Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Analisa Sistem I

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Analisa Sistem I on Mon Sep 03, 2012 1:33 pm

admin

avatar
Admin
Kumpulan Tugas Analisa Sistem......

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org
Contoh Analisis dan Perancangan Sistem Penjualan Obat di Apotek

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Masalah
1. Bagaimana suatu apotek dapat mengolah data dengan mudah, cepat, tepat dan teratur?
2. Bagaimana membangun suatu sistem informasi penjualan obat untuk sebuah apotik..
1.2 Batasan Masalah
Permasalahan dibatasi pada pembuatan sistem informasi penjualan obat.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Skenario Use Case
· Pembeli datang ke apotek membawa resep lalu menyerahkan resep kepada apoteker atau pembeli dapat langsung membeli obat tanpa menggunakan resep dan mendatangi apoteker.
· Setelah apoteker menerima resep dari pembeli kemudian apoteker meramu obat sesuai dengan apa yang ditulis dokter pada resep atau sesuai obat yang dibeli pembeli.
· Setelah obat selesai diramu,kemudian apoteker memberikan obat kepada kasir.
· Terakhir pembeli mengambil obat dan membayarnya di kasir.

2.2 Use Case
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]

1.3 Class Diagram
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]


2.4 Sequence Diagram
a. Sequence Diagram Pembelian Obat Dengan Resep
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]
Sequence Diagram Pembelian Obat Tanpa Resep
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]

2.1 Activity Diagram
a. Activity Diagram Penjualan Dengan Resep
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]

a. Activity Diagram Penjualan Dengan Tanpa Resep
[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah kami lakukan diatas tentang Sistem Ipenjualan obat Apotik, maka kami dapat memberikan beberapa kesimpulan, dengan semakin terkomputerisasi sistem penjualan obat apotek, sangat membatu mempermudah dan mempercepat karyawan dalam proses pelayanan kepada konsumen.
Disamping dapat mempermudah proses pelayanan sistem ini juga sangat membantu dalam pelaporan hasil penjualan obat yang efisien dan tepat, nantinya dari hasil laporan penjualan akan diserahkan kepada pemilik apotek untuk dilakukan pemeriksaan hasil pendapatan penjualn obat.
3.2Saran
Adapun saran – saran yang ingin kami sampaikan, di harapkan dari program Sistem Penjualan Obat di Apotek yang kami hasilkan dapat di kembangkan kembali agar program ini lebih user friendly terhadap penggunanya.

[Only admins are allowed to see this link]

Lihat profil user

3 Re: Analisa Sistem I on Sat Sep 08, 2012 10:03 pm

contoh hasil analisa:
"sistem penjualan tiket pesawat"
Contoh hasil analisa:


[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]


sumber:

[Only admins are allowed to see this link]

Lihat profil user http://romecs.comze.com
ANALISA:
Contoh Analisis Sistem Persediaan Bahan Makanan di Bengkel Perut Restaurant

Bengkel Perut Restaurant adalah rumah makan cepat saji dibelakang kampus Gunadarma, Depok. Setiap harinya menjual makanan paling enak dan terjangkau buat mahasiswa Gunadarma, pelanggannya kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Lingkungan Bengkel Perut terdiri dari elemen luar yang berinteraksi dengan sistem seperti pelanggan, dan pesaing lain. Bengkel Perut memiliki counter depan tempat pelanggan memesan makanan, dan pintu belakang dimana bahan makanan dari supplier dikirim.

Sistem Informasi Persediaan Bahan Makanan di Bengkel Perut dimulai dari pembuatan data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh supplier. Kemudian pelanggan yang datang memesan makanan akan dicatat pesanannya oleh petugas Counter. Catatan order diterima oleh petugas Counter, lalu disampaikan ke Kitchen (dapur). Koki di dapur mencatat bahan makanan yang dia gunakan untuk menyiapkan makanan. Proses ini mengupdate stok bahan makanan di Storage (gudang). Setelah selesai, makanan akan disajikan ke pelanggan di ruang makan. Selesai menyantap makanan, pelanggan membayar makanan ke petugas kasir di Office. Petugas kasir akan mencatat makanan apa saja yang terjual. Setiap bulan, akan dibuatkan laporan Persediaan ke Manajer.

1.1 Analisis Kebutuhan Sistem
Proses analisis dilakukan dengan cara observasi/pengamatan langsung terhadap apa yang terjadi di rumah makan cepat saji Bengkel Perut. Terdapat kejadian operasional sebagai berikut :
a. Mencatat data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh Supplier.
b. Pelanggan memesan makanan.
c. Pesanan pelanggan disampaikan ke kitchen (dapur).
d. Makanan diantarkan ke meja pelanggan. Selesai makan, pelanggan akan melakukan pembayaran.
e. Setiap akhir bulan akan dibuatkan laporan Persediaan untuk Manajer.


Maka Kebutuhan Proses Berbasis Komputer berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Mencatat Stok
2. Mencatat Pesanan / Order
3. Mengupdate Stok Bahan Makanan
4. Mencatat Pembayaran
5. Mencetak Kuitansi Pembayaran
6. Mengupdate Makanan yang Terjual
7. Membuat laporan Persediaan

Kebutuhan Dokumen dan Data (file) berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Formulir Terima Bahan Makanan dari Supplier
2. Formulir Order
3. File Persediaan (Stok)
4. File Pembayaran
5. Kuitansi Pembayaran
6. File Daftar Barang Terjual
7. Laporan Persediaan
1.2 Menyusun Kebutuhan Sistem (Memodelkan Kebutuhan Sistem)
Pemodelan Kebutuhan Sistem tidak digambarkan dengan Tools apapun. Melainkan hanya dituliskan saja input proses dan output yang ada pada Sistem Informasi Persediaaan.


Model Kebutuhan Sistem Informasi Persediaan di Bengkel Perut adalah sebagai berikut :
1. Proses : Update Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Terima Barang dari Supplier, File Persediaan
Output : File Persediaan (terupdate)
2. Proses : Mencatat Pesanan
Input : Pesanan dari Pelanggan
Output : Formulir Pesanan
3. Proses : Mengupdate Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Pesanan
Output : File Persediaan (terupdate)
4. Proses : Mencatat Pembayaran, Mencatat Barang Terjual
Input : Formulir Pesanan
Output : File Pembayaran, File Daftar Barang Terjual
5. Proses : Cetak Kuitansi
Input : File Pembayaran
Output : Kuitansi untuk Pelanggan
6. Proses : Membuat Laporan Persediaan
Input : File Persediaan, File Daftar Barang Terjual
Output : Laporan Persediaan untuk Manajer


Hasil Wawancara dengan pemilik Bengkel Perut Restaurant

1. Bagaimana dengan sistem yang berjalan di restaurant anda sekarang?
Cukup baik, karena sudah mengaplikasikan penggunaaan komputerisasi namun kadang terjadi masalah.

2. Apa masalah yang dimaksud?
Biasanya pada saat pengecekan barang di toko, informasi yang didapat salah. Contohnya pada saat ingin mengecek berapa jumlah makanan sisa yang tidak habis dijual, ternyata di komputer input laporan tertulis sisa beberapa makanan, tapi kenyataan pada saat di tempat tidak ada, atau sudah habis.

3. Kenapa hal tersebut bisa sampai terjadi?
Bukan kesalahan system, melainkan ada saja pegawai yang mencuri atau salah menginput laporan.

4. Apa ada masalah lain lagi? Misalnya di bagian transaksi?
Ada, misalnya terjadi kesalahan pemesanan. Bagian pemesanan menuliskan informasi pemesanan konsumen di draft untuk sementara, lalu barang pesanan dikumpul, lalu dibuatkan nota. Setelah diantar pesanan makanan tersebut ke konsumen, ternyata konsumen memesan makanan lain, atau dengan jumlah lebih sedikit.


1.3 Membuat Alternatif Strategi Sistem dan Memilih yang Terbaik
Pada tahapan ini kita akan membahas mengenai batasan proyek pengembangan sistem informasi nya. Contoh batasan proyek pengembangan Sistem Informasi Persediaan adalah :
1. Dana pengembangan sistem tidak lebih dari Rp1.000,000.
2. Sistem baru harus sudah dapat dioperasikan dalam waktu 6 bulan sejak proyek dikerjakan.



Di bawah ini adalah contoh alternatif strategi sistem untuk Sistem Informasi Persediaan Bengkel Perut:

Kriteria Alternatif A Alternatif B
1. Otomatisasi Order Ya Tidak
2. Real-time Update Persediaaan / Stok Untuk beberapa Item Untuk semua Item
3. Pengembangan Software In-house Off-the-self
4. Software Visual Basic Borland Delphi
5. Implementasi 2 hari 7 hari
6. Training Training sederhana Full Training

Proses terakhir dari tahapan ini adalah pemilihan alternatif terbaik. Untuk otomatisasi order tidak perlukan karena order cukup dicatat di formulir pesanan. Pengembangan Software dilakukan in-house, karena sistem yang dibangun tidak terlalu kompleks, masih dapat ditangani oleh tim desain dan programmer proyek. Software yang dipilih adalah Borland Delphi versi 8.0 dengan DBMS Paradox yang sudah built-in dengan Borland Delphi. Pengembangan Sistem tidak lebih dari 6 bulan, implementasi 7 hari, dan akan diadakan training sederhana selama 3 hari.




Rancangan input pemesanan dan data pelanggan
Kode Barang :
Nama Barang :
Jumlah :
Kode Pelanggan :
Nama Pelanggan :
Alamat :


Rancangan input untuk Storage (gudang)
Kode Barang : :
Nama Barang :
Jumlah Masuk : A
Sisa Barang :
Sisa Barang :


Rancangan input untuk penyimpanan nota tagihan dan pengecekan jumlah tagihan
Tanggal Tagih :
Nama Toko :
No nota :
Jumlah Tagihan :
Rancangan Output (berupa nota)
BENGKEL PERUT
TELP 021-123456
No Faktur: SL 08110000003
Tanggal: 10 Oktober 2011 12:30
Nasi Goreng Rp 8.000,00
1pcs@Rp 8.000,00
Es Jeruk Rp 4.000,00
2pcs@Rp 8.000,00
Total Rp 16.000,00
Bayar Rp 20.000,00
Kembali Rp (4.000,00)
***TERIMA KASIH***
BENGKEL PERUT

Kesimpulan
Analisis sistem pada Bengkel Perut Restaurant mungkin masih terdapat kelemahan, namun semua itu tergantung pada tenaga kerja atau SDM yang digunakan, apakah tenaga kerja mau menerapkan sistem yang sudah dibuat tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak.

Lihat profil user
Contoh Analisa Sistem Informasi Rawat Jalan Poliklinik ABC
Spoiler:

• Identifikasi Masalah
– Permasalahan yang terjadi di Poliklinik ABC adalah sebagai berikut:
1. Data-data yang disimpan di poliklinik masih berjalan manual, padahal Kebutuhan akan data-data pasien rawat jalan, rekam medis pasien serta dokter yang menangani tiap pasien meningkat
2. Sistem yang dijalankan belum sepenuhnya membantu pekerjaan, karena kebutuhan akan data yang efektif dan efisien serta ada saat dibutuhkan (availability) belum bisa terpenuhi
3. Penyediaan data yang banyak menyebabkan overload data dan informasi kurang

Analisis Sistem
• Penyimpanan data dalam bentuk kertas atau manual menimbulkan resiko yang cukup besar, seperti kebakaran, rusak atau bencana alam yang bisa mengakibatkan data-data penting itu hilang, sehingga diperlukan sistem yang bisa menyimpan data lebih aman
• Kebutuhan akan data yang efektif dan efisien serta ada saat dibutuhkan (availability) menjadi alasan utama untuk penyediaan informasi yang akurat
• Data yang kurang lengkap menyebabkan informasi pelayanan kesehatan juga kurang, karena data tidak tersusun rapi dan susahnya pencarian data yang mengurangi kurangnya informasi dari data tersebut
Dari berbagai alasan yang telah diungkapkan di atas, maka pengembangan Sistem Informasi Rawat Jalan Poliklinik ABC ini dibuat untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul.

Analisis Kebutuhan
• Data yang dibutuhkan
Data yang dibutuhkan dalam pengembangan Sistem Informasi ini adalah :

Data Pasien : nama pasien, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir, agama, golongan darah.
Data Dokter : nama dokter, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir.
Data Obat : nama obat, jenis obat, aturan pakai, harga
Data Admin/Petugas : nama petugas, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir.
Data Pemeriksaan : data pasien, data dokter, keluhan, diagnosa, perlakuan/pemeriksaan, data obat
Data Biaya : data pasien, pemeriksaan, total harga obat
*) untuk nomor_id, tidak dicantumkan disini tidak apa-apa, dicantumkan juga boleh
• Kebutuhan fungsional
Fungsi dari sistem ini adalah :
– proses login untuk dokter dan petugas
– proses pengelolaan data pasien, meliputi input, update dan delete
– proses pengelolaan data dokter, meliputi input, update dan delete
– proses pengelolaan data petugas, meliputi input, update dan delete

Lihat profil user

6 Re: Analisa Sistem I on Sun Sep 09, 2012 7:40 pm

Nama : Fina Rosiyanti


Analisa dan Perancangan Sistem PROGRAM PENILAIAN SISWA
PADA SMP BABUS SALAM TANGERANG
DENGAN VISUAL FOXPRO 9.0


analisa:

1 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi seperti sekarang ini komputer telah memiliki manfaat yang sangat banyak, selain untuk mengolah data, menyimpan data, komputer juga bisa digunakan untuk mendukung penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan komputer telah menambah dengan cepat dan telah memasuki dunia kerja maupun dunia usaha, oleh karena itu komputer memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan karena kecepatan dan keakuratan komputer dalam menghasilkan data, serta kelengkapan komputer dalam mengolah data juga kerahasiaannya dalam menyimpan data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan.
Banyak Perusahaan yang mulai menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam mengolah data sehingga data yang diolah menjadi lebih efektif dan efisien dan dapat segera digunakan oleh perusahaan sebagai dokumen perusahaan.
Di dalam dunia usaha dan dunia kerja komputer memiliki peran yang sangat penting karena informasi yang dihasilkan oleh komputer lebih akurat, cepat dan tepat. Bahkan mempermudah pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya didalam suatu perusahaan.
1

Teknologi informasi telah menghasilkan informasi yang berhubungan dengan pengolahan data, agar data yang diolah dapat lebih berarti dan lebih berguna lagi, informasi juga telah mendukung kegiatan manajerial dan juga kegiatan operasional yang diperlukan oleh sistem basis data yang lengkap dan tepat dan mudah digunakan apabila sistem basis data memerlukannya setiap saat. Teknologi informasi juga menangani seluruh aktifitas data yang berhubungan dengan proses pencarian, penyimpanan, penyajian, manipulasi dan keselarasan juga keserasian data dengan dukungan perangkat komputer (baik hardware maupun sorfware), jaringan komputer, media penyimpanan, serta media telekomunikasi.
Selama ini metode yang digunakan oleh bagian Data Dik untuk melakukan pengolahan data yang telah tejadi pada bagian penilaian siswa pada SMP BABUS SALAM masih dilakukan secara manual, sehingga informasi yang dihasilkan oleh perusahaan kurang cepat dan masih kurang optimal.
Untuk memperlancar jalannya kegiatan operasional dari perusahaan tersebut, maka perusahaan tersebut memerlukan suatu metode penilaian yang tepat dan akurat. Karena semakin maju dan berkembangnya suatu perusahaan, semakin sulit atau kompleks pula pada bagian penilaian.
Dengan semakin kompleksnya suatu masalah yang dihadapi oleh suatu perusahaan membutuhkan teknologi informasi yang baik agar dapat membantu jalannya kegiatan operasional perusahaan, yang bertujuan untuk menjamin sumber data, kuantitas, waktu yang tepat maupun kecepatannya keakuratannya dan juga relevan. Sesuai dengan uraian diatas, sehingga penulis merasa tertarik untuk membahas lebih mendalam mengenai pemrograman penilaian siswa dengan memilih judul :

“PERANCANGAN PROGRAM PENILAIAN SISWA
PADA SMP BABUS SALAM TANGERANG
DENGAN VISUAL FOXPRO 9.0”

1.2. Perumusan Masalah
Sistem penilaian yang akan dilakukan bagian penilaian siswa SMP BABUS SALAM TANGERANG seringkali mengalami masalah, dikarenakan sistem yang berjalan masih manual. Masalah tersebut yaitu :
a. Proses dikerjakan dalam waktu yang cukup lama karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan secara manual seperti pencatatan, perhitungan, pengecekan ataupun proses pemeriksaan yang membutuhkan ketelitian.
b. Membutuhkan tempat yang banyak untuk penyimpanan arsip-arsip
c. Lambatnya informasi yang diterima oleh pihak manajemen untuk membuat laporan kepada pimpinan, karena pembuatan laporan tersebut tidak otomatis terjadi pada saat proses pengolahan nilai pada siswa.
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun maksud dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
a. Menambah pengalaman serta mengembangkan ilmu yang dimiliki oleh penulis agar ilmu yang penulis miliki dapat bermanfaat.
b. Menerapkan ilmu yang telah didapat selama mengikuti kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Dan Ilmu Komputer Bina Sarana Global.
c. Membantu tugas kerja khususnya dibagian penilaian siswa pada SMP BABUS SALAM TANGERANG serta sebagai pedoman dalam mengembangkan penilaian siswa tersebut apabila diterima atau mungkin akan diterapkan oleh perusahaan tersebut.
Sedangkan tujuan penulisan Skripsi ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk memperoleh Sarjana (S1) pada jurusan Sistem Informasi pada Sekolah Tinggi Manajemen Dan Ilmu Komputer Bina Sarana Global di Tangerang.
1.4. Ruang Lingkup
Dalam penulisan Skripsi ini, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan pada penilaian siswa yang dilakukan pada SMP BABUS SALAM TAMGERANG dimulai dari menginput data siswa, menginput data Mata Pelajaran, Pengolahan penilaian, sampai dengan laporan data siswa, laporan data penilaian, laporan penilaian siswa untuk periode pertiga bulannya.

1.5. Metode Penelitian Data
Mengenai metode penulisan yang dilakukan ada beberapa metode yang tercantum dibawah ini, yaitu :
a. Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengetahui masalah yang timbul atau dialami langsung oleh yang bersangkutan. Dalam kegiatan ini diajukan pertanyaan lisan dalam usaha melengkapi data-data yang akan diperoleh. Wawancara dilakukan pada bagian-bagian yang terkait dengan sistem penilaian siswa.
b. Observasi
Penulis melakukan observasi yaitu dengan melihat secara langsung cara kerja bagian penilaian siswa yang terkait dengan pencatatan hasil-hasil kegiatan yang dilakukan, setelah itu penulis diberikan kesempatan untuk melihat sistem yang bekerja dalam pengolahan data dalam penilaian siswa.
c. Studi Pustaka
Dalam penulisan ini tidak terlepas dari data-data yang terdapat dari buku-buku yang menjadi referensi seperti pedoman penulisan skripsi, diktat dan buku-buku lain yang dapat berhubungan dengan penyusunan skripsi ini sebagai landasan teori untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
d. Analisa Sistem
Kegiatan yang dilakukan tahap ini menganalisa sistem yang ada yaitu mempelajari dan mengetahui apa yang akan dikerjakan sistem yang ada. Menspesifikasikan sistem, yaitu perincian masukan yang digunakan, database yang ada, proses yang dilakukan dan keluaran yang dihasilkan.
Adapun tahapan-tahapan pada analisa sistem yaitu :
1. Activity Diagram
Digunakan untuk memodelkan alur kerja atau work flow sebuah proses penilaian dan urutan aktifitas di dalam suatu proses.
2. Use Case Diagram
Digunakan untuk menggambarkan interaksi antar user dengan sistem.
3. Use Case Description
Digunakan untuk mendeskripsikan secara rinci mengenai use case diagram sistem yang diusulkan.

e. Rancangan Sistem
Tahapan perancangan sistem adalah merancang sistem secara rinci, berdasarkan hasil analisa yang ada, sehingga menghasilkan model baru yang akan diusulkan, dengan disertai rancangan database dan spesifikasi program. Alat-alat yang digunakan dalam tahap analisa sistem adalah sebagai berikut :
1. ERD (Entity Relational Diagram)
Merupakan alat yang dapat mempresentasikan hubungan yang terjadi antara satu atau lebih komponen sistem.
2. LRS (Logical Record Structure)
LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya.
3. Conceptual Data Model
Conceptual Data Model menunjukkan konsep-konsep, penggabungan antara konsep-konsep dan atribut-atribut dari sebuah model data.
4. Relasi
Relasi digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan model konseptual secara terperinci dengan adanya primary key dan foreign key.
5. Spesifikasi Basis Data
Spesifikasi Basis Data digunakan untuk menjelaskan tipe data yang ada pada model data konseptual secara detail.
6. Normalisasi
Untuk mengorganisasikan file dan menghilangkan grup elemen yang berulang atau sebuah langkah atau proses untuk menyederhanakan hubungan elemen data didalam tuple (record) dapat dilakukan cara normalisasi.
7. Sequence Diagram
Sequence Diagram menggambarkan berbagai aliran aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing aliran berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.


8. Class Diagram
Menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, asosiasi, dan lain-lain.
9. Activity Diagram
Menggambarkan berbagai aliran aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing aliran berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.

1.6. Sistematika Penulisan
Secara keseluruhan penulisan perancangan sistem ini dapat digambarkan didalam beberapa bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan hal-hal yang berhubungan dengan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini merupakan landasan teori dari penyusunan penulisan ini yang membicarakan tentang pengertian Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi, Sistem Informasi, Analisa Sistem dan Perancangan Sistem, Analisa Berorientasi Objek, Perancangan Berorientasi Objek, Sistem Penilaian dan teori-teori pendukung lainnya.
BAB III : ANALISA SISTEM
Bab ini menceritakan tentang Tinjuan Organisasi, Urairan Prosedur, Analisa Proses, Analisa Keluaran, Analisa Masukan, Analisa Pengolahan, Identifikasi Kebutuhan, Package Diagram, Use Case Diagram sistem usulan, Deskripsi Use Case.
BAB IV : RANCANGAN SISTEM
Bab ini menjelaskan mengenai rancangan umum sistem informasi yang penulis usulkan, Rancangan Basis Data, Rancangan Antar Muka,Penulusuran Akses dan Arsitektur Sistem.
BAB V : PENUTUP
Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dan saran yang dapat dilakukan dan dikerjakan dalam usaha dimasa mendatang untuk menghasilkan sistem yang optimal.



[Only admins are allowed to see this link]



Terakhir diubah oleh fina yan tanggal Mon Sep 10, 2012 9:57 am, total 1 kali diubah

Lihat profil user

7 ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM on Sun Sep 09, 2012 8:46 pm

ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM”.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun dePmikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Bekasi, 21 Oktober 2010
Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial dan selalau ingin berkomunikasi dengan sesamanya karena manusia mempunyai kebutuhan untuk saling berinteraksi dan mendapatkan informasi dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Dalam hidupnya manusia melakukan komunikasi untuk bertahan hidup karena tidak mungkin manusia hidup tanpa melakukan apa-apa seperti tidak berbicara dengan sesamanya atau pasif tidak ingin tahu. Dari kecil hingga dewasa manusia pasti butuh berkomunikasi dan butuh informasi dengan sesamanya. Jadi, manusia mempunyai sifat selalu ingin tahu serta saling bergantung satu sama lain atau membutuhkan.
Pada zaman dahulu manusia melakukan komunikasi dengan alat yang sederhana sepeti surat, burung merpati untuk mengantarkan surat, kentongan untuk menandai ketika di sebuah kampung ada sesuatu yang membahayakan penduduk terutama pencurian ataupun juga bias digunakan untuk mengumpulkan penduduk berkaitan dengan acara yang diadakan dikampung mereka, juga kentongan bias menunjukan tanda perubahan waktu setiap 1 (satu) jam atau 2 (dua) jam sekali. Kemudian komunikasi berkembang lagi menjadi lebih modern yaitu dengan munculnya teknologi telepon yang dapat diartikan sebagai komunikasi dalam jarak jauh, karena tele artinya jarak jauh dan phone artinya komunikasi. Setelah itu dunia komunikasi berkenbang ke teknologi pager yaitu meninggalkan pesan melalui operator ke pager tersebut dan orang yang dituju dapat melihat pesan yang ditinggalkan ke mereka. Jika mengacu pada teknologi masa kini pager hamper sama dengan SMS hanya perbedaanya terletak pada perlunya operator untuk menyanmpaikan pesan melalui pager sementara pada SMS tidak. Kemudian muncul yang namanya Siphone yang sedikit lebih canggih dari pager karena bisa digunakan untuk berbicara dengan seseorang sedangkan pager cuma alat untuk meninggalkan pesan secara elektronik.
Setelah reknologi komunikasi pager, komunikasi mengalami perkembangan kembali dengan munculnya HP (handphone) yang bisa digunakan untuk mengirim pesan dan berbicara dengan seseorang. Kemudian setelah masa itu perkembangan komunikasi berkembang semakin pesat dengan munculnya teknologi-teknologi komunikasi yang lebih canggih seperti yang sering kita gunakan saat ini, seperti internet, 3G, Video Call dan sebagainya.

B.Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom”, terkait dengan kebutuhan komunikasi yang semakin berkembang dan semakin canggih, maka PT. Telkom yang bergerak dalam bidang telekomunikasi mempunyai peran penting dalam memajukan teknologi komunikasi.
Berkaitan dengan masalah tersebut, masalah-masalah yang dapat diidentifikasi antara lain :
1. Kebutuhan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini?
2. Ketersediaan jaringan yang merata di setiap daerah

C. Batasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi.
b. Penyediaan layanan yang andal kepada masyarakat.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana deskripsi peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi?
2. Kebutuhan teknologi komunikasi apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat saat ini?
BAB 2

PEMBAHASAN
A.Profil Perusahaan
Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.
Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayarkartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle yang semakin berkualitas sangat jelas terlihat dengan secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta Long Term Evolution. Tahun ini Telkomsel mengembangkan jaringan mobile broadband dengan mencanangkan 24 kota besar sebagai broadband city.
Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular, Telkomsel telah menggelar 34.000 Base Transceiver Station termasuk lebih dari 6.000 Node B yang menjangkau 95 persen wilayah populasi Indonesia. Seiring diselesaikannya program Universal Service Obligation yang diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.
Bahkan kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300 mitra operator data roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.
Sesuai dengan hukum Perusahaan Indonesia, Telkomsel mempunyai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dengan tanggungjawab terpisah dan tidak merangkap menjadi anggota dalam kedua Dewan tersebut.

Dewan Komisaris
Nama Posisi
Bp. Rinaldi Firmansyah Presiden Komisaris
Bp. Losso Judianto Komisaris
Bp. Arief Yahya Komisaris
Bp. Lim Chuan Poh Komisaris
Mr. Ng Kwon Kee Komisaris.
Dewan Direksi
Bp. Sarwoto Atmosutarno Presiden Direktur
Ibu Triwahyusari Direktur Keuangan
Ibu. Herfini Haryono Direktur Perencanaan & Pembagunan
Bp. Leong Shin Loong Direktur Komersial
Bp. David Ng Direktur Operasi .
B.Sistem Kerja
Mendapatkan suatu sistem kerja yang lebih baik dari sistem kerja yang telah ada atau memiliki sistem kerja dari beberapa sistem kerja yang diajukan merupakan salah satu hal yang ingin dicapai dengan mempelajari teknik tata cara ini. Kemampuan untuk dapat membentuk atau menciptakan cara-cara kerja yang baikmerupakan kebutuhan utama dalam kegiatan diatas yaitu mencari sistem kerja yang baik dari yang lainnya, karena dari cara-cara alternatif yang dibentuk dengan sembarangan. Untuk dapat merancang sistem kerja yang baik, seorang perancang kerja harus dapat menguasai dan mengendalikan faktor-faktor yang membentuk sistem kerja. Faktor-faktor tersebut bila dilihat dalam kelompok besarnya terdiri atas pekerja, mesin ,peralatan serta lingkungan. Kerja merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaanya melibatkan komponen-komponen pendukung dan analisa terhadap objek kerja yang dilaksankan. Dimana terdapat keterkaitan, saling mendukung dan mempengaruhi antara komponen yang satu dengan lainnya.
a. Manusia
Manusia berperan sebagai perancang, pelaksana dan pengevaluasi. Sebagai pekerja, manusia dengan segala sifat, kemampuan, kelebihan dan keterbatasanya dalam melakukan pekerjaan memberikan pengaruh yang besar atas keberhasilan sistem kerja.
b. Bahan
Bahan merupakan segala sesuatu yang akan diproses dalam sistem kerja. Untuk dapat menghasilkan output yang diharapkan dapat dilakukan penyesuain terhadap bahan yang meliputi ukuran/dimensi, warna dan faktor lain yang berpengaruh terhadap proses dalam sistem kerja.
c. Mesin
Mesin sebagai segala sesuatu yang membantu/mempermudah manusia dalam memproses input sistem kerja
d. Lingkungan kerja
Kondisi lingkunagan kerja sangat mempengaruhi terhadap operator dalam menyelesaikan pekerjaanya Parameter lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap proses dan hasil kerja manusia antara lain temperature, kelembapan, penerangan, kebisingan dan getaran.

Prinsip-prinsip sistem kerja :
a. Tidak terjadi antrian
b. Minimasi waktu siklus
c. Minimasi waktu delay
Sasaran yang ingin dicapai dengan penelitian cara kerja ini adalah untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Usaha ini dapat dilakukan dengan :
a. Melakukan perbaikan tata letak tempat kerja
b. Melakukan analisa dan perbaikkan elemen gerakan
c. Mendesain tempat kerja dan peralatan sesuai dengan prinsip ergonomic
Kreativitas seseorang dapat memungkinkan diperolehnya beberapa alternative dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Untuk melakukan perbaikkan cara kerja, alternatif itu harus dipilih yang baik yang dapat dilaksanakan. Untuk memilih suatu cara kerja perlu dikembangkan suatu kriteria penilaian yang dapat digunakan. Kriteria penilaian ini dapat meliputi :
a. Waktu penyelesaian yang dibutuhkan.
b. Tenaga yang dikeluarkan.
c. Akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut.

C.Produk dan Layanan
1. Telepon (Fixed Line)
a. TELKOM Free (0.800)
Merupakan layanan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat luas untuk menghubungi pelanggan TELKOMFree tanpa dikenakan biaya percakapan.
b. TELKOM SLI
Merupakan panggilan telepon International Direct Dialing (IDD) dimana nomor telepon pemanggil dan nomor telepon yang dipanggil berbeda wilayah negara.
c. TELKOM SLJJ
Merupakan layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah negara. Pada umumnya, pelanggan-pelanggan tersebut berada dalam wilayah kode area yang berbeda.
d. TELKOM Unicall (0.807)
Merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi suatu perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang untuk dihubungi pelanggannya dengan hanya menghubungi satu nomor unik.
e. TELKOM Lokal
Merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah lokal.
f. TELKOM Teleconference
Merupakan Layanan teleconference melalui telepon baik fixed maupun mobile (Audio Conference) yang mempunyai kemampuan untuk melayani percakapan sampai 30 pemanggil dalam satu konferensi.


2. Data & Internet
TELKOM ISDN PRA
ISDN / Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi adalah jaringan digital yang menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi.
a. Speedy
Merupakan adalah layanan internet (internet service) berkecepatan tinggi dari PT.TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL).
b. e-Business (i-manage)
Layanan yang menyediakan fasilitas hosting dan collocation bagi perusahaan yang memerlukan outsource dalam menempatkan aplikasi dan datanya (application outsource enterprise).
c. e-Business (i-Xchange)
Implementasi aplikasi e-business pada umumnya bertujuan untuk mengefisienkan serta mempercepat suatu proses. I-Xchange merupakan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain.
d. e-Business (i-Settle)
Layanan yang memberikan fasilitas settlement transaksi perdagangan dan pembayaran dalam sistem pembayaran elektronis (electronic payment).
e. TELKOMNET Whole Sale (VPN DIAL)
Layanan akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
f. TELKOMNet ASTINET
ASTINet adalah layanan akses internet dan multimedia TELKOMNet untuk Akses Internet menuju Global Internet. Layanan ini menyediakan fasilitas koneksi akses ke Internet yang disediakan pada port router TELKOMNet.

3. Flexi (Fixed Wireless)
a. Flexi Trendy
Flexi trendy adalah layanan flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/simcard yang dapat diisi ulang.
b. Flexi Home
Flexi Home adalah layanan flexi untuk perumahan atau kantor dilayani menggunakan terminal fixed berbasis nomor esn, tarif aktivasi, abonemen dan biaya pemakaian/usage sama dengan tarif telepon rumah/pstn.
c. Flexi Classy
Flexi classy adalah layanan flexi dengan sistem pascabayar.
d. Flexi Combo
FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan Anda sebagai pelanggan e. Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer.
e. Flexi-Triple C (CLASSY CORPORATE CUG)
Merupakan paket yang dibuat sebagai solusi kebutuhan komunikasi dalam satu Close User Group (CUG) yang berbasis pada layanan Flexi Classy.
4. Network
a. DID
Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator.
b. TELKOM Satelit - Sewa Transponder
Jasa sewa kanal atau saluran pada satelit. Transponder yang disewakan adalah transponder satelit yang bekerja pada pita frekuensi radio klasifikasi C (C-band).
c. TELKOMPhone-VSAT
Sama dengan TELKOMPhone-LDS, kecuali media transportasi melalui satelit.


5. Content & Aplication
a. Ventus
Merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis (email) dan mobile system (cellular/wireless).
b. I-VAS
i-VAS 'Satu Kartu Multi Layanan Internet' yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment.
c. FlexiLand
FlexiLAND merupakan pengembangan TelkomFLEXI, layanan portal online dan mobile yang menyediakan layanan seperti: blog (online diary), testimonial (komentar tentang seseorang), picture gallery, friend request,dll
d. FlexiTone
Para pengguna telepon mobile rata-rata menghabiskan waktu 2.5 jam dalam setahun untuk mendengarkan tone konvensional saat menunggu lawan bicaranya mengangkat telepon [Sumber: Alcatel].

D.Keunggulan Sistem
Era konvergensi teknologi informasi dan komunikasi secara significant telah mempengaruhi dunia bisnis dewasa ini. Setiap perusahaan dihadapkan pada persaingan bisnis yang kian ketat yang menuntut pengambilan keputusan secara cepat dan efisien dalam meningkatkan produktivitasnya.
Berpegang pada prinsip kemitraan, Telkom berupaya ikut menumbuhkembangkan bisnis Anda melalui solusi infokom yang tepat. Dengan coverage dan ragam layanan yang terus berkembang, serta jajaran Account Manager yang responsif, kami berkomitmen mewujudkan layanan terbaik yang mengedepankan benefit dan value

TELKOM Solution menawarkan solusi kesisteman yang mencakup:
1. Advance Communication (Basic Voice, Call Center, Audio Conference, Corporate Package).
2. Broadband & Multimedia (Internet Access, Video Conference, DRC)
3. System Automation (Intranet, Extranet, Office Automation, Security System)
4. Network Controlling & Monitoring (IT Operation, Monitoring System)

Saat ini jaringan backbone Telkom didukung dengan teknologi terkini berupa jaringan serat optik yang tergelar menghubungkan antar pulau serta sistem satelit yang menjangkau seluruh lokasi hingga kawasan regional. Jaringan Telkom juga dilengkapi dengan teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS) yang tersedia di lebih dari 1400 titik lokasi layanan seluruh Indonesia, yang akan memberikan kemudahan dalam mengelola jaringan data secara customized untuk keperluan tingkat prioritas aplikasi.

Beberapa keunggulan TELKOM Solution antara lain adalah:
• Functionality, mencakup layanan voice, data, video dan mendukung berbagai aplikasi bisnis. Untuk akses, tersedia layanan akses dial-up, dedicated ataupun wireless.
• Manageability, mudah dikelola dan memungkinkan pengelolaan jaringan di beberapa kota dipusatkan di satu lokasi.
• Provisioning Scalability, memungkinkan pelanggan menerapkan solusi yang lebih fleksibel karena perancangan dan implementasinya dapat disesuaikan dengan keputusan bisnis.
• Total Cost of Ownership Saving Opportunities, menawarkan harga yang kompetitif dan fleksibel, serta didukung oleh para tenaga ahli yang siap membantu kepentingan pelanggan melalui skema outsourcing.
Infrastruktur jaringan akses dan public access TELKOM sangat lengkap dan sangat siap untuk mendukung perluasan aksesibilitas sistem ICT pemerintah, meliputi jaringan PSTN (public switch telephone network), Mobile (Flexi dan TELKOMSEL), private network (VPN IP MPLS, leased channel, dll) didukung oleh akses-akses yang merupakan aset nasional seperti wartel, warnet dan community access centers.
Disamping itu TELKOM siap pula berperan sebagai partner pemerintah, TNI dan POLRI dalam menggelar sistem pelayanan yang baik, men-desiminasi informasi secara efektif dan efisien dengan meng-optimalkan layanan-layanan TELKOM dan TELKOM Group yang handal seperti
• Internet services melalui Speedy, ASTINET, Telkomnet Instan
• Telephony services baik wireline maupun wireless (Flexi dan TELKOMSEL)
• Komunikasi data
• TELKOM Vision layanan payTV dan broadcasting TV yang menjangkau seluruh tanah air Indonesia,
• komunikasi interaktif melalui in-bound dan out-bound call center PT Infomedia dan
• transaksi-transaksi elektronik dari PT Finnet Indonesia.
Sebagai penyedia jasa infokom terbesar dan tertua di Indonesia, di sisi backbone TELKOM memiliki jaringan fiber-optic, satelit dan radio transmisi yang membentang di seluruh wilayah RI dari kota-kota besar sampai pelosok-pelosok tanah air.
TELKOM satu-satunya business partner yang terpercaya bagi Pemerintah Republik Indonesia, TNI dan POLRI untuk menuju Good Corporate Governance dan transparansi.
E.Kelemahan Sistem
Dalam kasus Telkom, salah satu kelemahan yang cukup mencolok adalah jumlah pekerjanya yang terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
Saya menyimpulkan bahwa pihak Telkom sangat lemah dan lamban dalam mengambil keputusan sehingga sulit untuk bisa mengambil keputusan dengan baik , tetapi pemerintah terkadang juga membuat mereka untuk bisa bersikap dinamis dan royal dalam perubahan pasar . pelayanan telkom juga menurut saya harus di perbaiki, karena pengguna telkom saja sudah banyak, tetapi kadang operator sering sulit di hubungi oleh pelanggan sehingga pelayanan dalam telkom harus di perbaiki.


BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom” dapat disimpulkan bahwa :
1. Peranan PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang komunikasi.
2. Komunikasi bagi manusia merupakan kebutuhan yang amat sangat penting, untuk mejalani kehidupannya agar menjadi lebih baik.
3. Teknologi komunikasi kian hari semakin maju pesat seiring kemajuan zaman.


B. Saran
Bertolak dari peranan PT. Telkom yang begitu banyak sumbangsihnya dalam memajukan teknologi kominukasi, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya tidak perlu pekerja yang terlalu banyak, agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan secara efisien dan juga tidak terlalu boros dalam anggaran gaji pegawai.
2. Jangan terlalu membebani pegawai dengan berbagai peraturan dan regulasi yang justru membuat mereka menjadi lamban dalam mengambil keputusan.

Lihat profil user

8 Contoh Analisa dan Perancangan on Sun Sep 09, 2012 9:35 pm

Contoh Analisa Sistem dan Perancangan Sistem Informasi dan Pendaftaran Pasien Pada Rumah Sakit Ibu dan Anak SADEWA

Contoh Analisa ::
[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link]

[Only admins are allowed to see this link][

Lihat profil user
NAMA : Muhammad Muaffan Iqbalulwahid
NIM : 11010853





Contoh Analisa Sistem:
Contoh Analisis Sistem Persediaan Bahan Makanan di Bengkel Perut Restaurant

Bengkel Perut Restaurant adalah rumah makan cepat saji dibelakang kampus Gunadarma, Depok. Setiap harinya menjual makanan paling enak dan terjangkau buat mahasiswa Gunadarma, pelanggannya kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Lingkungan Bengkel Perut terdiri dari elemen luar yang berinteraksi dengan sistem seperti pelanggan, dan pesaing lain. Bengkel Perut memiliki counter depan tempat pelanggan memesan makanan, dan pintu belakang dimana bahan makanan dari supplier dikirim. Gambaran sistem Bengkel Perut seperti di bawah ini :

[img][Only admins are allowed to see this link] [/img]
Gambar1.0 Sistem di Bengkel Perut Restaurant

Sistem Informasi Persediaan Bahan Makanan di Bengkel Perut dimulai dari pembuatan data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh supplier. Kemudian pelanggan yang datang memesan makanan akan dicatat pesanannya oleh petugas Counter. Catatan order diterima oleh petugas Counter, lalu disampaikan ke Kitchen (dapur). Koki di dapur mencatat bahan makanan yang dia gunakan untuk menyiapkan makanan. Proses ini mengupdate stok bahan makanan di Storage (gudang). Setelah selesai, makanan akan disajikan ke pelanggan di ruang makan. Selesai menyantap makanan, pelanggan membayar makanan ke petugas kasir di Office. Petugas kasir akan mencatat makanan apa saja yang terjual. Setiap bulan, akan dibuatkan laporan Persediaan ke Manajer.





1.1 Analisis Kebutuhan Sistem
Proses analisis dilakukan dengan cara observasi/pengamatan langsung terhadap apa yang terjadi di rumah makan cepat saji Bengkel Perut. Terdapat kejadian operasional sebagai berikut :
a. Mencatat data Stok Bahan Makanan yang disuplai oleh Supplier.
b. Pelanggan memesan makanan.
c. Pesanan pelanggan disampaikan ke kitchen (dapur).
d. Makanan diantarkan ke meja pelanggan. Selesai makan, pelanggan akan melakukan pembayaran.
e. Setiap akhir bulan akan dibuatkan laporan Persediaan untuk Manajer.


Maka Kebutuhan Proses Berbasis Komputer berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Mencatat Stok
2. Mencatat Pesanan / Order
3. Mengupdate Stok Bahan Makanan
4. Mencatat Pembayaran
5. Mencetak Kuitansi Pembayaran
6. Mengupdate Makanan yang Terjual
7. Membuat laporan Persediaan

Kebutuhan Dokumen dan Data (file) berdasarkan kejadian operasional sebelumnya, adalah :
1. Formulir Terima Bahan Makanan dari Supplier
2. Formulir Order
3. File Persediaan (Stok)
4. File Pembayaran
5. Kuitansi Pembayaran
6. File Daftar Barang Terjual
7. Laporan Persediaan



1.2 Menyusun Kebutuhan Sistem (Memodelkan Kebutuhan Sistem)
Pemodelan Kebutuhan Sistem tidak digambarkan dengan Tools apapun. Melainkan hanya dituliskan saja input proses dan output yang ada pada Sistem Informasi Persediaaan.

Model Kebutuhan Sistem Informasi Persediaan di Bengkel Perut adalah sebagai berikut :
1. Proses : Update Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Terima Barang dari Supplier, File Persediaan
Output : File Persediaan (terupdate)
2. Proses : Mencatat Pesanan
Input : Pesanan dari Pelanggan
Output : Formulir Pesanan
3. Proses : Mengupdate Stok Bahan Makanan
Input : Formulir Pesanan
Output : File Persediaan (terupdate)
4. Proses : Mencatat Pembayaran, Mencatat Barang Terjual
Input : Formulir Pesanan
Output : File Pembayaran, File Daftar Barang Terjual
5. Proses : Cetak Kuitansi
Input : File Pembayaran
Output : Kuitansi untuk Pelanggan
6. Proses : Membuat Laporan Persediaan
Input : File Persediaan, File Daftar Barang Terjual
Output : Laporan Persediaan untuk Manajer

Hasil Wawancara dengan pemilik Bengkel Perut Restaurant

1. Bagaimana dengan sistem yang berjalan di restaurant anda sekarang?
Cukup baik, karena sudah mengaplikasikan penggunaaan komputerisasi namun kadang terjadi masalah.

2. Apa masalah yang dimaksud?
Biasanya pada saat pengecekan barang di toko, informasi yang didapat salah. Contohnya pada saat ingin mengecek berapa jumlah makanan sisa yang tidak habis dijual, ternyata di komputer input laporan tertulis sisa beberapa makanan, tapi kenyataan pada saat di tempat tidak ada, atau sudah habis.

3. Kenapa hal tersebut bisa sampai terjadi?
Bukan kesalahan system, melainkan ada saja pegawai yang mencuri atau salah menginput laporan.

4. Apa ada masalah lain lagi? Misalnya di bagian transaksi?
Ada, misalnya terjadi kesalahan pemesanan. Bagian pemesanan menuliskan informasi pemesanan konsumen di draft untuk sementara, lalu barang pesanan dikumpul, lalu dibuatkan nota. Setelah diantar pesanan makanan tersebut ke konsumen, ternyata konsumen memesan makanan lain, atau dengan jumlah lebih sedikit.




1.3 Membuat Alternatif Strategi Sistem dan Memilih yang Terbaik

Pada tahapan ini kita akan membahas mengenai batasan proyek pengembangan sistem informasi nya.
Contoh batasan proyek pengembangan Sistem Informasi Persediaan adalah :
1. Dana pengembangan sistem tidak lebih dari Rp1.000,000.
2. Sistem baru harus sudah dapat dioperasikan dalam waktu 6 bulan sejak proyek dikerjakan.


Di bawah ini adalah contoh alternatif strategi sistem untuk Sistem Informasi Persediaan Bengkel Perut:

Kriteria Alternatif A Alternatif B
1. Otomatisasi Order Ya Tidak
2. Real-time Update Persediaaan / Stok Untuk beberapa Item Untuk semua Item
3. Pengembangan Software In-house Off-the-self
4. Software Visual Basic Borland Delphi
5. Implementasi 2 hari 7 hari
6. Training Training sederhana Full Training

Proses terakhir dari tahapan ini adalah pemilihan alternatif terbaik. Untuk otomatisasi order tidak perlukan karena order cukup dicatat di formulir pesanan. Pengembangan Software dilakukan in-house, karena sistem yang dibangun tidak terlalu kompleks, masih dapat ditangani oleh tim desain dan programmer proyek. Software yang dipilih adalah Borland Delphi versi 8.0 dengan DBMS Paradox yang sudah built-in dengan Borland Delphi. Pengembangan Sistem tidak lebih dari 6 bulan, implementasi 7 hari, dan akan diadakan training sederhana selama 3 hari.

Rancangan input pemesanan dan data pelanggan
Kode Barang :
Nama Barang :
Jumlah :
Kode Pelanggan :
Nama Pelanggan :
Alamat :


Rancangan input untuk Storage (gudang)
Kode Barang :
Nama Barang :
Jumlah Masuk :
Sisa Barang :
Sisa Barang :


Rancangan input untuk penyimpanan nota tagihan dan pengecekan jumlah tagihan
Tanggal Tagih :
Nama Toko :
No nota :
Jumlah Tagihan :

Rancangan Output (berupa nota)
BENGKEL PERUT
TELP 021-123456
No Faktur: SL 08110000003
Tanggal: 10 Oktober 2011 12:30
Nasi Goreng Rp 8.000,00
1pcs@Rp 8.000,00
Es Jeruk Rp 4.000,00
2pcs@Rp 8.000,00
Total Rp 16.000,00
Bayar Rp 20.000,00
Kembali Rp (4.000,00)
***TERIMA KASIH***
BENGKEL PERUT





Kesimpulan
Analisis sistem pada Bengkel Perut Restaurant mungkin masih terdapat kelemahan, namun semua itu tergantung pada tenaga kerja atau SDM yang digunakan, apakah tenaga kerja mau menerapkan sistem yang sudah dibuat tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak.

Lihat profil user

10 Re: Analisa Sistem I on Sun Sep 09, 2012 11:02 pm

NAMA : DARMAWAN
NIM : 11010864

"Analisa & Perancangan SIstem Informasi Pada COFFEE SHOP KOPITIAM Berbasis Client Server"

[Only admins are allowed to see this link]

Lihat profil user
Spoiler:
1.Pendahuluan
Penggunaan komputer terutama dalam suatu sistem informasi pembayaran SPP
menjadi suatu alat pemecahan masalah yang dapat memberikan manfaat, baik dalam
ketelitian, penyampaian informasi, maupun volume pekerjaan yang ditangani. Sehingga
dalam penyajian informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara akurat, tepat waktu,
dan lengkap tanpa harus melalui proses pencatatan secara berulang-ulang atau manual.
Proses pembayaran tidak dilakukan secara langsung oleh sistem sehingga terkadang
petugas mengalami kesulitan dalam penanganan antrian, sering terjadi kesalahan ketika
petugas sedikit lalai saat proses pembayaran. Selain itu, dilihat dari user interface-nya
kurang menarik sehingga mempersulit proses penginputan data dan hasil pengolahan
informasi belum efisien.
Pengembangan sistem tersebut sangat dibutuhkan untuk meminimalisir
permasalahan yang timbul dan memaksimalkan pekerjaan petugas agar target
penyampaian informasi, ketelitian, maupun volume pekerjaan dapat ditangani lebih
efisien dan efektif.
Melihat permasalahan di atas menjadi motivasi bagi penulis untuk membuat
pengembangan sistem informasi pembayaran SPP pada SMA Negeri 2 Bangkalan.


2. Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan
dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling
bergantung sama lain.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria, yaitu:
1. Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan, informasi harus dapat dengan jelas
mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan (relevance)
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang
akan dibahas dengan informasi tersebut.
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibuatlah sistem informasi.
Definisi umum sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian
subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan.
2.4 Konsep Pengembangan Sistem
Kegiatan pengembangan sistem dapat diartikan sebagai kegiatan membangun
sistem baru untuk mengganti, memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang sudah
ada.
2.5 Konsep Dasar Sistem Pembayaran
Informasi pembayaran adalah informasi yang memuat tentang pengaturan dalam
merangkai transaksi pembayaran SPP yang ada di SMA Negeri 2 Bangkalan. Prosedur
pembayaran adalah urutan kegiatan dimulai dari siswa melakukan transaksi pembayaran
SPP dan petugas melayani kegiatan tersebut.
2.6 Konsep Dasar Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi, dapat juga didefinisikan
dalam berbagai sudut pandang seperti berikut:
1. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan dan diorganisasikan
sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah.
2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama
sedemikian rupa tanpa perulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk
memenuhi kebutuhan.
3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpanan elektronik.
2.6.1 Rancangan Model Logika
Rancangan model logika (logical model) dari sistem informasi lebih menjelaskan
kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan
bekerja. Model logika dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data atau
disebut dengan DFD (Data Flow Diagram). DFD menggambarkan arus data dari suatu
sistem informasi, baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada.
2.7 Sistem Perangkat Lunak yang digunakan
2.7.1 Microsoft Visual Basic 6.0
Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam lingkup MSWindows.
Visual Basic dapat memanfaatkan kemampuan MS-Windows secara optimal.
Kemampuannya dapat merancang program aplikasi yang berpenampilan seperti program
aplikasi lainnya yang berbasis MS-Windows. Kemampuan Visual Basic secara umum
adalah menyediakan komponen-komponen yang memungkinkan untuk membuat
program aplikasi yang sesuai dengan tampilan dan cara kerja Microsoft Windows.
2.7.2 Microsoft SQL Server 2000
SQL Server 2000 merupakan salaj satu produk DBMS yang dibuat oleh
Microsoft. Selain Microsoft SQL Server 2000, produk DBMS Microsoft yang lain adalah
Microsoft Access yang di-include-kan dalam paket Microsoft Office sehingga versi dari
DBMS Ms. Access menyesuaikan versi Microsoft Office yang ada.


3. Anlisis dan Perancangan
3.1 Tinjauan Umum
Sebelum tahun 1978, kota Bangkalan hanya memiliki satu Sekolah Menengah
Atas (SMA) yaitu SMA Negeri 1 Bangkalan. Karena terjadi perkembangan populasi
penduduk setiap tahunnya di kota Bangkalan menyebabkan kurangnya sarana
pendidikan untuk tingkat menengah atas, maka Pemerintah Daerah Dinas Pendidikan
Kota Bangkalan mengajukan permohonan untuk mendirikan Sekolah Menengah Atas
(SMA) yang baru yang akan diberi nama SMA Negeri 2 Bangkalan, rintisan dimulai
adanya sekolah Filial (rintisan di bawah koordinasi) yang saat itu kegiatan belajar
mengajarnya berada di SMAN 1 Bangkalan, karena saat itu SMA Negeri 2 belum memliki
gedung sendiri, kemudian pada tahun 1978 SMA Negeri 2 sudah memiliki gedung sendiri
di Jl. Soekarno Hatta No.18. Semenjak itulah kegiatan belajar mengajar mulai di
lepaskan dari SMAN 1 Bangkalan dan pada saat itu sudah di lantik Kepala Sekolah
pertama SMAN 2 Bangkalan yaitu bapak A. Moenir, BA.
Visi dan Misi SMA Negeri 2 Bangkalan
Visi : Mewujudkan generasi yang berprestasi dengan berpijak pada
akhlaq yang mulia
Misi :
1. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondisif dalam upaya
meningkatkan mutu pembelajaran.
2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, efisien dan
bermakna yang mengarah pada belajar tuntas.
3. Meningkatkan kwalitas pembinaan ekstrakurikuler yang sesuai dengan
tuntutan potensi dan minat siswa.
4. Mengembangkan nilai-nilai ajaran agama dan budaya bangsa dalam
kehidupan sehari-hari di sekolah.
5. Meningkatkan komitmen seluruh tenaga kependidikan terhadap tugas pokok
dan fungsinya.
6. Meningkatkan kwalifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan
pembelajaran yang berkwalitas.

3.2 Analisis Sistem
3.2.1 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal yang dilakukan dalam tahap
analisis sistem. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai sistem pembayaran SPP
pada SMAN 2 Bangkalan penulis menemukan beberapa masalah antara lain :
1. Kurangnya keefektifitasan dalam penanganan antrian karena pendataan siswa
yang akan melakukan transaksi pembayaran dilakukan dengan mengisi data
secara manual pada kartu pembayaran.
2. Kurangnya keefektifitasan dalam penanganan pekerjaan atau tugas admin, disini
terjadi double working yang memakan waktu pekerjaan.
3. Proses pembayaran tidak ditangani langsung melalui sistem.
4. Sistem tidak dapat menghasilkan kwitansi pembayaran yang dibutuhkan
beberapa siswa sebagai bukti pembayaran.
5. Sistem tidak dapat menghasilkan informasi dan laporan tunggakan.
3.2.2 Analisis Kelemahan Sistem
Alat ukur yang digunakan untuk menentukan proses penyelesaian masalah yaitu
dengan melakukan peningkatan-peningkatan pada 6 aspek yang dikenal dengan analisis
PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Services).

1. Analisis Kinerja (Performance Analysis)
Tabel 3.1 Perbandingan Analisis Kinerja
Sistem Lama Sistem Baru
1. Proses pembayaran yang masih
manual berpotensi menimbulkan
kesalahan, pemrosesan data juga
memakan banyak waktu.
1. Diharapkan sistem dapat
melakukan proses pembayaran
sehingga dapat mengurangi
kesalahan yang sering terjadi dan
mengurangi waktu pekerjaan.
2. Analisis Informasi (Information Analysis )
Tabel 3.2 Perbandingan Analisis Informasi
Sistem Lama Sistem Baru
1. Informasi sudah tersimpan pada
sistem namun masih terjadi
penumpukan data sehingga user
sulit untuk mengetahui berapa
jumlah transaksi atau pendapatan
yang diterima pada hari itu.
2. Sistem tidak menyediakan informasi
berupa kwitansi pembayaran yang
ditujukan untuk siswa sebagai tanda
bukti bayar.
1. Diharapkan sistem dapat menjumlah
berapa banyak transaksi yang
terjadi pada hari itu, selain itu
penyajian informasi lebih
memberikan kemudahan terutama
penyajian informasi tunggakan dan
pembayaran.
2. Diharapkan sistem dapat
memberikan bukti pembayaran
untuk siswa (bila perlu).
3. Analisis Ekonomi (Economic Analysis)
Tabel 3.3 Perbandingan Analisis Ekonomi
Sistem Lama Sistem Baru
1. Pemborosan biaya disini lebih
ditekankan pada biaya manfaat,
kurangnya manfaat yang dihasilkan
oleh sistem membuat pemborosan
waktu pekerjaan walaupun hanya
membutuhkan sedikit pengeluaran
untuk biaya operasional.
1. Diharapkan sistem baru dapat
memberikan banyak biaya manfaat
walaupun sedikit menambah biaya
operasional karena ini untuk
pengembangan jalannya sistem
pembayaran yang lebih efektif dan
meringankan pekerjaan.


4. Analisis Pengendalian (Control Analysis)
Pengendalian sistem sangat dibutuhkan untuk menghindari dan mendeteksi
kesalahan atau penyalahgunaan sistem. Selain itu pengendalian digunakan untuk
menjamin keamanan data dan informasi sehingga pekerjaan yang mengalami gangguan
dapat diatasi.
Tabel 3.4 Perbandingan Analisis Pengendalian
Sistem Lama Sistem Baru
1. Admin tidak mampu mengontrol
kesalahan dan mengoreksi
informasi karena terlalu banyak
penumpukan data.
2. Untuk mengakses aplikasi, setiap
user menggunakan password
yang sama.
3. Sistem tidak memberikan control
ketika siswa melakukan
keterlambatan pembayaran
1. Diharapkan sistem mampu
mengontrol informasi yang
dibutuhkan sehingga user dapat
mengoreksi transaksi pembayaran
yang belum atau sudah terjadi.
2. Diaharapkan setiap petugas
memiliki account masing-masing
sebagai bukti penanggung jawab
setiap transaksi yang ditangani.
3. Diharapkan sistem dapat
memberikan control terhadap
pembayaran yang tepat waktu
maupun yang terlambat.


5. Analisis Efisiensi (Efficiency Analysis)
Tabel 3.5 Perbandingan Analisis Efisiensi
Sistem Lama Sistem Baru
1. Penggunaan kalkulator masih
dilakukan walaupun sistem sudah
merekam setiap transaksi, hal ini
menunjukkan kurangnya efisiensi
terhadap kinerja sistem.
1. Diharapkan dengan adanya
pengembangan sistem ini dapat
meningkatkan keefisienan sistem
dengan menyediakan fitur
perhitungan otomatis.

6. Analisis Pelayanan (Service Analysis)
Tabel 3.6 Perbandingan Analisis Pelayanan
Sistem Lama Sistem Baru
1. Pelayanan pembayaran belum
berjalan teratur, untuk melayani
satu siswa dibutuhkan waktu 4
sampai 6 menit.
1. Diharapkan pelayanan lebih
teratur sehingga cukup dalam
waktu kurang dari 4 menit
transaksi pembayaran selesai.
3.3 Analisis Kelayakan Sistem
3.3.1 Kelayakan Teknologi
Secara teknik, teknologi yang digunakan adalah teknologi yang mudah
dioperasikan. Pengerjaannya yang mengutamakan kebutuhan user dan kemudahan
dalam pengoperasiannya membuat sistem ini user friendly walaupun tidak semua orang
dapat mengaksesnya tanpa login dari user.
3.3.2 Kelayakan Hukum
Pengembangan sistem dikatakan layak secara hukum jika tidak melanggar
peraturan dan hukum yang berlaku. Penerapan sistem yang baru tidak boleh
menimbulkan masalah dikemudian hari akibat melanggar hukum yang akan berlaku,
terutama dalam penggunaan software berlisensi terkait penggunaan aplikasi pendukung
sistem. Dalam hal ini perangkat lunak yang digunakan merupakan software resmi,
berlisensi, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

3.3.3 Kelayakan Operasional
Sistem ini tidak memerlukan operator dengan keahlian khusus untuk dapat
mengoperasikannya. Sistem dirancang untuk mudah dioperasikan dan proses
pengembangannya dilakukan dengan teknik penerapan kebutuhan informasi melalui
penelitian yang seksama dan hati-hati. Selain itu juga dilakukan pelatihan terlebih dahulu
sehingga akan memudahkan user untuk menjalankannya.

3.3.4 Kelayakan Ekonomi
Untuk pengadaan proyek sistem informasi pembayaran ini tentu membutuhkan
biaya yang dalam hal ini termasuk dalam biaya investasi. Dalam hal ini perusahaan harus
mengeluarkan sumber daya demi mendapatkan manfaat di masa yang akan datang dan
juga keuntungan yang lebih bila dibanding keuntungan dengan menggunakan sistem
yang lama. Agar tidak terjadi pemborosan dalam pemakaian sumber daya maka perlu
dilakukan analisis, perhitungan atas biaya dan manfaat untuk menentukan apakah
proyek sistem informasi tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan.
3.4 Perancangan Sistem
Perancangan merupakan langkah pertama di dalam fase pengembangan
rekayasa suatu produk atau sistem. Tujuan perancangan adalah membuat suatu
perangkat lunak yang dapat memberikan informasi pembayaran SPP. Program ini
dirancang menggunakan database, sehingga penggunaannya lebih murah dan mudah
dioperasikan.

3.4.1 Perancangan Proses
DFD (Data Flow Diagram) atau diagram aliran data adalah model proses yang
digunakan untuk mengambarkan aliran data melalui sebuah sistem dan tugas atau
pengolahan data yang dilakukan oleh sistem. Notasi tiap level menggunakan notasi De
Marco & Jourdan untuk menggambarkan Data Flow Diagram sistem informasi
pembayaran SPP pada SMA Negeri 2 Bangkalan.
Konteks diagram atau DFD level 0 menerangkan entitas-entitas yang terlibat
dalam sistem. Pada sistem ini terdapat 4 entitas luar yang terlibat yaitu entitas admin,
operator, siswa, dan bagian keuangan merupakan penerima laporan pembayaran
tunggakan.

3.4.2 Perancangan Basis Data
Perancangan database harus dilakukan secara cermat agar dihasilkan database
yang efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan
mudah dalam manipulasi data.
Tabel 3.25 Struktur Tabel Siswa
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_siswa int 4 Primary key
NIS Char 4 v
Nm_ siswa varchar 50 v
Nm_Ortu varchar 50 v
Alamat varchar 50 v
No_telp varchar 50 v
Id_stssiswa int 4 v Foreign key
Id_kelas Int 4 v Foreign key
Tabel 3.26 Struktur Tabel User
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_user int 4 Primary key
Username varchar 50 v
Password varchar 50 v
Id_stsuser int 4 v Foreign key
Tabel 3.27 Struktur Tabel Wali Kelas
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_walikelas Int 4 Primary key
NIP char 21 v
Nm_WaliKelas varchar 50 v
Tabel 3.28 Struktur Tabel Kelas
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_kelas Int Primary key
Nm_kelas varchar 8 v
Id_walikelas char 21 v Foreign key
Tabel 3.29 Struktur Tabel sts_siswa
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_stssiswa int 4 Primary key
Ket_stssiswa varchar 50 v
Tabel 3.30 Struktur Tabel sts_user
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_stsuser int 4 Primary key
Ket_stsuser varchar 50 v
Tabel 3.31 Struktur Tabel Transaksi
Nama Kolom Tipe Data Lebar Not Null Keterangan lain
Id_transaksi int 4 Primary key
Tgl_trans datetime v auto
Id_siswa int 4 Foreign key
Bulan varchar 20 v
Jml_Bayar int 4 v auto

4. Implementasi Sistem
Sebelum melakukan implementasi sistem, dilakukan pengujian program terlebih
dahulu. Tujuan pengujian program adalah untuk mengetahui bahwa komponenkomponen
sistem telah berfungsi dengan baik sehingga perangkat lunak pembayaran
siap digunakan. Terdapat dua metode untuk melakukan pengujian program ini yaitu
pengujian black box dan white box.

5. Penutup
Spoiler:
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan yang disajikan pada bab
sebelumnya, kesimpulan yang dapat ditarik dalam pengembangan sistem pembayaran
SPP pada SMA Negeri 2 Bangkalan adalah:
1. Sistem ini dapat menangani proses pembayaran sehingga lebih membantu
petugas pembayaran dalam menangani proses dan pengolahan data
pembayaran sehingga tidak akan terjadi double working seperti penggunaan
pada sistem lama.
2. Data yang berhubungan dengan pembayaran SPP tersimpan secara
terkomputerisasi pada database yang dapat melakukan penyimpanan,
pengubahan, penghapusan dan pencarian data serta pembuatan laporan.
3. Penggunaan sistem ini mempermudah proses pembayaran, mendapatkan
informasi yang dibutuhkan dan pencetakan laporan.
4. Sistem ini memberikan informasi bahwa siswa mengalami tunggakan selama
siswa belum melakukan pembayaran pada bulan yang terseleksi.
5. Sistem ini dapat menghasilkan bukti pembayaran untuk siswa, tetapi untuk
menghemat waktu dan biaya, kwitansi dapat diambil kapan saja saat dibutuhkan
siswa sebagai laporan kepada wali murid, jadi pencetakan kwitansi ini hanya
dilakukan sewaktu-waktu bila diperlukan.



Terakhir diubah oleh gito tanggal Mon Sep 10, 2012 8:43 am, total 1 kali diubah

Lihat profil user

Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation
Contoh Analisa dan Perancangan Sistem
Absensi dan Penggajian Karyawan pada RSAU Dr. M. Salamun

Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation Exclamation


[Only admins are allowed to see this link]


Sumber :http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/544/jbptunikompp-gdl-anggaleksm-27164-6-babiv.pdf

Lihat profil user http://uiqaelahh.blogspot.com/

13 Re: Analisa Sistem I on Thu Sep 13, 2012 9:22 pm

ANALISA SISTEM pada optik


3.1 Umum

Orang kota bisa dibilang memiliki resiko lebih tinggi memiliki cacat mata dibanding orang yang ada di desa. Faktanya adalah bahwa kebanyakan orang di kota menghabiskan banyak waktu bekerja atau berada di tempat yang jarak pandang yang tidak jauh. Contoh aktifitasnya adalah seperti bekerja di depan komputer, membaca buku, bekerja di dalam ruangan tertutup yang sempit. Untuk itu seseorang harus memperhatikan kesehatan matanya dengan menjaga keseimbangan jarak pandang kita antara yang jauh dan yang dekat.
Ada beberapa cacat mata yang umum ditemui yaitu:
a. Rabun jauh
Satu jenis cacat mata yang penglihatannya tampak buram jika melihat benda-benda jauh.
Saat melihat benda jauh, bayangan jatuh di depan retina. Oleh suatu mekanisme yang otonom dan terintegrasi yang melibatkan sistem saraf sensoris, motoris, dan otot serta struktur mata lainnya, keadaan ini dikompensasi dengan mengurangi kecembungan lensa.
b. Rabun dekat
Kurang jelas penglihatan jika melihat dari jarak dekat; hipermetropia. Dengan berkurangnya kemampuan mata untuk fokus pada jarak dekat seperti membaca karena usia yang mulai menua.
c. Silinder
Mata menjadi silinder disebabkan kelengkungan kornea yang tidak rata penyakit ini tidak dapat disembuhkan kecuali dengan operasi dan dapat diringankan dengan kacamata.
Telah dijelaskan fungsi mata sangat penting bagi kehidupan. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Setidaknya itu penjelasan dari optikan ketika berencana membeli kacamata[/justify]

3.2 Tinjauan Perusahaan

Optik Mutia yang terletak di Jl.Margasatwa No.17 Pondok Labu Jakarta Selatan ini merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang penjualan frame dan kacamata beresep.Lokasi Optik Mutia sangat strategis yaitu pertemuan dua jalan utama dari arah Ragunan dan dari arah Gandul.Dengan ini tentunya akses dari para calon pasien tentu lebih mudah dan ini sangat menguntungkan ke penjualan Optik Mutia sendiri.

3.2.1 Sejarah Perusahaan

Optik Mutia berdiri pada tahun 14 Juni 2001 yang diprakarsai oleh Eriko Ruslan,RO. Tujuannya untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya setelah lulus kuliah DIII di Akademi Refraksi Optical.Secara resmi Optik Mutia diresmikan pada tanggal 21 Juni 2001 ditandakan dengan acara syukuran yang mengundang ulama beserta RT setempat.Tahun pertama setelah dilantik frame yang dijual di Optik Mutia masih diambil dari sales karena masih melihat permintaan konsumen.Setelah melihat perkembangan yang dialami barulah Optik Mutia mengambil frame langsung ke distributor.Dari awal berdiri sampai sekarang Optik Mutia mengalami renovasi interior sebanyak satu kali untuk meningkatkan penjualan.Semakin meningkatnya kemajuan teknologi alat-alat pendukung Optik Mutia juga mulai dilengkapi mulai dari komputer untuk pemeriksaan,lensmeter, dan alat untuk mencuci kacamata.Barang yang diperjual belikan di Optik Mutia tidak hanya sebatas kaca mata saja tetapi juga menyediakan asesoris-asesoris yang secara tidak langsung berhubungan dengan kacamata.

3.2.2 Struktur Organisasi dan Fungsi

Struktur organsisi adalah pengembangan secara grafik struktur kerja dari suatu organisasi,selain itu juga dengan adanya sturuktur organisasi ini dapat memberikan ketegasan dalam hal batas wewenang serta tanggung jawab kepada masing-masing anggota yang ditugaskan ini maka mereka akan dapat menunaikan tugasnya dengan baik.

1. Pemilik atau Kepala Toko
Pemilik merupakan top manajemen yang membuat keputusan akhir dari kebijaksanaan serta tanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan yang ada pada Optik Mutia. Tugas pemilik perusahaan optik mutia adalah sebagai penanggung jawab terhadap perkembangan perusahaan serta sebagai pengambil keputusan dan kebijaksanaan perusahaan.
2. Kasir
Kasir adalah orang menjalankan sistem ini. Mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi seperti pembelian dan penjualan.Juga melakukan pencatatan laporan setiap bulannya.
3. Bagian Pemeriksaan
Bagian ini memiliki tanggung jawab terhadap pemeriksaan mata costumer.Pemeriksaan dilakukan dengan komputer dan manual agar mendapatkan data yang akurat tentang mata costumer.
4. Bagian Order Barang
Bagian order barang menerima perintah dari kasir untuk melakukan pengorderan lensa yang akan dipasangkan ke bingkai kacamata.

3.3 Prosedur Sistem Berjalan

Suatu prosedur memberikan instruksi terperinci untuk pelaksanaan serangkaian kegiatan yang terjadi secara teratur, instruksi itu mengarah pada karyawan dalam organisasi untuk pelaksanaan tugas dan membantu untuk menjamin pendekatan yang konsisten pada situasi tertentu.
Ada lima proses didalam sistem penjualan kacamata beresep di Optik Mutia.Kelima prosedur itu adalah :

1. Proses pemesanan
Customers datang ke bagian kasir untuk konsultasi masalah mata yang dialami oleh Customer.Setelah itu kasir memberikan formulir pemesanan kepada costumer untuk diisi.setelah data diisi semua costumer menyerahkan kembali kebagian kasir untuk dicek data yang diisikan.Setelah itu melakukan pemeriksaan mata di ruang periksa.

2. Proses pemeriksaan
Bagian pemeriksa menerima Formulir Pemesanan yang diserahkan oleh bagian kasir.Setelah itu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan komputer dan manual agar data yang didapat akurat.Setelah diperiksa, bagian pemeriksaan ( Refractionist Optisien ) mengeluarkan form hasil pemeriksaan mata Customer.Hasil pemeriksaanya diserahkan kebagian untuk melakukan pembayaran pemesanan lensa.Setelah itu kedua data ini diarsipkan oleh bagian.

3. Proses pembayaran
Customer memilih frame yang tersedia di Optik Mutia untuk dipasangi lensa sesuai dengan hasil pemeriksaan.Costumer melakukan pembayaran sesuai dengan biaya yang telah disepakat. Kemudian kasir membuatkan nota kontan dua rangkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan form pemesanan tadi..,rangkap pertama berwarna putih diserahkan kepada costumer sebagai bukti pengambilan kacamata pada tanggal yang ditentukan.Rangkap kedua berwarna kuning disimpan oleh bagian kasir.Kemudian kasir membuat Daftar Pemesanan Lensa untuk diserahkan kebagian order yang akan dibawa ke labotarium dengan frame kacamata yang telah dipilih oleh costumer.Berikutnya bagian order menyerahkan Daftar pemesanan Lensa yang telah ditandatangani oleh lab bersama kacamata yang telah terpasang lensa sesuai ukuran.kemudian kasir mengarsipkan Daftar Pemesanan Lensa yang telah ditandatangani oleh labotarium tersebut.

4. Proses pengambilan
Costumer datang sesuai tanggal yang dijanjikan.Kasir meminta nota kontan putih untuk dicocokkan dengan data dengan arsip yang ada..Kasir menyerahkan kacamata kepada costumer sekaligus membuatkan kartu Hasil Pemeriksaan yang bisa digunakan jika costumer melakukan servis dengan membawa kartu ini akan mendapatkan layanan gratis.

5. Proses pembuatan laporan
Kasir akan mengambil setiap bulan data dari Nota Kontan Putih yang merupakan data pembayaran costumer untuk dibuatkan laporan data penjualan perbulan yang akan diserahkan kepada kepala toko.

3.4 Permasalahan Pokok

Permasalahan yang penulis amati pada Optik Mutia antara lain :
a. Semua proses yang ada pada Optik Mutia tersebut masih mengugunakan sistem manual.Walaupun laporan sudah menggunakan komputer,tetapi hanya sebatas melibatkan program Microsoft Word dan Exel saja.
b. Sistem penyimpanan dokumen pada Optik Mutia ini masih kurang baik.Sehingga menyebabkan ada beberapa dokumen yang hilang.

3.5 Alternatif Pemecahan Masalah

Penulis menyarankan beberapa alternatif pemecahan masalah untuk Optik Mutia, yaitu :
a. Sebaiknya Optik Mutia menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi sehingga pancatatan dan pengolahan setiap transaksi Optik Mutia menjadi lebih mudah dan cepat.
b. Dokumen-dokumen sebaiknya disimpan secara rapi pada suatu tempat khusus untuk penyimpanan sehingga memudahkan pencarian jika sewaktu-waktu dokumen tersebut diperlukan lagi.

Lihat profil user

14 Re: Analisa Sistem I on Sun Nov 04, 2012 4:11 pm

Analisis Sistem Informasi Perpustakaan SMK Harapan Meliau


Latar Belakang Masalah.

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh sekolah sebagai pendukung dan penunjang proses kegiatan belajar mengajar bagi para murid. Keberadaan sebuah perpustakaan sangat membantu untuk menambah atau meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi para murid di sekolah. Dengan meningkatkan fungsi perpustakaan secara maksimal maka diharapkan juga akan memberikan pendidikan yang maksimal bagi para murid. Salah satu langkah yang bisa diterapkan untuk menigkatkan fungsi perpustakaan sekolah adalah dengan penggunaan sistem pengolahan data yang tepat dan cepat. Sistem informasi pengolahan data perpustakaan yang dibutuhkan oleh sekolah nantinya dipergunakan untuk tujuan pencatatan, pengolahan, penyimpanan, melihat kembali dan juga untuk menyalurkan nformasi itu sendiri.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan Informasi pada saat ini yang hampir mencakup semua bidang dalam kehidupan manusia. Maka hal ini bisa dimanfaatkan untuk membangun sistem informasi perpustakaan yang berbasis komputerisasi.

Komputer merupakan salah satu cara atau saranan yang bisa digunakan untuk membantu dalam mewujudkan sistem informasi perpustakaan yang berbasisi komputerisasi tersebut. Sehingga sistem informasi tersebut akan mempunyai nilai lebih daripada sebuah sistem informasi perpustakaan yang diolah secara manual dan juga akan meghasilakan suatu sistem informasi yang efisien dan mempunyai produktifitas
yang tinggi.

Metode Penelitian.
Dalam pengumpulan data, akan digunakan beberapa metode untuk menentukan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Adapun metode yang digunakan adalah:

1. Metode Observasi

Observasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap semua aktivitas objek penelitian

2. Metode Wawancara
Metode pengumpulan data dengan cara Tanya jawab secara langsung dengan sumber – sumber yang terkait

3. Metode Kearsipan
Merupakan metode pengumpulan data berdasarkan arsip atau dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang menjadi bahan penelitian

TINJAUAN UMUM DAN ANALISIS SISTEM.

3.1 SMK Harapan Meliau

SMK Harapan Meliau mulai operasional sejak tahun ajaran 1991/1992. menerima siswa baru untuk kelas 1 sebanyak 80 siswa yang dibagi dalam 2 kelas, dengan kepala sekolah diampu oleh Bapak Teja Kusuma sebagai kepala sekolah SMK Harapan Meliau Gedung untuk kegiatan belajar mengajar telah diresmikan oleh Kakanwil Depdiknas pada saat itu ialah Bpak Drs Sulistyo pada tanggal 31 Agustus 1991. SMK Harapan Meliau mulai resmi dinyatakan bediri dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0216/0/1992 terhitung semenjak tanggal 1 April 1992 yang ditanda tangani oleh Mendikbud Bpk Prof Dr Fuad Hasan, dan kepala sekolah masih dipimpin oleh kepala sekolan dari SMK Harapan yaitu Bpk Teja Kusuma
BA hingga sekarang.

3.2 Visi dan Misi
Adapun visi dan misi dari SMK Harapan adalah sebagai berikut:

3.2.1 Visi
Terwujudnya siswa yang santun, berprestasi dan mandiri (Tunas Diri).

3.2.2 Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada iman dan taqwa.
2. Memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Membekali pelajaran keterampilan dan kewirausahaan dalam kegiatan intra dan ekstra kurikulum.

3.3 Analisis
Analisis sistem adalah sebuah tahapan yang dilakukan untuk menganalisis permasalahan atau mencari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama. Tahapan analisis sistem dilakukan setelah tahapan perencanaan dan sebelum tahapan desain sistem. Tahapan analisis sistem merupakan sebuah tahapan yang sangatlah penting, hal ini dikarenakan apabila terjadi kesalahan dalam melakukan analisi sitem maka akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam melakukan analisis sistem adalah

identifikasi masalah, yaitu mencari permasalahan atau kelemahan yang terdapat pada

sistem lama (sistem yang sebelumnya digunakan). Permasalahan yang ada pada sistem

lama merupkan suatu penghambat dalam mencapai tujuan dari sebuah sistem, sehinga

harus dicarikan pemecahaan dari masalah tersebut agar sistem dapat berjalan sesuai

dengan keinginana pengguna.

3.4 Analisis PIECES

Dalam menganalisis sebuah sistem, biasanya akan dilakukan terhadap beberapa aspek anatar lain adalah kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayana pelanggan. Analisis ini disebut dengan PIECES Analysis (performance,information, economy, control, eficiency and service). Analisis PIECES ini sangat penting untuk dilakukan sebelum mengembangkan sebuah sitem informasi karena dalam analisis ini biasanya akan ditemukan beberapa masalah utama maupun masalah yang bersifat gejala dari masalah utama.

3.4 Analisis PIECES

Dalam menganalisis sebuah sistem, biasanya akan dilakukan terhadap beberapa aspek anatar lain adalah kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayana pelanggan. Analisis ini disebut dengan PIECES Analysis (performance,information, economy, control, eficiency and service). Analisis PIECES ini sangat penting untuk dilakukan sebelum mengembangkan sebuah sitem informasi karena dalam analisis ini biasanya akan ditemukan beberapa masalah utama maupun masalah yang bersifat gejala dari masalah utama.

Performance ( Kinerja Sistem)
Analisis kinerja ditujukankan untuk mengetahui tingkat kinerja dari sebuah sistem apakah kinerja dari sistem tersebut telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau sudah mencapai sasaran yang diinginkan. Kinerja dari sebuah sistem diukur berdasarkan jumlah produksi dan tanggap waktu. Jumlah produksi merupakan jumlah perkerjaan yang bisa diselsekan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan tanggap waktu adalah keterlambatan rata-rata anatara
suatau teransaksi dengan tanggapan yang diberikan kepada teransaksi berikutnya.

Dalam kasus ini, kinerja dari sistem perpustakaan SMK HARAPAN dirasakan kurang efektif dan efisien jika dilihat dari hasil Throughput(hasil dari beberapa waktu ) dan Respon time yang diberikan oleh sistem pengolah data perpustakaan tersebut. Misalkan saja dalam pencarian data buku dan pembuatan laporan, kedua pekerjaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya. Hal ini terjadi dikarenakan proses yang dilakukan masih bersifat mmanual sehingga proses penyelesaian kedua pekerjaan tersebut membutuhkan waktu
yang lama.

Table 3.1 Performance




Sistem Lama

• Jumlah beban kerja lebih besar dalam mengerjakan 4 laporan yaitu laporan koleksi buku, anggota, sirkulasi peminjaman, sirkulasi pengembalian dalam 1 minggu

• Pencarian dan pembuatan laporan data perpustakaan

memerlukan waktu yang lama karna pembuatanya masih bersifat manual

Information (Informasi)

Sebuah sistem informasi yang baik akan menghasilkan informasi akurat,relevan dan tepat waktu. Akurat berarti informasi yang dihasilkan terbebasa dari
kesalahan dan tidak menyesatkan, sedangkan relevan berarti informasi tersebut memiliki nilai bagi penggunanya, dan tepat waktu berarti informasi harus ada ketika dibutuhkan. Ketiga kriteria tersebut merupakan syarat dari sebuah informasi yang baik bagi sebuah perusahaan atau organisasi yang akan dijadikan sebagai dasar dari pengambilan keputusan.
Pada sistem informasi perpustakaan yang ada di SMK HARAPAN hasil pengolahan informasinya masih memiliki beberapa kelemahan. Sepertikelambatan dalam pembuatan laporan-laporan yang dibutuhkan bagi pihak perpustakaan sendiri maupun pihak-pihak yang terkait.

Table 3.2. information




Sistem lama

• Tepat waktu. Pembuatan laporan yang seharusnya selesai dalam

1 hari, menjadi 2 sampai 3 hari

• Akurat. Tingkat kesalahan masih cukup besar karena proses masih dilakukan secara manual

3. Economy (Ekonomi)

Motif ekonomi mungkin merupakan salah satu pertimbangan dari alasan mengapa diperlukannya pengembangan sebuah sistem. Harapan sebuah perusahaan atau organisasi terhadap sistem yang baru adalah dukungan terhadap proses manajerial perusahaan yang lebih efisien. Sehingga adanya pemborosan waktu dan alat-alat yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya pada sistem sebelumnya (sistem lama) dapat di kurangi semaksimal mungkin, Khususnya seperti biaya pengadaan kertas dan tinta.

Table 3.3 Economy

Sistem lama

• Biaya yang digunakan untuk pengadaan alat tulis, tinta, buku dan kertas lebih besar

• Pengolahan secara manaual dengan waktu yang lama dapat menigkatkan biaya operasional

4.Control (Pengendalian)

Aktivitas sebuah perusahaan atau organisasi perlu mendapat perhatian dan control yang terus menerus agar tidak terjadi penurunan kinerja dibawah standar yang sudah ditetapkan. Hal ini untuk mengurangi dan mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjaga keamanan data dan kecurangan yang akan terjadi. Pengendalian dalam sebuah sistem sangat diperlukan untuk mengurangi dan mencegah hal-hal yang dapat merugikan perusahaan atau organisasi itu sendiri. Dengan adanya control maka tugas atau kinerja yang mengalamai kendala dapat diperbaiki.

Table 3.4 control.

Sistem lama

• Pengendalian data pada sistem sirkulasi perpustakaan kurang maksimal karena masih terdapat kesalahan pencatatan baik secara disengaja ataupun tidak

5. Eficiency (Efisiensi)

Efisiensi pada sebuah sistem informasi menyangkut hal bagaimana menghasilkan output atau informasi sebaik mungkin dengan input yang diberikan, sehingga informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan bagi pihak-pihak yang memerlukanya. Selain itu efisiensi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah sistem tidak melakukan pemerosesan secara berlebih, dan usaha yang dikeluarkan untuk melakukan tugas-tugas tidak berlebihan juga.

Table 3.5 Eficiency

Sistem lama

• Beban kerja yang ditimbulkan lebih banyak, seperti proses pendataan buku, proses peminjaman, pengembalian dan pembuatan laporan-laporan

6. Service (Pelayanan).

Untuk menilai kualitas dari sebuah sistem adalah salah satunya bisa kita lihat dari segi pelayanannya. Pada sistem informasi perpustakaan peningkatan pelayanan terhadap anggota merupakan bagian dari tujuan utama diadakannya pengembangan sistem dari sistem lama ke sistem yang baru. Pada sistem informasi perpustaakan yang sebelumnya digunakan, pelayanan dari segi waktu
terhadap anggota terlihat masih kurang cepat dan akurat sehingga menjadi salah satu alasan diandakannya pengembangan sistem.

Table 3.6 Service

Sistem lama

Dari segi pelayanan terhadap anggota baik yang menyangkut peminjaman, pengembalian, serta pembuatan laporan masih membutuhkan waktu yang lama dan kurang maksimal


3.5 Analisis Kebutuhan Sistem

Kebutuhan fungsional:

1. Sistem harus mampu melakukan penyimpanan data dengan cepat dan tinga validasi data yang baik

2. Sistem harus mampu melakukan proses sirkulasi data buku dengan cepat dan dengan tingkat validasi data yang baik

3. Sistem harus mampu menyajikan data atau semu laporan yang dibutuhkan, baik laporan buku, laporan anggota, laporan peminjaman, laporan

pengembalian, maupun laporan denda.

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik