Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

etika bisnis dan profesi ( Siwi Suryawati )

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 etika bisnis dan profesi ( Siwi Suryawati ) on Sat Apr 08, 2017 10:16 pm

NAMA : SIWI SURYAWATI
NIM : 15021219
DKA 4.3




PENDAHULUAN

Bisnis modern merupakan realitas yang sangat kompleks. Banyak factor turut mempengaruhi dan menentukan kegiatan bisnis. Antara lain ada factor organisatoris-manajerial, ilmiah-tekhnologis, dan politik-sosial-kultural. Kompleksitas bisnis itu berkaitan langsung dengan kompleksitas masyarakat modern sekaraang. Sebagai kegiatan ekonomis, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat modern itu. Semua factor yang membentuk kompleksitas bisnis modern sudah sering dipelajari dan dianalisis melalui berbagai pendekatan ilmiah, khususnya ilmu ekonomi dan teori manajemen. Buku ini ingin menyoroti suatu aspek bisnis yang sampai sekarang jarang disinggung dalam uraian-uraian lain,, tetapi semakin banyak diakui pentingnya, yaitu aspek etis dan moralnya. Guna menjelaskan kekhususan aspek etis ini, dalam suatu pendekatan pertama kita membandingkannya dulu dengan aspek-aspek lain, terutama aspek ekonomi dan hokum. Sebab, bisnis sebagai kegiatan social bias disoroti sekurang-kurangnya dari tiga sudut pandang ekonomi, hokum, dan etika. Ada baiknya kita mempelajari satu kasus atau suatu bisnis konkret, supaya disitu bias tampak tiga sudut pandang berbeda yang ingin kita fokuskan.


PEMBAHASAN
FENOMENA MENGINTIP FILE ORANG LAIN


Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan "CyberCrime" atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus "CyberCrime" di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.

Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crime sebagai:
“…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”.

Pengertian tersebut identik dengan yang diberikan Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai:
“any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”.
Adapun Andi Hamzah (1989) dalam tulisannya “Aspek-aspek Pidana di Bidang komputer”, mengartikan kejahatan komputer sebagai:
”Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.
Dari beberapa pengertian di atas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi

Tindakan pidana kriminal yang dilakukan pada teknoloi internet (cyberspace) , baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepemilikan pribadi . Cyber crime biasanya dilakukan oleh pelaku cybercrime diantaranya untuk mengintip atau mengetahui data digital tanpa sepengetahuan korban. fenomena ini juga sering  terjadi pada dunia bisnis, dimana pelaku cybercrime “mengintip” data atau arsip bisnis milik korban dengan tujuan untuk mengetahui kekurangan sistem bisnis milik korban, biasanya hal ini sering terjadi antar pesaing bisnis.


KESIMPULAN

Di dalam persaingan dunia usaha yang ketat ini, Etika bisnis merupakan harga mati yang tidak dapat di tawar lagi. Dalam zaman keterbukaan dan luasnya informasi saat ini,baik buruknya dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan luas. Memposisikan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis dan jujur adalah satu-satunya cara supaya dapat bertahan di dalam dunia bisnis saat ini. Ketatnya persaingan bisnis menyebabkan beberapa pelaku bisnisnya kurang memperhatikan etika dalam bisnis. Diantara nya adalah perilaku kejahatan cybercrime yang dimana salah satu pelaku bisnis mencoba mengintip atau mengetahui arsib bisnis milik pelaku bisnis yang lain.


DAFTAR PUSTAKA

slideshare.net/ahmadfajarjabrik/etika-bisnis-2-42573206
inanurlianah.blogspot.co.id/2017/03/modus-modus-kejahatan-dalam-teknologi

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik