Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Tugas Analisa Sistem

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Tugas Analisa Sistem on Wed Sep 05, 2012 1:54 pm

admin

avatar
Admin
Kumpulan Contoh Analisa Sistem....


Carilah contoh hasil analisa sebuah sistem dan pemecahannya…..
Print out dan dikirim ke Forum Tugasku
Dengan metode pieces atau analisis dokumen



Terakhir diubah oleh admin tanggal Tue Sep 11, 2012 9:15 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Tugas Contoh Analisa Sistem on Mon Sep 10, 2012 6:05 pm

TUGAS ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

CONTOH ANALISA SEBUAH SISTEM











Nama : Ristiyani
NIM : 11010949









AMIK JTC SEMARANG
2012/2013

Bengkel Perut Restaurant adalah rumah makan cepat saji dibelakang kampus Gunadarma, Depok. Setiap harinya menjual makanan paling enak dan terjangkau buat mahasiswa Gunadarma, pelanggannya kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Lingkungan Bengkel Perut terdiri dari elemen luar yang berinteraksi dengan sistem seperti pelanggan, dan pesaing lain. Bengkel Perut memiliki counter depan tempat pelanggan memesan makanan, dan pintu belakang dimana bahan makanan dari supplier dikirim. Gambaran sistem Bengkel Perut seperti di bawah ini :












Gambar1.0 Sistem di Bengkel Perut Restaurant

Sistem Informasi Persediaan Bahan Makanan di Bengkel Perut dimulai dari pembuatan data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh supplier. Kemudian pelanggan yang datang memesan makanan akan dicatat pesanannya oleh petugas Counter. Catatan order diterima oleh petugas Counter, lalu disampaikan ke Kitchen (dapur). Koki di dapur mencatat bahan makanan yang dia gunakan untuk menyiapkan makanan. Proses ini mengupdate stok bahan makanan di Storage (gudang). Setelah selesai, makanan akan disajikan ke pelanggan di ruang makan. Selesai menyantap makanan, pelanggan membayar makanan ke petugas kasir di Office. Petugas kasir akan mencatat makanan apa saja yang terjual. Setiap bulan, akan dibuatkan laporan Persediaan ke Manajer.

1.1 Analisis Kebutuhan Sistem
Proses analisis dilakukan dengan cara observasi/pengamatan langsung terhadap apa yang terjadi di rumah makan cepat saji Bengkel Perut. Terdapat kejadian operasional sebagai berikut :
a. Mencatat data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh Supplier.
b. Pelanggan memesan makanan.
c. Pesanan pelanggan disampaikan ke kitchen (dapur).
d. Makanan diantarkan ke meja pelanggan. Selesai makan, pelanggan akan melakukan pembayaran.
e. Setiap akhir bulan akan dibuatkan laporan Persediaan untuk Manajer.
Maka Kebutuhan Proses Berbasis Komputer berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Mencatat Stok
2. Mencatat Pesanan / Order
3. Mengupdate Stok Bahan Makanan
4. Mencatat Pembayaran
5. Mencetak Kuitansi Pembayaran
6. Mengupdate Makanan yang Terjual
7. Membuat laporan Persediaan

Kebutuhan Dokumen dan Data (file) berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Formulir Terima Bahan Makanan dari Supplier
2. Formulir Order
3. File Persediaan (Stok)
4. File Pembayaran
5. Kuitansi Pembayaran
6. File Daftar Barang Terjual
7. Laporan Persediaan
1.2 Menyusun Kebutuhan Sistem (Memodelkan Kebutuhan Sistem)
Pemodelan Kebutuhan Sistem tidak digambarkan dengan Tools apapun. Melainkan hanya dituliskan saja input proses dan output yang ada pada Sistem Informasi Persediaaan.


Model Kebutuhan Sistem Informasi Persediaan di Bengkel Perut adalah sebagai berikut :
1. Proses : Update Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Terima Barang dari Supplier, File Persediaan
Output : File Persediaan (terupdate)
2. Proses : Mencatat Pesanan
Input : Pesanan dari Pelanggan
Output : Formulir Pesanan
3. Proses : Mengupdate Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Pesanan
Output : File Persediaan (terupdate)
4. Proses : Mencatat Pembayaran, Mencatat Barang Terjual
Input : Formulir Pesanan
Output : File Pembayaran, File Daftar Barang Terjual
5. Proses : Cetak Kuitansi
Input : File Pembayaran
Output : Kuitansi untuk Pelanggan
6. Proses : Membuat Laporan Persediaan
Input : File Persediaan, File Daftar Barang Terjual
Output : Laporan Persediaan untuk Manajer



Hasil Wawancara dengan pemilik Bengkel Perut Restaurant

1. Bagaimana dengan sistem yang berjalan di restaurant anda sekarang?
Cukup baik, karena sudah mengaplikasikan penggunaaan komputerisasi namun kadang terjadi masalah.

2. Apa masalah yang dimaksud?
Biasanya pada saat pengecekan barang di toko, informasi yang didapat salah. Contohnya pada saat ingin mengecek berapa jumlah makanan sisa yang tidak habis dijual, ternyata di komputer input laporan tertulis sisa beberapa makanan, tapi kenyataan pada saat di tempat tidak ada, atau sudah habis.

3. Kenapa hal tersebut bisa sampai terjadi?
Bukan kesalahan system, melainkan ada saja pegawai yang mencuri atau salah menginput laporan.

4. Apa ada masalah lain lagi? Misalnya di bagian transaksi?
Ada, misalnya terjadi kesalahan pemesanan. Bagian pemesanan menuliskan informasi pemesanan konsumen di draft untuk sementara, lalu barang pesanan dikumpul, lalu dibuatkan nota. Setelah diantar pesanan makanan tersebut ke konsumen, ternyata konsumen memesan makanan lain, atau dengan jumlah lebih sedikit.


1.3 Membuat Alternatif Strategi Sistem dan Memilih yang Terbaik
Pada tahapan ini kita akan membahas mengenai batasan proyek pengembangan sistem informasi nya. Contoh batasan proyek pengembangan Sistem Informasi Persediaan adalah :
1. Dana pengembangan sistem tidak lebih dari Rp1.000,000.
2. Sistem baru harus sudah dapat dioperasikan dalam waktu 6 bulan sejak proyek dikerjakan.



Di bawah ini adalah contoh alternatif strategi sistem untuk Sistem Informasi Persediaan Bengkel Perut:

Kriteria Alternatif A Alternatif B
1. Otomatisasi Order Ya Tidak
2. Real-time Update Persediaaan / Stok Untuk beberapa Item Untuk semua Item
3. Pengembangan Software In-house Off-the-self
4. Software Visual Basic Borland Delphi
5. Implementasi 2 hari 7 hari
6. Training Training sederhana Full Training

Proses terakhir dari tahapan ini adalah pemilihan alternatif terbaik. Untuk otomatisasi order tidak perlukan karena order cukup dicatat di formulir pesanan. Pengembangan Software dilakukan in-house, karena sistem yang dibangun tidak terlalu kompleks, masih dapat ditangani oleh tim desain dan programmer proyek. Software yang dipilih adalah Borland Delphi versi 8.0 dengan DBMS Paradox yang sudah built-in dengan Borland Delphi. Pengembangan Sistem tidak lebih dari 6 bulan, implementasi 7 hari, dan akan diadakan training sederhana selama 3 hari.




Rancangan input pemesanan dan data pelanggan
Kode Barang :
Nama Barang :
Jumlah :
Kode Pelanggan :
Nama Pelanggan :
Alamat :


Rancangan input untuk Storage (gudang)
Kode Barang : :
Nama Barang :
Jumlah Masuk : A
Sisa Barang :
Sisa Barang :


Rancangan input untuk penyimpanan nota tagihan dan pengecekan jumlah tagihan
Tanggal Tagih :
Nama Toko :
No nota :
Jumlah Tagihan :
Rancangan Output (berupa nota)
BENGKEL PERUT
TELP 021-123456
No Faktur: SL 08110000003
Tanggal: 10 Oktober 2011 12:30
Nasi Goreng Rp 8.000,00
1pcs@Rp 8.000,00
Es Jeruk Rp 4.000,00
2pcs@Rp 8.000,00
Total Rp 16.000,00
Bayar Rp 20.000,00
Kembali Rp (4.000,00)
***TERIMA KASIH***
BENGKEL PERUT




Kesimpulan
Analisis sistem pada Bengkel Perut Restaurant mungkin masih terdapat kelemahan, namun semua itu tergantung pada tenaga kerja atau SDM yang digunakan, apakah tenaga kerja mau menerapkan sistem yang sudah dibuat tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak.

Lihat profil user

3 contoh analisa sistem on Mon Sep 10, 2012 6:25 pm

Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow
masuk gan:
lol! Analisis Sistem Jaringan Komputer di Warnet lol!

Warnet merupakan salah satu tempat usaha yang memakai system jaringan computer dalam melakukan operasinya, agar jaringan computer di warnet tersbut terhubung ke internet diperlukan sebuah koneksi melalui jasa ISP ( internet service provider ), pada kesempatan ini saya mencoba menganalisis sebuah warnet yang berada di wilayah Sumedang bernama LUQINSHA warnet ini tepatnya berada di jalan angkrek situ. Berikut hasil analisis yang saya dapat dilihat dari beberapa aspek.

Analisis Kebutuhan
Untuk membuat sebuah system jaringan computer pada warnet diperlukan beberapa hal yang harus ada, supaya system jaringan computer ini bias berjalan sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kepentingan. Hal – hal yang dibutuhkan dalam sebuah system jaringan computer meliputi hardware dan software yang sesuai dengan kebutuhan, berikut beberapa perangkat yang dibutuhkan dalam sebuah system jaringan computer dalam hal ini di warnet LUQINSHA yang juga menyediakan fasilitas game online :
Hardware
• 1 buah computer yang dipakai untuk server
• Beberapa computer yang dipakai untuk client
• Spesifikasi tiap computer yang ada harus sesuai dengan kebutuhan pada warnet tersebut agar layanan yang tersedia di warnet tersbut dapat berjalan dengan semestinya diantaranya
• Karena di warnet ini terdapat layanan game online sehingga VGA yang dibutuhkan adalah VGA yang memiliki resolusi yang tinggi minimal 128 MB, dan memiliki memori minimal 512 ini diperlukan agar dapat memainkan game yang 3D yang membutuhkan spesifikasi yang besar.
• Prosesor yang dibutuhkan minimal 3,5 Hetz.
• Memori atau RAM yang dibutuhkan minimal 1 GB. Ini dibutuhkan agar kapasitas
• Monitor yang memiliki resolusi 1024 X 764 ke atas. Karena ini merupakan salah satu syarat agar game online dapat dimainkan dengan nyaman contohnya pada game Online PB(point Blank).
• Hardisk yang digunakan minimal 20 GB untuk client dan untuk server 40 GB. Karena fungsi penyimpanan di computer client tidak terlalu besar berbeda halnya dengan di server sehingga memerlukan kapasitas yang lebih besar.
selain perangkat computer yang cukup memadai juga diperlukan peralatan jaringan yang mampu mendukung operasional warnet tersebut diantaranya adalah ;
• ROUTER yang digunakan haruslah compatible dengan paket jaringan yang dipakai.
• NIC (Network Interface Card) harus sudah bisa mengimbangi kecepatan yang dipakai untuk itu minimal diperlukan NIC memiliki kecepatan minimal 100/10 MBPS.
• SWITCH/ HUB digunakan untuk menghubungkan tiap computer dalam sebuah jaringan local sebaiknya digunakan SWITCH yang memiliki 16 port karena biasanya dalam sebuah jaringan computer di warnet tidak lebih dari 12 komputer.
• Cable UTP yang digunakan minimal cat. 5 karena biasanya dalam sebuah warnet jarak antar tiap computer tidak terlalu berjauhan serta ini sesuai dengan NIC yang dimiliki.
• Konektor RJ45 untuk menghubungkan cable UTP dengan NIC. Dalam sebuah warnet biasanya digunakan tipe STRIGHT untuk menghubungkan client, server ke SWITCH dan menghubungkan Server Ke Router.
Software
• Billing sebuah aplikasi yang dipakai untuk membantu admin dalam melakukan perhitungan waktu dan biaya serta digunakan untuk membuat laporan keuangan dan laporan data karyawan pada warnet, selain itu juga billing digunakan untuk memanajemen client memberikan penomoran pada client.
• Web Browser adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk membuka sebuah website dan melakukan aktifitas berinternet lainnya.
• Apliksi Game Online untuk dapat masuk ke layanan game online misalnya Point Blank dll.
• Alamat IP, alamat IP yang digunakan pada jaringan local di warnet menggunakan IP ver. 4 kelas C karena hanya terdiri dari belasan computer.
• Sistem Operasi yang digunakan sebaiknya sama atau untuk server digunakan Sistem Operasi khusus server minimal untuk client adalah Microsoft windows XP atau untuk server Windows Server 2003.
• Download Manager, merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu proses download.
• Bandwitch limiter digunakan untuk mengatur bandwitch yang diberikan pada tiap client agar merata.









Analisis Lokasi
Ruangan yang ada di warnet LUQINSHA ini seluas 4X5 m2 berikut gambar tata letak instalasi peralatan di warnet tersbut, dengan menggunakan topologi STAR.


keterangan :
1. Server 1 buah
2. Client 8 buah
3. Kabel UTP cat 5 dengan konektor RJ45 tipe stright menghubungkan client dengan Switch,serta server dengan switch
4. Switch 16 Port
5. Kabel UTP cat 5 dengan konektor RJ45 tipe stright menghubungkan server dengan Router
6. Router compatible 1024 Kbps.
7. Printer yang sudah di sharing sehingga bisa digunakan komputer manapun di jaringan.
8. Telephone untuk terhubung dengan ISP
Rencana konfigurasi TCP /IP :
• Server memiliki IP 192.168.0.1
• Client : 192.168.0.2 – 192.168.0.9 menurut operator konfigurasi IP Addres ini sengaja dimulai dari 2 dilakukan untuk memudahkan pengaturan client karena tiap komputer di beri alamat yang berurutan.
• Subnet Mask : 255.255.255.0
• Default Gateway : 192.168.0.1
• Preferred DNS Server : 222.124.204.35
• Alternate DNS Server : 208.67.220.220
berikut gambaran instalasi listrik .


Analisis H/W
Hardware yang digunakan di warnet tersebut :
• SWITCH 16 port ini sesuai dengan jumlah computer yang ada di warnet tersebut dan untuk pengembangan lebih lanjut SWITCH ini masih bisa dipergunakan karena masih tersisa beberapa port lagi yang masih digunakan apabila dikemudian hari ada penambahan computer lagi. Karena pada saat ini hanya dipakai 9 port yang artinya masih ada 7 port lagi yang masih bisa digunakan jika ada penambahan computer.
• Kabel UTP cat 5 yang compatible dengan kecepatan 100/10 MBPS dan memiliki jangkauan 100 meter ini masih bisa digunakan apabila dikemudian hari ada penambahan computer dengan jangakuan tidak lebih dari 100 m, namun bila lebih dari 100 m otomatis cable ini sudah tidak bisa digunakan lagi karena jangkauannya kurang.
• Router yang digunakan pada saat ini adalah TP-LINK compatible untuk kecepatan 1024 Kbps. Apabila kecepatan nya akan ditambah otomatis router ini sudah tidak optimal untuk dipakai harus ada penggantian sesuai dengan kecepatan yang akan dipakai.
• Client
o Prosesor
o Hardisk
o VGA
o RAM
o NIC
• Server
o Prosesor
o Hardisk
o VGA
o RAM
o NIC
• UPS yang digunakan dapat menyimpan daya sebesar Watt, bila terjadi pengembangan system lebih lanjut UPS ini masih bisa digunakan kembali. Tidak perlu ada penggantian.
• Daya listrik yang tersedia sebesar 2200 watt ini sangat cukup seandainya dikemudian hari aka nada pengembangan system computer agar lebih besar lagi.
• Monitor yang dipakai untuk client adalah LCD sebesar 17″ inci yang dapat menampilkan resolusi lebih dari 1024×764 ini cukup baik untuk dapat menampilkan game dengan cukup baik dan enak dipandang. Sedangkan untuk server menggunakan LCD sebesar 19″.
Analisis S/W
• SO (system Operasi) system operasi yang digunakan saat ini adalah windows XP SP 2 baik untuk client maupun server, untuk saat ini system operasi ini dirasa cukup karena sudah kompatibel dengan banyak aplikasi serta game online yang tersedia, namun dengan spesifikasi H/W yang dimiliki tidak perlu ada pergantian H/W apabila system operasi yang ada akan di ganti.
• Billing yang dipakai di warnet ini adalah billing explorer yang mampu mengelola puluhan client, untuk penambahan client billing ini pun masih bisa digunakan karena mudah untuk digunakan dan tidak terlalu membebani memori.
• Web Browser, dalam hal web browser terdapat banyak pilihan yang bisa digunakan di warnet ini, dan system operasinyapun masih bisa kompatibel dengan web browser yang ada.
• Anti virus, anti virus yang digunakan adalah AVG yang mudah di Update dan licensinya gratis alias free jadi walaupun komputernya ditambah tidak akan ada penambahan biaya untuk menginstal antivirus karena bersifat gratis.
• Game Online, aplikasi ini diperlukan agar pengguna dapat masuk ke game online untuk sekarang H/W yang digunakan masih bisa digunakan untuk game-game 3D baru.

Analisis waktu
Waktu yang digunakan untuk mengembangkan system jaringan computer di warnet tersebut dengan 9 komputer yang terdiri dari 8 client dan 1 server, membutuhkan konektor RJ 45 sebanyak 20 conector.
• Untuk membuat conector sebanyak 20 buah diperlukan waktu sebanyak
• Untuk mengkonfigurasi IP diperlukan waktu sebanyak
• Untuk pemasangan billing diperlukan waktu sebanyak
• Untuk melakukan installasi web browser anti virus dll diperlukan waktu sebanyak


Kesimpulan
Dari hasil analisis yang telah dilakukan bahwa di warnet ini jaringan computer yang telah terpasang cukup memadai untuk dapat menjalankan pelayanan yang ada di warnet ini misalnya untuk game online jaringan yang digunakan sudah memungkinkan dan dapat menjalankan game online dengan lancar, selain itu dari hardware yang dimiliki pun sudah memadai sehingga masih bisa diandalkan seandainya pada kemudian hari akan dilakukan pengembangan jaringan lebih lanjut sehingga ini dapat mengurangi biaya bila terjadi pengembangan lagi, serta untuk hardware jaringanpun seperti switch, kabel, dan router masih bisa diandalkan. Sleep
Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow Arrow

Lihat profil user

4 contoh analisa sebuah sistem on Tue Sep 11, 2012 11:33 am

Contoh Analisa sebuah sistem pada Perusahaan Bahan Bangunan.

Endang Fajar NS
11020932

Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink


Spoiler:

PT UTAMA
Perusahaan bahan bangunan PT. Utama adalah perusahaan yang baru berkembang dan sering mengalami masalah dalam pencarian informasi mengenai barang yang dijualnya. Sering kali terjadi kesalahan dalam pengecekan stok barang digudang, atau tidak relevan data dengan realita. Begitu pula dalam hal tagih menagih. PT. Utama kadang mendapati toko langganan yang tidak membayar piutang tepat pada waktunya.
DETEKSI MASALAH
1. Relevansi
Data pesanan dilakukan melalui telepon sehingga biasa terjadi kesalahan dalam penginputan data. Adanya ketidak cocokan antara data dengan jumlah barang yang sebenarnya, antara database perusahaan dengan stock barang digudang.

2. Kelengkapan
Data – data yang berada pada nota Draft disesuaikan oleh bag. Pemesanan sehingga kemungkinan kecil terjadi kesalahan.

3. Keamanan
Kerusakan pada bagian alat penginputan data karena computer yang digunakan hampir 24 jam. Ada juga kejadian hilangnya barang digudang sehingga diperlukan kamera pengawas.

Hasil wawancara dengan pemilik took bahan bangunan PT. Utama :
1. Bagaimana dengan system yang berjalan di perusahaan anda sekarang ?
Cukup baik, karena sudah menggunakan computer namun kadang terjadi masalah.

2. Apa masalah yang bapak maksud ?
Biasanya pada saat pengecekan barang di took, informasi yang didapat salah. Contohnya pada saaat ingin mengecek berapa jumlah paku beton yang tersisa, ternyata di computer tertulis 2 dos, tapi kenyataannya pada saat dicari ternyata tidak ada atau sudah habis.

3. Kenapa hal tersebut bias sampai terjadi ?
Bukan kesalahan system , tapi kadang pegawai yang mencuri.

4. Apa ada masalah lain lagi ? misalnya bagian transaksi ?
Ada, misalnya terjadi kesalahan pemesanan. Bagian pemesanan menuliskan informasi pemesanan konsumen di draft untuk sementara, lalu barang pesanan dikumpul, lalu dibuatkan nota. Setelah dikirim, ternyata konsumen memesan barang lain, atau dengan jumlah yang lebih sedikit. Contohnya konsumen memesan 50 cartoon paku, pada saat dikirim, konsumen hanya mengaku memesan 20 cartoon saja.

<script src='http://img820.imageshack.us/shareable/?i=ptutama1.jpg&p=tl' type='text/javascript'></script><noscript>[Only admins are allowed to see this link]</noscript>

<script src='http://img803.imageshack.us/shareable/?i=ptutama2.png&p=tl' type='text/javascript'></script><noscript>[Only admins are allowed to see this link]</noscript>

KESIMPULAN
Analisis system pada PT. Utama mungkin masih terdapat kelemahan, naming semua itu tergantung dari tenaga kerja yang digunakan, apakah tenaga kerja mau menerapkan system tersebut dengan sebaik – baiknya atautidak.

Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes Rolling Eyes



Terakhir diubah oleh endang fajar novita s tanggal Tue Sep 18, 2012 1:49 pm, total 2 kali diubah

Lihat profil user

analisa sistem pembayaran melalui internet atau secara online

meningkatnya penerimaan internet oleh masyarakat yang ditandai dengan melonjaknya pelanggan, baik pebisnis maupun konsumen, sekarang mendorong munculnya suatu tuntutan pelayanan internet yang melebihi dari apa yang bisa diperoleh dari dunia nyata. Ini meliputi kesempatan untuk membeli dan menjual barang-barang komoditi secara online dari jarak jauh. Salah satu hal terpenting dalam bisnis melalui internet adalah bagaimana keuntungan dapat diperoleh secara aman dan mudah. Saat ini muncul beberapa sistem pembayaran online melalui internet untuk melayani kebutusan bisnis online.
Internet telah membuka kesempatan baru untuk melakukan perdagangan secara elektronik bagi perusahaan-perusahaan, termasuk para penyalurnya maupun pelanggannya. Pada tahun 1996, transaksi bisnis melalui internet mencapai lebih dari 10 juta $US dan pada tahun 2000 diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 20 kali lipatnya, yaitu sekitar 196 juta $US.
Dalam bidang bisnis perdagangan secara elektronik, perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor mengkaji berbagai kemungkinan yang ditawarkan oleh sistem-sistem pembayaran online melalui internet. Sebagai tanggapan atas tuntutan tersebut, beberapa sistem yang muncul dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan proses-proses perdagangan yang telah ada. Hal ini penting untuk menjamin masa transisi yang selancar mungkin untuk menuju mekanisme pembayaran online yang baru. Sistem ini juga memungkinkan para pedagang untuk membuka rekening bagi para penyalurnya dan melakukan pembayaran invoice tiap-tiap bulan seperti metode-metode transaksi dagang tradisional. Secara potensial, hal ini akan mempercepat sistem pembayaran dan membuat transaksi dagang lebih mudah.
Sebagai tambahan, perusahaan-perusahaan harus dapat memeriksa status orang yang berhutang (debitur) dan menolak hutang-hutang yang belum dilunasi dengan cepat dan mudah menggunakan sarana e-mail. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki departemen-departemen yang berbeda dapat mengambil keuntungan besar dari divisi-divisi dagangnya yang dapat disusun dalam sistem-sistem tertentu. Sistem ini menmungkinkan departemen-departemen maupun pegawai-pegawai yang berbeda untuk menyusun batas pengeluaran individu dan untuk menagih rekening-rekening guna memperjelas mana individu atau departemen yang telah melakukan pembelanjaan barang tertentu.
Jenis-jenis aplikasi sistem bisnis online ini mungkin secara khusus sesuai dalam bidang bisnis telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi tidak saja dapat menggunakan internet untuk penjualan dan pemasaran jasa, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk mempercepat proses-proses penagihan rekening dan pembayaran. Sebagai contoh, rekening telpon, dapat dikirim kepada pelanggan melalui internet dan pembayaran dapat dilakukan menggunakan sistem-sistem pembayaran berbasis jaringan internet (web). Sifat dasar dari media ini akan memungkinkan para pelanggan untuk menerima perincian yang lebih detil pada rekening-rekeningnya dan memungkinkan pengalokasikan dana dengan lebih baik guna mengidentifikasi anggaran mana yang dapat dipotong. Perusahaan-perusahaan dapat segera menetapkan sistem ini sebagai metode pembayaran. Perusahaan listrik UK’s Scottish Power mengembangkan skema untuk memungkinkan para pelanggan mengunakan kartu kredit untuk membayar rekening-rekeningnya melalui internet.
Sistem-sistem Pembayaran yang Penting
Sistem-sistem pembayaran melalui internet yang aman, merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis online, karena alasan-alasan berikut:
jika pedagang tidak mengatur untuk menerima kartu kredit secara aman melalui internet, maka sistem pembayaran yang dipakai dapat mengambil alih fungsi-fungsi ini. Penipuan ataupun pemalsuan kartu kredit yang dihasilkan dari transmisi melalui internet merupakan salah satu penghalang utama dalam perdagangan online melalui internet dalam tahun-tahun ini. Sistem-sistem pembayaran internet menggunakan pengkodean tingkat tinggi lebih menjamin dari pada transaksi dengan kartu kredit langsung melalui jaringan;
sistem-sistem pembayaran internet dapat menawarkan kepada para pelanggan ketenangan akan legitimasi kepada siapa mereka membeli/membayar. Sementara merk dagang barang komoditi yang ditawarkan melalui internet segera dapat dipercaya, tetapi boleh jadi sifat internasional dari jaringan sebagian besar tidak atau belum dikenal oleh para konsumen. Dalam kasus ini, sistem-sistem pembayaran yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengecek pedagang/penjual sebelum konsumen menggunakan pelayanan pembayaran dengan menggunakan referensi kredit agen yang telah dikenal. Sistem-sistem pembayaran melindungi konsumen karena si agen tidak akan mengizinkan pedagang mengakses kartu kredit para pelanggan/pembeli.
Pelayanan Sistem Pembayaran Seperti Apa yang Dibutuhkan?
Awalnya, perdagangan melalui internet terbatas, terutama untuk industri yang melayani pemesanan melalui jasa pos. Untuk sektor ini, transisi dari media tradisional ke media internet merupakan hal yang relatif sederhana. Perusahaan-perusahaan jasa pengiriman melalui pos cenderung memproduksi kembali katalog-katalog yang ada di internet dan kemudian menggunakan pemesanan secara tradisional, seperti melalui fax atau telpon dengan pembayarannya menggunakan kartu kredit atau chek. Baru-baru ini, situs perusahaan jasa pengiriman melalui pos yang besar telah memperkenalkan jaminan verifikasi kartu kredit secara online untuk pembayaran.
Yang penting dalam pasar pemesanan melalui pos adalah pertumbuhan yang pesat dan penuh tantangan dalam desain pelayanan yang disesuaikan secara khusus untuk internet. Cakupan bisnisnya meliputi: pengiriman informasi, direktori telpon, akses data atau berita keuangan, sampai pengembangan aplikasi online yang khusus seperti komputer game. Pelayanan baru atau yang disesuaikan dalam masa pertumbuhannya masih sangat banyak.
Dengan pelayanan-pelayanan ini, tidak akan cukup bagi perusahaan-perusahaan sistem pembayaran untuk menawarkan kepemilikan kartu kredit, karena biaya minimum kartu kredit membuatnya tidak ekonomis untuk pembayaran jumlah kecil. Oleh karena itu metode pembayaran mikro (pembayaran dalam jumlah kecil) akan dikembangkan, menawarkan range aplikasi yang memungkinkan memungut pembayaran-pembayaran dalam jumlah besar ataupun kecil. Hal ini akan mendorong berbagai pelayanan baru meliputi : pemesanan informasi tertentu, maupun komputer interaktif dalam bentuk komputer game. Dengan menggunakan beberapa sistem pembayaran, pasar bisnis online ini masih terbuka sangat lebar.
Sistem-sistem Pembayaran yang Ada Saat Ini
Sistem-sistem pembayaran yang sudah beroperasi atau dalam percobaan, saat ini dapat dikelompokkan dalam 3 kategori besar, yaitu : sistem pihak ketiga (3rd party system), sistem sertifikat, dan sistem uang neto (net money).
• Sistem pihak ketiga. Pada sistem ini, ada pihak ketiga yang berfungsi sebagai agen antara pedagang/penjual dan konsumen/pembeli. Si agen inilah yang bertugas memeriksa kartu kredit konsumen, menyetujui (atau menolak) transaksi dan kemudian mengeluarkan dana untuk pembayaran kepada pedagang. Dalam kategori ini beberapa diantaranya menawarkan sistem yang lebih canggih, memungkinkan pelanggan untuk membuka rekening menggunakan kartu kredit atau kartu debit, kemudian memilih nomor pin dan password sendiri. Setiap kali konsumen ingin membeli sebuah barang atau jasa secara online, dia harus menggunakan nomor pin dan password sebagai pengganti nomor kartu kredit. Dengan demikian detil kartu kredit tidak secara terus menerus ditransfer melalui internet. Konsumen juga dapat merubah nomor pin maupun password sesering mereka inginkan. Meskipun demikian, sistem pihak ketiga tradisional ini mempunyai beberapa kelemahan. Sistem ini tidak dapat menangani pembayaran dalam jumlah kecil, dan membutuhkan detil kartu kredit untuk dimasukkan setiap kali ingin melakukan pembelian.
• Sistem-sistem berbasis sertifikat melibatkan konsumen untuk melakukan downloading sertifikat digital sebagai media yang akan menampilkan kartu kreditnya. Sertifikat-sertifikat ini disimpan dalam bentuk dompet cyber, dan akan diaktifkan ketika konsumen menginginkan melalukan pembelian. Contoh yang paling menonjol pada sistem ini adalah sistem SET (Secure Electronic Transactions). Sistem ini lebih merupakan protokol daripada sistem pembayaran tunggal dan akan diterapkan oleh sejumlah perusahaan dalam bisnis online nya. Protokol ini dirancang oleh beberapa pemain utama komputer bisnis termasuk Microsoft. Meskipun demikian, sistem jenis ini mempunyai beberapa kekurangan. Karena sistem ini didasarkan pada verifikasi kartu kredit, sehingga tidak dapat menangani pembayaran-pembayaran dalam jumlah kecil. Sistem ini juga cenderung mengikat pengguna pada satu terminal komputer, karena sertifikat digital disimpan pada hard disk. Manakala dikopi pada sebuah disket sebagai alternatif, sistem ini menunjukkan keraguan terhadap keamanannya sendiri. Disamping itu, akses ke hard disk juga dapat memunculkan resiko keamanan. Perkembangan sistem SET secara besar-besaran telah dimulai pada tahun lalu tetapi terjadi penundaan terutama karena terbatasnya jumlah agen yang menerbitkan sertifikat. Sebagai tambahan, biaya yang relatif tinggi pada sistem-sistem berbasis sertifikat dapat menghalangi minat pedagang skala lebih kecil. Walaupun terdapat kekurangan-kekurangan, jenis sistem ini diperkirakan akan menjadi pemain penting pada bisnis online di tahun-tahun mendatang.
• Sistem uang neto (net money systems) menghendaki konsumen merubah mata uangnya kedalam bentuk mata uang cyber, dan secara umum memungkinkan untuk melakukan pembayaran dalam jumlah kecil. Masalah yang utama adalah konsumen tidak hanya merubah mata uang, yang dapat menahan pengeluaran dengan sendirinya, tetapi mata uang cyber disimpan dalam dompet virtual, sehingga membuatnya kurang portable.
Sebagai tambahan untuk ketiga kategori di atas, sistem-sistem kartu pintar (smartcard) juga telah dioperasikan. Dalam metode ini, kartu pintar diisi dengan dana yang dikeluarkan dari mesin ATM tertentu. Pembaca kartu pintar melampirkannya pada sebuah komputer yang digunakan untuk mengeluarkan uang dari kartu ketika pembelian online dilakukan.
Jelasnya tersedia sejumlah solusi yang berbeda-beda pada pembayaran online melalui internet. Meskipun demikian, dengan beberapa pengecualian masih banyak yang mengecewakan, karena sistem-sistem tersebut masih tetap berakar pada pengiriman melalui pos yang telah kuno. Sampai sistem-sistem pembayaran online melalui internet benar-benar fleksibel dan lebih luas lagi digunakan oleh perusahaan-perusahaan dagang, bisnis online melalui internet akan menjadi lambat untuk berkembang.
TINJAUAN TEORITIS
2.1. E-Commerce atau penjualan online
Penjualan merupakan salah satu kegiatan dalam suatu perusahaan, pendapatan perusahaan berasal dari hasil penjualan tersebut. E-Commerce atau penjualan online menggambarkan suatu varietas luas dari perangkat lunak atau sistem computer elektronik, seperti pengiriman pesanan pembelian kepada pemasok melalui Electronic Data Interchange (EDI).
Situs web E-Commerce adalah situs yang menangani pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet. Situs E-Commerce terdiri dari empat macam :
1. B2B (Business to Business) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis antar pelaku kegiatan bisnis.
2. B2C (Business to Customer) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis langsung dengan konsumen.
3. B2G (Business to Goverment) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis dengan pemerintahan.
4. C2C (Customer to Customer) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis antar konsumen.
Keamanan dalam e-commerce terdiri dari :
1. Menggunakan firewall melalui router, untuk melindungi komputer dari jaringan privasi yang terkoneksi pada internet.
2. Menggunakan password untuk menghindari penyalah gunaan hak akses.
3. Memisahkan website dengan data perusahaan dengan cara membuat halaman khusus untuk perusahaan.
Fungsi website e-commerce bagi suatu perusahaan, yaitu :
1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
3. Mengurangi keterlambatan dengan mengunakan transfer elektronik atau pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.
2.2. MySQL
MySQL (My Structured Query Language) adalah sebuah pembuatan database yang bersifat opensource, artinya setiap orang dapat menggunakannya. Keunggulan dari MySQL, yaitu :
1. Cepat, MySQL dikembangkan dengan konsep database yang berkecepatan tinggi dalam penyajian data.
2. Tidak mahal, dapat di-download dengan gratis.
3. Mudah digunakan, dapat berinteraksi dengan menggunakan perintah SQL yang sederhana.
4. Berjalan pada berbagai sistem operasi.
5. Dukungan situs banyak tersedia
2.3. Web
Website yang disebut juga dengan web atau homepage adalah lokasi atau alamat dalam internet, website terdiri dari file – file yang tersimpan dalam berbagai komputer yang disebut server, untuk memanggil server tersebut dibutuhkan perangkat lunak yang disebut dengan browser. Prinsip desain web terdiri dari kualitas atau karakteristik bawaan dalam berbagai bentuk seni, seperti keseimbangan, keserasihan, kontras, konsistensi, variasi, ruang kosong dan gerak, yang kemudian menghasilkan desain yang mudah dibaca dan cepat dimengerti oleh pengguna.
2.4 Pemasaran Online
Pemasaran online atau pemasaran langsung adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. Salah satu saluran pemasaran langsung ialah penjualan online.
2.5. Internet
Internet merupakan suatu media informasi yang berjalan dalam suatu komputer. Akan tetapi, tidak semua komputer yang ada dapat berhubungan karena suatu komputer dapat dikatakan sebagai Internet jika telah terhubung dengan suatu jaringan.
2.6. Sistem
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
2.7. Informasi
data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input – proses – output.
2.8. Data
merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
2.9. Basis data (data base)
Pengertian basis data (database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya
2.10. Komputer server
Komputer server merupakan komputer pusat yang digunakan sebagai pengendali seluruh aktifitas komputer yang terhubung dengan server. Server juga digunakan untuk pusat penyimpanan data, tempat web server, database server, dan lainnya. Server dapat berupa PC biasa, PC dirancang untuk server atau berupa komputer mainframe.
2.11. Penjualan
Proses, pembuatan, cara menjual
2.12. Pemesanan
Proses, pembuatan, cara memesan
2.13. On-line sistem
Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
BAB III
PERANCANGAN SISTEM
Tahap perencanaan sistem merupakan tahap paling awal yang dilakukan dalam pengembangan sistem. Untuk mendapatkan sistem yang baik diperlukan perencanaan yang baik pula. Pemakaian sistem lama yang masih manual mengakibatkan penyampaian data dan informasi kurang efektif dan efisien. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat suatu sistem informasi baru yang berbasiskan komputer, sehingga dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai produk-produk yang tersedia, pemesanan secara online, dan dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh pelanggan sehingga tercipta efisiensi dan keefektifan.
3.1. Analisis sistem
Sistem yang baru ini dirancang untuk memperbaiki kekurangan sistem yang sedang berjalan. Berikut ini merupakan deskripsi sistem yang berjalan saat ini. Sistem yang sedang berjalan masih menggunakan sistem manual yaitu Pelanggan memesan produk melalui telepon maupun datang ke perusahaan, kemudian administrasi mengecek produk ke gudang. Gudang memberikan konfirmasi, jika produk tersedia maka dilanjutkan ke proses pembayaran, dan jika produk tidak tersedia maka administrasi menolak pesanan tersebut. Administrasi membuat tanda pembayaran dan surat jalan yang diserahkan kepada sales untuk diantarkan kepada pelanggan. Sales menerima uang dan tanda terima dari pelanggan kemudian diserahkan kepada administrasi. Administrasi akan mengecek pembayaran, pembayaran hanya dilakukan secara tunai. Setelah itu admin akan membuat laporan keuangan yang akan diserahkan kepada manager.
3.2. Desain sistem
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dirancang sebuah sistem baru yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memasarkan produk dan meningkatkan angka penjualan. Berikut merupakan deskripsi sistem yang dirancang :
Gudang menerima produk dan membuat laporan stok barang. Gudang memberikan daftar produk yang akan dipasarkan pada website. Admin meng-input data produk yang tersedia berdasarkan merk dan grup produk kemudian disimpan dalam data store produk, data store merk dan grup produk, yang dilakukan pada modul Product. Admin meng-input berita yang di simpan dalam data store berita. Admin mengecek kontak dari pelanggan dan menjawab pertanyaan dari pelanggan yang kemudian akan dikirim lewat e-mail. Rancangan pada user yaitu pelanggan mengunjungi halaman utama yaitu home, dimana terdapat login user untuk pelanggan yang telah menjadi anggota, News, search untuk pencarian produk berdasarkan kata kunci yang dapat dilakukan oleh anggota dan pelanggan. Pelanggan yang belum menjadi anggota, dapat mendaftarkan diri pada Register dengan meng-input biodata diri yang akan tersimpan pada data store anggota. Anggota dapat meng-edit biodata diri pada Edit Profile dan memilih produk yang diinginkan pada shopping cart. Setelah anggota meng-input pesanan maka akan ditampilan detil pesanan beserta ID pembayaran pada transaction. Apabila dalam tiga hari anggota tidak melakukan konfirmasi, maka pesanan tersebut akan dibatalkan oleh sistem. Pembayaran dilakukan manual oleh anggota yaitu mentransfer ke rekening perusahaan yang tertera pada kolom pembayaran. Setelah anggota mentransfer uang, anggota harus mengkonfirmasikan kembali dengan memasukkan ID pembayaran yang telah diberikan, dan memasukkan total dan tanggal yang di bayar maka status pesanan anggota tersebut akan berubah menjadi konfirmasi. Selanjutnya admin melakukan pengecekan pembayaran dari anggota lewat pengiriman dari bank. Apabila pembayaran dari anggota telah masuk ke dalam rekening perusahaan maka admin meng-input total harga yang di terima dan tanggal terima pembayaran dari anggota, berarti pesanan tersebut telah disetujui kemudian status pesanan anggota akan menjadi lunas. Apabila pesanan pelanggan telah dikirim maka admin meng-input pesanan pelanggan menjadi kirim. Bukti pembayaran yang telah lunas akan dikirimkan lewat e-mail pelanggan. Admin mencetak daftar pesanan yang telah dikonfirmasikan atau yang telah disetujui dan diserahkan kepada gudang untuk dilakukan proses pengiriman barang dan membuat laporan penjualan yang diserahkan pada manager. Anggota dapat mengembalikan produk yang dikirim dengan alasan tertentu, pengembalian produk dengan cara menghubungi perusahaan, admin meng-input data retur dan kemudian diproses kembali.
BAB IV
PENGUJIAN
Pengujian perancangan sistem penjualan online dilakukan dengan memastikan bahwa program dapat berfungsi dengan baik dan hasil yang diperoleh sesuai dengan konsep dasar rancangan yang dibuat. Pengujian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi kesalahan yang dapat diperbaiki sebelum diimplementasikan. Metode yang dapat digunakan dalam tahap pengujian adalah white-box testing dan black-box testing. Pada metode white-box testing, pengujian dilakukan pada setiap baris kode program untuk mengetahui apakah masih terjadi error pada saat program di-compile.
Pengujian dengan metode black box testing digunakan untuk menguji tiap modul yang terdapat dalam program web ini. Pengujian dilakukan dengan cara meng-input data pada program dan kemudian diproses apakah sesuai dengan spesifikasi rancangan yang diinginkan.
Setelah hasilnya sesuai, maka sistem ini juga dilengkapi dengan pengujian user acceptance test, yaitu pengujian yang dilakukan user untuk memastikan bahwa sistem layak dan dapat diterima user.
BAB V
KESIMPULAN
Setelah melakukan perancangan, pembuatan dan pengujian terhadap perancangan sistem penjulan online, maka didapat beberapa kesimpulan :
1. Perancangan sistem penjualan online ini dapat dijalankan dengan baik dan telah sesuai dengan rancangan.
2. Perancangan sistem penjualan online dapat berguna sebagai media pemasaran, penjualan produk dan pembuatan laporan penjualan dengan baik.
3. Perancangan sistem penjualan online ini dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memperoleh informasi produk terbaru serta dapat melakukan pemesanan produk secara online.

Lihat profil user
analisa:
ANALISIS DAN PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI di KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH\
BMT NUR ABABIL WONOGIRI


Siklus Akuntansi
Pencatatan akuntansi dilakukan secara bertahap melalui siklus akukntansi. Proses tersebut terus menerus dan berulang, sehingga prosesnya bertahap dan berputar.

Langkah - langkah dalam siklus akuntansi:
1. ANALISIS TRANSAKSI BISNIS
Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomi yang secara langsung berpengaruh terhadap posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan. Transaksi bisnis kemudian didokumentasikan dalam bentuk bukti-bukti transaksi.
Contoh: Setoran simpanan atau pinjaman yang disertai dengan slip bukti transaksi

2. PENCATATAN PADA BUKU JURNAL
Akuntansi membutuhkan sebuah catatan setiap transaksi bisnis secara kronologis atau sesuai dengan tanggal terjadinya. Daftar yang menyajikan informasi transaksi secara
kronologis ini disebut dengan jurnal. Proses pencatatan transaksi pada jurnal disebut dengan penjurnalan (journalizing).
Contoh: Semua transaksi dijurnal per tanggal dan per sandi sesuai buku besar.

3. POSTING KE BUKU BESAR
Posting adalah proses pemindahan (pentransferan) ayat-ayat jurnal dari jurnal ke akun buku besar. Posting dilakukan secara otomatis pada saat jurnal transaksi dilakukan.
Contoh: Ketika melakukan transaksi maka secara otomatis akan mengubah neraca dan buku besar.

4. PENYUSUNAN DAFTAR SALDO
Setiap transaksi dicatat dengan melibatkan sisi debit dan sisi kredit, dan pada akun buku besar total debit harus sama dengan total kredit. Sehingga diperlukan daftar semua saldo akun untuk melihat total saldo debit akun sama dengan total saldo kreditnya. Daftar ini dinamakan dengan Daftar Saldo atau Neraca Saldo.

5. PENYESUAIAN
Beberapa akun dalam daftar saldo belum menunjukkan informasi yang up to date (terkini). Karena beberapa informasi baru dapat diketahui pada akhir tahun, melalui analisis terhadap keadaan pada akhir periode. Jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan akun agar menjadi up to date disebut dengan jurnal penyesuaian.

6. DAFTAR SALDO DISESUAIKAN
Setelah penyesuaian dicatat dan diposting ke akun buku besar, daftar saldo disesuaikan disiapkan. Dalam daftar saldo disesuaikan, besarnya saldo setiap akun sudah menunjukkan kondisi yang mutakhir.

7. PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan laporan keuangan diawali dengan menyiapkan laporan rugi-laba. Laba atau rugi bersih kemudian digunakan untuk menyusun laporan ekuitas pemilik. Laporan ekuitas pemilik menyajikan saldo modal akhir perioda, yang diperlukan untuk menyusun neraca. Laporan keuangan ini disusun dari daftar saldo setelah penyesuaian.

8. PENUTUPAN BUKU BESAR
Penutupan buku besar akan menjadikan semua saldo akun pendapatan, beban, dan prive bersaldo nol. Ayat jurnal yang dibuat untuk menutup akun nominal ini disebut dengan jurnal penutup (Closing Entries). Akun-akun pendapatan umumnya mempunyai saldo debit, sedangkan akun beban dan prive mempunyai saldo kredit.

9. DAFTAR SALDO SETELAH PENUTUPAN
Setelah proses penutupan buku besar langkah berikutnya adalah mempersiapkan daftar saldo setelah penutupan (post closing trial balance). Pembuatan Daftar Saldo Setelah Penutupan bertujuan untuk menguji apakah penutupan buku telah dilakukan secara benar. Daftar Saldo Setelah Penutupan hanya berisi semua akun riil (akun Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas Pemilik).

Analisis PIECES

1) Analisis Kinerja ( Perfomance )
Kinerja merupakan bagian pendukung dalam kelancaran proses kerja dalam suatu perusahaan. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja sistem, kinerja dapat diukur dari throughput dan respone time.
Througput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu sistem tertentu. Respone time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua pekerjaan ditambah dengan waktu respone untuk menangani pekerjaan tersebut.
Pada sistem lama :
a. Proses penghitungan bahas memerlukan waktu lama
b. Proses pembuatan laporan-laporan akuntansi membutuhkan waktu yang lama.

2) Analisis Informasi (Information)
Kurang tepatnya penyajian informasi ke pada anggota dan pimpinan membuat sering terjadinya selisih paham antara pengelola dengan anggota dan pimpinan
Pada sistem lama :
a. Kurang tepatnya penghitungan bahas simpanan dan pinjaman
b. Kurang tepatnya laporan keuangan karena data yang tidak real time
c. Anggota kurang mendapat informasi yang jelas tentang tentang penghitungan bahas simpanan dan pinjaman.

3) Analisis Ekonomi (Economy)
Adanya peningkatan terhadap pendapatan karena adanya sistem baru terhadap manfaat-manfaat keuntungan atau penurunan biaya operasional yang terjadi.

4) Analisis Pengendalian (Control)
Merupakan peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan serta kekurangan yang akan terjadi. Pengendalian atau kontrol dalam sebuah sistem sangat diperlukan keberadaannya untuk kesalahan sistem serta untuk menjamin keamanan data. Dengan adanya kontrol, maka tugas-tugas atau kinerja yang mengalami gangguan akan bisa diperbaiki

5) Analisis Efisiensi (Efficiency)
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan sebaik mungkin dengan pemborosan yang minim. Sistem lama masih kurang efisien karena waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain masih harus digunakan untuk mengolah bahas dan membuat laoran-laporan keuangan.

6) Analisis Pelayanan (Service)
Masalah pelayanan berkaitan dengan penyediaan informasi bagi anggota. Untuk mendapatkan informasi simpanan dan bahas yang diterima, pada sistem lama cukup sulit dan menyita waktu, dimana harus datang langsung ke bagian teller kemudian menunggu proses penghitungan. Sistem yang baru dirancang untuk dapat menutupi kekurangan pada sistem lama sehingga dapat memuaskan anggota dalam memperoleh informasi.

Permasalahan operasional dalam Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah BMT Nur Ababil Wonogiri” ini terletak pada proses pembukuan dan pembuatan laporan. proses pembukuan yang tidak teratur dan tidak efisien memicu munculnya masalah operasional yang dapat menghambat perkembangan koperasi. Apabila koperasi tidak menanggapi masalah ini, koperasi akan mengalami kesulitan seiring dengan bertambahnya data yang harus ditangani sebagai konsekuensi bertambahnya anggota dan transaksi.

Penyelesaian masalah :
Koperasi membutuhkan suatu sistem Informasi Akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan dalam pencatatan secara akurat dan terperinci.
Perancangan dan pengimplementasian sistem dilakukan dengan cara membuat desain proses, desain basis data, dan perancangan tampilan.
Hasil desain ini diterapkan ke dalam DBMS dengan membuat tabel, store procedure, dan view. Kemudian mengembangkan aplikasi berbasis desktop dengan menggunakan tool Visual Basic 6.0 yang tersambung dengan DBMS. Dalam aplikasi ini, terdapat form-form transaksi yang mampu menangani proses operasional koperasi. Hasil keluaran dari aplikasi ini adalah laporan keuangan koperasi.

Pengujian Sistem
Pengujian sistem dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Pengujian White Box
Pengetesan white box merupakan metode perancangan test case yang menggunakan struktur control dari perancangan procedural untuk mendapatkan test case. Tes ini dimaksudkan untuk meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci. Karenanya logical path (jalur logika) perangkat lunak akan di tes dengan menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau pengulangan secara spesifik.
Pada perancangan Sistem ini pengetesan dengan white box yaitu pad halaman login Aplikasi. Ada 2 text box yang harus diisi yaitu user dan password.

2. Pengujian Black Box
Pengujian Black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak dengan demikian pengujian black box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkain kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua
persyaratan fungsional untuk semua program. Pengujian black box bukan merupakan alternatif dari teknik white box, tetapi merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkap kelas kesalahan dari pada metode white box.
Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut:
1) Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
2) Kesalahan interface
3) Kesalahan dalam struktur data
4) Kesalahan kinerja
5) Inisialisasi dan kesalahan terminasi
Uji coba dinyatakan berhasil apabila fungsi-fungsi yang ada pada perangkat lunak sesuai dengan apa yang diharapkan pemakai. Untuk mengetes langkah yang dilakukan dengan menjalankan aplikasi, menginput data, simpan data, edit data, dan hapus data


[Only admins are allowed to see this link]



Terakhir diubah oleh ida nur faida tanggal Tue Sep 18, 2012 11:20 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user

7 TUGAS ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM on Tue Sep 11, 2012 1:30 pm

lanjouuuud:
PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN E-KTP

Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan proses untuk menentukan suatu permasalahan
menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk dipelajari guna mempermudah permasalahan dari suatu sistem informasi, hasil akhir dari analisis sistem
merupakan cara pemecahan masalah yang terjadi dalam spesifikasi sistem yang
baru.
Pada tahap analisis diperlukan suatu pendekatan analisis guna menghindari
kesalahan-kesalahan yang mungkin muncul pada tahap berikutnya, yaitu tahap
perancangan sistem baru karena tahap ini merupakan yang sangat penting,
pendekatan yang dilakukan adalah mendefinisikan setiap masalah dalam sistem
yang sedang berjalan dan sekaligus merupakan evaluasi setiap cara kerja sistem
yang sedang berjalan berdasarkan prosedur-prosedur yang ada sehingga akan
diketahui permasalahannya serta kesulitan apa saja yang dihadapi oleh sistem
yang sedang berjalan, apa saja pengaruhnya dan harus diperhatikan validitasnya
terhadap sasaran sistem yang dirancang sebelum diadakan pengembangan.
Analisis sistem yang sedang berjalan merupakan peninjauan atau analisis
terhadap sistem yang didalamnya terdapat urutan kegiatan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan proses yang dikerjakan, siapa yang
mengerjakan proses tersebut, bagaimana proses itu dapat dikerjakan dan dokumen
apa yang dilibatkan.

Analisis Dokumen

Analisis dokumen berikut ini akan menganalisa dokumen yang digunakan dalam prosedur pembuatan KTP yang sedang berjalan pada Kantor Kecamatan

Analisa proses yang berjalan adalah menganalisa proses sistem informasi prosedur pembuatan KTP secara online di Kantor Kecamatan. Dengan ini, maka akan diketahui kelemahan atau kesalahan dari sistem yang sedang berjalan.

Prosedur pembuatan KTP yang sedeang berjalan adalah sebagai
berikut :


  1. 1. Penduduk yang akan membuat KTP atau KK meminta form permohonan pembuatan KTP atau KK ke kantor Kelurahan atau Desa setempat,

    2. Formulir yang diberikan dari Desa atau Kelurahan yaitu (F-1.07) untuk KTP dan (F-1.01) untuk KK kemudian di bawa ke Rt dan Rw setempat untuk di tandatangani.

    3. Formulir dan syarat yang sudah ditandatangani oleh Rt dan Rw setempat kemudian dibawa kembali ke Kantor Kelurahan atau Desa setempat untuk ditandatangani dan di stempel.

    4. Formulir yang sudah diisi dan di tandatangani oleh Rt, Rw dan Kepala Desa atau Kelurahan dan beserta syarat-saratnya diberikan kebagian administrasi Kantor Kecamatan dan selanjutnya di proses yaitu memasukan data-data pemohon pembuatan KTP atau KK yang nantinya akan dibuat KTP dan KK,

    5. Pihak Kantor Kecamatan akan memberitahu kepada pemohon tanggal dan waktu penganmbilan KTP dan KK yang sudah jadi.


Flow Map

Flowmap adalah diagram yang menunjukan aliran data berupa
formulir-formulir ataupun keterangan berupa dokumentasi yang mengalir atau
beredar dalam suatu sistem. Diagram ini berfungsi untuk mengetahui hubungan
antara entity melalui aliran dokumen yang ada terhadap seluruh dokumen yang
berasal dari sumber sampai dokumen tersebut diterima oleh penerima dokumen.
Pada prosedur pembuatan KTP dan KK yang sedang berjalan di Kantor Kecamatan Kadungora terdapat lima entitas yaitu : Penduduk, Rt, Rw, Desa atau
Kelurahan dan Kantor Kecamatan


Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

Setelah melakukan analisis terhadap sistem pembuatan KTP dan KK di
Kantor Kecamatan Kadungora, penulis bisa menyimpulkan bahwa masih terdapat
beberapa permasalahan yang ada pada sistem tersebut.
Adapun kelemahan kelemahan
dari sistem pembuatan KTP dan KK yang sedang berjalan tersebut
adalah sebagai b
erikut :

1. Untuk melakukan permohonan pembuatan KTP dan KK masyarakat melakukan beberapa tahap dari Desa atau Kelurahan ke RT dan RW kembali ke Desa setempat untuk di catat dan ditandatangani dan baru ke Kantor Kecamatan.

2. Sering terjadi antrian yang cukup panjang di kantor Kecamatan pada proses permohonan pembuatan KTP dan KK.

3. Adanya kecurangan seperti pungutan liar untuk mempercepat prosespembuatan KTP dan KK

4. Sistem informasi administrasi di kantor kecamatan yang sedang berjalan belum dilakukan secara online.
5. Pada proses pendaftaran dan pembuatan KTP dan KK sering memakan waktu yang cukup lama.

6. Kurangnya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di bidang pelayanan administrasi.

Melihat kasus yang terjadi diatas untuk itu penulis mencoba memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain :

1. Dengan mempersingkat proses pembuatan KTP dan KK, memungkinkan dapat meminimalkan kasus pungutan liar,

2. Membuat sebuah sistem informasi prosedur pembuatan KTP dan KK secara online, yang bisa dilakukan di Desa atau Kelurahan setempat.

3. Dengan adanya sistem tersebut untuk proses pembuatan KTP dan KK sampai Desa atau Kelurahan setempat dan tidak perlu ke Kantor Kecamatan Kadungora,

4. Meminimalkan kasus pungutan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab

4. Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah tahapan setelah analisis dari siklus
pengembangan sistem yang didefinisikan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
dari persiapan untuk rancang bangun implementasi yang menggambarkan
bagaimana suatu sistem dibentuk, yang dapat berupa penggambaran, perancangan
dan pembbuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah
kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi juga menyangkut konfigurasi dari
komponen-komponen perangkat keras dan perangkat lunak.

Tujuan Perancangan Sistem

Adapun tujuan dari tahap perancangan ini adalah untuk menghasilkan
perancangan prosedur pembuatan KTP dan KK secara online sehingga dapat
memperbaiki atau meningkatkan efisiensi kerja sistem.
Perancangan ini mencakup diagram konteks, diagram arus data (DFD),
kamus data, perancangan basis data, perancangan input/output, pengkodean,
struktur menu dan kebutuhan sistem sehingga menghasilkan sistem yang lebih
baik bagi user. Proses yang dirancang diuraikan menjadi beberapa bagian yang
dapat membentuk sistem tersebut menjadi satu kesatuan komponen.


Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Sistem informasi merupakan sebuah sistem informasi yang menggunakan
teknologi word wide web. Sistem informasi ini digunakan oleh dua kategori
pengguna, yaitu administrator desa dan administrator kantor kecamatan. Kedua
kategori pengguna tersebut memiliki perbedaan hak dan tugas. Hak dan tugas
akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Tugas Administrator Desa :

a. Memasukan atau menginputkan data-data penduduk yang akanmembuat KTP dan KK,

b. Memberitahu informasi kapan selesainya KTP dan KK kepada pemohon pembuatan KTP dan KK.

c. Menyimpan data-data penduduk yang melakukan permohonan pembuatan KTP dan KK.

Hak Administrator Desa :

a. Membaca informasi dari Kantor Kecamatan Kadungora,
b. Menanyakan kapan selesainya KTP dan KK kepada pihak Kantor Kecamatan .

2. Tugas Administrator Kecamatan:
a. Membuka data-data yang di inputkan oleh administrator Desa.
b. Membuat atau mencetak KTP sesuai data yang diberikan oleh administrator desa.

Hak Administrator Kecamatan :
a. Menambah, menghapus dan mengedit data penduduk.

Perancangan Prosedur Yang Diusulkan

Prosedur perancangan yang diusulkan untuk Kantor Kecamatan adalah sebagai berikut :

1. Penduduk meminta dan mengisi formulir permohonan pembuatan KTP atau KK ke Kantor Kelurahan atau Desa setempat,
2. Setelah formulir diisi kemudian diberikan kepada petugas administrator Kelurahan atau Desa.

3. Petugas administrator Kelurahan atau Desa melakukan pemeriksaan terhadap data-data yang akan dimasukan atau diinputkan.

4. Setelah data di periksa kemudian data-data tersebut diinputkan kedalam program yang telah dirancang.

5. Petugas administrartor Kecamatan Kadungora melihat data-data yang telah diinputkan oleh Petugas administrator Kelurahan atau Desa.

6. Data-data yang ada kemudian di simpan pada database yang tersedia dan kemudian mencetak KTP atau KK sesuai dengan data yang ada.










Terakhir diubah oleh DONY KHAEROMAN tanggal Thu Sep 13, 2012 1:02 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user

8 Re: Tugas Analisa Sistem on Tue Sep 11, 2012 3:43 pm

Spoiler:
ANALISIS SISTEM PENGIRIMAN


4.1. Analisa Sistem Lama
4.1.1. Gambaran Sistem Lama
Sistem laporan daftar hasil kayu yang digunakan oleh PD. Mekar Sari saat ini masih menggunakan sistem manual, sehingga sering menimbulkan lambatnya informasi yang dihasilkan, terutama menyangkut laporan – laporan kepada pemimpin. Dalam pengetikan data kayu pada PD. Mekar Sari menggunakan program Ms. Excel yang diubah menjadi mesin ketik, tanpa menggunakan rumus – rumus untuk perhitungan yang telah disediakan dalam program tersebut sehingga sering mengalami kesalahan dalam perhitungan.
Adapun gambaran kerja sistem lama pada PD. Mekar Sari yaitu prosedur pemesanan dan pengiriman kayu adalah sebagai berikut :
a. Pembeli membuat surat order pemesanan (SOP) ke sekretaris rangkap 2.
b. SOP lembar 1 diarsip urut tanggal oleh pembeli dan SOP lembar 2 dikirim ke sekretaris.
c. Sekretaris menerima SOP lembar 2 lalu sekretaris membuat surat permintaan kayu (SPK) rangkap 2.
d. Sekretaris menyerahkan SPK rangkap 2 kepada pimpinan.
e. Pimpinan menandatangani SPK rangkap 2 kemudian SPK rangkap 2 diserahkan kembali kepada sekretaris.
f. Sekretaris mengarsip SPK lembar 1kemudian SPK lembar 2 diserahkan kepada supplier.
g. Supplier menerima SPK lembar 2 lalu menyiapkan pesanan dan membuat daftar kiriman barang rangkap 2 kemudian mengirimkan barang ke perusahaan.
h. Daftar kiriman barang lembar 2 diserahkan kepada sekretaris sedangkan daftar kiriman barang lembar 1 dan SPK 2 diarsip oleh supplier.
i. Sekretaris menerima daftar kiriman kayu lembar 2 dan menerima barang.
j. Sekretaris membuat daftar kayu rangkap 2 dan mengarsip daftar kiriman kayu lembar 2 kemudian menyerahkan daftar kayu rangkap 2 ke EMT.
k. EMT menerima daftar kayu rangkap 2 dari sekretaris kemudian mengecek barang lalu mengirimkan barang ke pembeli.
l. Pembeli menerima barang lalu mengecek barang kemudian menandatangani daftar kayu rangkap 2.
m. Daftar kayu lembar 1 diserahkan kepada pembeli sedangkan daftar kayu lembar 2 diserahkan kembali ke sekretaris melalui EMT.
n. Sekretaris menerima daftar kayu lembar 2 dan mengarsipnya kemudian sekretaris membuat laporan penjualan rangkap 2.
o. Laporan penjualan lembar 1 diarsip oleh sekretaris sedangkan laporan penjualan lembar 2 diserahkan kepada pimpinan.
p. Pimpinan mengarsip laporan penjualan lembar 2 dari sekretaris.
4.1.2. Kelemahan Sistem Lama
Kelemahan dari sistem kerja pada PD. Mekar Sari adalah sebagai berikut :
a. Cara kerjanya kurang efektif.
b. Update data laporan daftar hasil kayu tidak dapat dilakukan setiap saat.
c. Data kayu yang ada tidak sesuai dengan catatan dibuku.
d. Tidak dapat mengetahui beberapa jumlah kayu yang masuk dan keluar secara akurat.
e. Sering terjadi kesalahan dalam audit perhitungan data kayu.
f. Pencarian data yang diperlukan sulit dan memerlukan waktu lama.
g. Akan mudah terjadi kesalahan dalam penulisan jumlah data kayu.
4.1.3. Diagram Alir Dokumen Sistem Lama
Sesuai dengan penelitian yang penulis laksanakan di PD. Mekar Sari, maka aliran dokumen sistem lama dapat digambarkan secara garis besar adalah sebagai berikut :

Proses Pemesanan dan Pengiriman Sistem Lama

PEMBELI SEKRETARIS



PIMPINAN SUPPLIER









EMT



Gambar 4.1. Proses Pemesanan dan Pengiriman Sistem Lama
Keterangan :
1. SOP = Surat Order Pemesanan
2. SPK = Surat Permintaan Kayu
3. EMT = Ekspedisi Muatan Truck



4.2. ANALISA SISTEM BARU
4.2.1. Usulan Perbaikan
Berdasarkan analisa pada PD. Mekar Sari, dapat diketahui beberapa kelemahan pada sistem tersebut. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengusulkan sistem yang baru dimana diharapkan dapat meminimalkan kelemahan sistem yang telah ada dengan menggunakan pemrograman komputer sebagai alat bantu. Sehingga dalam pelaksanaannya diharapkan tidak menggunakan sistem manual lagi namun menggunakan bahasa pemrograman komputer sepenuhnya.
Dalam hal ini penulis akan menggunakan pemrograman berbasis web sebagai alat bantu. Karena pemrograman ini dapat dimanfaatkan secara interaktif, yaitu dengan memanfaatkan tool dan fasilitas yang telah disediakan. Untuk pengembangan aplikasi database, pemanfaatan web secara interaktif cukup memadai.
4.2.2. Gambaran Kerja Sistem Baru
Gambaran kerja sistem baru pada sistem komputerisasi laporan daftar hasil kayu pada PD. Mekar Sari adalah dengan menggunakan sistem komputerisasi. Dengan usulan ini, penulis bisa mempermudah dan menunjang dalam pengolahan input dan output data kerja. Gambaran kerja sistem baru sebagai berikut :

Proses Pemesanan dan Pengiriman Sistem Baru
PEMBELI SEKRETARIS




PIMPINAN SUPPLIER










EMT



Gambar 4.2. Proses Pemesanan dan Pengiriman Sistem Baru
Keterangan :
1. SOP = Surat Order Pemesanan
2. SPK = Surat Permintaan Kayu
3. EMT = Ekspedisi Muatan Truck


Diagram Kontex Sistem Pemesanan dan Pengiriman Kayu

Gambar 4.3. Diagram Kontex Sistem Pemesanan dan Pengiriman Kayu










Diagram Alir Data Level 0 Sistem Baru Pemesanan & Pengiriman Kayu

























Diagram Alir Data Level 01 Sistem Baru Proses Pendataan Kayu



Gambar 4.5. Diagram Alir Data Level 01 Sistem Baru Proses Pendataan Kayu










Diagram Alir Data Sistem Baru Level 01 Proses Pemesanan dan Pengiriman Kayu



Gambar 4.6. Diagram Alir Data Sistem Baru Level 01 Proses Pemesanan dan Pengiriman Kayu

Diagram Alir Data Level 01 Sistem Baru Laporan Penjualan Kayu
























Gambar 4.7. Diagram Alir Data Level 01 Sistem Baru Laporan Penjualan Kayu.
4.3. PERENCANAAN SISTEM BARU
4.3.1. Perancangan Database
a. Kamus Data
i. Tabel Pelanggan
Data Pelanggan : id_pel + nama + telp + email + alamat
Id_pel : 1 { varchar } 12
Nama : 1 { varchar } 30
Telp : 1 { double }
Email : 1 { varchar } 30
Alamat : 1 { varchar } 50

ii. Tabel Barang
Data Barang : id_barang + nama + diameter + panjang + harga +
kls_awet + kls_kuat + asal + satuan + gambar
id_barang : 1 { varchar } 12
nama : 1 { varchar } 50
diameter : 1 { decimal } 5,2
panjang : 1 { decimal } 11,2
harga : 1 { decimal } 11,2
kls_awet : 1 { varchar } 10
kls_kuat : 1 { varchar } 10
asal : 1 { varchar } 12
satuan : 1 { varchar } 20
gambar : 1 { varchar } 100
stok : 1 { double }

iii. Tabel Admin
Data Admin : id_admin + nama + alamat + telp
Id_admin : 1 { varchar } 12
Nama : 1 { varchar } 50
Alamat : 1 { varchar } 100
Telp : 1 { double }

iv. Tabel Supplier
Data Supplier : id_supplier + nama + alamat + telp + email
Id_supplier : 1 { varchar } 12
Nama : 1 { varchar } 30
Alamat : 1 { varchar } 30
Telp : 1 { double }
Email : 1 { varchar } 50

v. Tabel_m_Beli
Data Beli : id_beli + id_supplier + id_admin + tgl_beli
+ total
Id_beli : 1 { varchar } 18
Id_supplier : 1 { varchar } 12
Id_admin : 1 { varchar } 12
Tgl_beli : 1 { datetime }
Total : 1 { decimal } 11,2



vi. Tabel_d_beli
Data Beli : id_beli + id_barang + jumlah + subtotal
Id_beli : 1 { varchar } 18
Id_barang : 1 { varchar } 12
Jumlah : 1 { decimal } 11,2
Subtotal : 1 { decimal } 11,2

vii. Tabel_m_Pesan
Data Pesan : id_pesan + id_pel + id_admin + Tgl_pesan +
Tgl_kirim + total
Id_pesan : 1 { varchar } 18
Id_pel : 1 { varchar } 12
Id_admin : 1 { varchar } 12
Tgl_pesan : 1 { datetime }
Tgl_kirim : 1 { datetime }
Total : 1 { decimal } 11,2

viii. Tabel_d_Pesan
Data Pesan : id_pesan + id_barang + jumlah + subtotal
Id_pesan : 1 { varchar } 18
Id_barang : 1 { varchar } 12
Jumlah : 1 { decimal } 11,2
Subtotal : 1 { decimal } 11,2

ix. Tabel Kirim
Data Kirim : id_kirim + id_pesan + id_emt + biaya +
Tgl_jalan + status
Id_kirim : 1 { varchar } 18
Id_pesan : 1 { varchar } 18
Id_emt : 1 { varchar } 12
Biaya : 1 { decimal } 11,2
Tgl_jalan : 1 { datetime }
Status : 1 { varchar } 20

x. Tabel EMT
Data EMT : id_emt + sopir + assist + telp + notruck
Id_emt : 1 { varchar } 12
Sopir : 1 { varchar } 50
Assist : 1 { varchar } 50
Telp : 1 { double }
Notruck : 1 { varchar } 10











b. File Master
i. File Data Barang
Nama Tabel : tb_barang
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data barang
Field Type Size
id_barang* Varchar 12
Nama Varchar 50
Diameter Decimal 5,2
Panjang Decimal 5,2
Harga Decimal 11,2
kls_awet Varchar 10
kls_kuat Varchar 10
Asal Varchar 12
Satuan Varchar 5
Gambar Varchar 100
Stok Double

ii. File Data Pelanggan
Nama Tabel : tb_pelanggan
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data pelanggan
Field Type Size
id_pel* Varchar 12
Nama Varcha 30
Telp Double 8
Email Varchar 30
Alamat Varchar 50





iii. File Data Pemesanan
Nama Tabel : tb_m_pesan
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data transaksi pemesanan
Field Type Size
id_pesan* Varchar 18
id_pel** Varchar 12
id_admin** Varchar 12
tgl_pesan Datetime
tgl_kirim Datetime
Total Decimal 11,2

iv. File Data Pemesanan
Nama Tabel : tb_d_pesan
Type File : File Master
Fungsi : Mencatat jumlah barang dan total harga transaksi
Field Type Size
id_pesan* Varchar 18
id_barang** Varchar 12
Jumlah Varchar 12
Total Decimal 11,2

v. File Data Pengiriman
Nama Tabel : tb_kirim
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data pengiriman
Field Type Size
id_kirim* Varchar 18
id_pesan** Varchar 18
id_emt** Varchar 12
Biaya Decimal 11,2
tgl_jalan Datetime
Status Varchar 20

vi. File Data Admin
Nama Tabel : tb_admin
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data admin
Field Type Comment
id_admin* Varchar 12
Nama Varchar 50
Alamat Varchar 100
Telp Double 8

vii. File Data Supplier
Nama Tabel : tb_supplier
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data supplier
Field Type Comment
id_suplier* Varchar 12
Nama Varchar 30
Alamat Varchar 30
Telp Double 8
Email Varchar 50









viii. File Data EMT
Nama Tabel : tb_emt
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data EMT
Field Type Comment
id_emt* Varchar 12
Sopir Varchar 50
Assist Varchar 50
Telp Double 8
Notruck Varchar 10

ix. File Data Pembelian
Nama Tabel : tb_m_pesan
Type File : File Master
Fungsi : Memuat data transaksi pembelian
Field Type Size
id_beli* Varchar 18
id_sup** Varchar 12
id_admin** Varchar 12
tgl_beli Datetime
Total Decimal 11,2

x. File Data Pembelian
Nama Tabel : tb_d_beli
Type File : File Master
Fungsi : Mencatat jumlah barang dan total harga transaksi
Field Type Size
id_beli* Varchar 18
id_barang** Varchar 12
Jumlah Varchar 12
Total Decimal 11,2

4.3.2. Perancangan Program


Gambar 4.9. Tampilan Menu Input Data Pelanggan


Gambar 4.10. Tampilan Menu Input Data Barang


Gambar 4.11. Tampilan Menu Input Data Supplier


Gambar 4.12. Tampilan Menu Input Data EMT



Gambar 4.13. Tampilan Menu Input Data Admin


Gambar 4.14. Tampilan Menu Transaksi Penjualan



Gambar 4.15. Tampilan Menu Transaksi Pembelian


Gambar 4.16. Tampilan Menu Pengiriman




Gambar 4.17. Tampilan Laporan Data Pelanggan


Gambar 4.18. Tampilan Laporan Data Barang




Gambar 4.19. Tampilan Laporan Data Supplier


Gambar 4.20. Laporan Data EMT




Gambar 4.21. Laporan Data Admin


Gambar 4.22. Laporan Data Transaksi Penjualan




Gambar 4.23. Tampilan Data Transaksi Pembelian


Gambar 4.24. Laporan Data Pengiriman Barang



Lihat profil user

9 Analisa Sistem Penerimaan Siswa Baru on Tue Sep 11, 2012 5:16 pm

Spoiler:
<script src='http://img716.imageshack.us/shareable/?i=analisisdanperancangans.jpg&p=tl' type='text/javascript'></script><noscript>[Only admins are allowed to see this link]</noscript>



Terakhir diubah oleh baron mandegani tanggal Mon Sep 17, 2012 9:35 pm, total 1 kali diubah

Lihat profil user

10 Analisa Sistem Penggajian on Tue Sep 11, 2012 5:24 pm

Pendahuluan



Umum

Di zaman komputerisasi, penggunaan komputer sangat penting di dalam berbagai bidang terutama kegiatan atau pekerjaan manusia. Komputer dapat membantu pekerjaan manusia dengan efektif dan efisien. Selain itu komputer dapat menghasilkan nilai informasi yang akurat.

Dalam sebuah perusahaan pastilah memiliki pegawai, dimana mereka setiap bulannya akan mendapat gaji. Ketelitian dalam menghitung gaji yang akan dibayarkan merupakan hal yang sangat penting. Bila sering terjadi kesalahan dalam penghitungan gaji tentu akan menimbulkan masalah.


Solusi yang terbaik dalam menangani hal tersebut adalah dengan menggunakan komputerisasi. Karena di dalam perusahaan, proses pengolahan data dengan bantuan komputer diharapkan akan menghasilkan data yang benar, cepat dan akurat, sehingga dapat meringankan pekerjaan terutama dalam pekerjaan hitung-hitungan yang kompleks dan kemungkinan kesalahan yang terjadi relatif kecil.

Analisa Sistem Penggajian Pegawai

Metode penelitian adalah suatu cara, teknik yang sistematika untuk mengerjakan suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk menyusun laporan ini adalah sebagai berikut :

1. Metode Pengamatan (Observasi)
Observasi adalah pengamatan secara langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Dalam melakukan observasi, penulis mengamati secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut agar dapat mengetahui secara pasti proses/prosedur kerja didalam perusahaan tersebut.

2. Metode Wawancara
Metode wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian secara langsung kepada pegawai. Untuk mendapatkan informasi dan data yang lengkap, penulis melakukan wawancara langsung mengenai masalah yang berhubungan dengan sistem penggajian pada perusahaan tersebut.
Metode Studi PustakaYaitu penelitian yang berhubungan dengan teori-teori yang penulis peroleh dari catatan-catatan selam kuliah, diktat-diktat dan buku-buku yang ada di perpustakaan. Bacaan yang ada diharapkan mempunyai relevansi dengan permasalahan yang berkaitan dengan penulisan laporan ini.

Sistematika Penulisan
Penulis menyusun sistematika penulisan secara menyeluruh yang diharapkan akan dapat lebih dimengerti tentang maksud dan tujuan setiap bab, juga untuk mempermudah pengambilan kesimpulan. Adapun sistematika penulisan laporan ini dibagi dalam empat (4) bab yaitu :

Bab pertama ini berisikan tentang gambaran umum pemilihan masalah, maksud dan tujuan dari penulisan, metode penelitian yang digunakan, ruang lingkup pembahasan, dan sistematika penulisan laporan.

Pada bab ini penulis menjelaskan tentang konsep dasar sistem yang dibahas dalam ruang lingkup penulisan dan memberi penjelasan secara teoritis tentang peralatan pendukung sistem (tool system).

Bab ketiga menjelaskan mengenai gambaran umum, tinjauan perusahaan, sejarah perusahaan, struktur organisasi dan fungsi-fungsinya, prosedur sistem berjalan, diagram alir data (DAD) sistem berjalan, kamus data, spesifikasi sistem berjalan dan permasalahan pokoknya serta alternatif pemecahan masalah.
Bab ini berisikan tentang uraian mengenai kesimpulan atas penulisan.


LADASAN TEORI

Menurut GORDON B.DAVIS (Analisis & Desain)
Sistem adalah seperangkat unsur–unsur yang terdiri dari manusia, alat–alat prosedur dan konsep yang dihimpu untuk maksud dan tujuan yang bersama.
Menurut RAYMON MC LEOD , JR ( Sistem Informasi Manajemen )
Sistem adalah sekelompok elemen–elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.


A. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk dapat mencapai sasaran tertentu. Dan mempunyai beberapa karakteristik yaitu :

Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen atau elemen yang saling berinteraksi, artinya sejumlah komponen atau elemen saling berkerja sama dalam membentuk satu kesatuan. Komponen tersebut dapat berupa subsistem.

Batas Sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya.

Lingkungan Luar Siatem (Environment)
Lingkungan luar merupakan bagian diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Didalam lingkungan luar tersebut dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan.

Penghubung Sistem (interface)
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan sistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem yang lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
Masukan Sistem (Input)
Masukan suatu sistem adalah merupakan energi yang dimasukkan. Masukan tersebut dapat berupa perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem beroperasi. Sedangkan signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

Keluaran Sistem (Output)
Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukkan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.


Pengolah Sistem (Prosess)
Pengolah sistem adalah suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan (goal) atau sasaran (objective) yang pasti dapat bersifat deterministik. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan, apabila sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi tidak ada gunanya.

Klasifikasi Sistem
Sitem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain, oleh karena tu dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :

Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak secara fisik,misalnya sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan dan lain sebagainya. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjasinya siang malam, pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin.

Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik.
Sistem deterministik adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, misalnya sistem komputerisasi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup.
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan berpengaruh oleh lingkungan luarnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai pengendalian yang baik. Sedangkan sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luar.

Peralatan Pendukung (Tools System)

Peralatan-peralatan pendukung (tool system) yang digunakan dalam perancangan pada penulisan ini adalah : Diagram Flow Data (DFD) atau Data Arus Data (DAD) dan Kamus data (Data Dictionary)

Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Arus Data (DAD)

Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Arus Data (DAD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi atau simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan arus data sistem dan untuk membantu didalam komunikasi dengan pemakai sistem secara logika.

Adapun pengertian secara umumnya dari DFD atau DAD ini adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat atau komputerisasi manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.

Keuntungan dari DFD atau DAD adalah memungkinkan untuk menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikan menjadi level yang rendah (dekomposisi), sedangkan kekurangan adalah tidak menunjukkan proses pengulangan (looping), proses keputusan dan proses perhitungan.

Simbol DFD atau DAD

Simbol-simbol atau lambang yang lazim digunakan dalam membuat DFD yaitu:
Kesatuan Luar (External Entity)

External entity merupakan kesatuan dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sitem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal.

Arus Data (Data Flow)

Arus data (Data Flow) di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir di antara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.


c. Proses (Process)

Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Simbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau transformasi data.

Simpanan Data (Data Store)


Simbol ini digunakan untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan. Simpanan dari data tersebut dapat berupa sebagai berikut :

Suatu file atau database di sistem komputer Suatu arsip atau catatan manual
Suatu kotak tempat data di meja seseorang
Suatu tabel acuan manual
Suatu agenda atau buku

Aturan Main DFD atau DAD
1. Bentuk-bentuk atau aturan main yang baku dan berlaku dalam penggunaan DFD atau DAD untuk membuat model sistem adalah sebagai berikut :
Di dalam DFD atau DAD tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainya secara langsung.
2. Di dalam DFD atau DAD tidak boleh menghubungkan antara data store dengan data store lainya secara langsung.
3. Di dalam DFD atau DAD tidak boleh menghubungkan antara data store dengan external entity secara langsung atau sebaiknya.

















ANALISA SISTEM BERJALAN

Umum

Saat ini perkembangan komputer semakin cepat, komputer menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam mengerjakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam suatu perusahaan penggunaan komputer menjadi suatu kebutuhan yang sangat menunjang dalam proses pengolahan data, sehingga informasi yang dihasilkan dalam proses pengolahan data dapat disajikan dengan cepat.

Managing Director

1. Memeriksa data-data keuangan secara keseluruhan
2. Sebagai decision maker
3. Sebagai orang yang bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan perusahaan Project Manager
4. Sebagai wakil dari Managing Director
Mencari proyek-proyek baru serta mengembangkan proyek-proyek yang sudah ada
5. Mengontrol dan memonitor office building dalam operasi business
Head Accounting & Finance
6. Mengawasi dan mengontrol kerja dari finance dan accounting
7. Bertanggung jawab atas data-data keuangan

Finance

1. Mengatur lalu lintas keuangan perusahaan
2. Bertanggung jawab atas dana petty cash
3. Membuat laporan penggajian, cash in dan cash out




Accounting

1. Membuat laporan keuangan, laporan rugi laba dan neraca keuangan setiap bulan
2. Bertanggung jawab atas data asset-asset perusahaan
3. Menangani pajak bulanan

Administrasi

1. Membuat rekap absensi perbulan
2. Bertanggung jawab dalam penagihan
3. Membuat kontrak
4. Membuat laporan deal marketing

Prosedur Sistem Berjalan adalah sebagai berikut :

Proses Rekap Absensi
Pertama-tama para pegawai mengisi daftar absensi setiap hari yang pada akhir bulan akan direkap oleh administrasi. Kemudian rekap absen tersebut diberikan kepada finance, sebagai data dalam penghitungan gaji.

Proses Perhitungan Gaji
Setelah menerima rekap absen, maka bagian finance melakukan perhitungan gaji (membuat form pengjuan gaji) dan diserahkan ke head finance untuk dilakukan pemeriksaan dan di ACC. Setelah di ACC oleh head finance, kemudian diberikan kepada Project Manager dan Managing Director untuk di ACC pula.
Proses perhitungan gaji ini dihitung berdasarkan gaji pokok pegawai ditambah uang makan beserta uang lembur dan dikurangi potongan-potongan yang ada, maka akan dihasilkan total gaji bersih yang akan diserahkan kepada pegawai, dimana data-data tersebut akan sekaligus diarsipkan untuk nantinya dijadikan acuan untuk pembuatan slip gaji dan laporan gaji.




Proses Pembuatan dan Pencairan Cek

Setelah form pengajuan tersebut di ACC. Finance membuat cek. Kemudian ditandatangani oleh Project Manager dan Managing Director. Setelah cek tersebut ditandatangani, kemudian dicairkan ke Bank. Finance akan menerima uang cash dan fotocopy cek dari Bank tersebut.

Proses Cetak Slip Gaji
Setelah perhitungan gaji tersebut dilakukan dan sudah dicairkan, maka finance mencetak slip gaji rangkap dua berdasarkan arsip form pengajuan gaji pegawai. Kemudian pegawai menerima slip gaji lembar kedua beserta uang gajinya. Sedangkan slip gaji lembar pertama akan diarsipkan oleh finance.

Proses Laporan
Data pegawai, data rekap absensi, data form pengajuan gaji pegawai beserta slip gaji menjadi acuan dalam pembuatan laporan yang dilakukan oleh finance untuk diserahkan langsung kepada Managing Director.


















PENUTUP


I. Kesimpulan
Anak anak akuntansi sangatlah pantas jika bekerja dalam bidang keuangan

II. Saran
Kemajuan suatu perusahaan bukan semata-mata dari efisiensi pekerjaan yang dilakukan oleh pegawainya saja, namun tanpa efisiensi pekerjaan perusahaan akan mengalami suatu hambatan dalam kemajuan perusahaan tersebut.

Lihat profil user

11 contoh analisa sebuah sistem pada puskesmas on Tue Sep 11, 2012 5:44 pm

Contoh analisa sebuah sistem pada puskesmas

Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile

Spoiler:
SIMULASI PELAYANAN PUSKESMAS SADANG SERANG
Kesehatan merupakan salah satu faktor utama dalam kehidupan manusia. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) merupakan fasilitas kesehatan yang penting dan terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Puskesmas Kelurahan Sadang Serang, melayani pasien dewasa dan anak-anak. Jam operasinya hanya empat jam, mengakibatkan panjangnya antrian pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah tempat duduk yang harus tersedia untuk menampung pasien dewasa dan anak-anak pada jam sibuk (peak hour) dan menentukan jumlah server yang tepat sehingga rata-rata waktu menunggu lebih singkat. Penekatan yang dilakukan dengan menggunakan simulasi. Simulasi kejadian diskret (discrete time simulation) merupakan simulasi dengan perubahan status dari model simulasi terjadi pada titik-titik waktu yang diskret yang dipicu oleh kejadian. Dalam simulasi kejadian diskret, variabel status berubah jika suatu kejadian terjadi. Sedangkan simulasi kontinyu, variabel status berubah dengan berubahnya waktu.
Kata kunci: Puskesmas, jam sibuk, simulasi


TINJAUAN PUSTAKA
Simulasi Kejadian Diskret
Simulasi kejadian diskret (discrete time simulation) merupakan simulasi dengan perubahan status dari model simulasi terjadi pada titik-titik waktu yang diskret yang dipicu oleh kejadian. Dalam simulasi kejadian diskret, variabel status berubah jika suatu kejadian terjadi. Sedangkan simulasi kontinyu, variabel status berubah dengan berubahnya waktu.
Pendefinisian laju perubahan dalam variabel status sepanjang waktu adalah:
a. Derivative equations
Perubahan dari variabel status dinyatakan dengan turunan (derivative) dari variabel status.
b. Difference equations
Persamaan yang mencakup turunan disebut persamaan diferensial (differential equation).

Kombinasi Kejadian Diskret dan Kontinyu
Sistem dapat mengandung kombinasi kejadian diskret dan kontinyu. Terdapat empat interaksi dasar dalam kombinasi kejadian diskret dan kontinyu, yaitu:
a. Nilai variabel status kontinyu tiba-tiba naik/turun sebagai akibat suatu kejadian diskret
b. Inisiasi kejadian diskret dapat terjadi akibat nilai variabel kontinyu mencapai ambang batas tertentu.
c. Laju perubahan variabel kontinyu berubah sebagai akibat suatu kejadian diskret.
d. Inisiasi atau penghentian perubahan variabel kontinyu dapat terjadi karena adanya suatu kejadian diskret.
Bagaimana simulasi kejadian diskret bekerja?
a. Model simulasi umumnya didefinisikan secara process-oriented.
b. Sistem digambarkan sebagai aliran proses (process flow).
c. Dalam simulasi kejadian diskret, definisi aliran proses diterjemahkan ke dalam suatu urutan kejadian
d. Kejadian dalam simulasi kejadian diskret adalah kejadian terjadwal (scheduled event)
e. Kejadian yang saat terjadinya sudah ditentukan sebelumnya
f. Contoh untuk sistem antrian:
-Kejadian kedatangan pelanggan
-Kejadian pelanggan selesai dilayani

Kejadian kondisional (conditional event)
Kejadian yang dipicu oleh suatu kondisi tertentu. Contoh dalam sistem antrian adalah kejadian seorang pelanggan mulai dilayani (yang dipicu oleh kejadian orang sebelumnya selesai dilayani).

Pemrosesan Kejadian
Kejadian memicu eksekusi dari logika yang berkaitan dengan kejadian. Contohnya adalah jika suatu entitas membebaskan suatu sumberdaya, variabel status dan statistik diperbarui dan daftar tunggu diperiksa untuk memeriksa aktivitas apa yang akan diproses berikutnya.
Pada sistem nyata, kejadian-kejadian dapat terjadi bersamaan. Dalam simulasi komputer, hanya ada satu aktivitas yang diproses pada suatu saat. Diperlukan suatu metode atau aturan untuk menentukan kejadian yang terjadi pada saat yang bersamaan.

Kejadian (Event)
Dua kejadian yang mengubah status system adalah kedatangan (arrival) dan kepergian (departure). Kejadian kedatangan terjadi jika pelanggan tiba di antrian. Tiap pemrosesan kedatangan pelanggan mencakup penjadwalan kedatangan pelanggan berikutnya. Jika pelanggan dilayani ATM, kepergian dijadwalkan

berdasarkan lamanya waktu pelayanan. Untuk penghentian simulasi disebut kejadian penghentian (termination).


METODOLOGI PENELITIAN
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan penelitian :
1. Mendefinisikan deskripsi sistem dan model konseptual dalam melakukan simulasi.
2. Mengumpulkan serta menganalisa data.
3. Mambuat serta mem-validasi model.
4. Merancang eksperimen simulasi dengan menggunakan software (Pro Model).
5. Analisa serta merepresentasikan hasil.

HASIL PENELITIAN
Deskripsi Sistem
Deskripsi sistem dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Lokasi puskesmas terlatak di daerang sadang serang.
2. Terdapat fasilitas pelayanan didalamnya, diantaranya pelayanan dokter umum, dokter anak dan apotek.
3. Jam pelayanan dibatasi hanya 4 jam, yaitu dari jam 08:00 WIB – 12:00 WIB.

Model Konseptual
Berikut ini adalah gambaran dari model konseptual dan alur dari diagram entitasnya

Gambar 1. Model Konseptual


Diagram aliran entitas :










Gambar 2. Aliran Diagram Entitas


Analisis Data Input
Adapun analisis data input meliputi :
1. Pengujian independensi data, dilakukan dengan scatter plot, autocorelation plot dan run test
2. Pengujian data mempunyai distribusi identik, yang dilakukan dengan uji Kruskal Wallis
3. Fitting terhadap distribusi teoritis tertentu, dilakukan dengan uji Chisquare
Hasil analisis data input dapat dilihat pada Tabel I . Urutan kedatangan pasien di puskesmas hingga meninggalkan apotek dapat dilihat pada Gambar 3.



Tabel I Hasil Analisis Data Input

Data Indepedensi Data Homogentas Data Distribusi Fitting
Waktu antar kedatangan data independen data homogen berdistribusi gamma
Waktu pelayanan pendaftaran data independen data homogen berdistribusi weibull
Waktu pelayanan dokter umum data independen data homogen berdistribusi pearson 5
Waktu pelayanan dokter anak data independen data homogen berdistribusi triangular
Waktu pelayanan apotek data independen data homogen berdistribusi lognormal


























Gambar 3. Alur pelayanan pasien di puskesmas Sadang Serang


Verifikasi dan Validasi Model
Verifikasi
Verifikasi dilakukan dengan membandingkan antara input yang diberikan model dan animasi running simulasi. Input model yang terdiri dari lama waktu antar kedatangan, waktu pelayanan pendaftaran, waktu pelayanan dokter umum, waktu pelayanan dokter anak, dan waktu pelayanan apotek, hasil running simulasi dapat menampilkan sesuai dengan input yang diberikan. Maka dengan melihat dan membandingkan antara logika konseptual dan logika pada model simulasi hasil running simulasi dapat disimpulkan bahwa telah sesuai dan berdasarkan hasil tersebut pula maka model ini telah terverifikasi.
Validasi
Validasi dilakukan dengan membandingkan output hasil simulasi dengan kondisi aktual, dengan menggunakan uji t. Uji t dilakukan untuk menguji apakah data dari model dan aktual berasal dari distribusi yang sama. Pada masalah ini, kami membandingkan output maksimum antrian dari model simulasi dan aktual, kemudian dilakukan uji t. Berdasakan uji kenormalan, data secara signifikan berdistribusi normal dengan menggunakan selang kepercayaan 95%. Dari hasil uji-t di atas, signifikansi > 0.05 untuk semua variabel, sehingga dapat disimpulkan data simulasi dan aktual berasal dari distribusi yang sama, dan dikatakan model valid.
Analisis Output
Terminating Simulation
Model simulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model simulasi terminating. Hal ini dikarenakan jam operasi puskesmas yang terbatas, yaitu loket pendaftaran hanya melayani empat jam saja, yaitu dari pukul 08.00 – 12.00 WIB. Selain itu tujuan penelitian pada penelitian ini untuk mengetahui jumlah pasien saat jam sibuk (peak hour) sehingga dapat menentukan jumlah kursi yang harus disediakan Puskesmas untuk menampung seluruh pasien.
Jumlah Replikasi
Replikasi simulasi seringkali diinginkan mengetahui ukuran sampel atau jumlah replikasi yang dibutuhkan untuk menunjukkan interval kepercayaan berdasar relative error (re), antara estimasi mean sampel ( ) dan mean sebenarnya yang tidak diketahui (µ). Tujuannya adalah untuk mendapatkan sampel model yang menunjukkan nilai harapan/ rata-rata model, yaitu dengan menggunakan sejumlah n replikasi yang independen. Ukuran sampel yang mencukupi akan menggambarkan suatu simpulan yang valid terhadap populasinya. Dalam penelitian ini output simulasi yang diukur sebagai kriteria performansi adalah antrian pendaftaran, antrian dokter umum (DU), antrian dokter anak (DA), dan antrian apotek dengan re diasumsikan sebesar 0.02.
Dari tabel perhitungan jumlah replikasi menunjukkan bahwa n’ jumlah replikasi semua mencukupi sehingga nilai-nilai yang dihasilkan cukup menggambarkan kesimpulan bahwa sampel merepresentasikan populasi dari model simulasi.
Estimasi Performansi
Untuk mengestimasi performansi sistem, digunakan estimasi titik yang lebih mudah ditangkap oleh artinya oleh pihak puskesmas nantinya. Performansi sistem yang dihitung adalah jumlah antrian di pendaftaran, dokter umum, dokter anak dan apotek.
Estimasi performansi puskesmas Sadang Serang dapat dilihat pada Tabel 6.
Perancangan Eksperimen (Perbandingan Konfigurasi Sistem)
Setelah menghasilkan model simulasi sebagai model as is nya, maka diperlukan perancangan eksperimen sebagai langkah perbaikan terhadap sistem. Perancangan ini dapat dilakukan karena model yang dihasilkan telah valid, sehingga dapat diusulkan beberapa skenario dapat diaplikasikan pada sistem nyatanya. Pada model ini akan diusulkan tiga skenario perubahan.


Skenario 1
Menambah jumlah server (dokter) pada bagian pelayanan dokter umum, yaitu pada sistem nyata dokter umum sebanyak satu orang, sedangkan pada skenario 1 jumlah dokter umum menjadi dua orang. Parameter lain tetap seperti kondisi awal.
Skenario 2

Pada sistem nyata jumlah server di apotek sebanyak seorang apoteker dengan dibantu oleh seorang pembantu untuk mengambil obat yang jaraknya jauh dari jangkauan apoteker. Dalam skenario 2 ini, pelayanan apotek hanya seorang apoteker tanpa bantuan tenaga pembantu apoteker. Parameter lain tetap seperti kondisi awal.
Skenario 3
Dalam skenario ini menggabungkan usulan pada skenario 1 dan 2, yaitu jumlah dokter umum menjadi dua orang dan jumlah apoteker hanya seorang tanpa dibantu tenaga pembantu apoteker. Parameter lain tetap seperti kondisi awal.

Untuk menguji ketiga skenario tersebut dibandingkan kondisi awal (sistem nyata), dlakukan uji Analysis of Variance (ANOVA). Uji ANOVA dilakukan terhadap hasil simulasi (ProModel) untuk output jumlah antrian dokter umum maksimal dan jumlah antrian apotek maksimal kondisi awal dengan ketiga skenario. Hasil perhitungan untuk tiap skenario dapat dilihat pada Tabel 7.



Tabel 6 Tabel Estimasi Performansi

maksimal jumlah antrian pendaftaran maksimal jumlah antrian dokter umum maksimal jumlah antrian dokter anak maksimal jumlah antrian apotek
antrian maksimal 5 25 4 2
Rata-rata waktu tunggu di antrian pendaftaran Rata-rata waktu tunggu di antrian dokter umum Rata-rata waktu tunggu di antrian dokter anak Rata-rata waktu tunggu di antrian apotek
Rata-rata 0.577 7.010 5.203 0.350
St Deviasi 0.198 8.900 2.418 0

Tabel 7 Perbandingan Konfigurasi Sistem



Jenis Antrian Sistem nyata Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3
jumlah antrian dokter umum maksimal 25 14 25 14
jumlah antrian apotek maksimal 2 3 2 3
Rata-rata waktu tunggu di antrian dokter umum 7.010 1.010 7.009 1.0091
Rata-rata waktu tunggu di antrian apotek 0.3504 0.3508 0.3501 0.3504





Berdasarkan tabel analisa output di atas dapat dilihat skenario 3 merupakan yang terbaik. Hal ini dikarenakan menghasilkan jumlah antrian dokter umum maksimal terbaik, yaitu hanya 14 orang dan jumlah antrian apotek maksimal 3 orang. Pada skenario ini menggunakan dokter umum sebanyak 2 orang sehingga menghasilkan jumlah antrian yang lebih sedikit, sehingga dokter umum dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pasien tanpa harus terburu-buru karena melihat antrian yang panjang. Selain itu pada skenario ini jumlah apoteker hanya 1 orang tanpa bantuan pembantu hanya meningkatkan antrian sebanyak 1 orang sehingga secara ekonomis lebih murah karena tanpa menggunakan tenaga pembantu apoteker (ada tidaknya tenaga pembantu apoteker tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah antrian apotek). Hal ini juga dapat dibuktikan pada rata-rata waktu menunggu dalam antrian dokter umum paling singkat pada skenario tiga (atau lebih baik daripada as is dan skenario lainnya).

















KESIMPULAN DAN SARAN
Agar pelayanan Puskesmas Sadang Serang maksimal maka harus disediakan kursi yang dapat menampung seluruh pasien (beserta pengantar pasien). Berdasarkan sistem nyata, antrian terpanjang adalah pada pelayanan dokter umum, yaitu sebesar 25 orang. Maka pada ruang tunggu pelayanan dokter umum seharusnya jumlah kursi yang tersedia minimal 25 buah, agar seluruh pasien dan pengantar pasien dapat duduk dan tidak menunggu dengan berdiri. Berdasar skenario yang diusulkan maka sebaiknya jumlah dokter umum ditambah menjadi dua orang agar jumlah antrian menjadi lebih pendek, yaitu 14 orang. Sehingga jumlah kursi yang harus disediakan Puskesmas menjadi lebih sedikit, sehingga tidak perlu memperluas ruang tunggu dokter umum yang terbatas dan pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dokter umum. Selain itu, pada apotek tidak perlu menggunakan tenaga pembentu apoteker karena tidak mempengaruhi jumlah antrian apotek secara signifikan. Untuk menggambarkan sistem real pada Puskesmas Sadang Serang dengan lebih baik, maka diperlukan penelitian lanjutan.
Penelitian yang diusulkan adalah melihat perilaku sistem tidak hanya pada bagian pendaftaran utama, juga pada pelayanan bagian gigi, konsultasi gizi, serta KB dan ibu hamil



















DAFTAR PUSTAKA
1. Banks, J. et.al., (2002), Discrete Event System Simulation. Prentice-Hall, Inc.
2. Law, A.M. dan Kelton, D.W., (2000), Simulation Modeling and Analysis 3rd edition. McGraw-Hill.
3. Banks, J., (1998), Handbook of Simulation: Application, Methodology, Advances, Applications and Practices. John Wiley & Sons,Inc.
4. Daellenbach, Systems and Decision Making: A Management Science Approach. John Wiley & Sons.
5. Ingalls, Ricki G., (2002), Introduction to Simulation. Proceedings of 2002 Winter Simulation Conference.
6. http://eprints.undip.ac.id/8112/1/2_Nia

Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile

Lihat profil user

12 ANALISIS DENGAN METODE PIECES on Sat Sep 22, 2012 8:04 pm

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PENERIMAAN SISWA BARU PADA
SMAN 1 RANTEPAO TANA TORAJA
Naskah Publikasi
diajukan oleh
Milka Bin Daud
08.12.3432

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi saat ini mempengaruhi segala bidang
kehidupan manusia dan diperlukan sebagai sarana pendukung yang dapat menujang
aktivitas kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Dimana SMAN 1 Rantepao Tana Toraja,
pengolahan data penerimaan siswa baru masih menggunakan sistem manual dan
belum efisien. Hal ini akan menjadi hambatan bagi yang membutuhkan layanan
informasi, baik untuk pihak sekolah maupun pihak berhubungan dengan instansi
tersebut. Oleh karena itu, pengolahan data yang baik akan diolah sedemikian rupa
sehingga dapat menghasilkan informasi yang up to date dan akurat.
Dalam hal ini, komputerisasi sebagai media elektronik dapat membantu laporan
pengolahan data penerimaan siswa baru yang masih dilakukan secara manual akan
dikembangkan sistem data siswa yang terkomputerisasi.
Berdasarkan masalah yang ada, penulis merumuskan permasalahan sebagai
berikiut: “Bagaimana merancang sistem informasi penerimaan siswa baru pada SMAN
1 Rantepao Tana Toraja yang terkomputerisasi agar dapat menunjang efektivitas kerja
yang efisien?”. Dalam penelitian ini dituliskan bagaimana merancang sistem informasi
penerimaan siswa baru yang terkomputerisasi dan menghasilkan informasi yang akurat,
tepat waktu dan relevan.

2. Landasan Teori
2.1 Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dengan maksud
yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ciri utama dari sebuah sistem adalah
berorentasi untuk mencapai tujuan. Tujuan itu dapat disebut menciptakan nilai dengan
mengkombinasikan sumber daya dengan cara-cara tertentu. Tiap sistem sebenarnya
mempunyai tujuan ganda, namun salah satu biasanya dijadikan prioritas utama
sehingga perlu untuk menentukan urutan prioritas. Pentingnya menentukan prioritas,
salain banyaknya tujuan kadang-kadang tujuan-tujuan tersebut dapat saling
bertentangan.

2.2 Konsep dasar Informasi
2.2.1 Pengertian Informasi
Menurut Davis (1995), informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk
yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini
atau mendatang.
2.2.2 Siklus Informasi
Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model
proses tertentu. Selanjutnya penerima informasi membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan
membuat sejumlah data kembali. Data tersebut ditangkap sebagi input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus. Siklus ini oleh Jhon
Burch disebut dengan siklus informati (information cycle). Siklus ini disebut juga dengan
siklus pengolahan data (data processing cycles). Siklus informasi menurut Burch dapat
digambarkan sebagai berikut.
Masukan
(Data)
Basis
Data
Penerima
Hasil
Tindakan
Data
(Ditangkap)
Keluaran
(Informasi)
Proses
(Model)
Tindakan
Keputusan
Gambar 2.1 Siklus Informasi
2.2.3 Kualitas Informasi
Kualitas sangat dipengaruh atau ditentukan oleh tiga hal pokok yaitu, relenvancy,
accurancy, dan timeliness. Kualitas dari suatu informasi (quality of information)
tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat pada waktunya
(timely basis), dan relevan (relevance).

1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi
kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak
informasi tersebut.

2. Tepat waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah
usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan didalam
pengambilan keputusan

3. Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk
tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda, misalnya informasi mengenai sebabsebab
kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan
akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.

2.2.4 Nilai Informasi
Nilai inforamsi dibentuk dari :
a. Manfaat (use)
b. Biaya (cost)
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan
biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya
denga satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukurannya dapat
dapat menggunakan analisis cost effectiviness atau cost benefit.

2.3 Konsep dasar Sitem Informasi
2.3.1 Sistem Informasi
Menurut Jerry Fith Gerald, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.4
Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada
perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem
suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses (Murdick dan Ross,
1993). Dengan demikian, sistem informasi berdasarkan konsep (input, processing, output –
IPO) dapat dilihat pada gambar berikut.
Input
Data Pemrosesan
Output
Data
Gambar
2.2 Konsep Sistem Informasi
2.3.2 Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi menurut Stair (1992) mengemukakan bahwa sistem
informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari hardware,
software, database, telekomunikasi, manusia.

2.4 Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah
a) kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
b) menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.

2.5 Teori Analisis
2.5.1 Analisis PIECES
Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja,
informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayanan pelanggan yang
dikenal dengan PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency,
Services).

2.5.2 Analisis Biaya
Biaya yang berhubungan dengan sistem informasi dapat diklarifikasikan ke dalam
4 kategori utama, yaitu biaya pengadaan (procurement cost), Biaya persiapan
operasional, biaya proyek, biaya operasional dan perawatan.

2.6 Flowchart Sistem
Flowchart bisa diartikan penggambaran sebuah objek arus pekerjaan (task) yang
terjadi dalam sebuah aktivitas.

2.7 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah
lama atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logis tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik yang mempengaruhi, baik lingkungan dimana data
mengalir maupun pada data yang akan disimpan

2.9 Perangkat Lunak yang digunakan
2.9.1 Pengenalan Microsoft Access 2007
Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita dalam
membuat sebuah aplikasi database, biasanya digunakan untuk membuat aplikasiaplikasi
yang kecil.

2.9.2 Microsoft Visual Basic 6.0
Visual Basic adalah salah satu pemrograman yang berorientasi objek (Object
Oriented Programing/OOP) yang sangat mudah digunakan dan dipelajari. Visual basic
diproduksi oleh Microsoft Corporation yang juga memproduksi sistem operasi Windows
Jadi tingkat kompetibelitas dengan Windows bagus.

3. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis PIECES
a) Analisis Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem
yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Sistem lama pada analisis performance:
Waktu tanggap untuk melayani cukup lama, rata-rata 30-50 menit karena proses
pencarian data bersifat manual sehingga harus membuka arsip-arsip yang ada dan
hasil tidak efektif dan efisien.

b) Information (Informasi), penting terhadap kualitas informasi yang disajikan dimana
informasi harus mempunyai kualitas (akurat, tepat waktu, dan relevan) dan
mempunyai nilai informasi. Sistem lama pada analisis informasi, yaitu informasi
yang didapat kurang akurat karena adanya keterlambatan dalam pembuatan
laporan, kurang maksimal, dan kurang relevan.

c) Economy (ekonomi), tinjauan analisis ekonomis tidaknya sistem yang ada merujuk
pada jumlah sumber daya yang digunakan. Sistem lama pada analisis ekonomi,
yaitu penggunaan kertas, tinta, dan alat tulis lainnya dan tempat penyimpanan
untuk menyimpan dokumen yang dibutuhkan tidak sedikit dan pemasukan data
serta pencarian data membutuhkan waktu yang lama karena harus membuka satu
persatu arsip yang ada.

d) Pengendalian (Control), pengendalian terhadap sistem yang dimaksudkan untuk
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan. Sistem lama pada analisis
control, yaitu Control dokumen yang sangat kurang sehingga sering terjadi
kesamaan data, dokumen hilang dan rusak.

e) Efficiency (efisiensi), erat kaitannya dengan bagaimana sumber daya yang ada
telah digunakan. Sistem lama pada analisis efisiensi, yaitu kurang efisien karena
kebutuhan bagi pengguna tidak dapat diperoleh dengan cepat karena adanya
keterbatasan ruang dan waktu dalam memperolehnya dan biaya boros.

f) Service (Pelayanan), adalah sistem mencakup pelayanan yang diberikan oleh
sistem pada beberapa elemen, baik elemen yang bersifat langsung maupun tidak
langsung Sistem lama pada analisis service, pelayanan yang diberikan kepada
siswa dan pihak-pihak yang bersangkutan yang membutuhkan informasi yang
kurang maksimal karena masih bersifat manual.

3.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem secara umum dilakukan dengan maksud untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru/sistem yang akan
diusulkan.

a. ERD
Gambar 3.1 ERD
b. Flowchart Sistem
Gambar 3.2 Flowchart yang sistem
c. DFD yang diusulkan
Data Pendaftaran
Data Tes
Data Siswa
Data Bagi Kelas
Data Kelas
Data Wali Kelas
Data Guru
Simpan Data
Pendaftaran
Simpan
Data Tes
Simpan
Data Siswa
Simpan Data
Bagi Kelas
Simpan
Data Kelas
Simpan Data
Wali Kelas
Simpan
Data Guru
Pendaftaran
Tes
Siswa
Bagi Kelas
Kelas
Data Wali Kelas
Guru
Laporan
Data Siswa
Laporan Data
Bagi Kelas
Laporan
Data Kelas
Gambar 3.3 DFD yang diusulkan
d. Hubungan antar Tabel
Gambar 3.4 Hubungan antar tabel

4. IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
4.1 Implementasi
Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem yang baru
dikembangkan supaya nantinya sistem tersebut siap untuk dioperasikan sesuai dengan
yang diharapkan. Tujuan dari tahap implementasi ini adalah menyiapkan semua
kegiatan penerapan sistem sesuai rencana yang ditentukan. Pada kegiatan ini sistem
baru sudah harus dilakukan proses analisis dan desain sistem secara rinci serta
penggunaan teknologi terhadap sistem tersebut.

4.2 Konversi Sistem ( Convertion)
Konversi sistem merupakan proses untuk meletakkan sistem baru agar siap
untuk digunakan. Terdapat beberapa pendekatan untuk melakukan konversi sistem,
antara lain :
1. Konversi Langsung (Direct Convertion)
Konversi ini dilakukan dengan mengganti secara langsung sistem lama dengan
sistem yang baru.

2. Konversi Paralel (Paralel Convertion)
Di dalam konversi paralel ini sistem baru dan sistem lama dioperasikan secara
bersama-sama dalam jangka waktu tertentu. Tujuan sistem ini untuk menyakinkan
bahwa sistem yang baru telah benar-benar beroperasi dengan sukses sebelum
sistem lama dihentikan.

3. Konversi Percontohan (Location Convertion)
Konversi percontohan dilakukan bila beberapa sistem yang sejenis akan
diterapkan pada beberapa area yang terpisah. Konversi ini dilakukan pada
sebuah unit organisasi terlebih dahulu dan dinilai operasinya. Jika sistem yang
baru ini telah dapat beroperasi dengan sukses maka sistem yang baru ini mulai
diterapkan ke semua bagian-bagian yang lainnya.

4. Konversi Bertahap (Phased Conversion)
Konversi bertahap dilakukan dengan menerapkan masing-masing modul sistem
yang berbeda secara unit. Tiap-tiap modul dioperasikan terlebih dahulu dan jika
telah sukses maka akan disusul oleh modul yang lainnya dan seterusnya
sampai semua modul berhasil dioperasikan.
Dengan melihat beberapa pendekatan konversi sistem diatas, maka
pemilih menggunakan pendekatan konversi paralel sebagai konversi sistem
pengolahan data siswa yang baru. Dengan beberapa pertimbangan yang diambil
yaitu bahwa konversi paralel (parallel convertion) menyediakan proteks yang tinggi
kepada organisasi terhadap kegagalan sistem yang baru. Dengan arti bahwa jika
sistem yang baru gagal dioperasikan, maka sistem yang lama masih tetap
beroperasi. Pendekatan ini merupakan lawan dari pendekatan konversi langsung.

4.2.3 Pemeliharaan Sistem
Pemeliharan sistem sangat penting bagi pengguna sistem karena seringkali
penggunaan sistem operasi menjadi tidak aman karena alasan-alasan seperti :
 Sistem terinfeksi malware aktif.
 Sistem berkas corrupt.
 Hardware melemah.
Untuk mencegah hal-hal tersebut digunakan mOS (maintenance operating system ) yang
berfungsi untuk :
 Manajemen Malware yang aktif
 Pemilihan data (recovery) dan perbaikan berkas
 Diagnosa hardware
Selain dengan mOS dapat juga memelihara sistem pada windows dengan cara
sederhana seperti :
 Jangan pernah mematikan power sampai sistem sudah benar-benar Shut Down.
 Pengecekan kipas pada power supply maupun kipas pendingin processor agar
komputer dapat bekerja dengan baik.
 Lakukan defragment setidaknya satu bulan sekali.
 Buat backup data.
 Gunakan Firewall jika terkoneksi dengan jaringan.
 Lakukan pengecekan virus dengan mengupdate antivirus secara rutin.

4.2.4 Manual Program
Manual program merupakan suatu petunjuk bagi pemakai tentang bagaimana
cara penggunaan program aplikasi yang dijalankan dengan sistem operasi windows.
Perancangan pada manual program dilakukan apabila penyusunan database aplikasi
input dan output data telah selesai. Dengan perancangan manual form seperti ini
diharapkan pengolahan pemasukan data akan lebih sempurna. Tujuannya untuk
memberikan panduan kepada user dalam rangka mengoperasikan program aplikasi.
Adapun manual programnya adalah sebagai berikut :

1. Bagian Login
Bagian Login , pertama kali muncul saat memasuki sistem. Username dan
password harus diketik secara benar dan tidak boleh dikosongkan, jika terjadi
kesalahan dalam penulisan username dan password maka akan muncul pesan
kesalahan namun jika benar maka selanjutnya akan masuk pada menu utama.
Gambar 4.1 Menu Login

2. Bagian Menu Utama
Gambar 4.6 Menu Utama
Dari menu utama ini semua fasilitas yang tersedia dapat dipanggil, menumenu
tersebut antara lain :
a. Data Pendaftaran, digunakan untuk memasukan data pendaftaran, pencarian
data pendaftaran, dan mencetak laporan data pendaftaran.

b. Data Tes digunakan untuk memasukan data pendaftar yang akan mengikuti
tes, pencarian data tes, dan mencetak laporan data tes.

c. Data Siswa digunakan untuk memasukan biodata siswa yang lengkap bagi
siswa yang lulus mengikuti tes, pencarian data siswa, dan mencetak laporan
data siswa.

d. Data Bagi Kelas digunakan untuk memasukan data bagi kelas menurut NIS,
pencarian data bagi kelas, dan mencetak data bagi kelas.

e. Data Kelas digunakan untuk mengetahui data kelas, pencarian data kelas,
dan mencetak data kelas.

f. Data Wali Kelas digunakan untuk mengetahui data wali kelas, pencarian data
wali kelas, dan mencetak data kelas.

g. Data Guru digunakan untuk mengetahui data guru, pencarian data guru, dan
mencetak data guru.

5. Kesimpulan
Dari penelitian yang dapat dilihat bahwa pengolahan data menggunakan sistem
manual sangat tidak efektif dan tidak efesien untuk menghasilkan informasi yang
dibutuhkan. Sedangkan penggunaan sistem yang baru dengan berbasis komputer
khususnya dengan software Microsoft Visual Basic 6.0, diharapkan informasi yang
dihasilkan lebih berkualitas dan membantu dalam proses pengambilan keputusan.

DAFTAR PUSTAKA
Hanif Al fatta. 2007. Analisis & Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan
Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern. Penerbit ANDI: Yogyakarta.
Jerry Fitz Gerald, Andra F. FitzGerald dan Warren D. Stallings, Jr.
1981.Fundamentals Of System Analyst, (second edition). John Willey dan
Sinns: New York.
Jogiyanto HM. 1990. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Penerbit : Andi offset:
Yogyakarta.
[Only admins are allowed to see this link] diakses pada tanggal 14 Mei 2011.
[Only admins are allowed to see this link] diakses pada tanggal 20 Juli 2011.

Lihat profil user

13 tugas analisa sistem (revisi) endang fns on Wed Oct 03, 2012 1:22 am

endang fajar ns
11020932


ANALISIS SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SMK HARAPAN MELIAU

cuss:
Analisis Sistem
Analisis sistem adalah sebuah tahapan yang dilakukan untuk menganalisis permasalahan atau mencari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama. Tahapan analisis sistem dilakukan setelah tahapan perencanaan dan sebelum tahapan desain sistem. Tahapan analisis sistem merupakan sebuah tahapan yang sangatlah penting, hal ini dikarenakan apabila terjadi kesalahan dalam melakukan analisi sitem maka akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam melakukan analisis sistem adalah identifikasi masalah, yaitu mencari permasalahan atau kelemahan yang terdapat pada sistem lama (sistem yang sebelumnya digunakan). Permasalahan yang ada pada sistem lama merupkan suatu penghambat dalam mencapai tujuan dari sebuah sistem, sehinga harus dicarikan pemecahaan dari masalah tersebut agar sistem dapat berjalan sesuai dengan keinginana pengguna.

Analisis PIECES
Dalam menganalisis sebuah sistem, biasanya akan dilakukan terhadap beberapa aspek anatar lain adalah kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayana pelanggan. Analisis ini disebut dengan PIECES Analysis (performance,information, economy, control, eficiency and service). Analisis PIECES ini sangat penting untuk dilakukan sebelum mengembangkan sebuah sitem informasi karena dalam analisis ini biasanya akan ditemukan beberapa masalah utama maupun masalah yang bersifat gejala dari masalah utama.


1.Performance ( Kinerja Sistem)

Analisis kinerja ditujukankan untuk mengetahui tingkat kinerja dari sebuah sistem apakah kinerja dari sistem tersebut telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau sudah mencapai sasaran yang diinginkan. Kinerja dari sebuah sistem diukur berdasarkan jumlah produksi dan tanggap waktu. Jumlah produksi merupakan jumlah perkerjaan yang bisa diselsekan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan tanggap waktu adalah keterlambatan rata-rata anatara suatau teransaksi dengan tanggapan yang diberikan kepada teransaksi berikutnya. Dalam kasus ini, kinerja dari sistem perpustakaan SMK HARAPAN dirasakan kurang efektif dan efisien jika dilihat dari hasil Throughput(hasil dari beberapa waktu ) dan Respon time yang diberikan oleh sistem pengolah data perpustakaan tersebut. Misalkan saja dalam pencarian data buku dan pembuatan laporan, kedua pekerjaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya. Hal ini terjadi dikarenakan proses yang dilakukan masih bersifat manual sehingga proses penyelesaian kedua pekerjaan tersebut membutuhkan waktu yang lama.


Table Performance
Sistem Lama
• Jumlah beban kerja lebih besar dalam mengerjakan 4 laporan
yaitu laporan koleksi buku, anggota, sirkulasi peminjaman,
sirkulasi pengembalian dalam 1 minggu
• Pencarian dan pembuatan laporan data perpustakaan
memerlukan waktu yang lama karna pembuatanya masih bersifat
manual




2.Information (Informasi)

Sebuah sistem informasi yang baik akan menghasilkan informasi akurat, relevan dan tepat waktu. Akurat berarti informasi yang dihasilkan terbebasa dari kesalahan dan tidak menyesatkan, sedangkan relevan berarti informasi tersebut memiliki nilai bagi penggunanya, dan tepat waktu berarti informasi harus ada ketika dibutuhkan. Ketiga kriteria tersebut merupakan syarat dari sebuah informasi yang baik bagi sebuah perusahaan atau organisasi yang akan dijadikan sebagai dasar dari pengambilan keputusan.
Pada sistem informasi perpustakaan yang ada di SMK HARAPAN hasil pengolahan informasinya masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti kelambatan dalam pembuatan laporan-laporan yang dibutuhkan bagi pihak perpustakaan sendiri maupun pihak-pihak yang terkait.

Table information
Sistem lama
• Tepat waktu. Pembuatan laporan yang seharusnya selesai dalam
1 hari, menjadi 2 sampai 3 hari
• Akurat. Tingkat kesalahan masih cukup besar karena proses masih dilakukan secara manual


3. Economy (Ekonomi)

Motif ekonomi mungkin merupakan salah satu pertimbangan dari alasan mengapa diperlukannya pengembangan sebuah sistem. Harapan sebuah perusahaan atau organisasi terhadap sistem yang baru adalah dukungan terhadap proses manajerial perusahaan yang lebih efisien. Sehingga adanya pemborosan waktu dan alat-alat yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya pada sistem sebelumnya (sistem lama) dapat di kurangi semaksimal mungkin, Khususnya seperti biaya pengadaan kertas dan tinta.
Table Economy
Sistem lama
• Biaya yang digunakan untuk pengadaan alat tulis, tinta, buku dan
kertas lebih besar
• Pengolahan secara manaual dengan waktu yang lama dapat menigkatkan biaya operasional


4.Control (Pengendalian)

Aktivitas sebuah perusahaan atau organisasi perlu mendapat perhatian dan control yang terus menerus agar tidak terjadi penurunan kinerja dibawah standar yang sudah ditetapkan. Hal ini untuk mengurangi dan mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjaga keamanan data dan kecurangan yang akan terjadi. Pengendalian dalam sebuah sistem sangat diperlukan untuk mengurangi dan mencegah hal-hal yang dapat merugikan perusahaan atau organisasi itu sendiri. Dengan adanya control maka tugas atau kinerja yang mengalamai kendala dapat diperbaiki.
Table control.
Sistem lama
• Pengendalian data pada sistem sirkulasi perpustakaan kurang
maksimal karena masih terdapat kesalahan pencatatan baik
secara disengaja ataupun tidak


5. Eficiency (Efisiensi)

Efisiensi pada sebuah sistem informasi menyangkut hal bagaimana menghasilkan output atau informasi sebaik mungkin dengan input yang diberikan, sehingga informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan bagi pihak-pihak yang memerlukanya. Selain itu efisiensi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah sistem tidak melakukan pemerosesan secara berlebih, dan usaha yang dikeluarkan untuk melakukan tugas-tugas tidak berlebihan juga.
Table Eficiency
Sistem lama
• Beban kerja yang ditimbulkan lebih banyak, seperti proses
pendataan buku, proses peminjaman, pengembalian dan
pembuatan laporan-laporan


6. Service (Pelayanan)

Untuk menilai kualitas dari sebuah sistem adalah salah satunya bisa kita lihat dari segi pelayanannya. Pada sistem informasi perpustakaan peningkatan pelayanan terhadap anggota merupakan bagian dari tujuan utama diadakannya pengembangan sistem dari sistem lama ke sistem yang baru. Pada sistem informasi perpustaakan yang sebelumnya digunakan, pelayanan dari segi waktu terhadap anggota terlihat masih kurang cepat dan akurat sehingga menjadi salah satu alasan diandakannya pengembangan sistem.
Table Service
Sistem lama
Dari segi pelayanan terhadap anggota baik yang menyangkut
peminjaman, pengembalian, serta pembuatan laporan masih
membutuhkan waktu yang lama dan kurang maksimal


KESIMPULAN
Analisis Kebutuhan Sistem
Kebutuhan fungsional:
1. Sistem harus mampu melakukan penyimpanan data dengan cepat dan tinga
validasi data yang baik
2. Sistem harus mampu melakukan proses sirkulasi data buku dengan cepat dan
dengan tingkat validasi data yang baik
3. Sistem harus mampu menyajikan data atau semu laporan yang dibutuhkan,
baik laporan buku, laporan anggota, laporan peminjaman, laporan
pengembalian, maupun laporan denda.

sumber: [Only admins are allowed to see this link]

Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink Wink

Lihat profil user

14 tugas ansis sebuah sistem on Mon Nov 26, 2012 9:39 pm

Sistem Pengurusan Pajak Kendaraan Bermotor

Latar belakang Masalah
Semakin berkembangnya zaman semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan, pendidikan, taraf hidup, dan lain-lain sebagainya. Dilihat dari sisi kebutuhan saat ini, tingkat kebutuhan akan transportasi semakin berkembang, mulai dari transportasi darat.
Semakin berkembangnya taraf hidup masyarakat khususnya di negara Indonesia, maka semakin bertambah pula kepadatan penduduk sehingga dengan bertambahnya jumlah penduduk semakin bertambahnya kebutuhan serta bertambahnya jumlah pemintaan.
Disini kita akan menganalisa pertambahan kebutuhan masyarakat akan transportasi darat khususnya kendaraan bermotor,Dengan pengelolaan pendapatan yang baik melalui Sistem Informasi yang handal, maka sinergi antara kepentingan pemerintah dan pemenuhan kebutuhan rakyat akan semakin meningkat. Untuk memberikan layanan yang baik, cepat
Tujuan Pembuatan Sistem
Sekarang ini, hampir semua orang di dunia mencari sesuatu yang praktis untuk dijalankan. Semuanya mencari kemudahan dalam melakukan segala hal terutama yang berkaitan dengan waktu dan uang, apalagi apabila kegiatan tersebut membutuhkan koordinasi ataupun birokrasi yang tergolong rumit. Salah satunya ialah perpanjangan SIM, STNK, Pembayaran pajak, dan layanan informasi online.
SIM dan STNK memang tidak harus diperpanjang setiap tahun sekali, tetapi hal ini selalu membuat setiap orang merasa kesulitan dan merasa malas jika harus melakukan hal tersebut, apalagi mengingat waktu dan jarak yang harus ditempuh khususnya di hari kerja
Tujuan untuk melakukan pembatasan ini agar tidak terjadi proses antrian yang terlalu panjang dan proses yang terlalu lama mengingat banyaknya pemilik kendaraan di bandingkan petugas SAMSAT yang akan melayani proses perpanjangan / pembayaran pajak.
Sistem ini juga akan memaparkan suatu layanan informasi untuk pelanggan secara online dan via SMS, jadi pemilik kendaraan bisa mengecek apakah data-data yang ada pada STNK dan bukti pajak benar milik yang bersangkutan (pemilik kendaraan). Layanan informasi online ini juga akan memberikan informasi-informasi penting lainnya yang dibutuhkan oleh pelanggan. Sehinga semua proses dan ide-ide ini bisa diterapkan dan dikembangkan di kemudian hari dalam rangga meningkatkan sistem layanan, efisiensi waktu, tempat serta kemudahan bagi semua lapisan masyarakat

Kesimpulan :
Pembayaran pajak motor secara manual terkesan sangat rumit dan banyak hal yang dipersiapkan & waktu yang panjang untuk mengurusnya.
Dibuat system informasi ini adalah supaya setiap orang dapat membayar pajak tidak harus datang pada kantor,bisa lewat on-line dengan ini mempermudah pembayaran pajak & waktu yg cepat tidak sia-sia saat pembayaran.

Lihat profil user

Sponsored content


Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik