisis, dan sintesis dan proses penampilan informasi bisa dilakukan oleh komputer.

Contoh data adalah: kumpulan data produk kerajinan, nota-nota transaksi perusahaan, dan sebagainya. Data tersebut akan diolah menjadi suatu informasi. Contoh Informasi adalah: Nilai rata-rata mahasiswa untuk matakuliah tertentu (diperoleh dari penjumlahan seluruh data nilai suatu matakuliah dibagi dengan jumlah mahasiswa). Contoh yang lain adalah: laporan pendapatan perusahaan (diperoleh dari analisa nota-nota transaksi perusahaan).

http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html

C. ANALISA SISTEM

Pengertian analisa system

Analisa system yaitu penguraian dari system informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mendefinisikan, mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan suatu upaya perbaikan-perbaikannya.

System analis yaitu orang yang menganalisa system dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentuka kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasi pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi computer).

Programmer, yaitu orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh system analis (lebih memahami teknologi computer).

perancangan system

untuk memudahkan dan mengikuti langkah-langkah dalam pembuatan system harus membuat deskripsi tentang system yang dibuat. Deskripsi ini kemudian akan menjadi bahan diskusi antara perancang system dan pengguna system.
Tujuan dari perancangan system ini adalah untuk merancang kebutuhan system yang diinginkan oleh pemakai serta membuat gambaran yang jelas.

Langkah-langkah perancangan system adalah sebagai berikut :
1. Mengadakan survey untuk mengetahui kebutuhan pemakai.
2. Membuat deskripsi kebutuhan system.
3. Merancang desain yang mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
4. Melakukan implementasi dengan mempresentasikan desain kedalam program.
5. Mengadakan uji coba, yaitu menguji seluruh spesifikasi yang terstruktur.
6. Melakukan instalansi yaitu pemasangan perangkat system.

http://sondis.blogspot.com/2013/03/pengertian-analisa-sistem.html


D. METODE ANALISA SISTEM

Macam-Macam Metode Pengembangan Sistem

Waterfall Model

Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umumnya. Inti dari metodewaterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa melakukan pengerjaan langkah 2, 3 dan seterusnya.  Secara otomatis tahapan ke-3 akan bisa dilakukan jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan.

Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai berikut : Analisa, Design, Code dan Testing, Penerapan dan Pemeliharaan.
1. Analisa, Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur. Seorang sistem analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen ini lah yang akan menjadi acuan sistem analis untuk menterjemahkan ke dalam bahasa pemprogram.
2. Design, Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebutsoftware requirment. Dokumen inilah yang akan digunakan proggrammer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.
3. Coding & Testing, Coding merupan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.
4. Penerapan, Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user.
5.  Pemeliharaan, Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Incremental Model

Model incremental (Incremental waterfall model) merupakan perbaikan dari  model waterfall dan sebagai standar pendekatan top-down. Ide dasar dari model ini adalah membangun software secara meningkat (increment) berdasarkan kemampuan fungsional. Model incremental ini diaplikasikan pada sistem pakar dengan penambahan rules yang mengakibatkan bertambahnya kemampuan fungsional sistem. Keuntungan dari model ini adalah bahwa penambahan kemampuan fungsional akan lebih mudah diuji, diverifikasi, dan divalidasi dan dapat menurunkan biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki sistem. Model incremental merupakan model continous rapid prototype dengan durasi yang diperpanjang hingga akhir proses pengembangan. Pada model prototipe biasa, prototipe hanya dibuat pada tahap awal untuk mendapatkan kebutuhan user.

Code-and-Fix Model

Model ini mengembangkan software dengan cara membuat program dan kemudian diperbaiki jika terdapat kesalahan. Model ini merupakan model awal yang digunakan untuk mengembangkan software. Namun sejak tahun 1970-an, model ini mulai ditinggalkan dan dikembangkan model waterfall yang memberikan metodologi lebih sistematik dan sangat membantu terutama pada proyek-proyek yang besar. Namun kesulitan pada model waterfall adalah perlu adanya informasi yang lengkap pada setiap tahapnya, dan bukan sesuatu hal yang mudah untuk mendapatkan informasi tersebut. Pada prakteknya, sering tidak mungkin untuk menulis dokumentasi kebutuhan yang lengkap sebelum dibangun prototipe. Sehingga yang terjadi adalah “kerja dua kali”, membuat prototipe, kemudian dari prototipe diperoleh informasi kebutuhan dan barulah dibangun sistem final.

Prototyping Model

Metode ini sering digunakan pada dunia riil. Karena metode ini secara keseluruhan akan mengacu kepada kepuasanuser. Bisa dikatakan bahwa metode ini merupakan metode waterfall yang dilakukan secara berulang-ulang.

1. Tahapan metode prototyping :

1. Pemilihan Fungsi. Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh     prototyping.          Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan.
2. Penyusunan Sistem Informasi. Bertujuan memenuhi permintaan kebutuhan akan tersedianya prototype.
3.  Evaluasi.
4.  Penggunaan selanjutnya.

2. Jenis Jenis Prototyping

1.  Feasibility prototyping. Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.
2.  Requirement prototyping. Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. Misalnya dalam sebuah perusahaan terdapat user direktur, manajer, dan karyawan. Maka penggunaan sistem dapat dibedakan berdasarkan user tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
3.  Desain Prototyping. Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan.
4.  Implementation prototyping. Merupakan lanjutan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

Agile Model

(Widodo Journal : 2006:1) Pada dekade 90-an diperkenalkan metodologi baru yang dikenal dengan nama agile methods. Metodologi ini sangat revolusioner perubahannya jika dibandingkan dengan metode sebelumnya. Agile Methods dikembangkan karena pada metodologi tradisional terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil dengan baik sesuai tuntutan user. Saat ini metodologi ini sudah cukup banyak berkembang, diantaranya adalah:
1) eXtreme Programming (XP)
2) Scrum Methodology
3) Crystal Family
4) Dynamic Systems Development Method (DSDM)
5) Adaptive Software Development (ASD)
6) Feature Driven Development (FDD)

Jika kita lihat, agile bisa berarti tangkas, cepat, atau ringan. Agility merupakan metode yang ringan dan cepat dalam pengembangan perangkat lunak.

Agile Alliance mendefinisikan 12 prinsip untuk mencapai proses yang termasuk dalam agility:
1.  Prioritas tertinggi adalah memuaskan pelanggan melalui penyerahan awal dan perangat lunak yang bernilai.
2.  Menerima perubahan requirements meskipun perubahan tersebut diminta pada akhir pengembangan.
3.  Memberikan perankat lunak yang sedangdikerjakan dengan sering,beberapa min ggu atau bulan, dengan pilihan waktu yang paling singkat.
4.  Pihak bisnis dan penggembangan harus berkerja sama setiap hari selam penggembangan berjalan.
5.  Bangun proyek dengan individu-individu yang bermotivasi tinggi dengan memberikan lingkungan dan dukungan yang diperlukan, dan mempercyai mereka sepenuhnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
6.  Metode yang paling efektif dan efisien dala m menyampaikan informasi kepada tim pengembangan adalah dengan komunikasi langsung  face to face.
7.  Perangkat lunak yang dikerjakan merupakan pengukur utama kemajuan.
8.  Proses agile memberikan proses pengembangan  yang bias ditopang.Sponsor,pengembangan, dan user garus bias menjaga ke-konstanan langkah yang tidak pasti.
9.  Perhatian yang harus terus mennerus terhadap rangcangan dan teknik yang baik meningkatkan agility.
10. Keserdahanaan seni untuk meminimalkan jumlah pekerjaan adalah penting.
11. Arsitektur,requirements, dan rancangan terbaik muncul dari tim yang mengatur sendiri.
12. Pada interval reguler tertentu,tim merefleksikan bagaimana menjadi lebih efektif,kemudian menyesuaikannya.

Kelebihan  Metode Agile

1.    Meningakatkan rasio kepuasan pelanggan.
2.    Bisa melakukan reviw pelanggan mengenai software yang dibuat lebih awal.
3.    Mengurangi resiko kegagalan implementasi software dari non-teknis.
4.    Besar kerugian baik secara material atau imaterial tidak terlalu besar jiak terjadi kegagalan.

(sumber: http://www.teknojurnal.com)
http://madelieea.blogspot.com/2012/10/macam-macam-metode-pengembangan-sistem.html

E. ALAT ANALISA SISTEM

Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu :
1. Alat bantu perancangan sistem
2. Alat bantu perancangan logika program
3. Alat bantu perancangan database
Barikut penjabaran dari alat bantu perancangan sistem informasi.

1. Alat bantu perancangan sistem

Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
• ASI (Aliran Sistem Informasi)
• Context Diagram
• DFD (Data Flow Diagram)

1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)

Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.

1.2 Context Diagram

Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.

1.3 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.

Aturan dalam pembuatan DFD

• Tidak boleh menghubungkan external entity ke external entity secara langsung.
• Tidak boleh menghubungkan data storage ke data storage lainnya secara langsung.
• Tidak boleh menghubungkan data storage dengan external entity secara lansung.
• Pada setiap proses harus ada data flow masuk dan keluar dan sebaliknya.
• Tidak boleh ada proses dari arus data tidak memiliki nama (nama harus ada)
• Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor.

Metode pembuatan DFD

• Mulai dari yang umum sampai yang detail
• Jabarkan setiap proses
• Pelihara konsistensi antar proses
• Berikan label nama yang bermakna untuk ke empat simbol tersebut
• Menjaga konsistensi dengan model lainnya.
Tahapan Pembuatan DFD
• Buat Context Diagram (Top Level Diagram)
• Buat diagram level 0
• Buat diagram level1 (diagram detail)

Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0.  

Cara pembuatan DFD

• Identifikasi semua external entity dalam sistem
• Identifikasi semua input dan ouput yang terlibatdengan external entity.
• Urutan pengambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level1.

2. Alat Bantu Perancangan Logika Program

Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :
• Struktur Program
• Flowchart

2.1 Struktur Program

Menggambarkan menu utama pada program yang akan dirancang juga menampilkan apa yang dikerjakan pada sebuah sistem atau membuat bagian bentuk spesifikasi dari modul-modul program yang dikerjakan pada sebuah sistem.

2.2 Flowchart

Program Flowchart adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Bagan alir program (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

3. Alat Bantu Perancngan Database

Adapun alat bantu dalam perancagan database terdiri dari 2 bagian yaitu :
• Entity Relationship Diagram (ERD)
• Normalisasi Database

3.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Model ERD berisi komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan  seluruh fakta yang ditinjau sehingga dapat diketahui hubungan antara entity-entity yang ada dengan atribut-atributnya. Selain itu juga bisa menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many to many, one to many, one to one.

3.2 Normalisasi Database

Normalisasi adalah suatu teknik untuk meng-organisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Adapun tujuan dari normalisal adalah :
• Untuk menghilangkan kerangkapan data
• Untuk mengurangkan kompleksitas
• Untuk mempermudah pemodifikasian data

Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data.

Proses Normalisasi

• Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya  dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
• Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahap-tahap normalisasi :
Bentuk Tidak Normal (Menghilangkan perulangan group) --> Bentuk Normal Pertama (1NF)(Menghilangkan ketergantungan sebagian) --> Bentuk Normal Kedua (2NF) (Menghilangkan ketergantungan transitif) --> Bentuk Normal Ketiga (3NF) (Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional)

Bentuk Normal  Kesatu  (1NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kesatu bila  setiap data  bersifat atomik yaitu  setiap irisan  baris dan kolom  hanya mempunyai satu nilai data.
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal  Kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh terhadap key-nya.
Bentuk Normal  Ketiga (3NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kedua dan  atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap key-nya.

http://gho-blogs.blogspot.com/2012/02/alat-bantu-dalam-perancangan-sistem.html

Exclamation  Like a Star @ heaven Like a Star @ heaven Like a Star @ heaven Like a Star @ heaven Like a Star @ heaven Exclamation

Lihat profil user

4 Artikel on Sat Jul 27, 2013 8:54 pm

1. SISTEM

        Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani   (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
        Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
• Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus,tergantung kepada sifat sistem tersebut.
• Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
• Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya.
• Lingkungan, tempat di mana sistem berada.
Jenis sistem
Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:
• Atas dasar keterbukaan:
  o sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
 o sistem tertutup.
• Atas dasar komponen:
  o Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
 o Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.

  Sistem

2. SISTEM INFORMASI


      Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
    Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem inimenyimpan,  mengambil, mengubah,mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
    Sistem informasi terdiri dari komponenkomponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol.  
    Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran Sistem informasi terdiri dari elemen - elemenyang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data.

  Sistem Informasi

3. ANALISA SISTEM

        Analisa Sistem, yaitu penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mendefinisikan, mengevaluasi permasalahan - permasalahan, kesempatan -kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan suatu upaya perbaikan-perbaikannya.
    Sistem Analis, yaitu orang yang menganalisa sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek aspek bisnis dan teknologi komputer).
     Programmer, yaitu orang yang menulis kode program  untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh sistem analis (lebih memahami teknologi komputer).
     Perancangan Sistem
     Untuk memudahkan dan mengikuti langkah-langkah dalam pembuatan sitem harus membuat deskripsi tentang sistem yang dibuat. Deskripsi ini kemudian akan menjadi bahan diskusi antara perancang sistem dan pengguna sistem.
    Tujuan dari perancangan sistem ini adalah untuk merancang kebutuhan sistem yang diinginkan oleh pemakai serta membuat ganbaran yang jelas.
         Langkah-langkah perancangan sistem adalah sebagai berikut  :
1.Megadakan survei untuk mengetahui kebutuhan pemakai.
2.Membuat deskripsi kebutuhan sistem.
3.Merancang desain yang mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
4.Melakukan implementasi dengan mempresentasikan desain kedalam program.
5.Mengadakan uji coba yaitu menguji seluruh spesifikasi yang terstruktur.
6.Melakukan instalansi yaitu, pemasangan perangkat sistem.
Alat Bantu Perancangan Sistem
   Untuk dapat melakukan langkah-langkah pengembangan sistem sesuai metodologi pengembangan sistem yang terstruktur maka dibutuhkan alat teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa suatu gambaran dalam penelitian.
1. Data Flow Diagram (DFD)
   Data Flow Diagram adalah salah satu tool yang paling penting bagi seorang analisa sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung terhadap perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file.
   Penggunaan DFD sebagai modeling tools dipopulerkan oleh Tom De Marco (1978) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan metode analisa sistem terstruktur (struktured system analysi method).
   Adapun keuntungan dari penggunaan data flow diagram adalah untuk memudahkan user (pemakai) untuk mengerti tentang sistem yang akan dikerjakan. DFD dapat juga digunakan untuk mempresentasikan suatu sistem yang otomatis maupun manual dengan melalui gambar yang berbentuk jaringan grafik. Proses data flow diagram dapat berupa program, dapat juga berupa tranformasi data secara manual. Penyimpanan data berupa file, elemen dan database atau bagian dari record. Penyimpana dapat berupa disk, magnetik drum type, magnetik tape dan lain sebagainya. Simbol – simbol Data Flow Diagra.
2. Sistem Flowchart
   Sistem Flowchart merupakan alat yang bayak digunakan untuk menggambarkan sistem secara fisikal. Simbol-simbol yang digunakan dalam sistem flow chart
FUNGSI SISTEM ANALIS :
1.Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
2.Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
3.Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah 4.Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user
TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :  
1.Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen ,  file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.
2.Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi) dari sistem yg berjalan kepada user.
3.Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
4.Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
5.Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.
TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :  
1.Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
2.Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
3.Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.
4.Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
5.Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.
6.Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
7.Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

    [url=http://www.slideshare.net/DvaKosongtoejoh/perancangan- dan-analisa-sistem-df]Analisa sistem[/url]

4. METODE ANALISA SISTEM

   Dalam metode analisis sistem dilakukan melalui 4 tahap, yaitu:
   -Survey terhadap sistem yang sedang berjalan.
   -Analisis terhadap temuan survey.
   -Indentifikasi temuan survey.
   -Indentifikasi persyaratan sistem.


   [url=http://hibah.ilearning.me/template/kerangka-proposal- hibah/metode-penelitian/]Metode Analisa Sistem[/url]

5. ALAT BANTU ANALISA SISTEM

        Alat Bantu Dalam Analisis Sistem dapat menggunakan Flowchart atau Data Flow Diagram (DAD). Dalam Flowchat dikenal dua macam bentuk, yaitu Aplikasi Flowvhart dan Program Flowchart. Aplikasi Flowchar menggambarkan tahapan proses dari suatu sistem, termasuk sistem multimedia. Sedangkan Program flowchart menggambarkan urutan-urutan instruksi dari suatu program komputer.
   Alat Bantu Analisa Sistem 

Lihat profil user

5 Tugas 1: AnalisaSistem on Sun Jul 28, 2013 9:43 pm

1. Sistem

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli  - Konsep Dasar Sistem
Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.

Husni Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri (1997: 2) menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu:
   a. Sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya;
   b. Sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.

Sistem alami terbagi menjadi dua, yaitu:
  a. Sistem fisik seperti sistem molekul, luar angkasa: dan,
  b.  Sistem kehidupan seperti sistem tumbuhan, sistem manusia.

Sedangkan sistem buatan manusia umumnya dibagi berdasarkan spesifikasi tertentu seperti:
 a.  Sistem sosial (hukum, doktrin, seragam),
 b.  Sistem organisasi (perpustakaan),
 c.  Sistem transportasi (jaringan jalan raya, kanal, udara, lautan),
 d. Sistem komunikasi (telepon, teleks, sinyal asap),
 e.  Sistem produksi (pabrik) dan,
 f. Sistem keuangan (akuntansi, inventori, buku besar).

Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam:
 a. Sistem terspesialisasi; adalah sistem yang sulit diterapkan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
  b. Sistem besar; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan)
  c. Sistem sebagai bagian sistem lain; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil
  d. Sistem berkembang walaupun tidak berlaku bagi
semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang



http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html


2. Sistem Informasi

Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.

Komponen sistem informasi:
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.


http://npermana.mhs.uksw.edu/2012/11/pengertian-sistem-informasi.html


3.Analisa Sistem

Pengertian Analisa Sistem :
Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merncang sistem ini disebut sistem analis.
Ada juga yang mendefinisikan sistem Analis sebagai :
•        Seorang yang menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk Manajer Sistem.
•       Seorang yang bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan si pemakai (user) ke dalam spesifikasi teknik yang diperlukan oleh programer dan diawasi oleh manajemen.


http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm

4.Metode Analisa Sistem

1. Analisis Performance / Kinerja
Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. Jumlah produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan selama jangka waktu tertentu.
2. Analisis Information
Evaluasi terhadap kemampuan sistem dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Analisis informasi ini memeriksa output sistem,analisis data yang tersimpan dalam sebuah sistem.
3. Analisis Economy
Persoalan ekonomis dan peluang berkaitan dengan biaya dan keuntungan.
4. Analisis Control
Kontrol dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem, mencengah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data dan informasi.
5. Analisis Eficiency
Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin.

http://assepindependen.wordpress.com/materi-perkuliahan/metode-analisis-penerapan-sistem-informasi-pieces-parkir/

5. Alat Analisa Sistem

Adapun alat bantu yang digunakan dalam perancangan / pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian umumnya berupa gambaran atau diagram adalah sebagai berikut:
a. Data Flow Diagram
Data flow diagram adalah gambaran sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan menggunakan data flow diagram adalah memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang
Proses data flow diagram dapat merupakan program, satu program, satu modul, atau sub program, dapat juga berupa tranpormasi data secara manual. Penyimpanan dapat berupa disket. Magnetic drum, magnetic tape, dan lain sebagainya.
b. Data Dictionary
Data dictionery merupakan kumpulan data mengenai data – data tujuannya adalah memberikan informasi mengenai defenisi, struktur pemakai dan masing – masing elemen. Elemen adalah unit data yang terkecil.
c. Sistem Flowchart
Sistem flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan sistern secara fisika
d. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah tingkat paling atas dalam suatu sistem informasi,
yang menggambarkan sistem dalam suatu lingkaran dan menggambarkan seluruh
proses dalam suatu sistem.
Diagram konteks ini, berfungsi untuk memperlihatkan interaksi sistem
informasi tersebut dengan lingkungan dimana sistem tersebut diterapkan.
e. Diagram Aliran Data (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang
memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu
jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data,
baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan
nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model
fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan
kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD
adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi
sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur
data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program.
f. Kamus Data
Kamus data adalah suatu penjelasan tertulis mengenai data yang berada
dalam database. Kamus data ikut berperan dalam perancangan dan pembangunan
sistem informasi karena berfungsi untuk menjelaskan arti aliran data dan
menyimpan dalam menggambarkan data flow diagram, menjelaskan spesifikasi
nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut,
mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran


http://gudangartikels.blogspot.com/2011/04/diagram-aliran-data-dfd.html

Lihat profil user

6 Re: Tugas I : Analisa sistem on Mon Jul 29, 2013 5:14 pm

(IDA ARIYANTI/12020988)
(KOMPUTERISASI AKUNTANSI)
1. Sistem
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Daftar isi
• 1 Elemen dalam Sistem
• 2 Elemen sistem
• 3 Jenis sistem
• 4 Referensi
Elemen dalam Sistem
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
• Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
• Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
• Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya.
• Lingkungan, tempat di mana sistem berada.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
Jenis sistem
Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:
• Atas dasar keterbukaan:
o sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
o sistem tertutup.
• Atas dasar komponen:
o Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
o Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
2. Sistem informasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sistem Informasi (SI) [1] adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[3]
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.[5]
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.[6]
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.[7]
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [8]

Komponen
Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.
SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Sistem Informasi Manajemen
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

3. PENGERTIAN ANALISIS SISTEM INFORMASI
Oktober 26, 2008 susipujiastuti
PENGERTIAN ANALISIS SISTEM INFORMASI
Pengertian Analisis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.
• Penguraian dari suatu Sistem Informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
Tahapan Analisis sistem
• Tahap analisis merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting, karena kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya
• Hasil dari analisis sistem adalah:
laporan yang dapat menggambarkan sistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yag akan dibuat atau dikembangakan.
Tujuan Analisis Sistem
• Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
• Membantu para pemngambil keputusan
• Mengevaluasi sistem yang telah ada
• Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru
• Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem
Yang perlu diperhatikan oleh Analisis Sistem
• Mempelajari permasalahan yang ada secara terinci
• Menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam memecahkan masalah
• Membuat suatu pertimbangan apakah perlu atau tidak menggunakan cara komputerisasi.
Langkah langkah dalam Pengerjaan Analisis sistem
• Mengidentifikasi masalah
• Mengidentifikasi penyebab masalah
• Analisis sistem
• Mengidentifikasi solusi dari masalah
• Analisis Kebutuhan
• Mengidentifikasi data apa dan proses apa yang dibutuhkan pada sistem baru.
• Menentukan kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem baru
Kebutuhan fungsional
• Menunjukkan what the system should do.
• Menunjukkan fasilitas apa yang dibutuhkan serta aktivitas apa saja yang terjadi dalam sistem baru.
Kebutuhan fungsional mencakup:
• Fungsi deskripsi kebutuhan
• Laporan baik hardcopy maupun softcopy
• Updating dan query online
• Penyimpanan data, pencarian kembali dan transfer data

Kebutuhan Non Fungsional mencakup:
• Waktu respon
• Rata-rata waktu untuk kegagalan
• Kebutuhan keamanan
• Akses untuk pengguna yang tidak punya hak
– pa-apa, dicantumkan juga boleh
http://susipujiastuti.wordpress.com/2008/10/26/pengertian-analisis-sistem-informasi/
4. ANALISIS PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI

Analisis dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu
sistem informasi yang utuh ke dalam bagian
-
bagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan
dan mengevaluasi masalah , kesempatan dan hambatan
yang terjadi serta kebutuhan
-
kebutuhan yang diharapkan
sehingga dapat diusulkan perbaikan
-
perbaikan.Tahap
analisis dilakukan setelah tahap perencanaan dan tahap
sehingga dapat diusulkan perbaikan
-
perbaikan.Tahap
analisis dilakukan setelah tahap perencanaan dan tahap
desain sistem telah dilaksanakan. Tahap analisis
pengembangan sistem merupakan factor yang menentukan
dalam berhasil atau tidaknya pengembangan suatu sistem
informasi.

Beberapa metode analisis sistem yang biasa digunakan
pengembang sistem informasi dalam menganalisis sistem
informasi yang sedang dibangunnya adalah sbb
ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI

Analisis Problem sistem

Analisis Kelemahan Sistem

Analisis Performa,Information,
Economic, Control and Efficiency
Economic, Control and Efficiency
(PIECES)

Analisis Study Kelayakan

Analisis Kebutuhan Sistem
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/374/jbptunikompp-gdl-lilispuspi-18691-13-pertemua-v.pdf
5. ANALISA PROYEK SISTEM INFORMASI PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI SIDIK JARI
Kelompok Satoe
ANALISA PROYEK SISTEM INFORMASI PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI SIDIK JARI

A.CUSTOM DEVELOPMENT

Custom development yang akan digunakan adalah Waterfall

Kelebihan :
Tingkat fleksibilitas dan kreativitas lebih tinggi.
Cocok dan konsisten dengan teknologi dan standar yang ada.
Mampu membangun kemampuan dan pengetahuan fungsional dan tenaga kerja yang dimiliki.

Kekurangan :
Membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan.
Mungkin membutuhkan keahlian/pengetahuan fungsional yang belum dikuasai.
Berpotensi terjadi pembengkakan biaya.
Sering membutuhkan waktu yang lebih banyak dari jadwal yang telah tersedia.
Ada resiko kegagalan proyek.

B.Business Need & Requirement



Bisnis Need
• Meningkatkan SENSITIVITAS SENSOR terhadap object
• Meningkatkan kualitas produk yang akan di buat .
• Meningkatkan Pangsa Pasar dengan prose marketing yang canggih
• meningkatkan layanan kepada para customer yang akan menggunakan produk.
Bisnis Requirements
• mencakup kemampuan analisis data yang akurat
• menghasilkan proses yang efisien dan efektif

C.SDM YANG DIGUNAKAN

- Pendidikan : S1 Tehnik informatika
- Keahlian : Menguasai pemrograman Matlab dan SQL Server’07
Karyawan yang dibutuhkan
dari perusahaan sendiri : 50 orang
dari outsourcing : 20 orang

D.PENJADWALAN PROYEK

1.Dengan PERT



Jalurnya adalah:
A – C – G : 6 + 3 + 10 = 19
B – E – G : 5 + 4 + 10 = 19



2.Dengan Gantt Chart



Dari Gantt Chart tersebut jalur yang berwarna merah adalah jalur kritis, yaitu jalur dengan waktu penyelesaian proyek terlama. Ada 2 jalur kritis yaitu:
A - C - G dan B – E – G

E.KEBUTUHAN NON FUNGSIONAL

Sistem Operasi = Microsoft Windows XP
Software = MATLAB 7.0 + SQL SERVER 2007
Hardware = Harddisk Sata 350 Gb
Network = Clent - Server
6. Label: NuriHEMAPSIT3
http://nuri117c011.blogspot.com/2009/12/analisa-proyek-sistem-informasi.html

Lihat profil user

7 artikel on Mon Jul 29, 2013 10:39 pm

Smile Smile 1. Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka lain adalah: laporan pendapatan perusahaan (diperoleh dari analisa nota-nota transaksi perusahaan).

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem



2. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).
Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
1.      Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
2.      Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
3.      Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.

Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
1.      Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
2.  Manusia (people) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin.
3.      Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.

http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html
3. Metode kebutuhan analisis

Perlu pemilihan metode pengumpulan data yang tepat selama melakukan
requirement system. Metode tersebut adalah interviews, questionnaires,
observation, procedure analysis, dan document survey.
Setiap metode akan dijelaskan secara mendalam sebagai berikut :

Tanya jawab (Interviews)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Pemilihan potential interviewees.
  • Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
  • Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
  • Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.
2. Target dari metode.
  • Kunci pribadi dalam proses DFD.
  • Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.
3. Keuntungan metode.
  • Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya
    sesuai situasi yang terjadi.
  • Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda
    berpikir hal ini dapat terjadi ?.
  • Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
  • Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.
4. Kerugian metode.
  • Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
  • Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
  • Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
  • Test kredibilitas dari interviewees.
  • Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
  • Memantapkan kredibilitas team.

Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives,
audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.

Kuesioner (Questionnaires)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
  • Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
  • Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
2. Target dari metode.
  • Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi
    pemecahan sistem.
  • End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  • Murah dan cepat dari pada interviews.
  • Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang
    dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih.
  • Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
  • Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.
4. Kerugian metode.
  • Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
  • Analis melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi
    end-user.
  • Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk
    mengembalikan kuesioner.
  • Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
  • Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
  • Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.

Observasi (Observation)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
  • Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan
    pengolahan lembar kerja.
2. Target dari metode.
  • Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)
3. Keuntungan metode.
  • Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
  • Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
  • Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui
    bahwa mereka sedang diamati).
  • Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.
4. Kerugian metode.
  • Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
  • Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin
    tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
  • Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
  • Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya
    tidak terjadi (dibuat-buat).

Tip praktis dalam melakukan observasi :
a. Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
  Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi
  yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
b. Buat catatan yang ringkas.
c. Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat
  tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan
  mengurangi gangguan.
d. Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
e. Jangan melakukan observasi tanpa rencana..

Prosedur analisis (Procedure Analysis)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan
    aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow
    diagram (DFD).
  • Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem.
  • Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan
    volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya  
    dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
2. Target dari metode.
  • Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
  • Proses dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  • Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences)
    yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
  • Prosedur aliran dapat dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk
    melakukan observasi.
4. Kerugian metode.
  • Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
  • Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
• Mmutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantuperancangan
    yang baik.
  • Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
  • Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.

Pengamatan dokumen (Document Survey)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow
    diagram).
  • Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
  • Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi
    field (ukuran dan tipe), frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya
    (coding structure).
2. Target dari metode.
  • Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).
3. Keuntungan metode.
  • Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
  • Permulaan elemen kamus data.
  • Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
4. Kerugian metode.
  • Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami
    kebanjiran dokumen dan laporan).
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan
    analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis
    dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).

Sampling

Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk
memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya
tidak mengalami kegagalan atau ancaman.  

Kendala sumber daya

a. Waktu
  Sebuah pengantian sistem harus diutarakan dalam kerangka kerja sejak
  sistem mengalami penurunan fungsi dengan cepat. Kendala waktu ini dapat
  mempengaruhi analis untuk mempertimbangkan inovasi teknologi yang tidak
  mungkin dioperasikan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu perlu
  membutuhkan waktu yang cukup supaya memiliki kelonggaran waktu sehingga
  dapat membuat alternatif yang paling baik.  
b. Uang
  Sistem informasi yang ideal akan membutuhkan biaya yang mahal, sehingga
  membutuhkan  pendanaan yang cukup. Hal ini akan terjadi karena terjadi
  persaingan dengan para pesaingnya dimana mereka menanamkan investasi
  yang besar dalam sistem informasinya.
c. Keahlian.
  Staff sistem informasi mungkin tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman
  yang cukup seperti masalah telekomunikasi, integrasi database, dan
  interactive setting. Perusahaan dapat mengkontrak konsultan untuk
  menambah kemampuan mendesain. Hal ini nantinya akan diperhadapkan pada
  kendala biaya yang dikeluarkan untuk tenaga konsultan.
d. Teknologi.
  Kebutuhan teknologi mungkin akan menjadi masalah utama dalam mendukung
  kerja sistem, sehingga perlu memperhatikan perkembangan teknologi terus-
  menerus, yang konsekuensinya terjadi pengeluaran biaya yang besar dan
  jangan sampai teknologi yang dipakai ketinggalan dari para pesaingnya.
e. Faktor ekternal.
  Banyak kendala yang datang dari luar setting design, seperti pencegahan
  menggunakan teknologi eksotik (exotic of technologies), mencegah
  memelihara data lokal dalam sebuah sistem database pusat, dan sebagainya.

Dokumen kebutuhan analisis

1. Arahan (conduct) analisis.
  • Hubungan dengan pemakai akhir.
  • Menganalisa records, forms dan laporan.
  • Pengamatan proses.
  • Menganalisa metode yang digunakan.
  • Permasalahan dalam pengumpulan data.
2. Kebutuhan pemakai.
  • Apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya.
  • Kebutuhan laporan (jenis dan frekuensinya).
  • Kebutuhan pelatihan.
  • Pengaruh sistem baru.
3. Kendala sistem.
  • Menjelaskan kendala waktu, biaya, keahlian, teknologi dan faktor
    ekternal.
  • Realistik sistem.
4. Dokumentasi.
  • Intrumen pengumpulan data (kebutuhan kuesioner, interview).
  • Konsensus statistik.
 • Aliran data secara logikal dan phisik.
   Element awal dalam kamus data.

Daftar Pustaka


1. Martin, Merle P., Analysis And Design of Business Information Sytems,  
  Macmillan Publishing Company, New York, 1991.




4. Analisa Sistem
Analisa Sistem, yaitu penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mendefinisikan, mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan suatu upaya perbaikan-perbaikannya.
Sistem Analis, yaitu orang yang menganalisa sistem dengan mempelajari
masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai
serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek
aspek bisnis dan teknologi komputer).
Programmer, yaitu orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi
tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh sistem analis (lebih memahami
teknologi komputer).
Perancangan Sistem
Untuk memudahkan dan mengikuti langkah-langkah dalam pembuatan sitem harus membuat deskripsi tentang sistem yang dibuat. Deskripsi ini kemudian akan menjadi bahan diskusi antara perancang sistem dan pengguna sistem.
Tujuan dari perancangan sistem ini adalah untuk merancang kebutuhan sistem yang diinginkan oleh pemakai serta membuat ganbaran yang jelas.
Langkah-langkah perancangan sistem adalah sebagai berikut :
1.Megadakan survei untuk mengetahui kebutuhan pemakai.
2.Membuat deskripsi kebutuhan sistem.
3.Merancang desain yang mengimplementasikan model yang diinginkan
   pemakai.
4.Melakukan implementasi dengan mempresentasikan desain kedalam
  program.
5.Mengadakan uji coba yaitu menguji seluruh spesifikasi yang terstruktur.
6.Melakukan instalansi yaitu, pemasangan perangkat sistem.

5. Alat Bantu Perancangan Sistem
Untuk dapat melakukan langkah-langkah pengembangan sistem sesuai metodologi pengembangan sistem yang tersteruktur maka dibutuhkan alat teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa suatu gambaran dalam penelitian.
1. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram adalah salah satu tool yang paling penting bagi seorang analisa sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung terhadap perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file. Penggunaan DFD sebagai modeling tools dipopulerkan oleh Tom De Marco (1978) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan metode analisa sistem teresteruktur (struktured system analysi method).
Adapun keuntungan dari penggunaan data flow diagram adalah untuk memudahkan user (pemakai) untuk mengerti tentang sistem yang akan dikerjakan. DFD dapat juga digunakan untuk mempresentasikan suatu sistem yang otomatis maupun manual dengan melalui gambar yang berbentuk jaringan grafik. Proses data flow diagram dapat berupa program, dapat juga berupa tranformasi data secara manual. Penyimpanan data berupa file, elemen dandatabase atau bagian dari record. Penyimpana dapat berupa disk, magnetik drum type, magnetik tape dan lain sebagainya. Simbol – simbol Data Flow Diagra.
2. Sistem Flowchart
Sistem Flowchart merupakan alat yang bayak digunakan untuk menggambarkan sistem secara fisikal. Simbol-simbol yang digunakan dalam sistem flow chart

http://sondis.blogspot.com/2013/03/pengertian-analisa-sistem.html

Lihat profil user

8 TUGAS 1 on Tue Jul 30, 2013 5:26 am

TUGAS 1
IWAN AFANDHI YUSUP
12011067 / MI

1. SISTEM:




  1. Definisi Sistem

    Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
    Definisi/Pengertian Sistem Menurut Para Ahli :







  • Menurut Ludwig Von Bartalanfy
    Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.







  • Menurut Anatol Raporot
    Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.







  • Menurut L. Ackof
    Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.





Source:
http://duniabaca.com/pengertian-sistem-dan-analisis-sistem.html

2. SISTEM INFORMASI:





  1. Sistem Informasi

    Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem Informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. Atau dalam pengertian lainnya, Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang  membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.

    Perkembangan Sistem Informasi meliputi Sistem Informasi Tradisional yaitu suatu sistem informasi yang dioperasikan dan dikelola secara semi-manual. SI beroperasi secara lambat sehingga pengambilan keputusan sering berdasarkan data asumsi/perkiraan. lalu Sistem Informasi Berbasis Komputer yaitu Penggunaan teknologi komputer untuk mendukung penciptaan SI sehingga waktu  menghasilkan informasi lebih singkat dengan tingkat keakuratan yang tinggi, dan mengurangi birokrasi. lalu Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran yaitu sistem informasi dengan jaringan komputer perkantoran untuk membuka sejumlah tempat transaksi, dan laporan dapat diperoleh secara on-line. dan Sistem Informasi Lintas Platform yaitu sistem informasi dengan teknologi internet yang dapat menghubungkan komputer di seluruh dunia untuk kegiatan bisnis, dikenal dengan istilah e-Business.

    Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu: Mengumpulkan data, mengelompokkan data, menghitung, menganalisa dan menyajikan laporan.




source:
http://cynthia-octavianti92.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-dan-sistem.html

3. ANALISA SISTEM:





  1. Analisa Sistem

    Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan – permasalahan, kesempatan – kesempatan, hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan – kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan – perbaikannya.





source:
http://globalonlinebook.blogspot.com/2009/08/pengertian-analisa-sistem.html


4. METODE ANALISA SISTEM:
Metode Analisa Sistem ( Click on spoiler )

- Tanya jawab (Interviews):
1. Bagaimana metode itu digunakan.
  · Pemilihan potential interviewees.
  · Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
  · Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
  · Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.
2. Target dari metode.
  · Kunci pribadi dalam proses DFD.
  · Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.
3. Keuntungan metode.
  · Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya
    sesuai situasi yang terjadi.
  · Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda
    berpikir hal ini dapat terjadi ?.
  · Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
  · Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.
4. Kerugian metode.
  · Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
  · Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
  · Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  · Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
  · Test kredibilitas dari interviewees.
  · Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
  · Memantapkan kredibilitas team.

Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives,
audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.
- Kuesioner (Questionnaires):
1. Bagaimana metode itu digunakan.
  · Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
  · Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
  · Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
2. Target dari metode.
  · Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi
    pemecahan sistem.
  · End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  · Murah dan cepat dari pada interviews.
  · Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang
    dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih.
  · Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
  · Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.
4. Kerugian metode.
  · Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
  · Analis melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi
    end-user.
  · Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk
    mengembalikan kuesioner.
  · Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  · Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
  · Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
  · Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.
- Observasi (Observation):
1. Bagaimana metode itu digunakan.
  · Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
  · Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan
    pengolahan lembar kerja.
2. Target dari metode.
  · Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)
3. Keuntungan metode.
  · Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
  · Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
  · Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui
    bahwa mereka sedang diamati).
  · Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.
4. Kerugian metode.
  · Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
  · Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin
    tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
  · Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  · Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
  · Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya
    tidak terjadi (dibuat-buat).

Tip praktis dalam melakukan observasi :
a. Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
  Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi
  yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
b. Buat catatan yang ringkas.
c. Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat
  tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan
  mengurangi gangguan.
d. Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
e. Jangan melakukan observasi tanpa rencana..
- Prosedur analisis (Procedure Analysis):
1. Bagaimana metode itu digunakan.
  · Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan
    aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow
    diagram (DFD).
  · Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem.
  · Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan
    volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya  
    dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
2. Target dari metode.
  · Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
  · Proses dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  · Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences)
    yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
  · Prosedur aliran dapat dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk
    melakukan observasi.
4. Kerugian metode.
  · Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
  · Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  · Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan
    yang baik.
  · Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
  · Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.
- Pengamatan dokumen (Document Survey):
1. Bagaimana metode itu digunakan.
  · Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow
    diagram).
  · Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
  · Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi
    field (ukuran dan tipe), frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya
    (coding structure).
2. Target dari metode.
  · Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).
3. Keuntungan metode.
  · Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
  · Permulaan elemen kamus data.
  · Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
4. Kerugian metode.
  · Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami
    kebanjiran dokumen dan laporan).
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  · Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan
    analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis
    dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).
- Sampling:
Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk
memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya
tidak mengalami kegagalan atau ancaman.

source:
ttp://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi7.html

5. ALAT BANTU ANALISA SISTEM:





  1. Alat Bantu Perancangan Sistem







  • Data Flow Diagram
    Data flow diagram adalah gambaran sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantung perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan menggunakan data flow diagram adalah memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang
    Proses data flow diagram dapat merupakan program, satu program, satu modul, atau sub program, dapat juga berupa tranpormasi data secara manual. Penyimpanan dapat berupa disket. Magnetic drum, magnetic tape, dan lain sebagainya.






  • Data Dictionary
    Data dictionery merupakan kumpulan data mengenai data – data tujuannya adalah memberikan informasi mengenai defenisi, struktur pemakai dan masing – masing elemen. Elemen adalah unit data yang terkecil.






  • Sistem Flowchart
    Sistem flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan sistern secara fisika






source:
http://globalonlinebook.blogspot.com/2009/08/pengertian-analisa-sistem.html#

Lihat profil user http://sawafamsc.com/

9 Re: Tugas I : Analisa sistem on Tue Jul 30, 2013 6:32 am

1.SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

dari penjabaran pengertian tentang sistem diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa sistem itu memang kompleks dan sangat terkait dengan hal yang ada didalamnya, karena sistem tidak akan jalan apabila salah satu elemen sistem tersebut tidak jalan.


http://pengertiansisteem.blogspot.com/

2.SISTEM INFORMASI

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Inforamsi diperoleh dari sistem informasi (informastion systems) atau disebut juga dengan processing system atau information processing systemsatau information-generating systems. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manejerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Dan berikut ini adalah definisi Sistem Informasi yang lainnya
• Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
• Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
• Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
• Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang  salings berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).


http://windsaga.blogspot.com/2011/09/definisi-sistem-informasi.html

3.ANALISA SISTEM

Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem ini disebut SISTEM ANALIS.

Ada yang mendefinisikan sistem analis sebagai:

q Seorang yg menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yg dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk manajer sistem

q Seorang yg bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan kebutuhan sipemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yg diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.

FUNGSI SISTEM ANALIS :

1. Mengidentifikasikan masalah – masalah dari pemakai / user

2. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user

3. Memilih alternatif – alternatif metode pemecahan masalah

4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user


TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :

1. Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.

2. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg berjalan kepada user.

3. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk

penerapannya pada komputer.

4. Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru

5. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.


TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :

1. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.

2. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.

3. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.

4. Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting

5. Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.

6. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user

7. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

PRIBADI SISTEM ANALIS

1. Mampu bekerja sama

2. Mampu berkomunikasi dengan baik

3. Mempunyai sopan santun

4. Mempunyai pendirian yang tegas

5. Mampu bersikap dewasa

6. Mampu bersikap tegas

7. Dapat bertindak secara metodik

8. Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya

9. Mempunyai sifat kreatif


LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS

1. Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user

2. Tahap Melaksanakan studi kelayakan

3. Tahap Analisis dan rancang sistem

4. Tahap Penerapan sistem

5. Tahap Evaluasi dan pemeliharaan


http://jontri.wordpress.com/2007/09/25/pengertian-analisis-sistem/

4.METODE ANALISA SISTEM


Banyak sekali yang mengira bahwa sistem informasi hanya seputar pada pembuatan aplikasi sistem, baik database maupun user interface-nya. Padahal, bagian yang berperan besar untuk menentukan sebuah sistem informasi layak diteruskan atau tidak adalah pada saat analisis dan perancangan sistem ( information system analysis and design).

Analisis dan desain sistem informasi (ADSI) merupakan tahapan yang harus dilalui setiap kali kita ingin membuat aplikasi sistem informasi. Dari sini kita merancang, sistem ini untuk apa sih, kebutuhannya apa aja, siapa yang akan menggunakan, fungsi dan tugas apa yang menjadi hak pengguna, berapa biaya yang akan dikeluarkan, berapa lama waktu pengembangannya, kelayakannya, prospek pengembangannya, dan sebagainya. Hal ini ditujukan agar sistem tidak habis pakai, bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan organisasi/perusahaan yang dinamis. Itulah kenapa dokumentasi pengembangan sistem sangat penting artinya. Bukan hanya aplikasinya saja.

Banyak sekali metode ADSI, ada RAD (rapid application development), SDLC (system development life cycle), Prototype, Waterfall, dan masih banyak lagi. Setiap metode memiliki ciri dan tahapan yang berbeda. Mau yang ingin cepat rampung atau yang super lambat??? Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu metode ADSI adalah FAST!!!

FAST atau Framework for the Applications of System Technology mendefinisikan tahapan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Tahapan pada FAST berdasarkan pada permasalahan dan kesempatan yang dihadapi dengan peningkatan-peningkatan yang diharapkan dari sistem yang dikembangkan.

FAST sendiri berkaitan erat dengan analisis dan desain sistem melalui cara PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service). PIECES membantu metode FAST pada tahap analisis masalah dan kebutuhan sistem, meliputi:

a)Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif diukur dari jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat tertentu (throughput) dan response time.
b)Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.
c)Economics (ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan atau penurunan biaya yang terjadi.
d)Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan derta kecurangan yang akan terjadi.
e)Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.
Service (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.


http://biginaict.wordpress.com/2009/12/14/fast-metode-analisis-desain-sistem-informasi/

5.ALAT ANALISA SISTEM

• ASI (Aliran Sistem Informasi)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.
• Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan. Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.
• DFD (Data Flow Diagram)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.



http://biginaict.wordpress.com/2009/12/14/fast-metode-analisis-desain-sistem-informasi/



Terakhir diubah oleh arif_setiawan tanggal Tue Jul 30, 2013 5:05 pm, total 3 kali diubah

Lihat profil user

10 TUGAS 1 on Tue Jul 30, 2013 9:00 am

system adalah suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen yang saling berhubungan atau di hubungkan untuk mencapai suatu tujuan .

System informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
manfaat dari system informasi itu sendiri adalah untuk membantu mengontrol proses kinerja yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
id.wikipedia.org/wiki/Sistem

Analisa sysem didefinisikan seperti bagaimana memahami dan menspesifikasikan dengan detail apa yang harus dilakukan oleh system.
Berikut ini definisi analisa system menurut beberapa ahli :
1.Menurut Mc leod :
Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.

2. Pressman :
Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan suatu masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.

3. Yourdan :
Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.

Dan saya mengambil satu kesimpulan bahwa analisa sytem adalah suatu kegiatan dimana kita dihadapkan dengan suatu system dan kita di minta untuk mengetahui apa kekurangan dan kelebihan sytem tersebut, dengan harapan kita bisa membuat system itu lebih bermanfaat dan membantu tentu nya. Very Happy

SDLC ( system development life cycle) merupakan metodologi umum dalam pengembangan system, meliputi fase – face sebagai berikut :
1. Identifikasi dan seleksi proyek
2. Inisiasi dan perancangan proyek
3. Analisa
4. Desain
a. Desain logical
b. Desain fisikal
5. Implementasi
6. Maintenance


Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
1. ASI (Aliran Sistem Informasi)
2. Context Diagram
3. DFD (Data Flow Diagram)

1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.

1.2 Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

1.3 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.
gho-blogs.blogspot.com › Sistem Informasi‎

Lihat profil user

11 ARTIKEL on Tue Jul 30, 2013 11:01 am

YENNI SEPTANTI / 12020990

1. SISTEM:


1. Pengertian System

Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.”

Definisi lainnya :
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”




2. Karakteristik Sistem

  • Suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik yaitu :

    a. Komponen / elemen (component)
    Suatu sistem terdiri dari komponen yang saling berinteraksi , artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen - komponen dari suatu sistem biasanya dikenal dengan subsistem.
    Subsistem ini mempunyai sifat-sifat dari sistem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
    Suatu sistem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal dengan Suprasistem.
    Contoh :
    Jika suatu perusahaan dipandang sebagai suatu sistem , maka industri akan dipandang sebagai Suprasistem.

    b. Batas sistem (boundary)
    Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Dengan adanya batas sistem ini maka sistem dapat membentuk suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini fungsi dan tugas dari subsistem yang satu dengan lainnya berbeda tetapi tetap saling berinteraksi. Dengan kata lain batas sistem ini merupakan ruang lingkup atau scope dari sistem / subsistem itu sendiri.
    Contoh :
    Sistem Keuangan - Sistem Akuntansi
    - Kasir
    - Administrasi Keuangan
    - Personalia

    c. Lingkungan luar sistem (environment)
    Segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan.
    Lingkungan luar yang bersifat menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar tidak hilang pengaruhnya , sedangkan lingkungan yang bersifat merugikan harus dimusnahkan dan dikendalikan agar tidak mengganggu operasi dari sistem.

    d. Penghubung (interface)
    Penghubung Sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem lainnya. Dengan kata lain melalui penghubung ini output dari suatu subsistem akan menjadi input sari subsistem lainnya.

    e. Masukan (input)
    Energi yang dimasukkan ke dalam suatu sistem disebut INPUT. Masukan ini dapat berupa : - Masukan Perawatan (Maintenance Input)
    Yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem itu dapat beroperasi.
    Contoh : Program untuk mengoperasikan komputer.
    - Masukan Sinyal (signal input)
    Yaitu energi yang diproses untuk diperolehnya suatu keluaran.
    Contoh : Data

    f. Pengolah (process)
    Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah input menjadi output.
    Contoh : - CPU pada komputer
    - Bagian produksi yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi.
    - Bagian akuntansi yang mengolah data transaksi menjadi laporan - laporan Keuangan.

    g. Keluaran (output)
    Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah. Keluaran ini dapat diklasifikasikan sebagai :
    - Keluaran yang berguna
    Contoh : Informasi yang dikeluarkan oleh komputer
    - Keluaran yang tidak berguna yang dikenal sebagai sisa pembuangan
    Contoh : panas yang dikeluarkan oleh komputer.

    h. Sasaran (objective) atau tujuan (goal)
    Setiap sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang akan dihasilkan. Dengan kata lain, suatu sistem akan dikatakan berhasil kalau pengoperasian sistem itu mengenai sasaran atau tujuannya.



3. Klasifikasi Sistem

  • Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai:

    a. Sistem ABSTRAK (Abstract system )
    Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide.
    Contoh :
    Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia.

    b. Sistem FISIK (Physical system)
    Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya.
    Contoh : Sistem Komputer
    Sistem Akuntansi
    Sistem Produksi

    c. Sistem ALAMIAH (Natural system)
    Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses - proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia.
    Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan
    Sistem Solar : galaxy, tata surya

    d. Sistem buatan manusia (Human made system)
    Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia.
    Contoh : Sistem Informasi - manusia - komputer
    Man - machine system / human-machine system
    Interaksi antara manusia dan mesin

    e. Sistem Deterministik (Deterministic System )
    Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem
    deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan.
    Contoh : Sistem Komputer

    f. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System )
    Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas.
    Contoh : Sistem Manusia

    g. Sistem Tertutup (closed system)
    Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh
    lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup.
    Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )

    h. Sistem Terbuka (open system)
    Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh - pengaruh yang baik saja.
    Contoh : sistem kebudayaan Indonesia




source : http://viliaekameyana.blogspot.com/2008/03/sistem-informasi-konsep-pde-modul1.html



2. SISTEM INFORMASI:

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).
Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
1. Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
2. Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
3. Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.

Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
1. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
2. Manusia (people) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin.
3. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.

source : http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html


3. ANALISA SISTEM:



    Definis Analisa Sistem
    1. Menurut Mc Leod :
    ▫ Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.

    2. Pressman :
    ▫ Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.

    3. Yourdan :
    ▫ Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.

    4. Umum :
    ▫ Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.


FUNGSI SISTEM ANALIS :

Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user

source : http://iratyasningrum-ansis.blogspot.com/


4. METODE ANALISA SISTEM:




  • Tanya jawab (Interviews)


    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    • Pemilihan potential interviewees.
    • Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
    • Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
    • Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.
    2. Target dari metode.
    • Kunci pribadi dalam proses DFD.
    • Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.
    3. Keuntungan metode.
    • Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya
    sesuai situasi yang terjadi.
    • Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda
    berpikir hal ini dapat terjadi ?.
    • Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
    • Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.
    4. Kerugian metode.
    • Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
    • Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
    • Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.
    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
    • Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
    • Test kredibilitas dari interviewees.
    • Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
    • Memantapkan kredibilitas team.

    Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives,
    audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.




  • Kuesioner (Questionnaires)


    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    • Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
    • Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
    • Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
    2. Target dari metode.
    • Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi
    pemecahan sistem.
    • End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.
    3. Keuntungan metode.
    • Murah dan cepat dari pada interviews.
    • Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang
    dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih.
    • Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
    • Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.
    4. Kerugian metode.
    • Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
    • Analis melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi
    end-user.
    • Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk
    mengembalikan kuesioner.
    • Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.
    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
    • Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
    • Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
    • Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.




  • Observasi (Observation)


    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    • Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
    • Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan
    pengolahan lembar kerja.
    2. Target dari metode.
    • Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)
    3. Keuntungan metode.
    • Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
    • Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
    • Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui
    bahwa mereka sedang diamati).
    • Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.
    4. Kerugian metode.
    • Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
    • Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin
    tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
    • Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.
    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
    • Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
    • Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya
    tidak terjadi (dibuat-buat).

    Tip praktis dalam melakukan observasi :
    a. Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
    Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi
    yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
    b. Buat catatan yang ringkas.
    c. Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat
    tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan
    mengurangi gangguan.
    d. Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
    e. Jangan melakukan observasi tanpa rencana..




  • Prosedur analisis (Procedure Analysis)


    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    • Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan
    aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow
    diagram (DFD).
    • Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem.
    • Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan
    volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya
    dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
    2. Target dari metode.
    • Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
    • Proses dalam DFD.
    3. Keuntungan metode.
    • Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences)
    yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
    • Prosedur aliran dapat dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk
    melakukan observasi.
    4. Kerugian metode.
    • Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
    • Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.
    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
    • Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan
    yang baik.
    • Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
    • Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.




  • Pengamatan dokumen (Document Survey)


    1. Bagaimana metode itu digunakan.
    • Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow
    diagram).
    • Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
    • Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi
    field (ukuran dan tipe), frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya
    (coding structure).
    2. Target dari metode.
    • Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).
    3. Keuntungan metode.
    • Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
    • Permulaan elemen kamus data.
    • Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
    4. Kerugian metode.
    • Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami
    kebanjiran dokumen dan laporan).
    5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
    • Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan
    analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis
    dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).




  • Sampling


    Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk
    memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya
    tidak mengalami kegagalan atau ancaman.


source : http://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi7.html

5. ALAT ANALISA SISTEM:


A. Diagram Aliran Data (DAD)
Melalui suatu teknik analisa data terstruktur yang disebut dengan diagram aliran data (DAD), penganalisis sistem dapat merepresentasikan proses-proses data dalam organisasi. Pendekatan aliran data menekankan logika yang mendasari sistem. Dengan menggunakan kombinasi dari empat simbol, penganalisis sistem dapat menciptakan sesuatu gambaran proses-proses yang bisa menampilkan dokumentasi sistem yang solid.
DAD hanya terdiri dari empat simbol-simbol yang digunakan yaitu:

1. Elemen-elemen lingkungan yang berhubungan dengan sistem.
Elemen-elemen lingkungan berada di luar batas sistem. Elemen ini menyediakan sistem input data dan menerima output data sistem. Pada DAD, tidak disebutkan perbedaan antara data dan informasi. Semua arcs dipandang sebagai data. Nama terminator digunakan untuk menggambarkan elemen lingkungan yang menandai titik-titik berakhirnya sistem. Terminator digambarkan dalam DAD dengan suatu kotak atau segi empat. Tiap simbol terminator diberi label nama elemen lingkungan.

2. Proses
Proses adalah sesuatu yang mengubah input menjadi output. Proses dapat digambarkan dengan lingkaran segi empat horizontal atau segiempat tegak dengan sudut-sudut yang membulat. Tiap simbol proses diidentifikasikan dengan label.

3. Arus data
Arus data terdiri dari sekelompok elemen data yang berhubungan secara logis yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau proses yang lain. Tanda panah digunakan untuk menggambarkan arus itu. Panah tersebut dapat digambarkan sebagai garis lurus atau garis yang melengkung.

4. Penyimpanan Data
Jika data perlu dipertahankan karena sesuatu sebab, maka digunakan penyimpanan data. Dalam istilah DAD, penyimpanan data adalah suatu penampungan data. Dalam hal menggambarkan penyimpanan data tersedia pilihan satu set garis paralel, segi empat terbuka atau bentuk lonjong.



B. Bagan Alir (Flowchart)
Bagan Alir (Flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika (Jogiyanto H.M., 2001, 715). Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Bagan alir merupakan serangkaian simbol standar untuk mendeskripsikan melalui gambar prosedur pemrosesan transaksi yang digunakan perusahaan dan arus data yang melalui sistem. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir, analis sistem atau pemrogram dapat mengikut pedoman­-pedoman sebagai berikut

1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.

2. Kegiatan dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.

3. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya.

4. Masing-masing kegiatan dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan, misalnya:
a. “Persiapkan” dokumen
b. “Hitting” total bayar

5. Masing-masing kegiatan dalam bagan alit hares dalam urutan yang semestinya.

6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung.

7. Gunakan simbol-simbol bagan alir yang standar.
Ada lima macam bagan alir, yaitu sebagai berikut ini :
a. Bagan Alir Sistem (Systems Flowchart)
Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan ants pekerjaan secara keseluruhan dart sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dan prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
b. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir fonnulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan ants dart laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
c. Bagan alir skematik (Schematic Flowchart)
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol­simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.
d. Bagan Alir Program (Program Flowchart)
Bagan alir program (program flowchal4) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkalt dart proses program. Bagan alir program ini dibuat dart ferivikasi bagan alir sistem.
Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alir logika program ini dipersiapkan oleh analisis sistem.
Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.
e. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)
Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem yang menggambarkan proses dalam suatu prosedur. Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur, dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan (Jogiyanto H.M., 2001, 716).



source : http://dormatio.blogspot.com/2012/12/alat-bantu-perancangan-sistem.html

Lihat profil user

12 Re: Tugas I : Analisa sistem on Wed Jul 31, 2013 11:49 am

A. sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

B. sistem informasi

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

C.analisa sistem

Tahap Analisa sistem merupakan kegiatan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan – permasalahan, kesempatan – kesempatan, hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan – kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya
a. Mengidentifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal dari analisa sistem. Dalam tahap ini didefinisikan masalah yang harus dipecahkan dengan munculnya pertanyaan yang ingin dipecahkan.
b. Memahami Kerja Sistem yang Ada
Langkah ini dilakukan dengan mempelajari secara rinci bagaimana sistem yang sudah ada berjalan. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian terhadap sitem.
c. Menganalisis Sistem
Berdasarkan data yang sudah diperoleh maka dilakukan analisa hasil penelitian yang sudah dilakukan untuk mendapatkan pemecahan masalah yang akan dipecahkan
d. Membuat Laporan
Laporan perlu dibuat sebagai dokumentasi dari penelitian. Tujuan utamanya adalah sebagai bukti secara tertulis tentang hasil analisa yang sudah dilakukan.


sumber : http://artidari.blogspot.com/2012/04/tahap-analisis-sistem.html

D. Metode analisa sistem

•  1. • Analisa SWOT• Cost-Benefit AnalisysMetodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi DesainPertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia MalangOleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  2. Analisis SWOT digunakan untuk menilai (evaluasi) dan menilai ulang (re-evaluasi) suatuhal yang tela diputuskan sebelumnya untuk meminimalkan resiko. Mengoptimalkan segi positif dan meminimalkan segi negatif pada keputusan desain yang telah diambil. • Kekuatan (Strenght) • Kelemahan (Weakness) • Kesempatan (Opportunity) • Ancaman (Threat) Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  3. Hasil dari kajian keempat hal tersebut, kemudian disimpulkan untuk menentukanstrategi pemecahan masalah, perbaikan, pengembangan, dan optimalisasi denganjalan menggunakan beberapa strategi penyusunan kesimpulan : Strategi PE-KU Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn. • Peluang dan Kekuatan, mengembangkan peluang menjadi kekuatan Strategi PE-LEM • Peluang dan Kelemahan, mengembangkan peluang untuk mengatasi kelemahan Strategi A-KU • Ancaman dan Kekuatan, mengenali dan mengantisipasi ancaman untuk menambah kekuatan Strategi A-LEM • Ancaman dan Kelemahan, mengenali dan megatisipasi ancaman untuk meminimalkan kelemahan

•  4. Introduction to KFCKentucky Fried Chicken KFC adalahsalah satu makanan cepat saji terbesar didunia dengan konsep waralaba. Hadir diberbagai negaraseluruh dunia dan telah mampumembangun reputasi secarainternasional di beberapa benua. KFCdimulai di Amerika Serikat pada tahun1930-an, dan telah tumbuh menjadiperusahaan multi-domestik. KFCdifokuskan pada pasar luar negeri sejak1960-an dantelah menemukan tantangan baru hariini, yakni menakluk-kan Asia. Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  5. History• Kentucky Fried Chicken (KFC) didirikan oleh Kolonel Harland Sanders (lahir pada 9 September 1890) pada usia 65 tahun. KFC saat ini menjadi salah satu bisnis terbesar dari industri jasa makanan global dan secara luas dikenal di seluruh dunia sebagai wajah Kolonel Sanders. Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn.• Setiap tahun, lebih dari satu miliar ayam goreng KFC di konsumsi. KFC, yang dibngun oleh Kolonel Sanders telah menyebar ke lebih dari 80 negara di dunia. Old commercial New commercial First restaurant

•  6. • 1952, Kolonel Sanders memulai waralaba resepnya door to door dengan biaya $ 105,00• 1964, Kolonel Sanders memiliki lebih dari 600 outlet waralaba di Amerika Serikat dan Kanada.• 1964, sahamnya terjual kepada Massey & Brown sebesar $ 2 juta.• 1966, KFC go public• 1969, terdaftar di NYSE• 1971, KFC diakuisisi oleh Heublein Inc. seharga $ 285 juta.• 1982, Heublein & KFC Inc. diakuisisi oleh RJ Reynolds• 1986, RJ Reynolds & KFC, diakuisisi oleh Pepsi Co, Inc. $ 840 juta• 1997, Pepsi Co, Inc. spined-off untuk Tricon Restaurant Global.• 2002, Tricon berubah nama perusahaan menjadi Yum! Inc. Sekarang : • Yum Brands, Inc. adalah perusahaan restoran terbesar di dunia dengan hampir 32.500 unit sistem di lebih dari 100 negara dan wilayah. • Nilai saham Yum! Inc. saat ini di NYSE adalah $ 9,7 Miliar. Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  7. Strength (Kekuatan) • KFC terus mendominasi segmen ayam goreng, dengan penjualan 4,4 miliar pada tahun 1999. • Basis pelanggan KFC kuat, tetap setia pada merek KFC karena rasa yang unik. • KFC terus mendominasi makan malam dan mengambil segmen Industri. • Merek dan resep yang kuat.. • Peringkat tertinggi di antara semua rantai restoran ayam untuk kenyamanan dan berbagai menu. • Hasilkan $ 1 milyar setiap tahun.Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi DesainPertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia MalangOleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  8. Weakness (Kelemahan)• KFC kehilangan pangsa pasar disaat meningkatnya penjualan jaringan Ayam goreng lainnya.• KFC berbagi penjualan di segmen ayam, jatuh dari 71 persen tahun 1989, menjadi kurang dari 56 persen pada tahun 1999, 10 tahun turun 15 persen.• Leader KFC di pasar AS begitu luas dan banyak, yang mengakibatkan memiliki kesempatan lebih sedikit untuk memperluas restoran, yang hanya tumbuh sekitar 1 persen per tahun.• Gagal untuk peringkat di atas 20 dalam pertumbuhan pada tahun 2000.• Kurangnya pengetahuan tentang pelanggan.• Over-franchising menyebabkan hilangnya kontrol dan kualitas.• Kurangnya fokus pada R & D. Metodologi Desain / Metode Metode Analisis untuk Evaluasi Desain Pertemuan ke-X / Jurusan TI-DG & Multimedia - STMIK Asia Malang Oleh : Aditya Nirwana, S.Sn.

•  9. Opportunity (Peluang)• McDonald menyumbang 35 persen dari segmen Sandwich sementara Burger King di urutan, dengan pangsa pasar 16 persen.• Penjualan Burger King di tiap outletnya tetap datar, sedangkan penjualan Hardee menurun sebesar 10 persen.• Pada segmen keluarga, Shoney and Friends terpaksa menutup restoran karena keuntungan menurun.• Pada segmen Pizza, Pizza Hut mengalami kinerja yang buruk dan Little Caesars menutup restoran.• Boston Market adalah sebuah jaringan restoran baru yang menekankan ayam panggang daripada ayam goreng. Dan pada tahun 1999, Boston Market segera memasuki proses Kepailitan.• Gereja memperluas menu untuk memasukkan sayap ayam, kerbau, makaroni dan keju, kacang-kacangan dan beras.• Umur 35 sampai 50 merupakan kelompok pelanggan terbesar untuk restoran cepat saji.

•  10. Threat (Ancaman)• McDonald dengan penjualan lebih dari 19 miliar pada tahun 1999, menyumbang 15 persen dari penjualan atas 100 negara.• McDonald menghasilkan penjualan $ 1,5 juta per tahun di setiap outlet.• Sebagian besar pertumbuhan di rumah-rumah makan berasal dari konstruksi unit baru di pasar pinggiran kota dan kota kecil.• Dalam Segmen Keluarga, Steak n Shake dan restoran Cracker Barrel menguasai pasar dengan lebih dari 10 persen.• Popeye, kompetitor langsung KFC meraih 1 milyar dolar penjualan.


sumber : http://www.slideshare.net/AdityaSasongko/10-metodologi-desain-metode-analisis-untuk-evaluasi-desain

E. alat analisa sitem
Alat bantu perancangan sistem
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
• ASI (Aliran Sistem Informasi)
• Context Diagram
• DFD (Data Flow Diagram)

sumber : http://gho-blogs.blogspot.com/2012/02/alat-bantu-dalam-perancangan-sistem.html

Lihat profil user http://andreanyudith.blogspot.com/

13 Artikel tentang sistem on Thu Aug 01, 2013 10:12 pm

A. Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

dari penjabaran pengertian tentang sistem diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa sistem itu memang kompleks dan sangat terkait dengan hal yang ada didalamnya, karena sistem tidak akan jalan apabila salah satu elemen sistem tersebut tidak jalan.
Sumber: http://pengertiansisteem.blogspot.com/


B. Sistem informasi

Sistem informasi

Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.

Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi


C. Analisa sistem

  FUNGSI SISTEM ANALIS :

  Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
  Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
  Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
  Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user

1. Definis Analisa Sistem menurut Mc Leod :

▫ Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.

2. Pressman :

▫ Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.

3. Yourdan :

▫ Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.

4. Umum :

▫ Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

5. Siklus hidup pengembangan sistem

5.1. Perancangan sistem

5.2. Analisa sistem

5.3. Rancangan sistem general

5.4. Evaluasi dan pemilihan sistem

5.5. Rancangan sistem terinci

5.6. Implementasi sistem

6. Tahap Front End pengembangan sistem

6.1. Perencanaan sistem

6.2. Analisa sistem

6.3. Rancangan Sistem General

6.4. Evaluasi dan pemilihan sistem

7. Tahap Back End pengembangan sistem

7.1. Rancangan sistem terinci

7.2. Implementasi sistem

Sumber: http://iratyasningrum-ansis.blogspot.com/

[/color]
D. Metode analisa sistem

Sebuah sistem informasi perusahaan yang baik tidak terlepas dari sistem informasi itu dibangun.  Analisis dan perancangan sistem informasi merupakan suatu mata kuliah yang mempelajari bagaimana membangun sebuah sistem informasi yang baik.

Sebelum kita membangun sebuah sistem informasi, tentunya kita perlu mengetahui gambaran tentang sistem informasi apa yang diperlukan oleh sebuah perusahaan.  Sistem Informasi adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bertugas mengorganisasi mencatat / merekam ke dalam database dan mengelola data untuk menghasilkan informati berguna yang mendukung sebuah organisasi beserta karyawan, pelanggan, pemasok, dan rekanannya. Untuk itu sistem informasi perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa klasifikasi, yaitu:



Transaction Processing System (TPS) / sistem pemrosesan transaksi memproses transaksi bisnis seperti pesanan, kartu absensi, pembayaran,dll.

• Management Information System (MIS) / Sistem Informasi Manajemen menggunakan data transaksi untuk menghasilkan informasi yang diperlukan para manajer untuk menjalankan bisnis.

• Decision Support System (DSS) / Sistem Pendukung Keputusan membantu para pembuat keputusan mengidentifikasikan atau memilih antara pilihan atau keputusan.

• Executive Information System (EIS) / sistem informasi eksekutif disesuaikan dengan kebutuhan informati unik para eksekutif yang merencanakan bisnis dan menilai performa terhadap rencana tersebut.

• Expert System/Sistem Ahli meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan pemecah masalah ahli atau pengambil keputusan kemudian mensimulasikan “pemikiran” ahli tersebut.

• Communication and Collaboration System / sistem komunikasi dan kolaborasi meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara orang-orang dalam maupun luar organisasi.

• Office automation system / sistem otomatisasi kantor memhantu para karyawan membuat dan berbagi dokumen yang mendukung aktivitas kantor sehari-hari.

LINGKUP PESERTA PEMBUATAN SISTEM INFORMASI

Di dalam pembuatan sebuah sistem informasi, tentunya kita perlu mengetahui siapa yang perlu terlibat atau yang dikaitkan dengan pembuatan  sistem. Istilah orang yang memiliki ketertarikan pada sistem informati yang sudah ada atau ditawarkan dinamakan Stakeholder . Stakeholder bisa termasuk pekerja teknis dan nonteknis, bisa juga termasuk pekerja dalam dan luar.

Terdapat beberapa stakeholder di dalam pembuatan sistem, yaitu :

1. Pemilik Sistem (System Owner), yaitu seseorang / sekumpulan orang yang memutuskan / menentukan sebuah sistem yang akan dibangun. Biasanya pemilik sistem ini berasal dari kalangan manajemen. Biasanyan pemilik sistem lebih tertarik pada keuntungan yang didapat setelah sistem tersebut digunakan.

2. Pengguna Sistem (System User) adalah seseorang / sekumpulan orang yang menggunakan sistem informasi sehari-hari. Dalam menganalisis pengguna sistem informasi perlu dibedakan apakah pengguna seorang pengambil keputusan, spesialisasi (akuntansi, pengacara,dll) atau pengguna administrasi dan layanan dimana mengerjakan proses pemasukan data ke sistem dilakukan. Perlu diperhatikan bahwa pengguna sistem informasi juga bisa berasal dari luar perusahaan, seperti pelanggan, pemasok atau karyawan yang sedang bekerja diluar perusahaan.

3. Perancang Sistem (System Designer) adalah seseorang / sekelompok orang yang mempunyai kemampuan untuk merancang sistem informasi. Perancang sistem biasanya mempunyai keahlian khusus dalam bidang penggunaan teknologi informasi seperti

a. Administrasi database – spesialis dalam teknologi database yang akan digunakan untuk mendesain dan mengkoordinasikan perubahan ke database perusahaan.

b. Arsitek jaringan – spesialis merancang dengan menggunakan teknologi jaringan atau telekomunikasi.

4. Pembangun System (System Builder), yaitu seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membangun sistem informasi sesuai rancangan yang diberikan oleh perancang sistem. Sama seperti perancangan sistem, pembangun sistem juga mempunyai keahlian tertentu dalam menggunakan teknologi informasi.

Seperti dijelaskan di atas bahwa stakeholder terbagi atas kelompok teknis dan non teknis untuk itu diperlukan seseorang / sekelompok orang yang mempunyai kemampuan untuk menengahi kelompok teknis dan non teknis. Istilah individu atau kelompok disebut dengan analis sistem (System Analyst). Peran analis sistem sangat penting dalam keberhasilan merancang sistem informasi. Untuk itu beberapa kemampuan harus dipunyai oleh analis sistem, antara lain :

• Pengetahuan Teknologi Informasi baik yang sekarang maupun perkembangan teknologi informasi yang akan datang sehingga di dalam pembuatan sistem informasi sesuai dengan kondisi sekarang maupun yang akan datang.

• Pengalaman dan keahlian dalam pemograman komputer. Sulit dibayangkan jikalau seorang analis sistem tidak mempunyai kemampuan membuat program padahal analis sistem harus menterjemahkan non teknis ke teknis.

• Pengetahuan umum proses dan terminology bisnis – analis sistem harus mampu berkomunikasi dengan para ahli bisnis untuk memperoleh pemahaman masalah dan kebutuhan mereka.

• Keahlian pemecahan masalah yang umum. Seorang sistem analis harus mampu membagi masalah perusahaan yang besar ke beberapa bagian yang kecil.

• Keahlian berkomunikasi komunikasi baik secara oral maupun tertulis.

• Keahlian berelasi dengan orang. Kemampuan tersebut penting karena di dalam menggali kebutuhan pengguna. Kesulitan di dalam berelasi dengan pengguna tentunya akan membawa dampak pada hasil sistem informasi.

• Fleksibilitas dan adaptabilitas. Kemampuan fleksibilitas dan adaptibilitas sangat penting dalam menghadapi tantangan dan situasi yang unik pada sebuah perusahaan.

• Karakter dan etika. Seseorang analis sistem dituntut untuk mempunyai etika dan karakter yang baik karena akses analisis sistem ke dalam informasi perusahaan yang luas.

Pada akhirnya di dalam sebuah proyek sistem informasi biasanya seorang pimpinan proyek biasanya berasal dari seorang analis sistem yang bertugas untuk mengatur sumber daya, waktu, dan biaya demi keberhasilan sebuah proyek.

DAFTAR PUSTAKA

Jeffrey L. Whitten, Lonnie D. Bentley, Kevin C. Dittman. Method Analysis and Design. New York: McGraw0Hill Education, 2004.

Sumber: http://mansur12.wordpress.com/2009/04/01/konteks-metode-analisis-dan-desain-sistem/

E. Alat analisa sistem

2.5.1 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah tingkat paling atas dalam suatu sistem informasi,
yang menggambarkan sistem dalam suatu lingkaran dan menggambarkan seluruh
proses dalam suatu sistem.
Diagram konteks ini, berfungsi untuk memperlihatkan interaksi sistem
informasi tersebut dengan lingkungan dimana sistem tersebut diterapkan.

2.5.2 Diagram Aliran Data (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang
memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu
jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data,
baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan
nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model
fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan
kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD
adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi
sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur
data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program.

2.5.3 Kamus Data
Kamus data adalah suatu penjelasan tertulis mengenai data yang berada
dalam database. Kamus data ikut berperan dalam perancangan dan pembangunan
sistem informasi karena berfungsi untuk menjelaskan arti aliran data dan
menyimpan dalam menggambarkan data flow diagram, menjelaskan spesifikasi
nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut,
mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/2145947-alat-bantu-pembuatan-model-analisis/#ixzz2ajJ9hMri

Lihat profil user

14 Re: Tugas I : Analisa sistem on Sat Aug 10, 2013 10:50 am

A.Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemenyang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

B.Pengertian system informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.
Pengertian Sistem Informasi menurut beberapa Ahli
Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dariprosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

komponen sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.

     Karakter Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.

2. ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.

3. tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.

4. lingungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.

Klasifikasi Sistem :
• Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem produksi dll.)
• Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar
angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut humanmachine
system (contoh ; sistem informasi)
• Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak
ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian
dari sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer
sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.


Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
• Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang
berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian
besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua
sistem selalu berkembang.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam
strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu
dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan
dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan
biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.
Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar
yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,
bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai
bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain
pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman
dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah
hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang
tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan
perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi
khusus untuk menjalankan sistem.
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
1.      Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
2.      Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
3.      Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
4.      Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
5.      Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
6.      Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.


http://npermana.mhs.uksw.edu/2012/11/pengertian-sistem-informasi.html

C. Metode Kebutuhan Analis
Dalam melakukan tahap ini akan dicapai 4 tujuan, yaitu :
a. Menjelaskan sistem saat ini secara lengkap.
b. Menggambarkan sistem informasi yang ideal.
c. Membawa sistem informasi yang ideal ke kondisi saat ini dengan
  memperhatikan kendala sumber daya.
d. Memberi dorongan terhadap keyakinan pemakai kedalam team pengembangan
  sistem.

Tahap requirement analysis adalah tahap interaksi intensif antara analis
sistem dengan komunitas pemakai sistem (end-user), dimana team pengembangan
sistem menunjukkan keahliannya untuk mendapatkan tanggapan dan kepercayaan
pemakai, sehingga mendapat partisipasi yang baik.
Merupakan pekerjaan sulit untuk mendapatkan kesepakatan (skeptical) pemakai
tentang kebutuhan mereka dari sebuah sistem informasi, karena mungkin
pemakai mengalami kegagalan sistem informasi sebelumnya.
 
Keinginan pemakai

Tahap awal dalam requirement system adalah melakukan survey terhadap
keinginan pemakai dan menjelaskan sistem informasi yang ideal.
Ideal disini merupakan konsep daripada kenyataan, artinya bahwa tidak ada
sistem yang ideal (tidak ada sistem informasi yang sempurna) tetapi bersifat
subyektif saja. Kalau hal ini tidak dijelaskan secara mendalam dapat
menimbulkan perbedaan pandangan atau akan mengecewakan end-user.

Metode kebutuhan analisis

Perlu pemilihan metode pengumpulan data yang tepat selama melakukan
requirement system. Metode tersebut adalah interviews, questionnaires,
observation, procedure analysis, dan document survey.
Setiap metode akan dijelaskan secara mendalam sebagai berikut :

Tanya jawab (Interviews)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Pemilihan potential interviewees.
  • Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
  • Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
  • Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.
2. Target dari metode.
  • Kunci pribadi dalam proses DFD.
  • Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.
3. Keuntungan metode.
  • Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya
    sesuai situasi yang terjadi.
  • Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda
    berpikir hal ini dapat terjadi ?.
  • Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
  • Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.
4. Kerugian metode.
  • Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
  • Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
  • Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
  • Test kredibilitas dari interviewees.
  • Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
  • Memantapkan kredibilitas team.

Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives,
audience, format, weighting dan combining responses, and docummentation.

Kuesioner (Questionnaires)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
  • Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
  • Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
2. Target dari metode.
  • Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi
    pemecahan sistem.
  • End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  • Murah dan cepat dari pada interviews.
  • Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang
    dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih.
  • Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
  • Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.
4. Kerugian metode.
  • Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
  • Analis melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi
    end-user.
  • Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk
    mengembalikan kuesioner.
  • Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
  • Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
  • Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.

Observasi (Observation)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
  • Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan
    pengolahan lembar kerja.
2. Target dari metode.
  • Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)
3. Keuntungan metode.
  • Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
  • Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
  • Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui
    bahwa mereka sedang diamati).
  • Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.
4. Kerugian metode.
  • Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
  • Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin
    tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
  • Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
  • Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya
    tidak terjadi (dibuat-buat).

Tip praktis dalam melakukan observasi :
a. Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
  Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi
  yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
b. Buat catatan yang ringkas.
c. Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat
  tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan
  mengurangi gangguan.
d. Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
e. Jangan melakukan observasi tanpa rencana..

Prosedur analisis (Procedure Analysis)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan
    aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow
    diagram (DFD).
  • Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem.
  • Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan
    volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya  
    dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.
2. Target dari metode.
  • Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
  • Proses dalam DFD.
3. Keuntungan metode.
  • Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences)
    yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
  • Prosedur aliran dapat dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk
    melakukan observasi.
4. Kerugian metode.
  • Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
  • Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan
    yang baik.
  • Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
  • Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.

Pengamatan dokumen (Document Survey)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
  • Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow
    diagram).
  • Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
  • Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi
    field (ukuran dan tipe), frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya
    (coding structure).
2. Target dari metode.
  • Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).
3. Keuntungan metode.
  • Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
  • Permulaan elemen kamus data.
  • Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
4. Kerugian metode.
  • Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami
    kebanjiran dokumen dan laporan).
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
  • Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan
    analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis
    dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).

Sampling

Sampling dapat membantu mengurangi waktu dan biaya. Perlu kecermatan untuk
memilih sample dari populasi, sehingga membutuhkan keahlian statistik supaya
tidak mengalami kegagalan atau ancaman.  

Kendala sumber daya

a. Waktu
  Sebuah pengantian sistem harus diutarakan dalam kerangka kerja sejak
  sistem mengalami penurunan fungsi dengan cepat. Kendala waktu ini dapat
  mempengaruhi analis untuk mempertimbangkan inovasi teknologi yang tidak
  mungkin dioperasikan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu perlu
  membutuhkan waktu yang cukup supaya memiliki kelonggaran waktu sehingga
  dapat membuat alternatif yang paling baik.  
b. Uang
  Sistem informasi yang ideal akan membutuhkan biaya yang mahal, sehingga
  membutuhkan  pendanaan yang cukup. Hal ini akan terjadi karena terjadi
  persaingan dengan para pesaingnya dimana mereka menanamkan investasi
  yang besar dalam sistem informasinya.
c. Keahlian.
  Staff sistem informasi mungkin tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman
  yang cukup seperti masalah telekomunikasi, integrasi database, dan
  interactive setting. Perusahaan dapat mengkontrak konsultan untuk
  menambah kemampuan mendesain. Hal ini nantinya akan diperhadapkan pada
  kendala biaya yang dikeluarkan untuk tenaga konsultan.
d. Teknologi.
  Kebutuhan teknologi mungkin akan menjadi masalah utama dalam mendukung
  kerja sistem, sehingga perlu memperhatikan perkembangan teknologi terus-
  menerus, yang konsekuensinya terjadi pengeluaran biaya yang besar dan
  jangan sampai teknologi yang dipakai ketinggalan dari para pesaingnya.
e. Faktor ekternal.
  Banyak kendala yang datang dari luar setting design, seperti pencegahan
  menggunakan teknologi eksotik (exotic of technologies), mencegah
  memelihara data lokal dalam sebuah sistem database pusat, dan sebagainya.

Dokumen kebutuhan analisis

1. Arahan (conduct) analisis.
  • Hubungan dengan pemakai akhir.
  • Menganalisa records, forms dan laporan.
  • Pengamatan proses.
  • Menganalisa metode yang digunakan.
  • Permasalahan dalam pengumpulan data.
2. Kebutuhan pemakai.
  • Apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya.
  • Kebutuhan laporan (jenis dan frekuensinya).
  • Kebutuhan pelatihan.
  • Pengaruh sistem baru.
3. Kendala sistem.
  • Menjelaskan kendala waktu, biaya, keahlian, teknologi dan faktor
    ekternal.
  • Realistik sistem.
4. Dokumentasi.
  • Intrumen pengumpulan data (kebutuhan kuesioner, interview).
  • Konsensus statistik.
  • Aliran data secara logikal dan phisik.
  • Element awal dalam kamus data.

Daftar Pustaka


1. Martin, Merle P., Analysis And Design of Business Information Sytems,  
  Macmillan Publishing Company, New York, 1991.


http://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi7.html

4. Analisa Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.
• Penguraian dari suatu Sistem Informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
Tahapan Analisis sistem
• Tahap analisis merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting, karena kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya
• Hasil dari analisis sistem adalah:
laporan yang dapat menggambarkan sistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yag akan dibuat atau dikembangakan.
Tujuan Analisis Sistem
• Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
• Membantu para pemngambil keputusan
• Mengevaluasi sistem yang telah ada
• Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru
• Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem
Yang perlu diperhatikan oleh Analisis Sistem
• Mempelajari permasalahan yang ada secara terinci
• Menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam memecahkan masalah
• Membuat suatu pertimbangan apakah perlu atau tidak menggunakan cara komputerisasi.
Langkah langkah dalam Pengerjaan Analisis sistem
• Mengidentifikasi masalah
• Mengidentifikasi penyebab masalah
• Analisis sistem
• Mengidentifikasi solusi dari masalah
• Analisis Kebutuhan
• Mengidentifikasi data apa dan proses apa yang dibutuhkan pada sistem baru.
• Menentukan kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem baru
Kebutuhan fungsional
• Menunjukkan what the system should do.
• Menunjukkan fasilitas apa yang dibutuhkan serta aktivitas apa saja yang terjadi dalam sistem baru.
Kebutuhan fungsional mencakup:
• Fungsi deskripsi kebutuhan
• Laporan baik hardcopy maupun softcopy
• Updating dan query online
• Penyimpanan data, pencarian kembali dan transfer data

Kebutuhan Non Fungsional mencakup:
• Waktu respon
• Rata-rata waktu untuk kegagalan
• Kebutuhan keamanan
• Akses untuk pengguna yang tidak punya hak apa-apa, dicantumkan juga boleh

http://susipujiastuti.wordpress.com/2008/10/26/pengertian-analisis-sistem-informasi/

Lihat profil user

15 Re: Tugas I : Analisa sistem on Thu Aug 15, 2013 10:15 pm

1. Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

2. Sistem Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

3. Analisa Sistem/Analisis Sistem
1. Definis Analisa Sistem menurut Mc Leod :
▫ Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
2. Pressman :
▫ Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.
3. Yourdan :
▫ Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
4. Umum :
▫ Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.
http://iratyasningrum-ansis.blogspot.com/
Analisis system didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam begian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkn perbaikkan.
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan system dan sebelum tahap desain system. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kesalahan dalam tahap ini menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Misalanya anda diharapkan pada seuatu masalah untuk menentukan seberapa jauh system tersebut telah mencapai sasarannya. Jika system mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya. Tugas ini yang disebut sebagai analisis system. Tugas utama dari proses analisis system meliputi :
• Menetukan lingkup system
• Mengumpulkan fakta
• Menganalisis fakta
• Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis system
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita, situasi dan relasi yang menjamin analisis dan pemodelan.
FUNGSI SISTEM ANALIS :
1. Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
2. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
3. Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user


4. Metode Analisis Sistem
Langkah-langkah analisis system
Langkah-langkah dasar yang dilalui dalam analisis system adalah :
1. Identify, mengidentifikasi masalah
2. Understand, memahami kerja system yang ada
3. Analyze, menganalisis system
4. Report, membuat laporan
http://hidanfirdaus.blogspot.com/2010/05/analisis-sistem.html


5. Alat Analisa Sistem
Alat Bantu Analisa Sistem :
1. Bagan Alir Dokumen,
digunakan untuk mendifinisikan hubungan antar bagian (pelaku proses), proses manusia (manual) maupun komputer, dan aliran data (dalam bentuk dokumen input dan output)

2. Bagan Alir Sistem.
Bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan prosedur yang ada di dalam sistem dan menunjukkan apa yang dikerjakan sistem.
Pedoman Membuat Bagan Alir
• Digambar dari atas ke bawah dimulai dai kiri suatu halaman
• Kegiatan di dalam flowchart harus ditunjukkan dengan jelas
• Harus ditunjukkan dari mana kegiatan dimulai (start) dan dimana akan berakhir (end)
• Masing-masing kegiatan flowchart harus di dalam urutan yang semestinya (bagian/unit)
• Kegiatan yang terpotong dan disambung di halaman lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung.

http://anakmulus.blogspot.com/2011/04/analisa-sistem.html



Lihat profil user

16 ARTIKEL TENTANG SISTEM on Fri Aug 23, 2013 10:28 pm

1 Pengertian Sistem[/b]
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Esensinya sistem terdiri dari:
1. komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
- perangkat keras/hardware,
- perangkat lunak/software,
- prosedur-prosedur/procedure,
- perangkat manusia/brainware, dan
- informasi/information itu sendiri;
2.serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu:
- input,
- proses/process,
- output,
- penyimpanan/storage dan
- komunikasi/communication.
Pengertian sistem menurut Wikipedia indonesia adalah sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

http://liavietri.blogspot.com/2010/02/pengertian-sistem.html

2. Sistem Informasi (SI) [1]
adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[3]
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.[5]
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.[6]
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.[7]
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [8]

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
3. Analisa System Informasi
Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.
Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).

http://blog.re.or.id/analisis-sistem-informasi.htm
4. Metode analisa sistem
Metode Prototyping sebagai suatu paradigma baru dlam pengembangan
system informasi akuntansi tidak hanya sekedar suatu evolusi tetapi
merevolusi pengembangan system informasi yang lama yaitu system SDLC.
Prototype merupakan model kerja dari sebuah system informasi akuntansi
yang belum lengkap. Para pengembang system informasi melakukan
pertemuan-pertemuan intensif dengan user untuk menampung informasi
yang akan dijadikan dasar dalam disajikan kelak. Prototype yang dihasilkan
kemuadian dipresentasikan kepada user dan user diberikan kesempatan
untuk memberikan masukan-masukan sehingga system informasi akuntansi
yang dihasilkan betul-betul sesuai dengan keinginan dan kebutuhan user.
Perubahan dan presentasi prototype ini dapat dilakukan berkali-kali sampai
dicapai kesepakatan bentuk system informasi akuntansi yang akan
diterapkan.
 Metode prototype dirancang agar dapat menerima perubahan-perubahan
dlam rangka menyempurnakan protitipe yang sudah ada sehingga pada
akhirnya dapat menghasilkan system informasi akuntansi yang dapat
diterima dan perubahan-perubahan yang terjadi dianggap dapat merupakan
sebagian dari proses pengembangan itu sendiri.SDLC (System Development Liv

Metode Rapid Application Development (RAD) adalah
penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur
dengan mengintegrasikan beberapa metode seperti metode
SDLC , Prototyping dan Join Application Depelopment yang
bertujuan untuk mempercepat pengembangan sistem
informasi

Metode-metode tradisional untuk menganalisis dan
mengembangkan sistem informasi menurut beberapa ahli
dirasakan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bila
diterapkan dalam lingkungan/culture yang berbeda,
sehingga lahirnya metode baru yang memasukan unsur
budaya sebagai tahapan dalam pengembangan sistem
informasi.
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/374/jbptunikompp-gdl-lilispuspi-18691-13-pertemua-v.pdf

5. Alat analisa sistem
Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu :

1. Alat bantu perancangan sistem
2. Alat bantu perancangan logika program
3. Alat bantu perancangan database
Alat bantu perancangan sistem
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
• ASI (Aliran Sistem Informasi)
• Context Diagram
• DFD (Data Flow Diagram)
2. Alat Bantu Perancangan Logika Program
Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :
• Struktur Program
• Flowchart
3. Alat Bantu Perancngan Database
Adapun alat bantu dalam perancagan database terdiri dari 2 bagian yaitu :
• Entity Relationship Diagram (ERD)
• Normalisasi Database

http://gho-blogs.blogspot.com/2012/02/alat-bantu-dalam-perancangan-sistem.html

Lihat profil user

17 Tugas Analisa Sistem on Sun Aug 25, 2013 10:29 am

Arrow Sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

Karekteristik Sistem
Jogianto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni :

1). Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2). Batasan sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3). Lingkungan Luar Sistem.

Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. sedang lingkunagn luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kalangsungan hidup dari sistem.

4). Penghubung Sistem
Penghubung (interfance) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.

Sedangkan menurut Burch dan Grundnitski (dalam Jogiyanto 2005 :196) desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

Jogianto HM. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Andi. Yogyakarta.

Arrow Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
   Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem inimenyimpan,  mengambil, mengubah,mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
   Sistem informasi terdiri dari komponenkomponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol.  
   Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran Sistem informasi terdiri dari elemen - elemenyang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data.


Arrow Analisa Sistem:

1. Definis Analisa Sistem menurut Mc Leod :
Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
2. Pressman :
Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.
3. Yourdan :
Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
4. Umum :
▫ Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

Like a Star @ heaven Kerangka analisis dan desain sistem
Like a Star @ heaven PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Like a Star @ heaven Sistem Analisis
Like a Star @ heaven Pemodelan data
Like a Star @ heaven Pemodelan Proses
Like a Star @ heaven Metoda perancangan dan konstruksi sistem
Like a Star @ heaven Implementasi sistem
Blog pada WordPress.com. | Tema: Greyzed oleh The Forge Web Creations.

Arrow Alat Bantu Pembuatan Model Analisis Sistem

@  Diagram Konteks
Diagram konteks adalah tingkat paling atas dalam suatu sistem informasi,
yang menggambarkan sistem dalam suatu lingkaran dan menggambarkan seluruh
proses dalam suatu sistem.
Diagram konteks ini, berfungsi untuk memperlihatkan interaksi sistem
informasi tersebut dengan lingkungan dimana sistem tersebut diterapkan.


@ Diagram Aliran Data (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang
memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu
jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data,
baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan
nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model
fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan
kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD
adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi
sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur
data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program.


@  Kamus Data
Kamus data adalah suatu penjelasan tertulis mengenai data yang berada
dalam database. Kamus data ikut berperan dalam perancangan dan pembangunan
sistem informasi karena berfungsi untuk menjelaskan arti aliran data dan
menyimpan dalam menggambarkan data flow diagram, menjelaskan spesifikasi
nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut,
mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran


http://gudangartikels.blogspot.com/2011/04/diagram-aliran-data-dfd.html

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik