Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Pilih halaman : 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 2]

1 Lambang Prof3sional on Wed May 22, 2013 1:00 pm

admin


Admin
dikumpul disini...

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Lambang Profesional POLRI on Wed May 22, 2013 2:35 pm

Kepolisian Negara
Republik Indonesia




Lambang Polri


Singkatan : POLRI
Didirikan : 1 Juli 1946
Motto : Rastra Sewakottama
Dasar hukum : UU No.2 Tahun 2002

Struktur yurisdiksi


Kedudukan : Badan Pemerintah Pusat
Wilayah hukum : Nasional Indonesia
Badan nasional : Pemerintah Indonesia
Tugas utama : Memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakt


Struktur operasional


Kapolri : Jenderal Polisi Timur Pradopo
Markas besar : Jakarta
Bertanggung jawab kepada : Presiden Republik Indonesia


Situs Resmi


Situs :www.polri.go.id

Sumber : [url=id.wikipedia.org/.../Kepolisian_Negara_Republik_Ind]id.wikipedia.org/.../Kepolisian_Negara_Republik_Ind[/url]

Lihat profil user

3 LEMBAGA PROFESIONAL (PDGI) on Wed May 22, 2013 7:15 pm



SEJARAH

PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) merupakan satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun dokter gigi di indonesia yang didirikan di Bandung pada tanggal 22 Januari 1950 Pengurus Besar PDGI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia. Saat ini PDGI telah memiliki 14 Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi dan 188 Pengurus cabang ditingkat kabupaten/kota ditambah 3 calon pengurus wilayah dan 10 calon pengurus cabang PDGI yang baru. Berdasarkan pendataan dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), jumlah dokter gigi yang teregistrasi sampai dengan Februai 2009 mencapai kurang lebih 19.000 orang.

VISI

Menjadi organisasi yang terpandang secara nsional, regional dan global yang mengarahkan dan mengayomi seluruh dokter gigi, demi tercapainya profesionalisme yang kompetitif serta terwujudnya



MISI

Membangun mekanisme, konsolidasi-koordinasi pusat sampai dengan cabang.
Meningkatkan aliasi strategis dengan pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional dalam menunjang perkembangan keprofesian dan pembangunan kesehatan.
Meningkatkan sistem dan pelaksanaan pendidikan profesi kedokteran gigi berkelanjutan secara efisien dan merata.
Meningkatkan kapasitasi organisasi Pusat, Pengwil, Cabang.
Menetapkan standar profesi, standar pelayanan, standar kompetensi dan standar uji kompetensi.
Sosialisasi dan pemantapan pelaksanaan UUPK No. 29 tahun 2004 serta Peraturan maupun Kebijakan lain yang Terkait.
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam arti seluas-luasnya.


SUMBER : http://www.pdgi.or.id/info/get/about_us]

Lihat profil user

4 Re: Lambang Prof3sional on Wed May 22, 2013 7:30 pm



IKATAN SEKRETARIS INDONESIA

Lihat profil user



BAPIN – ISMKI

[size=12]
Berdiri pada 24 Sepetember 2005 di Fakultas Universitas Samratulangi Manado. BAPIN ISMKI merupakan badan kelengkapan di bawah Ikanat Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).

Pada saat periode kepengurusan 2005-2007: PERIODE GENERASI PEMIMPIN, sekjen ISMKI memberi solusi atas ketidakjelasan sistem dan mekanisme ISMKI. Di awal kepengurusan Komite Ilmiah Nasional atas ijin rekomendasi dari Munas ISMKI dirubah menjadi Badan Semi Otonom (BSO) ISMKI, yaitu Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) ISMKI yang lebih independen dalam mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Selain perubahan dan penetapan sistem di awal, beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada periode ini adalah: Menetapkan Badan Semi Otonom ISMKI sebagai garda terdepan aktifitas ISMKI, yaitu: Badan Pers Nasional (BPN), Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN), Indonesian Standing Committee on Reproductive including Aids (SCORA), Pendidikan dan Profesi Kedokteran (Pendpro) ISMKI, dan Social Service Center (SSC) ISMKI.
VISI
Memajukan dunia keilmiahan di kalangan mahasiswa kedokteran Indonesia sehingga tercipta mahasiswa kedokteran yang kritis, peka terhadap lingkungan, tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan memiliki kompetensi serta daya saing



MISI

1. Mengadakan kegiatan-kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan internasional
2. Mendorong lembaga-lembaga ilmiah fakultas kedokteran di Indonesia untuk lebih profesional dan mapan
3. Membantu mempersiapkan pembentukan lembaga ilmiah di setiap fakultas kedokteran di Indonesia yang belum mempunyai lembaga ilmiah
4. Berperan aktif merespon segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia kesehatan dan kedokteran



LAMBANG DAN FILOSOFI

(1) Lambang organisasi berwarna merah putih terdiri dari labu erlenmeyer yang dikelilingi ular aesculapius dan dilengkapi tulisan BAPIN-ISMKI di bagian bawah gambar.

(2) Warna merah putih melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, labu erlenmeyer melambangkan wadah kreativitas yang tiada henti dan ular aesculapius melambangkan dewa pengobatan Yunani.




Sumber::[url=://temilnas2013.com/bapin-ismki/]h://temilnas2013.com/bapin-ismki/[/url]

Lihat profil user

6 Lambang Profesional FIFA on Wed May 22, 2013 7:48 pm



Fédération Internationale de Football Association (FIFA) atau Federasi Internasional Sepak Bola adalah badan pengatur internasional sepak bola. FIFA bermarkas di Zürich, Swiss.

FIFA didirikan di Paris pada 21 Mei 1904 dan merayakan hari jadinya yang ke-100 pada 2004. Pada April 2004, FIFA mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan meraup keuntungan sebesar $144 juta dari $1,64 miliar dalam pendapatan antara tahun 2003 dan 2006.

FIFA juga mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.

Badan ini berfungsi bersama dengan asosiasi-asosiasi regional yang memantau perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia. Keenam konfederasi yang membentuk FIFA (dan wilayah yang di bawah pengawasan mereka) adalah:

AFC - (Asia)
CAF - (Afrika)
CONMEBOL - (Amerika Selatan)
CONCACAF - (Amerika Utara, Tengah dan Karibia)
OFC - (Oseania)
UEFA - (Eropa)


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/FIFA

Lihat profil user


Penyakit Dalam

Penyakit dalam adalah cabang dan spesialisasi kedokteran yang menangani diagnosis dan penanganan organ dalam tanpa bedah pada pasien dewasa.
Untuk menjadi dokter penyakit dalam, juga disebut "internis", seorang dokter harus menyelesaikan pendidikan spesialis selama 4-5 tahun untuk mempelajari bagaimana mencegah, mendiagnosis, dan merawat penyakit yang menyerang orang dewasa. Dokter penyakit dalam di Indonesia diberi gelar SpPD.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_dalam

Lihat profil user

Arti Logo IBI (Ikatan Bidan Indonesia) :


1. Bentuk Bundar, dilingkari garis merah putih, melambangkan arti persatuan abadi.

2. Buah Delima, merupakan buah yang berisi biji dan air, melambangkan kesuburan.

3. Dua Helai Daun, melambangkan kemampuan dari pasangan laki-laki dan perempuan untuk melanjutkan tumbuhnya bibit.

4. Ular dan Cawan, menunjukkan simbol Dewa Aesculapius dan Dewi Hygea, dimana pelayanan kebidanan harus memelihara dan mempertahankan biji (bibit) agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

5. Buah Delima Merekah, menggambarkan buah delima yang sudah matang, mengandung biji-biji (benih) yang telah matang (matur) dan sehat, sehingga dapat melanjutkan generasi penerus baru yang sehat dan berkualitas. Seorang bidan diharapkan bersiap diri menjadi tenaga pelayanan kesehatan yang profesional, untuk menghantarkan benih yang matur dan sehat tersebut menjadi calon generasi penerus yang mandiri serta berkualitas.


Sumber :anekalambang.wordpress.com/.../lambang-ibi-ikatan-b..]anekalambang.wordpress.com/.../lambang-ibi-ikatan-b..[/url]

Lihat profil user

9 Lambang Profesional on Thu May 23, 2013 12:48 pm

LAMBANG KEMENTRIAN KESEHATAN



Filosofi Lambang/Logo

1.Palang Hijau terletak di dalam bunga wijayakusuma dengan lima daun mahkota makna Pancakarsa Husada yang melambangkan tujuan pembangunan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional.
2.Bunga Wijayakesuma ditopang oleh lima kelompok daun berwarna hijau melambangkan Pancakarya Husada pada hakikatnya adalah penjabaran makna pembangunan kesehatan.
3.Bunga Wijayakesuma dengan lima daun mahkota berwarna putih dan kelopak daun berwarna hijau mempunyai makna melambangkan pengabdian luhur.
4.Palang Hijau melambangkan pelayanan kesehata.
5.Logo yang bertulliskan ”BAKTI HUSADA” adalah pengabdian dalam upaya kesehatan paripurna.
6.Bentuk Garis bulat telur melambangkan kebulatan tekad, keterpaduan dengan berbagai unsur dalam masyarakat.


Visi dan Misi

1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti,: dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif
3. MEningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk mewujudkan jaminan social kesehatan nasional
4. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu
5. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan
6. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggung jawab.


Sumber :
http://clublogo.blogspot.com/p/arti-logo-kementerian-kesehatan.html
http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/438-visi-dan-misi-depkes-tahun2010-2014.html

Lihat profil user

10 Persatuan Wartawan Indonesia on Thu May 23, 2013 1:15 pm



Makna lambang PWI:

1. Dasar bentuk (warna hitam)
Segi lima - melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila.

2. Dasar bentuk bagian luar (warna biru).
Rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas).

3. Dasar bentuk bagian dalam:
a. lidah api semangat (merah)
b. pena mas (kuning mas)
c. lensa kristal (hitam/putih)
d. initial PWI (putih)

I. Diwujudkan dalam bentuk pohon beringin, yang melambangkan pengayoman bagi kehidupan pers umumnya dan karyawan pers khususnya.

II. Huruf lingkar Persatuan Wartawan ditempatkan di atas, sebagai atap pelindung. Huruf lingkar Indonesia ditem- patkan di bagian bawah, sebagai tem- pat berpijak, di mana PWI berada.

4. Jumlah butir kapas 17 buah
Jumlah lidah api 8 buah
Jumlah butir padi 45 buah
Yang melambangkan pegangan teguh pa da angka-angka Proklamasi 17-8-1945.

5. Warna-warna
a. Merah, hitam, kuning, putih, biru, diam- bil dari warna-warna yang dianggap me- wakili nafsu baik dan buruk manusia.
b. Warna dasar lambang biru melam- bangkan angkasa yang tak terukir, yang juga melambangkan ilmu pengetahuan yang terus tak pernah berhenti, kerokhanian yang dalam tak terukur.
c. Warna butir padi/kapas, huruf lingkar kuning, melambangkan usaha yang tak pernah diam dalam mencapai hasil-hasil yang lebih balk dan bermanfaat bagi anggota, bangsa dan negara.
d. Warna dasar inisial, hitam, melambang- kan ketulusan, kejujuran, kewajaran dan apa adanya.
e. Warna lidah api semangat merah, bisa juga berarti api (cahaya) yang tak kun- jung padam, yang memberi cahaya pe- nerang dalam kegelapan, bisa juga ber- arti semangat yang tak pernah mendi- ngin, keuletan, tahan uji, kegairahan ce- ria, tak lekas putus asa.
f. Bagian kapas dan huruf PWI putih, melambangkan kesucian, kematangan, kesatriaan, pantang mundur.

Sumber : http://pwi-sulsel.blogspot.com/2010/09/makna-logo-pwi.html



Terakhir diubah oleh Deny Gumulyo tanggal Thu May 23, 2013 1:32 pm, total 4 kali diubah

Lihat profil user


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL)

Motto : Jalesveva Jayamahe
Artinya : Di Laut Kita Jaya
Elemen-Elemen :

1. Garuda Pancasila adalah falsafah negara Republik Indonesia yang sepenuhnya menjadi unsur utama lambang AL.

2. Jangkar melukiskan semangat bahari dan kecintaan prajurit AL terhadap seluruh nusantara.

3. Rantai yang melilit pada jangkar melukiskan semangat kesatuan dan persatuan seluruh gugusan kepulauan RI.

4. Padi diantara kapas melukiskan cita-cita kemakmuran bangsa Indonesia dengan kecukupan pangan.

5. Kapas yang menjadi lambang sandang melukiskan cita-cita kesejahteraan bangsa dengan memiliki cukup pakaian.


Tugas TNI AL
Angkatan Laut bertugas, sbb :

1. Melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan.

2. Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi.

3. Melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan pemerintah.

4. Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut.

5. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.


Visi & Misi TNI AL

Visi

Terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani.

Misi

1. Membina kekuatan dan kemampuan TNI AL yang berkelanjutan secara efektif dan efisien.

2. Menjamin tegaknya kedaulatan dan hukum, keamanan wilayah laut, keutuhan wilayah NKRI, serta terlaksananya diplomasi Angakatan Laut dan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

3. Mewujudkan personil TNI AL yang bermoral dan profesional.

4. Mewujudkan kekuatan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force / MEF)

5. Menjamin terlaksana tugas-tugas bantuan kemanusiaan.

6. Mewujudkan organisasi TNI AL yang bersih dan berwibawa.

7. Mewujudkan keluarga besar TNI AL yang sehat dan sejahtera.


Sumber : [url=siradel.blogspot.com/2011/03/tentara-nasional-indonesia-angkatan.html#ixzz2U5WaJnw6]siradel.blogspot.com/2011/03/tentara-nasional-indonesia-angkatan.html#ixzz2U5WaJnw6[/url]

Lihat profil user

12 Lambang Profesi Ikatan Akuntan Indonesia on Fri May 24, 2013 11:29 am



SEJARAH IAI

[size=18]

Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata spritiual dan material berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Karenanya, adalah kewajiban bagi setiap warga negara untuk berdarma bakti sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing.

Sejalan dengan itu, pengembangan profesi akuntan ditujukan untuk meningkatkan pengabdian profesi dalam Pembangunan Nasional, yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia dan Pembangunan Masyarakat Indonesia. Para akuntan menyadari perlunya dukungan secara sistematis dan tertib demi pemeliharaan serta peningkatan kompetensi profesionalnya, maka merasa perlu untuk dibina, dibimbing, difasilitasi, dan diingatkan secara profesional.

Dalam rangka pembinaan tersebut, perlu adanya wadah yang mewakili akuntan secara keseluruhan, menetapkan standar kualitas, mengembangkan dan menegakkan etika profesi, memelihara martabat dan kehormatan, membina moral dan integritas yang tinggi, mewujudkan kepercayaan atas hasil kerja profesi akuntan dan wadah komunikasi, konsultasi, koordinasi serta usaha-usaha bersama lainnya yang diperlukan. Menyadari akan hal tersebut maka para akuntan bergabung dalam wadah organisasi yaitu Ikatan Akuntan Indonesia.

Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956.

Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan ini bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Alasannya, mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA (Nederlands Institute Van Accountants) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormde Accountants). Mereka menyadari keindonesiaannya dan berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan dan pembinaan akuntan Indonesia.

Hari Kamis, 17 Oktober 1957, kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia diminta menghubungi akuntan lainnya untuk menanyakan pendapat mereka. Dalam Panitia itu Prof. Soemardjo duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai penulis, Basuki Siddharta sebagai bendahara sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai komisaris. Surat yang dikirimkan Panitia kepada 6 akuntan lainnya memperoleh jawaban setuju.

Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30.

Susunan pengurus pertama terdiri dari:

Ketua

Prof. Dr. Soemardjo Tjitrosidojo

Panitera

Drs. Mr. Go Tie Siem

Bendahara

Drs. Sie Bing Tat (Basuki Siddharta)

Komisaris

Dr. Tan Tong Djoe

Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan)

Keenam akuntan lainnya sebagai pendiri IAI adalah

Prof. Dr. Abutari
Tio Po Tjiang
Tan Eng Oen
Tang Siu Tjhan
Liem Kwie Liang
The Tik Him

Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Pebruari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah:

Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan.
Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.

Sejak pendiriannya 49 tahun lalu, kini IAI telah mengalami perkembangan yang sangat luas. Hal ini merupakan perkembangan yang wajar karena profesi akuntan tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha yang mengalami perkembangan pesat. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meluasnya orientasi kegiatan profesi, tidak lagi semata-mata di bidang pendidikan akuntansi dan mutu pekerjaan akuntan, tetapi juga upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan peran dalam perumusan kebijakan publik.

Misi

memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi anggota dalam pengembangan manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika, tanggungjawab, dan lingkungan hidup;

mengembangkan pengetahuan dan praktek bisnis, keuangan, atestasi, non-atestasi, dan akuntansi bagi masyarakat; dan

berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan good governance melalui upaya organisasi yang sah dan dalam perspektif nasional dan internasional.

Visi

Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggungjawab sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.
[/size]

sumber://www.iaiglobal.or.id/tentang_iai.php?id=6



Terakhir diubah oleh Lina Isnawati tanggal Tue May 28, 2013 7:44 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user

13 LAMBANG PROFESIONAL (IPSI) on Sat May 25, 2013 10:25 pm



lol! bounce
ARTI LOGO
bounce lol!
Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin
dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan
membentuk manusia Pancasila sejati

Sayap Garuda berwarna
Kuning berototkan merah
: berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan
dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal
berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti
IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara

Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri
kemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan,
persaudaraan dan kegotong royongan

Ikatan pita berwarna merah
Putih
: bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak
Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa
berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.
Gambar tangan putih
di dalam Dasar hijau
: menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan
nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian
nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.



Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.

Laughing Program pembinaan Pencak Silat Laughing


Pencak Silat sebagai budaya Nasional bangsa Indonesia mempunyai banyak ragam khas maisng-masing daerah, jumlah perguruan/aliran di segenap penjuru tanah air ini diperkirakan sebanyak 820 perguruan/aliran.

Oleh karena itu dirasakan perlu adanya pembinaan yang sistimatis untuk melestarikan warisan nenek moyang kita. Terlebih-lebih setelah Kungfu masuk IPSI, atas anjuran Pemerintah berdasarkan pertimbangan lebih baik Kungfu berada di dalam IPSI sehingga lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadapnya, sekaligus menasionalisasikan.

Standarisasi yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :

Jalur pembinaan seni
Jalur pembinaan olahraga
Jalur pembinaan bela diri
Jalur pembinaan kebatinan

Keempat jalur
ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila
bounce bounce bounce
sumber :id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Pencak_Silat_Indonesia

lol!



Terakhir diubah oleh yanuar dwi prakoso tanggal Tue May 28, 2013 9:54 am, total 5 kali diubah

Lihat profil user

14 LAMBANG RECYCLE PADA BOTOL on Mon May 27, 2013 12:44 pm

LAMBANG RECYCLE PADA BOTOL PLASTIK



Lambang tersebut merupakan lambang yang ada di botol, di produk bayi dan lain sebagainya.

1. PET — Polyethylene Terephthalate

Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI,kenapa?Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut.

Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.


2. HDPE — High Density Polyethylene

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.


3. V — Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).


4. LDPE — Low Density Polyethylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.


5. PP — Polypropylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP
– PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.


6 . PS — Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.

Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.


SUMBER :theonlyfredo.wordpress.com/2013/04/



Terakhir diubah oleh riyantika tanggal Tue Jun 11, 2013 7:32 pm, total 2 kali diubah

Lihat profil user

A. ARTI LAMBANG
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi "YAYASAN PHARMASI" Semarang memiliki lambang yang bentuk, ukuran, dan makna yang digambarkan dalam bentuk:

1. Lingkaran mempunyai arti.:
a. Lambang inti oksigen, tiap manusia membutuhkan oksigen.
b. Lambang persatuan dan kesatuan yang menaungi seluruh institusi pendidikan dibawahnya.
c. Lambang kebulatan tekad untuk mengabdi kepada masyarakat.

2. Lingkaran hitam di tengah dengan garis lambang sinar atau cahaya bagi masyarakat.
3. Api merah lambang semangat yang selalu berkobar.
4. Gelas piala lambang gelas minum anggur sama dengan gelas minum obat.
5. Ular kobra lambang ular berbisa, bisa (racun) ular dapat digunakan sebagai obat dalam dosis tertentu, tapi juga bisa atau racun bila kelebihan dosis bagi manusia.
6. Buku sebagai lambang Ilmu pengetahuan.
7. Warna kuning keemasan pada tulisan Pharmasi melambangkan keagungan dan keluhuran.
8. Warna dasar biru melambangkan cakrawala artinya Yayasan Pharmasi berpandangan luas kedepan.

B. VISI
Visi PSPA STifar "Yayasan Pharmasi" Semarang adalah Menjadikan Program Studi Profesi Apoteker Stifar "Yayasan Pharmasi" Semarang sebagai lembaga pendidikan profesi apoteker yang terkemuka dan dapat diandalkan di tingkat nasional dan regional.

C. MISI
Misi yang diemban PSPA Stifar "Yayasan Pharmasi" Semarang dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi telah ditetapkan sebagai berikut :
1. Melaksanakan PSPA yang berkualitas, profesional, dan mempunyai keunggulan komparatif,
2. Meningkatkan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai sektor di tingkat nasional dan regional,
3. Mengembangkan keilmuan farmasi yang berguna dalam pelayanan kesehatan masyarakat,
4. Menciptakan proses belajar mengajar yang mengedepankan nilai-nilai etika dan moral.

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 2]

Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik