Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Tugas 2 - lambang profesional

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Tugas 2 - lambang profesional on Sun Apr 03, 2016 11:49 am

admin


Admin
Mengulas lambang profesional dibawah ini :
- lambang profesional Product
- lambang profesional Profesi
- lambang profesional INSTANSI

1. Judul 2. Pendahuluan
3. Pembahasan
4. Kesimpulan
5. Putaka

dikirim :      
- Diskusikita.com
- tugasku.netgoo.org

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Lambang profesional INSTANSI on Thu Apr 14, 2016 10:07 pm

MAKALAH
TENTANG SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN
ISO 14001 : 2004



















Disusun Oleh  :

Nama : Wahyu Aris Irawan
Nim : 14011227
Mata Kuliah : Etika bisnis dan Profesi

Manajemen Informatika
Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer
Jakarta Teknologi Cipta
Semarang
2016

Manajemen lingkungan saat ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup berarti terutama dimulai sejak awal 1990an. Penelitian mengenai efek dan akibat penerapan manajemen lingkungan telah banyak dilakukan terutama sejak munculnya ISO 14001 di tahun 1996. Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan sistem ISO 14001 karena merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   LATAR BELAKANG
Manajemen lingkungan saat ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup berarti terutama dimulai sejak awal 1990an. Penelitian mengenai efek dan akibat penerapan manajemen lingkungan telah banyak dilakukan terutama sejak munculnya ISO 14001 di tahun 1996. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.

1.2  BATASAN MASALAH
Dalam penulisan makalah ini penulis akan membahas mengenai definisi serta penjelasan tentang manajemen lingkungan diantaranya yaitu :
• Definisi Manajemen Lingkungan
• Penguraian ISO 14001

1.3 TUJUAN
Manfaat yang diperoleh pembaca dari Sistem ISO 14001 yaitu:
- Pembaca memperoleh informasi tentang ISO 14001
- Pembaca memperoleh gambaran bagaimana penerapan ISO   14001 pada perusahaan
- Pembaca mengerti penerapan manfaat ISO 14001 pada Perusahaan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  DEFINISI MANAJEMEN LINGKUNGAN
Untuk menjelaskan definisi manajemen lingkungan, kita lihat definisi manajemen secara umum sebagai berikut :
- Manajemen menurut pengertian Stoner & Wankel (1986) adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan usaha-usaha anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.
-  Sedangkan menurut Terry (1982) manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari  kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.2  ISO 14001 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN
Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah. Semua jenis dampak ini akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk tuntutan pidana dan tuntutan perdata, apakah tuntutan tersebut dari pemerintah, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Ketika perusahaan berupaya untuk menerapkan ISO 14001, maka perusahaan tersebut telah memiliki komitmen untuk memperbaiki secara menerus kinerja lingkungannya. Namun, satu hal perlu dingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.
Adakalanya, perbaikan kinerja lingkungan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena keterbatasan finansial. Misalnya, sebuah perusahaan yang proses bisnisnya menimbulkan limbah cair yang mencemari lingkungan berupaya untuk menerapkan ISO 14001 di perusahaannya. Setelah kajian dilakukan, ternyata keterbatasan finansial membuat perusahaan tersebut sukar untuk mengelola limbahnya sehingga mencapai baku mutu limbah cair yang disyaratkan oleh pemerintah.

Berdasarkan analisis finansial, ternyata perusahaan tersebut baru akan mampu membangun sistem pengolahan limbah yang memadai kira-kira beberapa tahun ke depan. Sehingga sebelum masa tersebut terlampaui, perusahaan tidak akan pernah memenuhi baku mutu lingkungan. Namun, bila perusahaan tersebut mengembangkan sistem manajemen lingkungan yang memenuhi persyaratan ISO, maka perusahaan tersebut bisa saja memperoleh sertifikat ISO 14001. Perusahaan lain, yang kinerja lingkungannya telah memenuhi baku mutu namun EMS-nya tidak memenuhi persyaratan tidak akan memperoleh sertifikat ISO 14001.

Uraian di atas menunjukkan bahwa pada prinsipnya, penerapan ISO 14001 tidak berarti tercapainya kinerja lingkungan dalam waktu dekat. Sertifikat EMS dapat saja diberikan kepada perusahaan yang masih mengotori lingkungan. Namun, dalam EMS terdapat persyaratan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara menerus (continual improvement). Dengan perbaikan secara menerus inilah kinerja lingkungan akan sedikit demi sedikit diperbaiki. Dengan kata lain ISO 14001 bersifat conformance (kesesuaian), bukan performance (kinerja).
ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:
• Menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya
• Membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya dengan standar
• Memperoleh sertifikat

Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:

• Menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
• Meningkatkan kinerja lingkungan
• Memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
• Menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan
• Sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan
Selain manfaat di atas, perusahaan yang berupaya untuk menerapkan ISO 14001 juga perlu mempersiapkan biaya-biaya yang akan timbul, diantaranya:
• Waktu staf atau karyawan
• Penggunaan konsultan
• Pelatihan

Standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan telah diterbitkan pada bulan September 1996, yaitu ISO 14001 dan ISO 14004. Standar ini telah diadopsi oleh pemerintah RI ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997.
ISO 14001 adalah Sistem manajemen lingkungan yang berisi tentang spesifikasi persyaratan dan panduan untuk penggunaannya. Sedangkan ISO 14004 adalah Sistem manajemen lingklungan yang berisi Panduan-panduan umum mengenai prinsip, sistem dan teknik-teknik pendukung.
Elemen ISO 14001
ISO 14001 dikembangkan dari konsep Total Quality Management (TQM) yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan – Do – Check – Action), sehingga elemen-elemen utama EMS akan mengikuti prinsip PDCA ini, yang dikembangkan menjadi enam prinsip dasar EMS, yaitu:
• Kebijakan (dan komitmen) lingkungan
• Perencanaan
• Penerapan dan Operasi
• Pemeriksaan dan tindakan koreksi
• Tinjauan manajemen
• Penyempurnaan menerus

Kebijakan Lingkungan
Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.

Perencanaan
Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu).

Implementasi dan Operasi
Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.

Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan
Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan.
•      Tinjauan Ulang Manajemen
• Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.
Prinsip ISO 14001
Pada prinsipnya, keenam prinsip ISO 14001 – Environmental Management System diatas dapat dibagi menjadi 17 elemen, yaitu:
• Environmental policy (kebijakan lingkungan): Pengembangan sebuah pernyataan komitmen lingkungan dari suatu organisasi. Kebijakan ini akan dipergunakan sebagai kerangka bagi penyusunan rencana lingkungan.
• Environmental aspects (aspek lingkungan): Identifikasi aspek lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa suatu perusahaan, untuk kemudian menentukan dampak-dampak penting yang timbul terhadap lingkungan.
• Legal and other requirements (persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lain): Mengidentifikasi dan mengakses berbagai peraturan dan perundangan yang terkait dengan kegiatan perusahaan.
• Objectives and targets (tujuan dan sasaran): Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, yang terkait dengan kebijakan yang telah dibuat, dampak lingkungan, stakeholders, dan faktor lainnya.
• Environmental management program (program manajemen lingkungan): rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran.
• Structure and responsibility (struktur dan tanggung jawab): Menetapkan peran dan tanggung jawab serta menyediakan sumber daya yang diperlukan.
• Training awareness and competence (pelatihan, kepedulian, dan kompetensi): Memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu mengemban tanggung jawab lingkungan.
• Communication (komunikasi): Menetapkan proses komunikasi internal dan eksternal berkaitan dengan isu lingkungan.
• EMS Documentation (dokumentasi SML): Memelihara informasi EMS dan sistem dokumentasi lain
• Document Control (pengendalian dokumen): Menjamin kefektifan pengelolaan dokumen prosedur dan dokumen lain.
• Operational Control (pengendalian operasional): Mengidentifikasi, merencanakan dan mengelola operasi dan kegiatan perusahaan agar sejalan dengan kebijakan, tujuan, dan saasaran.
• Emergency Preparedness and response (kesiagaan dan tanggap darurat): mengidentifikasi potensi emergency dan mengembangkan prosedur untuk mencegah dan menanggapinya.
• Monitoring and measurement (pemantauan dan pengukuran): memantau aktivitas kunci dan melacak kinerjanya.
• Nonconformance and corrective and preventive action (ketidaksesuaian dan tindakan koreksi dan pencegahan): Mengidentifikasi dan melakukan tindakan koreksi terhadap permasalahan dan mencegah terulang kejadiannya.
• Records (rekaman): Memelihara rekaman kinerja SML
• EMS audits (audit SML): Melakukan verifikasi secara periodik bahwa SML berjalan dengan baik.
• Management Review (pengkajian manajemen): Mengkaji SML secara periodik untuk melihat kemungkinan-kemungkinan peyempurnaan berkelanjutan.

BAB II
KESIMPULAN

Manajemen lingkungan dalam pengertian sederhana adalah segala usaha yang dilakukan secara sistematis untuk mewujudkan tujuan kebijakan/lingkungan/sasaran lingkungan. Bukan itu saja baik berupa aktifitas yang disengaja (merencanakan, mengorganisasikan maupun menggerakkan) yang terkait dengan tujuan tertentu.
ISO 14001 dikembangkan dari konsep Total Quality Management (TQM) yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan-Do-Check-Action), yang berpegang pada kebijakan (komitmen) lingkungan, perencanaan, penerapan dan operasi, pemeriksaan dan tindakan koreksi, tinjauan manajemen dan juga penyempurnaan menerus. Hal ini dapat mengembangkan citra suatu perusahaan dan banyak lagi manfaatnya bila kita berbicara mengenai kualitas manajemen lingkungan perusahaan, maka terutama akan sangat tergantung pada sasaran kebijakan yang disebutkan apakah berfokus pada minimalisir dampak lingkungan, maka praktek manajemen lingkungan akan berfokus pada aspek fisik yang menyangkut in dan end process dan pengolahan sumber daya. Sedangkan bila dikaitkan dengan pemberdayaan karyawan, maka manajemen lingkungan dapat lebih menunjukkan perannya pada peningkatan kepedulian, aspek moral, dan hubungan masyarakat.

Daftar Pustaka
• www.saiglobal.com/assurance/evironmental/?ccode=ID
labkom.stikom.edu/download/ebook/Manajemen_Lingkungan_x.pdf
• http://yogianggtisaputro.blogspot.com/2013/10/manajemen-lingkungan-dulu-hingg-saat.html

Lihat profil user

3 tugas lambang profesional / nurul k_14011252 on Sat Apr 16, 2016 2:51 am

MAKALAH PENGULASAN LAMBANG PROFESIONALISME

BAB 1
PENDAHULUAN


Sebelum mengukur profesionalisme, harus dipahami terlebih dahulu bahwa profesionalisme diperoleh melalui suatu proses. Proses tersebut dikenal dengan istilah “proses profesional”. Proses profesional atau profeionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional.
Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar profesional. Secara teoritis menurut Gilley Dan England (1989), standar profesional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :

1.pendekatan berorientasi filosofis.

Ada 3 hal pokok yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme :
- Pendekatan lambang profesional
Lambang profesional yang dimaksud antara lain seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi.
- Pendekatan sikap individu
Pendekatan ini melihat bahwa layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya
- Pendekatan electic
Pendekatan ini melihat bahwa proses profesional dianggap sebagai kesatuan dari kemampuan, hasil kesepakatan dan standar tertentu.

2.Pendekatan perkembangan bertahap
Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah dalam proses berikut :
- berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
- melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
- setelah individu-individu berkumpul, selanjutnya para praktisi akan terorganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
- membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman dan kualifikasi tertentu
- menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan
- revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan

3.Pendekatan berorientasi karakteristik
Ada delapan karakteristik pengembangan proses profesional yang saling terkait, yaitu :
- kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi
- pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi
- keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus
- tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi
- sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambang profesional
- proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik
- adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara anggota
- adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik profesi

4.Pendekatan berorientasi non-tradisional
Menyatakan bahwa seseorang dalam bidang ilmu tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan sebuah profesi
Dengan pendekatan-pendekatan yang dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses profesional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi ke arah status profesional yang diharapkan.


BAB 2
PEMBAHASAN

Berikut ini merupakan beberapa contoh ulasan lambang profesional

LAMBANG PROFESIONAL PROFESI

(SERTIFIKASI PENDIDIK)



Sertifikasi guru adalah Sebuah Upaya Pemerintah dalam rangka peningkatan mutu dan uji kompetensi tenaga pendidik dalam mekanisme teknis yang telah diatur oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, yang bekerjasama dengan instansi pendidikan tinggi yang kompeten, yang diakhiri dengan pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah dinyatakan memenuhi standar profesional.
Jadi Guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik berarti Guru tersebut sudah di anggap  profesional dalam menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sehingga Guru yang sudah mendapat Sertifikat  Pendidik diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan menjadi pendidikan yang berkualitas baik dari segi proses maupun outputnya.
Arti nomor  peserta terdiri dari 14 digit yang masing-masing digit mempunyai arti dengan rumusan kode digit sebagai berikut.
a. Digit 1 dan 2 adalah kode tahun pelaksanaan sertifikasi guru melalui PPGJ yaitu “15”.
b. Digit 3 dan 4 adalah kode provinsi (Lampiran 3).
c. Digit 5 dan 6 adalah kode kabupaten/kota (Lampiran 3).
d. Digit 7, 8, dan 9 adalah kode bidang studi sertifikasi (Lampiran 2).
e. Digit 10 adalah kode kementerian: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kode “1”. Kementerian Agama, kode “2”.
f. Digit 11 s.d. 14 adalah nomor urut peserta sesuai dengan nomor urut pada SK Penetapan Peserta Sertifikasi Guru melalui PPGJ. Nomor urut dimulai dari “0001” dan nomor terakhir sesuai jumlah peserta pada masing-masing provinsi/ kabupaten/ kota.


LAMBANG PROFESIONAL INSTANSI

   


Sistem Manjemen Mutu - SMM (QMS ISO 9001:2008)
ISO 9001 Menjaga mutu produk merupakan satu bentuk upaya Perseroan dalam menyikapi turbulensi ekonomi dan persaingan global. Seluruh kegiatan operasional Perseroan selalu diupayakan memenuhi persyaratan mutu ISO 9001. Baik terhadap pengadaan bahan baku, proses dan produk akhir. Sejak tahun 1996, Perseroan telah mendapatkan pengakuan Internasional terhadap Sistem Manajemen Mutu tersebut. Saat perseroan memliki sertifikat ISO 9001:2008. Untuk menjaga konsistensi terhadap penerapan SMM ini,dilakukan audit oleh PT Sucofindo ICS setiap enam bulan sekali.
Sistem Manajemen Lingkungan - SML (EMS ISO 14001:2004)
ISO 14001 Sudah menjadi komitmen perseroan yaitu “menjadi produsen semen yang ramah lingkungan”. Berbagai program dan kegiatan yang dilakukan, antara lain meminimasi dampak negative dari kegiatan operasional perseroan, meliputi pelaksanaan program efisiensi pemakaian sumber daya alam dan energy, melaksanakan kegiatan konservasi lahan bekas tambang, membina hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui PKBL-Program kemitraan dan Bina lingkungan serta CSR- Corporate Social Responsibility. Kepedulian Perseroan lebih lanjut terhadap pengelolaan lingkungan adalah menangani limbah industry baik internal maupun eksternal dengan memanfaatkannya dalam proses produksi. Keikutsertaan dalam penilaian peringkat kinerja perseroan (PROPER) dalam bidang lingkungan juga telah dilakukan,dan tahun ini perseroan sedang dalam penjajakan menuju PROPER Hijau. Untuk SML ini, sejak tahun 2000 Perseroan telah resmi mengimplementasikan persyratan ISO 14001 dan memperoleh sertifikat. Perseroan diaudit oleh PT. Sucofindo ICS setiap enam bulan sekali.



LAMBANG PROFESIONAL PRODUK

(HALAL)

       



Label halal adalah label yang menginformasikan kepada konsumen bahwa produknya halal untuk dikonsumsi.
Peraturan pelabelan yang dikeluarkan Dirjen POM Departement Kesehatan Republik Indonesia, mewajibkan para produsen untuk untuk mencantumkan label tambahan yang memuat informasi tentang kandungan dari produk tersebut. Dengan demikian konsumen dapat menentukan sendiri kehalalan suatu produk.
LPOM MUI memberikan sertifikasi halal pada produk-produk yang lolos audit sehingga produk tersebut dapat dipasang label halal pada kemasannya sehinnga masyarakat dapat mengkonsumsi produk tersebut dengan aman.

(SNI)

 

MENGAPA MENERAPKAN SNI ?

   Produsen akan mendapatkan kepastian tentang batas-batas ketentuan teknis yang sebaiknya dipenuhi agar produknya dapat diterima oleh pasar ;
   Pengguna produk dan konsumen akhir mendapatkan kepastian dan jaminan tentang kualitas atau keamanan dari produk yang akan dibelinya ;
   Kepentingan publik seperti keselamatan publik, keamanan produk, kesehatan masyarakat dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

SNI menjadi standar Nasional yang efektif untuk memperkuat daya saing nasional, meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar, sekaligus melindungi keselamatan konsumen, kesehatan masyarakat, kelestarian fungsi lingkungan dan keamanan.


BAB 3
KESIMPULAN

Profesionalisme adalah  suatu paham atau ajaran atau komitmen yang menjadi pedoman atau acuan seorang atau organisasi profesional berkaitan dengan kualitas keahlian yang harus dikuasai dan selalu dikembangkan dalam menjalankan pekerjaan atau kegiatannya.
Dan akan dikatakan profesionalisme apabila terdapatciri-ciri sebagai berikut:
• Mempunyai ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
• Mempunyai ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
• Mempunyai sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
• Mempunyai sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.



DAFTAR PUSTAKA

http://semenindonesia.com/page/get/grup-perusahaan-12
http://semuadablog.blogspot.co.id/2010/04/arti-logo-sni.html
http://sharetechnolive.blogspot.co.id/2013/05/profesi-profesionalisme.html
http://salamsatudata.web.id/sertifikasi-guru/pengertian-syarat-dan-tujuan-sertifikasi-guru-tunjangan-sertifikasi
http://sementonasa.co.id/sertifikasi.php

Lihat profil user

4 tugas etika lambang profesi on Sat Apr 16, 2016 12:45 pm

SEJARAH DAN ARTI LAMBANG KEDOKTERAN
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Etika Bisnis
Oleh :
Riyanto Nugroho
1401 1221
AMIK JTC
Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer
Jakarta Teknologi Cipta

Bab I
Pendahuluan
Bagi kita masyarakat Indonesia pada umumnya sudah dan pernah melihat dan mengetahui lambang kedokteran
Namun banyak masyarakat yang tidak mengetahui asal muasal di gunakanya lambang tersebut dan sejarah terciptanya lambing tersebut
Melalui makalah ini penulis ingin mengajak pembaca untuk mendalami sejarah terciptanya lambang tersebut yang sering kita lihat di sekitar kita di gunakan untuk berbagai macam lembaga lembaga kedokteran seperti IDI(Ikatan Dokter Indonesia), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dan PERDAMI (Perhimpunan Dokter Mata Indonesia).
Yang bila kita lihat sepintas ada Kemiripan terhadap lambing- lambing tersebut yaitu gambar ular yang melilit tongkat.
Dalam perkembanganya ada dua versi cerita Versi yang pertama adalah gambar di mana seekor ular yang melilit sebatang tongkat, yang disebut sebagai tongkat Asclepius (The Staff of Asclepius). Sedangkan versi kedua adalah dua ekor ular yang saling melilit dengan sebuah tongkat dan sepasang sayap di atasnya, yang disebut sebagai tongkat Hermes (The Karykeion of Hermes).



1. Rumusan Masalah
           Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan diatas ada beberapa masalah yang diangkat yaitu:
1. Apa arti Lambang Tersebut?
2. Apa Perbedaan kedua Lambang tersebut ?

3. Tujuan Penulis
           Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disampaikan sebelumnya ada beberapa tujuan yang ingin dicapai yaitu:
1. Menjelaskan arti dari Lambang kedokteran
2. Menjelaskan perbedaan Versi kedua lambang kedokteran
3. Menjelaskan maksud digunakanya lambang tersebut

BAB II
PEMBAHASAN
1. The staff of Asclepius


















Asclepius adalah seorang ilmuwan/dokter dari Yunani yang kemungkinan hidup pada tahun 1200 SM. Asclepius digelari sebagai God of Healing (Dewa Penyembuh) karena kemampuan yang dimilikinya dalam menyembuhkan orang sakit. Menurut mitologi, Asclepius adalah anak dari Apollo dan Coronis.

Menurut cerita mitologi Yunani, ia memperoleh pendidikan kedokteran dari Cheiron (seorang centaur/manusia bertubuh kuda) dan dikaruniai kemampuan untuk menyembuhkan (healing) serta membangunkan orang mati. Ia memiliki tiga orang anak perempuan yaitu Meditrine (“medicine”), Hygeia (“hygiene”), dan Panacea (“all healing”). Bersama Asclepius, ketiganya sering dijadikan semacam pilar ilmu kedokteran.

Dalam perjalanan karirnya, Asclepius mendirikan kuil yang disebut Asclepions (Asclepieia). Orang-orang sakit datang dan mendapat pengobatan di kuil tersebut. Mereka dilayani oleh para Asclepiadae (“murid-murid Asclepius”) serta menyerahkan persembahan kepada dewa atas kesembuhan yang mereka peroleh. Pada kuil tersebut juga terdapat banyak ular jinak yang dipelihara sebagai wujud penghormatan kepada Dewa.

Lalu, mengapa ular digunakan sebagai simbol? Ular adalah hewan yang memiliki kemampuan untuk berganti kulit setelah periode waktu tertentu, dan hal ini sering dikaitkan dengan “kehidupan/kesembuhan yang baru”. Bisa ular dapat berfungsi sebagai racun namun dapat juga berfungsi untuk mengobati, layaknya obat-obatan (farmako) pada saat ini juga dapat berfungsi untuk menyembuhkan penyakit namun dapat juga menjadi racun. Ular juga melambangkan sifat seorang dokter yang bekerja dengan kehidupan dan kematian.

Nah, mengapa tongkat juga dipilih sebagai simbol? Ada beberapa pendapat yang dikemukakan. Tongkat merupakan simbol kemandirian seorang Asclepius dalam bekerja dan mengobati. Tongkat juga bisa berarti “penopang” pada saat seseorang sedang menderita penyakit. Namun demikian, secara bersamaan ular dan tongkat merupakan lambang profesionalisme dan kemandirian seorang dokter.

2. The karykeion of Hermes/the caduceus of Mercury


Agak sedikit berbeda dengan Asclepius, tongkat Hermes (hermes adalah nama untuk mitologi Yunani, sedang di Romawi hermes dikenal dengan nama Mercury) dililit oleh dua ekor ular dan memiliki sepasang sayap di ujungnya (karykeion=caduceus=tongkat). Hermes sendiri merupakan tokoh dalam mitologi Mesir, namun namanya tidak secara spesifik dikaitkan dengan ilmu kedokteran. Ia sendiri lebih sering dikaitkan dengan ilmu kimia (alkemia), astronomi, metalurgi (ilmu logam) hingga sastra. Bahkan istilah alchemist (para ahli kimia) merujuk kepada “anak-anak Hermes”.

Adapun tongkat dengan sepasang ularnya, konon berasal dari legenda ketika Hermes sedang berjalan dan ia melihat sepasang ular sedang berkelahi. Hermes pun mengambil tongkatnya dan memisahkan kedua ular itu, dari situlah muncul simbol tongkat dengan sepasang ular yang melilitnya.

Lambang kedokteran versi Hermes pertama kali digunakan pada tahun 1902 oleh korps kesehatan militer AS. Sejak saat itu ada anggapan bahwa tongkat Hermes sama dengan tongkat Asclepius dan menjadi sering digunakan secara rancu sebagai lambang kesehatan. Belakangan kerancuan ini dikaji kembali dan diputuskan bahwa lambang kedokteran yang benar adalah tongkat-dan-ular Asclepius, bukan tongkat Hermes. Namun pada kenyataanya masih banyak organisasi kesehatan yang menggunakan tongkat Hermes sebagai simbolnya.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Friedlanders (1992) mengemukakan bahwa lembaga-lembaga kesehatan profesional lebih memilih menggunakan tongkat Asclepius sebagai lambangnya (62%), sedangkan lembaga-lembaga kesehatan komersial lebih memilih menggunakan tongkat Hermes sebagai lambangnya (76%).

Beberapa organisasi yang menggunakan tongkat Asclepius sebagai lambang antara lain Canadian Medical Association (CMA), World Health Organization (WHO), Medical Council of New Zealand dan NZMA. Adapun organisasi yang menggunakan tongkat Hermes sebagai lambangnya antara lain Medcorp dan IUPS. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa tongkat Hermes adalah bagian dari Paganisme.

Sedangkan di Indonesia sendiri, berbagai organisasi kesehatan yang ada menggunakan tongkat Asclepius sebagai bagian dari lambangnya. Seperti yang terdapat pada lambang IDI, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Pernefri (Nefrologi), PERDAMI, dan lain-lain.

Kesimpulan
Lambang Kedokteran memiliki arti tersendiri yaitu melambangkan sifat seorang dokter yang bekerja dengan kehidupan dan kematian. Yang digambarkan dengan ular
Dan tongkat memiliki arti bahwa dokter adalah penopang dan sandaran orang sakit dan menggambarkan kemandirian Dokter dalam bekerja

Daftar Pustaka
Karlina Alkhatiri.”Arti Lambang Kedokteran”.http://www.erepublik.com/id/article/arti-lambang-kedokteran-2401762/1/20. 10 april 2016

Lihat profil user

5 Makalah Lambang Profesional on Sat Apr 16, 2016 5:55 pm

MENGENAL ARTI LAMBANG PROFESIONAL
PADA PRODUK BOTOL PLASTIK





Nama : Rizki Riana Setyaningrum
Nim : 14011222
Matkul : Etika Bisnis dan Profesi



MANAJEMEN INFORMATIKA
AMIK JTC SEMARANG
2015/2016


I.  PENDAHULUAN
1.  Latar Belakang
Lambang profesional adalah seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi. Sertifikasi merupakan lambang bagi individu yang professional dalam bidang tertentu. Orang yang ahli dalam bidang tertentu memilikisertifikasi atas keahliannya. Suatu lembaga, akan memiliki akreditasi untuk keprofesionalannya.
Suatu lambang profesional juga terdapat pada botol plastic. Secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastic. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan system kode seperti ISO (International Organization for Standardization).
Istilah plastic mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organic atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Plastic merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya.
Jenis plastic dapat digolongkan berdasarkan : sifat fisikanya, kinerja dan penggunaannya, berdasarkan jumlah rantai karbonnya, berdasarkan sumbernya. Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastic, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolymer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses. Jadi, harus waspada penggunaannya bagi manusia.
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa pembuatan bahan plastic memiliki komponen yang berbeda-beda maka, kode peringatan yang ada pada produk berbahan plastic juga berbeda. Secara umum tanda tersebut berada didasar, berbentuk segitiga, didalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastic dibawah segitiga.

2. Rumusan Masalah
Bagaimana mengetahui botol plastic yang aman atau yang berbahaya?








II PEMBAHASAN

Tidak semua plastic aman untuk digunakan oleh manusia. Ada plastic yang memiliki kandungan yang berbahaya sehingga sama sekali tidak boleh digunakan sebagai wadah makanan ataupun minuman, ada plastic yang hanya boleh sekali dipakai, ada pula jenis plastic yang boleh dipakai berulang kali.
Bagi kita yang belum mengetahui dan awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia.
Secara umum tanda tersebut berada didasar, berbentuk segitiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastic dibawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut :



1. Polietilen Tereftalat (PETE)
Sifat plastic ini kuat dan kedap air serta ga. Plastic ini bisa melunak pada suhu 80 derajat celcius. Tanda ini biasanya terera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene Terephthalate) di bawah segitiga. Bisa dipakai untuk botol plastic, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. BOTOL JENIS PET/PETE direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
Bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan PET ataupun daur ulang plastic PET harus waspada karena didalam membuat PET terdapat bahan yang disebut antimony trioksida, bahan Antimoni Triaksida yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui system pernafasan yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa ini. Dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita senyawa ini dapat meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga 12 bulan. Di dunia mayoritas bahan plastic PET untuk serat sintetis (sekitar 60%), di tekstil PET biasa digunakan dengan polyester, bahan dasar botol kemasan 30%.

2. High Density Polyethylene (HDPE)
Plastic HDPE biasanya sifatnya keras, kurang begitu lentur. Plastic ini tahan lembab dan mampu menahan reaksi kimia. Kemasan plastic dengan kode HDPE biasanya dijumpai pada botol susu cair dan jus, plastic belanja, tutup plastic, galon air minum, dan beberapa jenis Tupperware. Pada bagian bawah kemasan botol plastic, tertera logo daur ulang dengan angka 2 ditengahnya, serta tulisan HDPE (High Density polyethylene) di bawah segitiga. Botol plastic jeni HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastic yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastic berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimony trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. Polivinil Klorida (PVC)
Sifat PVC keras dan kuat. Tertulis (terkadang bewarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastic yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastic pembungkus ( cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastic ini berpotensi bahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sering kali penggunaan plastic jenis ini tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Karena kita sering melihat penggunaan plastic ini masih saja disepelekan bahkan, terang-terangan menggunakan ulang plastic ini yang hanya dapat digunakan satu kali saja.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
Logo daur ulang dengan angka 4 ditengahnya, serta tulisa LDPE. Yaitu plastic tipe coklat (thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan plastic kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel, dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. Polipropilen (PP)
Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 5 ditengahnya, serta tulisan PP. PP singkatan dari polipropilen, karakteristiknya adalah botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Bahan ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, tahan terhadap lemak, stabil dengan suhu tinggi dan cukup mengkilap. Bahan ini merupakan BAHAN PLASTIK TERBAIK, baik untuk tempat makanan dan minuman. Seringkali kita menggunakan plastic ini sebagai toples maupun tempat plastic untuk menjaga makanan tetap hangat didalamnya. Atau seringkali juga digunakan sebagai botol air minum.

6. Polistiren (PS)
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 ditengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan Styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatic yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan system syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat eikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastic, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. Other (O)
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 ditengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastic 7 other ini ada 4 macam, yaitu : 1. SAN – styrene acrylonitrile, 2. ABS – acrylonitrilene butadiene styrene, 3. PC – polycarbonate, 4. Nylon dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, computer, alat-alat elektronik, dan plastic kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastic yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC- atau nama polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polycarbonate, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.







III PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa lambang professional yang terdapat pada botol plastic memiliki arti yang berbeda. Tidak semua botol yang berbahan plastic aman untuk digunakan. Ada plastic yang memiliki kandungan yang berbahaya sehingga sama sekali tidak boleh digunakan sebagai wadah makanan ataupun minuman, ada plastic yang hanya boleh sekali dipakai, ada pula jenis plastic yang boleh dipakai berulang kali.



IV DAFTAR PUSTAKA

1. Irwanssyah.blogspot.co.id/2012/11/mengenai-arti-dari-simbol-kode-pada.html
2. https://myranissa.wordpress.com

Lihat profil user

6 LAMBANG PROFESIONAL INSTANSI KEPOLISIAN on Sat Apr 16, 2016 9:25 pm

NAMA : SUMIYATI
NIM : 14011225
MAKALAH PENGULASAN TENTANG LAMBANG PROFESIONAL INSTANSI KEPOLISIAN

A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Teknologi informasi yang selalu berkembang pesat, baik yang bersifat revolusioner ataupun evolusioner yang mengharuskan penduduk memiliki sebuah profesi yaitu berupa pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja dan terus melakukan perbaharuan ketrampilannya sesuai perkembangan teknologi.standarisasi dan sertifikasi dilakukan oleh badan – badan resmi yang ditunjuk oleh pemerintah . sertifikasi tersebut diantaranya berupa sertifikasi berorientasi pada produk, instansi dan profesi. Contoh sertifikasi atau lambang profesinal instansi yaitu kepolisian.
Kepolisian Negara Republik Indonesia atau yang sering disingkat dengan Polri dalam kaitannya dengan Pemerintahan adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, yang bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia.Dalam kaitannya dengan kehidupan bernegara Polri merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.
2. Tujuan
Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pembaca tentang arti yang terkandung pada lambang profesi (sertifikasi)instansi kepolisian.
3. Rumusan masalah
Apa arti yang terkandung didalam lambang profesional(sertifikasi) pada instansi kepolisian?
B. PEMBAHASAN
Lambang profesional (sertifikasi) instansi kepolisian adalah sertifikat, lisensi, dan akreditasi yang terdapat pada kepolisian. Sertifikasi merupakan lambang bagi individu yang professional dalam bidang tertentu, Orang yang ahli dalam bidang tertentu memiliki sertifikasi atas keahliannya. Lambang profesional (sertifikasi) pada instansi kepolisian Lambang Polisi bernama Rastra Sewakottama yang berarti "Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa." Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954. Polri yang tumbuh dan berkembang dari rakyat, untuk rakyat, memang harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi sekaligus pelindung dan pengayom rakyat. Harus jauh dari tindak dan sikap sebagai "penguasa". Ternyata prinsip ini sejalan dengan paham kepolisian di semua Negara yang disebut new modern police philosophy, "Vigilant Quiescant" (kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram).



Kepolisian Republik Indonesia ( Polri )
1. Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.
2. Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, disamping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi kamtibmas yang mantap.
3. Pancaran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.
4. Tangkai padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
5. 3 Bintang di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri. Sedangkan warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
6. Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun; tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih, bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.

C. KESIMPULAN
Lambang profesional (sertifikasi) pada instansi kepolisian memiliki kandungan arti yaitu POLRI adalah abdi utama masyrarakat yang bekerja untuk melindungi masyarakat, menganyomi masyrakat dan keamanan masyarakat Indonesia.

D. DAFTAR PUSTAKA
https://www.polri.go.id/tentang-logo.php
https://plus.google.com/101509638446265454482/posts/4fTtRVfNqn3


Lihat profil user

7 lambang profesional produk on Sun Apr 17, 2016 6:59 am

SANTHI WAHYU U
14011223
LAMBANG PROFESIONAL PRODUK



1. PENDAHULUAN
Lambango professional peoduk sangat berpengaruh penting untuk sebuah perusahaan. lambang produk yang menjadi ciri khas dari sebuah perusahaan. Dimana lamabng produk akan menjadi simbol khusus yang dapat memberikan penjelasan citra sebuah perusahaan. Hal ini juga sering disebut sebagai branding ataupun corporate identity. Adanya sebuah lamng dapat memberikan tempat yang berbeda di dunia industri. Sebuah lambang memiliki fungsi dan pengaruh besar terhadap citra perusaha dan termasuk dalam program marketing yang dapat menyampaikan pesan kepada konsumen. Hal ini dapat terlihat jelas dari banyaknya lambang produk yang dapat Anda lihat di sekitar. Ada banyak sekali lambang perusahaan yang tentu saja berbeda antara 1 dengan yang lainnya. Jika Anda perhatikan, Anda dapat melihat lambang pada pakaian, sepatu, tas dan lain sebagainya. Dari hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi desain logo haruslah mampu ditempatkan di banyak media


2.PEMBAHASAN
Lambang professional produk merupakan merek grafis atau lambang yang biasa digunakan oleh perusahaan komersial, organisasi dan bahkan individu untuk membantu dan mempromosikan diri agar dikenal oleh masyarakat umum. Dan dapat berbentuk grafis (simbol / ikon) atau terdiri dari nama organisasi.
Lambing professional product merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah bisnis atau perusahaan . lambang produk dapat mencerminkan identitas perusahaan. Meskipun ada yang menurut pandangan kita sama sekali tidak mencerminkan identitas perusahaan – namun seringkali ada filosofi yang terkandung di dalamnya.

Berdasarkan beberapa referensi, saya menemukan beberapa alasan pentingnya sebuah lambang professional product sebagai berikut:

1. representasi visual
Di sebuah perusahaan atau bisnis, logo menjadi salah satu tanda pengenal yang efektif sehingga mudah diidentifikasi dan diingat oleh orang banyak.

Dalam hal mudah diingat, orang cenderung mengingat lambang daripada nama perusahaan atau produknya. Hal ini juga memberikan manfaat tambahan, sebagai merek perusahaan lambang dapat membantu meningkatkan penjualan item produk perusahaan karena pelanggan dapat mengasosiasikan kualitas produk yang telah dikenal masyarakat luas dengan kualitas produk baru menggunakan lambang yang sama.

2. Bisnis atau Produk menjadi Unik
Dalam lingkungan bisnis yang begitu luas, tidak ada hal yang dapat membantu sebuah perusahaan atau produk terlihat lebih menonjol dibanding produknya selain dengan logo. Sebuah logo dapat menyampaikan lebih banyak dalam membedakan produk dari para pesaing, dan tentu saja menarik pelanggan dari pandangan pertama.
Lambang produk dapat berevolusi

Lambang produk adalah bagian penting dari pengakuan merek. Melalui kegiatan pemasaran lainnya untuk memperkuat seperti iklan, konsumen mulai mengasosiasikan lambang produk dengan perusahaan. Pengenalan masyarakat terhadap lambang produk bukanlah pekerjaan mudah, itu sebabnya logo produk memiliki makna dan karakteristik tersendiri, dan bisa saja mengalami perubahan. Suatu lambang produk bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun agar familiar bagi orang banyak.
Kali ini saya akan memberikan contoh lambang professional produk yang dapat berevolusi pada GARUDAFOOD.



Garudafood adalah salah stu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang makanan dan minuman . Garudafood berdiri di bawah kelompok usaha tudung group yang juga menaungi SNS Group (PT Sinar Niaga Sejahtera, bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan Global Solusi Inti (GSI, bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen). Garudafoot memproduksi berbagai makanan dan minuman Antara lain minuman, makanan, snack, dan jelly.



Baru-baru ini Garudafood ingin menunjukkan transformasinya dari perusahaan yang dulu begitu identik dengan kacang menjadi perusahaan yang memproduksi beragam makanan dan minuman berkualitas di Indonesia.
Logo burung Garuda yang sudah sangat dikenal masyarakat kini berubah bentuknya.


Perubahan ini tampak pada bentuk burung dan tampilan hurufnya yang terlihat lebih tegas dan dinamis.

Dengan perubahan logo baru ini Garudafood ingin menunjukkan transformasi dari perusahaan yang dulu begitu identik dengan kacang menjadi perusahaan yang memproduksi beragam makanan dan minuman berkualitas di Indonesia.
Identitas baru ini diharapkan membawa perubahan bagi Garudafood sebagai perusahaan yang berakar pada nilai spiritualitas, nilai perusahaan, dan filosofi yang diterapkan dalam sistem di perusahaan.
Tak hanya itu, logo baru ini juga diharapkan dapat mempertegas positioning garudafood sebagai perusahaan yang unggul di bidang inovasi sebagai satu ciri yang membedakan Garudafood dengan perusahan makanan dan minuman lainnya.
Logo baru Garudafood terdiri dari empat komponen grafis yang memiliki makna berbeda-beda.
1. Kepala garuda dengan mata yang tajam dan menatap jauh ke depan mencerminkan komitmen Garudafood yang kuat untuk selalu berorientasi ke depan dan melakukan inovasi tiada henti sesuai dengan tagline Garudafood ”Leading In Innovation”.
2. lima helai bulu pada helai leher burung garuda mewakili lima butir Corporate Philosophy yang dianut Garudafood yaitu Human Values, Business Ethics, Unity Through Harmony, Speed & Leading Change, dan Working Smart in A Learning Culture.
3. Ikon tumbuhan sebagai simbol pangan dan melambangkan kehidupan yang lebih abadi. Bagian dari tumbuhan yang berwarna merah melambangkan akar sebagai representasi dari nilai-nilai Corporate Core Values (Founder’s Spirit, Corporate Philosophy, dan Mission Statement) yang melambangkan fondasi kokoh untuk tumbuh dan berkembang.
4. Tipografi huruf yang digunakan merepresentasikan nilai-nilai profesionalisme, stabilitas dan kekokohan. Sementara huruf ”italic” pada logo merepresentasikan Garudafood sebagai perusahaan yang dinamis.
Secara keseluruhan, dalam identitas yang baru ini terkandung makna ”Sebuah semangat berkreasi dan berinovasi tiada henti dari pribadi-pribadi unggul untuk mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik.” Sebuah semangat yang hendak dibangun Garudafood untuk terus selalu memproduksi makanan dan minuman berkualitas bagi masyarakat.
Logo baru ini terkandung makna ”Sebuah semangat berkreasi dan berinovasi tiada henti dari pribadi-pribadi unggul untuk mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik.” Sebuah semangat yang hendak dibangun Garudafood untuk terus selalu memproduksi makanan dan minuman berkualitas bagi masyarakat


3 .KESIMPULAN
Lambango professional produk sangat berpengaruh penting untuk sebuah perusahaan. lambang produk akan menjadi ciri khas dari sebuah perusahaan. Dimana lamabang produk tersebut menjadi simbol khusus yang dapat memberikan penjelasan citra sebuah perusahaan. Adanya sebuah lamng dapat memberikan tempat yang berbeda di dunia industri.
Contohnya Garudafood dalam identitas yang baru ini ingin menunjukkan transformasi dari perusahaan yang dulu begitu identik dengan kacang menjadi perusahaan yang memproduksi beragam makanan dan minuman berkualitas di Indonesia.
Garudafood ingin menunjukan sebagai perusahaan yang berakar pada nilai spiritualitas, nilai perusahaan, dan filosofi yang diterapkan dalam sistem di perusahaan.


4. DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.garudafood.com
2. http://.zainiusmanzn.blogspot.com
3. http://www.pixelbuck.com

4. https://id.wikipedia.org/wiki/Garudafood




Lihat profil user

8 MENGULAS LAMBANG PROFESI PRODUK BAHAN KIMIA on Sun Apr 17, 2016 7:25 am

Disusun oleh :
Danang Prasetiyo Wibowo

NIM:
14011196



1. PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Simbol bahaya adalah simbol dikenali dirancang untuk memperingatkan tentang bahan berbahaya, lokasi, atau benda, termasuk arus listrik, racun, dan hal-hal lain. Penggunaan simbol-simbol bahaya sering diatur oleh hukum dan diarahkan oleh organisasi standar. Simbol bahaya mungkin muncul dengan warna yang berbeda, latar belakang, perbatasan dan informasi tambahan dalam rangka untuk menentukan jenis bahaya.
Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances).
Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama terdiri dari bidang keselamatan kerja. Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan konsumer dan kesehatan manusia.
II. RUMUSAN MASALAH
Apa arti lambang bahaya yang ada di bahan kimia?


2. PEMBAHASAN
Istilah bahan berbahaya adalah nama umum dan menurut hukum bahan (Chemicals Law) didefinisikan sebagai berikut:
1. Bahan berbahaya atau formulasi menurut hukum kemikalia (Chemicals Law),
2. Bahan, formulasi dan produk dapat membentuk atau melepaskan bahan atau formulasi berbahaya selama produksi atau penggunaan,
3. Bahan, formulasi dan produk bersifat mudah meledak
Berikut adalah beberapa definisi yang dapat digunakan untuk memahami tentang masalah hukum :
1. Bahan/zat adalah unsur atau senyawa kimia – bagaimana terjadinya di alam atau diproduksi dengan cara sintesis (misalnya asbes, bromin, etanol, timbal, dll)
2. Formulasi adalah paduan, campuran atau larutan dari dua bahan atau lebih (misalnya cat, larutan formaldehid dll)
3. Produk adalah bahan/zat atau formulasi yang diperoleh atau terbentuk selama proses produksi. Sifat-sifat ini lebik menentukan fungsi produk daripada komposisi kimianya
4. Bahan berbahaya yang didefinisikan di atas memiliki satu sifat atau lebih yang ditandai dengan simbol-simbol bahaya
Simbol bahaya adalah piktogram dengan tanda hitam pada latar belakang oranye, kategori bahaya untuk bahan dan formulasi ditandai dengan simbol bahaya, yang terbagi dalam
1. Resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisika-kimia)
2. Resiko kesehatan (sifat toksikologi) atau
3. Kombinasi dari keduanya.





1. A. Standar Eropa
Parlemen Eropa dan Dewan mengadopsi Peraturan tentang Klasifikasi , Pelabelan dan Kemasan Zat dan Campuran ( CLP ) . Ini mulai berlaku pada tanggal 20 Januari 2009. Peraturan CLP akan menggantikan ketentuan-ketentuan tertentu dari arahan berkaitan dengan klasifikasi , kemasan dan pelabelan bahan-bahan berbahaya ( Directive 67/548/EEC ) dan persiapan ( Directive 1999/45/EC ) setelah masa transisi . Direktif ini akan dicabut pada tanggal 1 Juni 2015.
Ketentuan pelabelan mengambil papan Piktogram merah berbingkai bahaya , kata sinyal, bahaya dan laporan pencegahan diatur dalam GHS PBB , misalnya :
Old Hazard Symbols

New Hazard Symbols


Simbol internasional akan menggantikan simbol Eropa pada tahun 2009. Beberapa dari mereka yang mirip dengan simbol Eropa tetapi tidak ada satu kata yang menggambarkan bahaya. Fitur yang paling mencolok adalah perubahan simbol pelabelan:
- Bukan simbol bahaya dengan pencetakan hitam pada persegi panjang oranye-kuning yang telah digunakan sampai saat ini,
- Sekarang sembilan Piktogram bahaya dengan simbol hitam pada latar belakang putih dengan Rhombuses merah berbingkai digunakan untuk memberikan peringatan
Simbol bahaya internasional yang baru dan peringatan dan kalimat pencegahan yang harus digunakan pada label yang pada akhirnya akan menggantikan tanda bahaya, risiko dan frase keselamatan. Akan ada masa transisi seperti ini secara bertahap masuk perubahan harus diselesaikan oleh Desember 2010 untuk zat dan pada Desember 2015 untuk persiapan.
Sistem baru ini sedang dilaksanakan di seluruh dunia oleh negara-negara termasuk Kanada, Uni Eropa, Cina, Australia, dan Jepang.
Berikut ini dijelaskan simbol-simbol bahaya termasuk notasi bahaya dan huruf kode (catatan: huruf kode bukan bagian dari simbol bahaya). Kemasan bahan kimia dapat mengandung satu bahkan lebih simbol bahaya. Namun demikian, kemasan tanpa simbol bahaya bukanlah berarti bahwa bahan kimia tersebut aman dan bebas bahaya, untuk itu diperlukan kehati-hatian dalam penanganan bahan kimia.
• Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar)

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya. EXTREMELY FLAMMABLE merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat rendah (di bawah 0o C) dan titik didih rendah dengan titik didih awal (di bawah +35oC).
Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar : R12

Contoh bahan dengan sifat tersebut adalah dietil eter (cairan) dan propane (gas)
• Highly flammable (sangat mudah terbakar)

Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya HIGHLY FLAMMABLE adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21oC).
Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban.
Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai highly flammable.
Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar : R11
Contoh bahan dengan sifat tersebut misalnya aseton dan logam natrium, yang sering digunakan di laboratorium sebagai solven dan agen pengering.

• NATURE POLLUTING(Bahan berbahaya bagi lingkungan)

Bahan dan formulasi dengan notasi DANGEROUS FOR ENVIRONMENT adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisme) dan menyebabkan gangguan ekologi.

Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan : R50, R51, R52 dan R53.
Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut misalnya tributil timah kloroda, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon seperti pentana dan petroleum bensin, serta AgNO3, Hg2Cl2, HgCl2




3. KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bahan kimia haruus dihindarkan dari bahan produk lainnya karena bisa merusak produk lainnya

4. PUSTAKA
http://sains-inaction.blogspot.co.id/2014/09/simbol-simbol-bahaya-di-laboratorium.html




Lihat profil user

9 TUGAS LAMBANG PROFESI PRODUK on Sun Apr 17, 2016 8:12 am

NAMA : NUR HAMID
NIM : 14011248

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKAN
PT Eigerindo Multi Produk Industri atau yang dikenal sebagai Eiger merupakan perusahaan manufaktur dan retail peralatan petualangan alam terbuka yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 oleh Ronny Lukito di Bandung. Nama perusahaannya, Eiger, terinspirasi dari gunung Eiger, yakni gunung yang terletak di Bernese Alps, Swiss, berketinggian 3.970 m di atas permukaan laut. Berawal dari fasilitas yang sangat terbatas, Eiger meluncurkan produk tas dengan hanya dua mesin jahit. Jalan Cihampelas no. 22 Bandung adalah saksi bisu dirintisnya usaha tersebut, yang kemudian dibuka pula sebuah mini-toko tas di tempat yang sama.
Perusahaan kami memproduksi tas dan peralatan petualangan, yang mana terbagi dalam tiga brand utama, yakni Eiger dengan positioning gaya hidup berpetualang (lifestyle adventure), Bodypack dengan positioning e-lifestyle, dan Nordwand dengan positioning kehidupan alam terbuka (outdoor living). Brand kami dikenal luas sebagai brand lokal yang sangat terkemuka di Indonesia. Pada tahun 2009, kami terdaftar sebagai Top 250 Indonsia Original Brands oleh sebuah majalah bisnis terkenal, Swa. Hal tersebut membuktikan kerja keras, tekad kuat, dan komitmen kami dari waktu ke waktu dalam rangka meraih kualitas unggul dan nama baik.
Awal mula sebagai toko dan produksi kecil dengan hanya dua mesin jahit di jalan Cihampelas 22, enam belas tahun yang lalu, telah berkembang menjadi market leader dalam bisnis tas dan peralatan petualangan di Indonesia. Sampai saat ini, kami telah mempunyai 3 Flagship Stores, 34 showroom, dan 81 counter tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

1.2 VISI:
Menjadi perusahaan retail global yang visioner di dalam bisnis adventure dan e-lifestyle yang diberkati dan memberkati.

1.3 MISI:
1. Berinvestasi dalam Sumber Daya Manusia dengan memberdayakan karyawan sebagai mitra untuk mengembangkan karakter, kompetensi, dan kepedulian sesuai dengan panggilannya untuk menjadi manusia yang signifikan dan bahagia.
2. Mengembangkan jaringan retail modern dengan sistem franchise, e-commerce, distributorship, dan sistem lisensi sebagai strategi distribusi global.
3. Mengembangkan bisnis (produk dan jasa) dalam bidang technical adventure, traveling adventure, dan lifestyle adventure.
4. Mengembangkan bisnis e-lifestyle di cyber market.
5. Membentuk organisasi dan budaya perusahaan yang unggul dan dapat menjadi perusahaan kelas dunia dengan didukung oleh inovasi dan teknologi yang terkini.
6. Mengembangkan produk dan pelayanan yang berkualitas tinggi untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.
7. Menjadi perusahaan yang mempunyai peran signifikan dalam:
-Program peduli ekosistem global
-Sosial budaya global
-Program peduli cyber place global


BAB II
PEMBAHASAN

Dalam psikologi warna, Orange merupakan warna petualang, menggambarkan suasana hati yang bebas, ceria, dan hangat. Orange merupakan warna yang menguatkan dan memberi semangat di saat masa susah, menyembuhkan kepiluan, dan menghapus kekecewaan. Orange juga merupakan warna optimistik yang selalu bisa mencari jalan keluar dari berbagai masalah.

Putih dikenal sebagai warna suci, sebagai pelambang hati para pendaki yang mendaki dengan ketulusan hati. Putih juga merupakan warna awan, dan salju yang berada di atas puncak bukit tertinggi, yang merupakan tujuan utama para pendaki yang melakukan perjalanan berat dan jauh.

Dan abu-abu adalah warna tenang yang merupakan gambaran dari jiwa petualang yang melakukan pendakian dengan hati dan perasaan yang tenang. Abu-abu adalah warna kekompakan, kebersamaan, bertanggung-jawab, kedewasaan, dan harmoni, yang menggambarkan kebersamaan para petualang dalam melakukan perjalanan bersama-sama, serta hidup harmoni dengan alam sekitar.

BAB III
KESIMPULAN
Lamabang produk sangat berpengaruh penting untuk sebuah perusahaan. Logo merupakan lambang yang menjadi ciri khas dari sebuah perusahaan. Dimana logo akan menjadi simbol khusus yang dapat memberikan penjelasan citra sebuah perusahaan
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.eigeradventure.com/node/650
2.https://alidesta.files.wordpress.com/2015/02/logo-eiger.jpg?w=300&h=300
3. http://www.pixelbuck.com/2015/06/04/fungsi-dan-tujuan-desain-logo-bagi-perusahaan/

Lihat profil user

10 lambang profesional profesi on Sun Apr 17, 2016 8:39 am

Pendahluan
Di era zaman sekarang ini profesi adalah sebagai pokok tolak ukur masyarakat dalam menilai seseorang, entah itu dari dunia pekerjaan atau pun dalam kekeluargaan masyarakat. Untuk memenuhi profesionalisme seorang profesi itu memerlukan bukti otentik dan juga sikap serta kinerja yang sepadan.
Berikut saya akan memaparkan beberapa contoh logo / lambang profesionalisme yang bisa diraih oleh seseorang:
1. KAN

KAN mempunyai tugas menetapkan akreditasi dan memberikan pertimbangan dan saran kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud diatas, KAN menyelenggarakan fungsi :
1. Penyusunan dan penetapan kebijakan di bidang akreditasi dan sertifikasi sesuai dengan sistem akreditasi dan sertifikasi yang ditetapkan BSN;
2. Penyusunan rencana dan program nasional di bidang akreditasi;
3. Pelaksanaan asesmen atas permohonan akreditasi;
4. Pelaksanaan proses akreditasi lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi, lembaga pelatihan dan laboratorium;
5. Penetapan, perpanjangan, perluasan, pengurangan, penundaan dan pencabutan akreditasi kepada lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi, lembaga pelatihan dan laboratorium;
6. Pemberian pertimbangan dan saran kepada BSN dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi;
7. Penyusunan dan pengembangan sistem akreditasi dan sertifikasi nasional;
8. Pelaksanaan evaluasi kegiatan akreditasi dan sertifikasi;
9. Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang akreditasi dan sertifikasi;
10. Pelaksanaan peran aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul pada tingkat nasional dan internasional, maupun dengan negara lain di bidang akreditasi dan sertifikasi;
11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Presiden dan kegiatan lain yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi.


2. ILAC

Laboratory Accreditation Cooperation International atau ILAC dimulai sebagai sebuah konferensi pada tahun 1977 dengan tujuan untuk mengembangkan kerjasama internasional untuk memfasilitasi perdagangan dengan promosi penerimaan hasil pengujian dan kalibrasi terakreditasi . Pada tahun 1996 , ILAC menjadi kerjasama formal dengan piagam untuk membangun jaringan perjanjian saling pengakuan antara badan akreditasi yang akan memenuhi tujuan ini .
Tujuan utama dari ILAC adalah peningkatan penggunaan dan penerimaan oleh industri serta pemerintah hasil dari laboratorium terakreditasi , termasuk hasil dari laboratorium di negara lain . Dengan cara ini , tujuan perdagangan bebas dari ' produk diuji sekali dan diterima di mana-mana ' dapat direalisasikan .

3. ALPAC

APLAC pada awalnya dikembangkan oleh Profesor Martti Valtonen Helsinki University of software simulasi sirkuit . Hari ini , dimiliki oleh APLAC AWR - APLAC Corporation. Piirisimulaattoria digunakan untuk menyelidiki sirkuit elektronik yang berfungsi simulasi komputer . Ketika operasi rangkaian dapat diuji tanpa membangun sirkuit fisik , menyimpan prototipe lap , waktu dan uang . Cerita APLAC dimulai pada 1972 , ketika Asisten ( saat . Profesor ) Martti Valtonen dikembangkan oleh kecil latihan simulasi sirkuit untuk memeriahkan program . Pada 1980-an Mobira ( sekarang Nokia Mobile Phones ) menjadi tertarik pada perangkat lunak , yang mengakibatkan kerjasama penelitian jangka panjang . Pada tahun 1998 , APLAC APLAC Solusi Pengembangan dipindahkan ke Oy .

Paparan diatas adlah beberapa contoh logo atau lambang profesional profesi dan tingkaatan dari NASIONAL, ASIA PASIFIC, INTERNATIONAL.

daftar pustaka:
http://www.kan.or.id/
http://www.european-accreditation.org/
http://thepienews.com/



Ahmad shaifudin
14011247

Lihat profil user http://www.wayang-photo.blogspot.com

11 mengulas lambang logo on Sun Apr 17, 2016 9:31 am

MENGULAS LOGO DAUR ULANG














NAMA : INDRAJAYA NUGRAHA
NIM     :  14011251











PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu Negara yang menghasilkan banyak produk yang diantaranya produk minuman,makanan dll. Sehingga banyak sampah produk tersebut yang berserakan dan dapat  kita daur ulang untuk  menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali, dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat mengurangi penggunaan bahan baku yang baru.
Nah disini kita akan mengulas logo  apa saja yang dapat dapat di daur ulang dan seberapa banyak dapat di daur ulang.

PEMBAHASAN





DAUR ULANG
Daur   Ulang mempunyai   pengertian   sebagai   proses   menjadikan   bahan   bekas   atau sampah menjadi menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Dengan prosesdaur ulang, sampah dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat untukmengurangi penggunaan bahan baku yang baru. Manfaat lainnya adalah menghematenergi, mengurangi polusi, mengurangi kerusakan lahan dan emisi gas rumah kaca daripada pada proses pembuat barang baru. Daur ulang yang merupakan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) dan dapat dilakukanpada   sampah   kaca,   plastik,   kertas,   logam,   tekstil,   maupun   barang   elektronik.  
Daur ulang  adalah   sesuatu   yang   luar   biasa   yang   bisa   didapatkan   dari   sampah.   Sebagai contoh, proses daur ulang alumunium diyakini mampu menghemat energi hingga 95persen dan mengurangi polusi udara hingga lebih dari 90 persen dibandingkan proses pembuatan alumunium dari bahan mentah (bijih tambang).
Proses atau Tahapan Daur Ulang, yang dapat dilakukan :
1.Mengumpulkan;   yakni   mencari   barang-barang   yang   telah   di   buang seperti kertas, botol air mineral, dus susu, kaleng dan lain-lainya.
2. Memilah; yakni mengelompokkan sampah yang telah dikumpulkan berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik.
3.Menggunakan   Kembali;   Setelah   dipilah,   carilah   barang   yang   masih   bisa digunakan   kembali   secara   langsung.   Bersihkan   terlebih   dahulu   sebelum digunakan.
4. Mengirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat daur ulang sampah, atau menunggu   pengumpul   barang   bekas   keliling   yang   akan   dengan   senang   hati membeli barang tersebut.
5. Lakukan Daur Ulang Sendiri; Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat.


KODE ATAU LABEL
Dengan   mengenal   kode   dan   label   pada   kemasan   plastik   kita   dapat   menggunakan kemasan   plastik   dengan   tepat   dan   meminimalisir   dampak   negatif   plastik pada kesehatan   maupun   dampak   pada   lingkungan.   Setiap   kemasan   plastik,   seharusnya memiliki kode atau label yang tertera dengan jelas. Biasanya terletak di bagian bawah kemasan  plastik.  Kode   atau  label  pada   kemasan  plastik  berbentuk  gambar  segitiga dan penjelasan sebagai berikut:

1.PETE ATAU PET

Biasanya tanda ini tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya terus ada tulisan PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) di bawah segitiga. Dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih / transparan / tembus pandang contohnya botol air mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Perlu ditekankan untuk botol jenis PET atau PETE dipakai HANYA SEKALI SAJA, karena bila terlalu sering dipakai terlebih sering digunakan untuk menyimpan air hangat maupun panas dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.
Bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan PET ataupun daur ulang plastik PET harus waspada karena di dalam membuat PET terdapat bahan yang disebut antimoni trioksida, bahan Antimoni Trioksida yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa ini. Dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita senyawa ini dapat meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan. Di dunia mayoritas bahan plastik PET untuk serat sintetis (sekitar 60%), di tekstil PET biasa digunakan dengan polyester, bahan dasar botol kemasan 30%.
2. HDPE

Biasanya tanda ini tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya terus ada tulisan HDPE (High Density Polythylene) di bawah segitiga. Biasanya dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain – lain.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Meskipun HDPE termasuk salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan / minuman yang dikemasnya tapi dianjurkan hanya untuk SEKALI PEMAKAIAN saja karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3. PVC

Biasanya tertulis berwarna merah dengan angka 3 di tengahnya disertai tulisan V. Arti V yaitu menunjuk pada PVC (Polyvinyl Chloride) yaitu jenis plastik yang paling sulit untuk di daur ulang. Sering ditemukan pada plastik pembungkus (Cling Wrap), dan botol – botol. Jika PVC digunakan untuk makanan sangat berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE

Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya serta tulisan LDPE. LDPE sendiri berarti Low Density Polyethylene yaitu plastik tipe coklat (Thermoplastic / dibuat dari minyak bumi), yang biasanya dipakai untuk tempat makan, plastik kemasan dan botol – botol lembek. Sifat mekanisnya sangat kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat di daur ulang serta baik untuk barang – barang yang memerlukan fleksibilitas tapi kuat. Barang yang berbahan LDPE sangat sulit untuk dihancurkan tetapi baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP

Biasanya tergambar logo daru ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. PP singkatan dari Polipropilen, karakteristiknya adalah botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Bahan ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, tahan terhadap lemak, stabil dengan suhu tinggi dan cukup mengkilap. Bahan ini merupakan BAHAN PLASTIK TERBAIK, baik untuk tempat makanan dan minuman.
6. PS

Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasanya dipakai untuk tempat makanan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain – lain. PS ini adalah polystyrene yang merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makan itu bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, dapat mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan pertumbuhan sistem syaraf. Bahan jenis ini sulit untuk di daur ulang, meskipun dapat di daur ulang memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Cara lain untuk mengidentifikasi tentang kandungan PS dalam wadah yang tidak tertera angkanya yaitu paling mentok harus dibakar, jika mengeluarkan api berwarna kuning jingga dan meninggalkan jelaga maka positif mengandung PS ini.


7. OTHER

Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis ini ada 4 macam yaitu
1. SAN – styrene acrylonitrile
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene
3. PC – polycarbonate
4. Nylon.
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol air minum olahraga, suku cadang mobil, alat – alat rumah tangga, komputer, alat – alat elektronik dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC – atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman
Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas
9. Membungkus makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus plastik baik ketika dipanaskan di microwave.
10. Mencegah menggunakan piring atau alat makan plastik untuk masakan, mending pake yang stainless steel, keramik, kaca, dan kayu.



KESIMPULAN
1. Kalo yang berkode 1, 3, 6, dan 7 (PC) harus digunakan sekali pakai karena memiliki bahaya secara kimiawi.
2. Kalau dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS) dapat aman digunakan.
3. Jika kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, usahakan tidak langsung dimasukkan kresek, karena zat pewarna hitam yang terkandung dalam kresek itu terkena panas, bisa terurai dan terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya untuk kesehatan karena menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol yaitu kanker. Mending dibungkus daun pisang,hehe.
4.Kalo buat botol susu bayi mendingan pake yang berbahan kaca atau plastik jenis 4 atau 5.
5. Kalo untuk cangkir bayi itu mending pake yang berbahan stainless steel atau plastik jenis 4 atau 5.
6. Untuk dotnya itu mendingan pake yang silikon karena gak ngeluarin zat karsinogenik sebagaimana pada dot yang bahannya latex.
7. Jangan pake botol susu bayi dan cangkir bayi (lubang isepannya gitu) berbahan jenis 7 PC.
8.Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate itu gak bisa kita hindari, kita cukup gak usah nyimpen aer dalam keadaan panas di tempat itu.

9. Hindari menggunakan botol plastik (air mineral secara berulang – ulang untuk tempat minum), kalo yang ini aku baru sadar setelah nulis kayak gini kalo perilakuku tuh salah, jadi kudu nyari alternatif lain hehehe, semoga yang anak kosan laen bisa membaca tulisan ini dan tau akan resikonya..
10. Jangan pake plastik buat ngemas makanan berminyak atau berlemak.

PUSTAKA
MILIS FMUNPAD
YUDI SI MAYOR RAM

Lihat profil user

12 Re: Tugas 2 - lambang profesional on Sun Apr 24, 2016 11:18 am


PMI (Palang Merah Indonesia)
PENDAHULUAN
Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang jasa sosial kemanusiaan, membantu korban bencana alam serta pelayanan kesehatan lainnya yang berpegang pada prinsip-prinsip palang merah dan bulan sabit internasional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Pembentukan organsasi Palang Merah tidak terlepas dari kondisi peperangan. Sejarah kehidupan manusia telah mencatat, bahwa sejak terjadinya peperangan di solferino pada tahun 1859 yang menimbulkan korban puluhan ribu prajurit gugur dan terluka telah menarik perhatian sosiawan Swiss yang bernama jean Henry Dunant untuk memberikan pertolongan bersama-sama dengan pernduduk di sekitar medan pertempuran tersebut. Peristiwa yang menyedihkan itu mendorong Henry Dunant menuliskannya kedalam buku sederhana yan berjudul ”un souvenier De solferino”, buku karangan inilah yang menjadi titik tolak pengembangan ide terbentuknya perhimpunan Palang Merah.
Indonesia sendiri baru tahun 1945 Palang Merah Indonesia (PMI) terbentuk tepatnya tanggal 17 september 1945 sebulan setelah kemerdekaan bangsa indonesia. Sejak saat itu organisasi palang Merah makin dirasakan kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Sudah banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang dipetik PMI dalam penanggungan korban baik kecelakaan, bencana alam maupun dalam suasana konflik bersenjata.
PMI pada saat ini berada dalam gerak pembangunan nasional, oleh karena itu PMI harus dapat menentukan ciri khas peranan sosialnya secara tepat, tidak terlepas dari tugas-tugas konkrit yang telah ditentukan seperti penyelenggaraan transfusi darah, pendidikan dan pelatihan, pembinaan terhadap generasi muda Palang Merah.
Apabila dikhususkan untuk daerah sumatera utara, saat ini juga sering dilanda bencana seperti angin kencang yang melanda beberapa wilayah di medan, dan beberapa tahun lalu mungkin kita masih ingat akan bencana banjir yang melanda langkat yang mengambil banyak korban jiwa dan harta. Dalam hal ini PMI daerah Sumatera Utara bekerja sama dengan PMI cabang Medan mengirimkan karyawan/relawannya untuk membantu dalam penanganan awal penanggulangan bencana seperti pertolongan pertama, evakuasi korban dan pemberian bantuan terhadap korban bencana alam bahkan program pendampingan terhadap pengungsi/korban bencana alam itu.
Untuk dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan hasil yang lebih baik diperlukan pembenahan organisasi dalam segala aspek salah satunya pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap karyawan/relawan, dengan memberi pendidikan dan pelatihan yang bersifat dasar/lanjutan kepada para karyawan/relawan yang bertugas di kantor ataupun lapangan sehingga lebih profesional dalam pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana. Program pendidikan dan pelatihan ini sudah menjadi bagian dari agenda kebijakan PMI sebab Diharapakan dengan adanya program pendidikan dan pelatihan selain dapat meningkatkan kemampuan SDM juga diharapkan dapat menambah semangat kerja yang tinggi guna meningkatkan prestasi kerja. Berbagai pendidikan dan pelatihan terbukti berdampak positif terhadap perbaikan kapasitas karyawan / relawan, mengurangi kesalahan dalam pemberian bantuan, mengikuti prosedur yang sesuai prinsip - prinsip kepalang merahan dan kemanusiaan. Karyawan / relawan tidak lagi merasa panik, canggung ketika dihadapkan dengan situasi bencana ataupun konflik sebab mereka telah memiliki modal dan pengetahuan menyangkut apa yang harus dilakukan, sebab karyawan/relawan PMI Cabang Medan telan mendapat pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan. Ada beberapa sasaran pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh PMI Cabang Medan yaitu mencakup diklat kepada organisasi pemuda, instansi swasta / pemerintah tentang ke-palang merahan, pendidikan dan pelatihan pertolongan Pertama berbasis masyarakat atau Communty Based First Aid (CBFA), mengadakan pendidikan dan pelatihan pelatih kesiapsiagaan bencana berbasis Palang merah, Pendidikan dan pelatihan pertolongan Pertama berbasis masyarakat atau Communty Based First Aid (CBFA)dll sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahas skripsi yang berjudul ”Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Relawan/Karyawan Pada Palang Merah Indonesia Cabang Medan”.

PEMBAHASAN

Berbagai faktor geografis, gelologis, dan demografis sangat mempengaruhi kondisi wilayah Indonesia sehingga frekuensi bencana alam sangat tinggi. Sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi, Palang Merah Indonesia berkewajiban memberikan pertolongan dan bantuan pada fase darurat kepada yang membutuhkan secara profesional berdasarkan prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional. Kegiatan respon bencana yang diutamakan PMI meliputi evaluasi penyelamatan korban dan pertolongan pertama dengan memprioritaskan kaum rentan, seperti ibu hamil/menyusui, anak-anak, dan manula.
Penanganan bencana akan dilakukan beberapa unit, seperti: unit Assessment; unit medis (medical action team); unit ambulans; unit dapur umum lapangan; dunit distribusi bantuan bencana; unit penampungan darurat (shellter); unit pemulihan hubungan keluarga; serta unit fungsional pendukung operasional, yang terdiri atas administrasi, keuangan, humas, logistik, dan teknologi informasi. Tahapan bantuan penanganan bencana PMI:

1.   Upaya tanggap darurat lapis pertama dilakukan di tingkat PMI Cabang, yang dapat membangun Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Cabang atau Posko PMI Cabang dengan mendayagunakan unsur-unsur pengurus, staf, dan satgana/relawan. Untuk operasional tanggap darurat bencana berbasis masyarakat, khususnya di desa/kelurahan rawan bencana, PMI Cabang/PMI Ranting memobilisasi anggota TSR/PMI di tingkat desa/kelurahan serta anggota masyarakat terlatih binaan PMI dalam wadah Tim SIBAT (Siaga Bantuan Berbasis Masyarakat).

2.   Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Cabang setempat, PMI Daerah dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan baik dari PMI Cabang lain di wilayahnya maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini merupakan upaya tanggap darurat lapis kedua. PMI Daerah dapat mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Daerah atau Posko PMI Daerah dengan mendayagunakan unsur-unsur seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya.

3.   Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Daerah setempat, PMI Pusat dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan dari PMI Daerah lain maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini menjadi upaya tanggap darurat lapis ketiga. PMI Pusat dapat membentuk Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat atau Posko PMI Pusat.

4.   Jika skala bencana masih melampaui kapasitas PMI Pusat, sumber daya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dapat diminta bantuan ataupun pihak terkait lainnya di tingkat nasional maupun internasional. PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan diharapkan mampu memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat demi mengurangi beban yang diderita korban bencana. (DM).

PUSTAKA
http://jannessantoso.blogspot.co.id/2012/10/pmi-palang-merah-indonesia-organisasi.html

Lihat profil user

13 tugas lambang profesional on Sun Apr 24, 2016 1:19 pm

MAKALAH LAMBANG PROFESIONAL PRODUK COCA COLA

BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Minuman Coca Cola adalah minuman berkarbonasi yang menyegarkan. Karbonasi menghasilkan efek khusus yaitu ‘desis’ yang menguatkan kesegaran rasa serta‘kilau’ dan ‘gelembung’ ketika minuman tersebut dituangkan dari wadahnya. Bila kita lihat iklan Coca Cola ( Fanta, Pepsi dll ) di TV, luar biasa menarik. Seakan-akan memberikan gambaran yang menyegarkan, kesejukan, dan semangat baru. Tak lama kemudian muncul merk lain dengan kemasan lain, Big Cola. Kalau dilihat dari segi iklan, Big Cola punya kemiripan dengan Coca Cola. Sama-sama royal iklan.
Dari segi pemasaran pun, dengan cepat Big Cola bisa menguasai pasar. Terbukti, saya lihat sendiri di berbagai toko dan warung produk ini sangat menguasai pasar. Artinya, Coca Cola “teman dekat” dengan Big Cola. Sama-sama royal di Iklan, sama-sama menguasai pasar, sama-sama minuman berkarbonasi. Tetapi dibalik minuman soda yang menjadi favorit anak - anak dan generasi muda ini  terdapat bahan - bahan kimia berbahaya yang ada didalam minuman ini.

2. Rumusan Masalah
 Bagaimana sejarah berdirinya PT. Coca Cola Company di Indonesia dan Dunia?
 Apa Lambang profesianal produk dalam minuman coca cola?
 Bahan kimia apa saja yang terkandung di dalam minuman Coca Cola?
 Apa bahan rahasia yang digunakan untuk membuat minuman coca cola?



3. Tujuan
 Mengetahui sejarah berdirinya PT. Coca Cola Company di Indonesia dan Dunia.
 Mengetahui Lambang profesianal produk dalam minuman coca cola.
 Mengetahui kandungan bahan kimia yang ada di dalam minuman Coca Cola.
 Mengetahui bahan rahasia yang digunakan untuk membuat minuman coca cola.


BAB 2
PEMBAHASAN

1. Sejarah berdirinya PT. Coca Cola Company di Indonesia dan Dunia.
a. Sejarah berdirinya PT. Coca Cola Company di Dunia
Minuman ringan Coca Cola diciptakan oleh Dr.John S.Pemberton, seorang ahli farmasi dan ahli minuman dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Pada bulan Mei tahun 1889, ia mencampurkan suatu ramuan khusus dengan gula murni menjadi sirup yang beraroma segar dan berwarna caramel, kemudian diaduk bersama air murni, minuman ini ditempatkan didalam guci besar yang diletakkan ditempat yang strategis. Karena adanya peningkatan pembelian minuman ringan ini maka Dr.John S.Pemberton mengganti kemasan dengan botol yang lebih praktis.
Kemudian pada tahun 1892 perusahaan ini didirikan oleh Asa G. Chandlendi Atlanta yang juga mempatenkan merek Coca Cola. Perusahaan ini merupakan induk dari semua perusahaan pembotolan yang memiliki merek dagang Coca Cola di seluruh negara di Dunia dengan menyediakan bahan konsentratnya.
b. Sejarah berdirinya PT. Coca Cola Company di Indonesia
PT. Coca Cola hadir di Indonesia sekitar tahun 1927, ketika De Nederland Indische Mineral Water Fabriecj (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda)membotolkannya untuk pertama kali di Batavia (Jakarta). Pada tahun 1971 didirikan pabrik pembotolan modern di Indonesia.
PT. Coca Cola Boyyling Indonesia (CCBI) mengoperasikan 10 pabrik pembotolan yang berada di wilayah Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar dan Banjar Baru.

2. Lambang profesianal produk dalam minuman coca cola.


Lambang profesional yang ada di dalam kemasan produk Coca Cola adalah Lambang Halal yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Minuman bersoda ini memang sudah mempunyai label halal tetapi faktanya ada bahan - bahan kimia yang berbahaya dalam minuman tersebut. Bahan - bahan kimia tersebut dapat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia.
___




3. Bahan kimia yang terkandung di dalam minuman Coca Cola
1. Zat Pewarna

http://4.bp.blogspot.com/-pBUEuhI15oI/T-6aVSDLeLI/AAAAAAAAkvg/j_suPqIqOUc/s1600/article-2166193-0091D54500000578-171_308x230.jpg
Warna yang ada dalam minuman seperti Coca-cola, Pepsi atau minuman sejenis lainnya berasal dari zat yang disebut dengan methylimidazole (4-MI). Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di California, konsumsi zat 4-MI secara berlebihan dan terus menerus dapat memicu kanker. Bahayanya, teryata dalam satu kaleng soda terkandung hampir 140 mcg zat 4-MI. Hal ini membuat Dinas Kesehatan di AS memaksa Coca-cola dan Pepsi memangkas kadar zat yang digunakan.

2. Kafein

Tahukah Anda? satu kaleng soda mengandung 40 mg kafein. Dengan kata lain, jumlah kafein yang ada hampir sepertiga dari satu cangkir kopi biasa. Meski masih banyak perdebatan mengenai manfaat kafein, namun fakta menunjukkan jika Kafein dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan mempercepat detak jantung. Selain itu, kafein menghentikan proses pencernaan zat besi dari makanan. Jadi orang yang gemar meminum soda kemungkinan besar beresiko mengalami kekurangan zat besi.

3. Gula

Menurut para dokter, ancaman terbesar dari minuman soda adalah kadar gulanya yang sangat tinggi. Besarnya kandungan itu tentu saja menyebabkan seseorang rentan mengidap obesitas. Jika sudah begitu, mereka juga akan semakin mudah terkena penyakit diabeter tipe 2, sakit jantung dan terserang stroke. Penelitian lain juga menemukan bahwa konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan depresi, gangguan ingatan dan gigi yang mudah rapuh.

4. Asam fosfat

Menurut penelitian, asam fosfat diklaim menjadi salah satu penyebab terbesar masalah gangguan pada ginjal. Dan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari US National Institutes of Health di Maryland, AS, menemukan bahwa minum lebih dari dua kaleng soda setiap hari beresiko meningkatkan gangguan pada ginjal dua kali lipat yang disebabkan oleh kandungan asam fosfat.

Studi lain di AS menyebutkan bahwa wanita yang mengkonsumsi soda lebih dari tiga kaleng dalam sehari dapat mengikis ketebalan tulang dan membuat tulang mudah keropos.

5. Bisphenol A


Kandungan bisphenol A diketahui memiliki kaitan terhadap penyakit jantung, kanker dan cacat pada anak. Zat ini banyak ditemukan di botol susu, garpu plastik, serta kaleng alumunium yang biasa digunakan untuk minuman soda seperti Coca-cola dan Pepsi.

6. Asam sitrat

Asam sitrat merupakan salah satu zat utama yang membuat rasa menendang pada soda. Alaminya, zat ini ada pada buah-buahan seperti jeruk dan lemon. Kendati demikian, konsumsi asam sitrat berlebih dapat membuat korosi pada gigi. Dalam kasus yang ekstrim, korosi ini dapat menyebabkan gigi mudah patah.

Hal itu dibuktikan dengan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal General Density. Dalam tulisannya, para peneliti mengatakan bahwa dalam tiga menit pertama saat diminum, soda sepuluh kali lebih korosif dibandingkan dengan minuman jus.
Dan ini adalah kandungan rahasia coca-cola yang tidak dikemukakan ke publik  :
1. cairan ekstrak Coca 3x 1/8 drams USP
2. citric acid 3 ons
3. caffeine 1 ons
4. sugar 30 (sebutan kuantitasnya tidak jelas)
5. water 2.5 gal
6. lime juice 2 pints 1 qrt
7. vanilla 1 ons
8. caramel 1.5 ons atau lebih sebagai pewarna
9. 7x rasa (2 ons perasa untuk 5 galon sirup)
10. alcohol 8 ons
11. orange oil 20 tetes
12. lemon oil 30 tetes
13. nutmeg oil 10 tetes
14. coriander 5 tetes
15. neroli 10 tetes
16. cinnamon 10 tetes

Penelitian menunjukkan bahwa soda dan minuman manis merupakan sumber utama kalori yang tinggi. Hal ini bertentangan dengan Banyak ahli gizi mengatakan bahwa Coca-Cola dan minuman ringan lainnya dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama untuk anak-anak muda yang sering meminum minuman ringan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pengguna secara teratur minuman ringan memiliki asupan rendah kalsium, magnesium, asam askorbat, riboflavin, dan vitamin A.
Sejak tahun 1980 di AS, Coca-Cola telah dibuat dengan sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) sebagai bahan pembuatan. Beberapa ahli gizi menyarankan untuk berhati-hati terhadap konsumsi HFCS karena dapat memperburuk obesitas dan diabetes yang lebih dari gula tebu . Selain itu, sebuah penelitian pada 2009 menemukan bahwa hampir setengah dari sampel yang diuji dari HFCS komersial mengandung zat berbahaya yaitu merkuri.

Di India, ada sebuah kontroversi besar apakah ada pestisida dan bahan kimia berbahaya lain terdapat di dalam produk kemasan, termasuk Coca-Cola. Pada tahun 2003 Pusat Sains dan Lingkungan (CSE), sebuah organisasi non-pemerintah di New Delhi, mengatakan air soda yang diproduksi oleh produsen minuman ringan di India, termasuk raksasa multinasional PepsiCo dan Coca-Cola, mengandung racun termasuk lindan, DDT, yang dapat berkontribusi terhadap kanker dan gangguan sistem kekebalan tubuh. CSE menemukan bahwa India menghasilkan produk minuman ringan Pepsi telah 36 kali tingkat residu pestisida diperbolehkan sesuai dengan peraturan Uni Eropa; minuman ringan Coca-Cola ditemukan memiliki 30 kali jumlah yang diizinkan.

4. Bahan rahasia yang digunakan untuk membuat minuman coca cola
Ternyata Bahan Rahasia Coca-Cola Adalah Air Ludah ??

Coca-cola saat ini adalah produk minuman yang paling mendunia dan terkenal. Diseluruh penjuru dunia pasti dapat ditemukan produk ini. Namun, tersiar kabar mengejutkan dari perusahan tersebut. Ternyata Bahan Rahasia Produk Coca-Cola adalah Air Liur (Air Ludah).  Kabar ini disiarkan oleh Weekly World News. Menurut sumber, seorang mantan karyawan Produk Coca-Cola memberitahukan informasi tersebut kepada Weekly World News. karyawan teresbut kesal karena dipecat tanpa pesangon. Ia akhirnya membocorkan rahasia tersebut secara anonim agar tidak diketahui dan dituntut.

Meskipun telah bartahun tahun orang berpekulasi tentang bahan rahasia kokkes tersebut. hanya sedikit orang yang mengira bahannya adalah air ludah manusia. “Mereka mengimpor ludah tersebut dari peru” ujar karyawan tersebut. “Itu dikarenakan ludah dari peru memiliki rasa yang berbeda” lanjutnya.
Mendengar kabar tersebut, Seorang Antropolog mengungkapkan bahwa penduduk peru telah berabad abad yang lalu menggunakan air ludah sebagai bahan untuk diet. “mereka menyebutnya Mazato” kata anntropolog tersebut. Mazato adalah minuman fermentasi dari air ludah manusia untuk bahan diet. “Ludah tersebut berada di sebuah tong yang sangat besar” tutur karyawan tersebut. Menurutnya setelah itu ludah yang banyak itu dicampur dengan bahan seperti air berkabonasi, pewarna makanan, dan sedikit sirup jagung.
Sejak awal Coca-cola telah benar benar menjaga rahasia bahan tersebut dari publik. Bahkan reserp rahasia buatan jhon pemberton pada tahun 1886 terkunci rapat dalam sebuah lemari besi yang dijaga ketat di kantor pusat Atlanta, Georgia. bahkan dengan cerdiknya pada kemasan setiap botol pada bagian daftar bahan, bahan rahasia ludah ini ditulis dengan nama “rasa alami dan buatan”.

BAB 3
KESIMPULAN

Coca cola merupakan Brand minuman ringan yang terkenal di seluruh dunia. Dari beberapa penjelasan diatas ada beberapa bahan - bahan kimia yang berbahaya yang terdapat dalam minuman soda ini jika masuk ke dalam tubuh manusia, dampaknya memang tidak langsung terjadi tetapi dampaknya akan terlihat dalam waktu yang lama. Dan penulis hanya memberikan saran agar pembaca lebih bijak lagi dalam memilih minuman ringan karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk kita. Maka minumlah minuman yang lebih hieginis, demi kesehatan tubuh anda. Hingga saat ini dipercaya semua kalangan minuman paling menyehatkan adalah minum air putih.


DAFTAR PUSTAKA

http://doktersehat.com/apa-saja-kandungan-coca-cola/
http://indonesiaindonesia.com/f/113811-terbuat-softdrink-coca-cola-sprite-fanta/
http://www.jurukunci.net/2012/07/6-zat-berbahaya-yang-terkandung-dalam.html
http://doktersehat.com/apa-saja-kandungan-coca-cola/
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7563327


NURUL HIDAYAH
MANAJEMEN INFORMATIKA
14011234

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik