Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

LISENSI PERANGKAT LUNAK

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 LISENSI PERANGKAT LUNAK on Mon Aug 06, 2012 9:29 am

admin

avatar
Admin
Berikan Contoh-Contoh Lisensi PErangkat Lunak....

Lihat profil user http://tugasku.netgoo.org

2 Contoh Lisensi Software on Tue Aug 07, 2012 10:52 pm

*Free Software (menurut GNU/FSF)

Software yang mempunyai ciri-ciri : gratis (tidak perlu bayar dalam bentuk apapun), bebas didistribusikan (bebas dikopi), dan open source (source codenya tersedia secara penuh dan bebas dimodifikasi)

*Open Source)

Software yang source code penuhnya tersedia bagi siapapun yang menginginkannya (untuk dimodifikasi)
Contoh : FreeBSD, Mozilla

*GPL (GNU General Public License)

Lisensi yang dikeluarkan oleh GNU/FSF untuk software open source yang mewajibkan para pengguna source code dari software open source untuk membuat software/hasil modifikasi source code tersebut bersifat open source (source code penuhnya tersedia) juga.
Contoh : Linux (kernel), GNOME, GIMP

*Freeware

Pengertian yang baku mengenai freeware terus mengalami perubahan, namun secara garis besar yang disebut freeware adalah mencakup pengertian freeware di atas, namun umumnya freeware (untuk platform Windows/BeOS/Mac) bersifat closed-source (tidak boleh dimodifikasi)
Contoh : StarOffice, Winamp (mulai versi 2.50), Netscape Communicator, Internet Explorer

*Shareware

Pada umumnya shareware mencakup free software yang berjangka waktu tertentu, untuk pemakaian selanjutnya dikenakan pembayaran yang berguna untuk : membuka (unlock) proteksi software, menghilangkan peringatan (nagscreen), mengupgrade (membuka) feature tambahan. Shareware umumnya closed-source.
Contoh : Winzip, mIRC, MusicMatch Jukebox, Real Jukebox

*Evaluation Copy / Trial / Preview

Software komersial/propietary versi akhir (full version) yang dilepas ke konsumen untuk dievaluasi untuk jangka waktu tertentu (30/60 hari) untuk pemakaian selanjutnya diharuskan membeli. Apabila tidak, maka software akan tidak berfungsi.
Contoh : Macromedia DreamWeaver, Norton Utilities

*Public Domain

Software yang tidak dilindungi hak cipta.Versi penuh, source code tersedia secara bebas.

*Adware

Varian dari freeware yang menampilkan iklan pada tampilan software (umumnya berupa banner)
Contoh : GoZilla!, JetAudio (mulai versi 4.7), Eudora Pro (mulai versi 4.2)


*Nagware

Varian dari shareware yang selalu menampilkan layar peringatan setiap digunakan, layar ini akan hilang jika software diregistrasi (dengan membayar), namun software itu sendiri masih berfungsi secara normal walaupun tidak diregistrasi
Contoh : ACDSee (sampai versi 2.42)

*Limited Freeware

Varian dari freeware dengan pembatasan-pembatasan tertentu, misalnya : gratis untuk penggunaan non-komersial, tidak boleh disebarluaskan/diperbanyak.
Contoh : WsFTP Limited Edition

*Stripware

Varian dari freeware yang menawarkan versi gratis dari software komersial dengan fasilitas yang terbatas, biasanya ditandai dengan pemberian nama Personal Edition/Lite Version/Basic.
Contoh : Eudora Lite, InnoculateIT Personal Edition, Real Player Basic, Linux (distribusi Corel)

*Optionware

Varian dari freeware yang meminta imbalan secara sukarela dalam bentuk selain uang, misalnya : email (mailware), prangko (stampware), surat/kartupos, dll, bahkan ada yang meminta anda untuk menyumbang kan sejumlah uang kepada yang membutuhkan, bahkan ada yang hanya meminta Anda untuk berhenti menggerutu tentang sulitnya hidup (!).

*Commercial Sofware

Software yang dijual dan dilindungi hak cipta (copyright), dapat bersifat open source atau closed source (propietary)

*Propietary Software

Software komersial yang bersifat closed source, merupakan kebalikan dari free software.
Contoh : MS Windows, MS Office

*Alpha Version

Software propietary yang telah selesai pengkodeannya dan dapat digunakan, namun masih harus menjalani pengujian internal (dalam lingkungan pembuatnya)
Contoh : Netscape 6 PR 2, Mozilla

*Beta Version

Software propietary yang telah selesai pengkodeannya dan dapat digunakan, namun masih harus menjalani pengujian eksternal (di luar lingkungan pembuatnya).Software beta bisa gratis, bisa juga komersial.
Contoh : ICQ , Download Accelerator Plus

http://zugapoetra.blogspot.com/2010/05/lisensi-komersial-software.html

Lihat profil user

3 Contoh Lisensi Perangkat Lunak on Thu Aug 09, 2012 7:36 pm

Muhammad Nasyihun Amin Nim : 10010874



LISENSI OPENSOURCE
Yang Berkembang Di Indonesia

Bahasan :
1. Pengertian Opensource
2. Latar belakang pemberian Lisensi Opensource
3. Berbagai Jenis Lisensi Opensource
4. Aspek Hukum Lisensi Opensource



Read More:



Sejarah Open source



Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.
Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.
Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut. Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.
Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.


1. Pengertian Open Source


Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Definisi Open Source Pengantar

Open source tidak hanya berarti akses ke kode sumber. istilah distribusi software open-source harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Free Redistribusi
Lisensi tidak akan membatasi pihak manapun dari menjual atau memberikan software sebagai komponen dari suatu distribusi agregat software yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk penjualan tersebut.
2. Kode Sumber
Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber maupun bentuk jadi. Dimana beberapa bentuk produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, harus ada sarana publikasi yang baik untuk memperoleh kode sumber untuk tidak lebih dari biaya reproduksi yang masuk akal disukai, men-download melalui internet tanpa biaya. Kode sumber harus dalam bentuk yang diinginkan sehingga programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber yang disengaja dibuat tidak diperbolehkan. Bentuk-bentuk lanjutan seperti keluaran dari sebuah preprocessor atau translator tidak diperbolehkan.
3. Berasal Pekerjaan
Lisensi harus memungkinkan modifikasi dan pekerjaan turunan, serta harus memungkinkan mereka untuk didistribusikan di bawah persyaratan yang sama seperti lisensi perangkat lunak asli.
4. Kode Integritas Source Penulis
Lisensi dapat membatasi kode sumber didistribusikan dalam bentuk modifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi "file patch" dengan kode sumber untuk tujuan memodifikasi program tersebut pada masa pembuatan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk membawa nama atau versi yang berbeda dari perangkat lunak asli.
5. Tidak Ada Diskriminasi Terhadap Individu atau Kelompok
Lisensi tidak boleh mendiskriminasikan seseorang atau sekelompok orang.
6. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu atau Kelompok
Lisensi tidak boleh membatasi seseorang dari memanfaatkan program dalam bidang tertentu dari usaha. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan dalam bisnis, atau digunakan untuk penelitian genetik.
7. Distribusi
Hak-hak yang melekat pada program harus berlaku untuk semua untuk siapa program ini didistribusikan tanpa perlu eksekusi dari suatu lisensi tambahan oleh pihak-pihak.
8. Lisensi Tidak Harus Spesifik untuk sebuah Produk
Hak-hak yang melekat pada program tidak harus bergantung pada bagian program sedang dari suatu distribusi software tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak untuk siapa program ini didistribusikan harus memiliki hak yang sama seperti yang diberikan dalam hubungannya dengan distribusi perangkat lunak yang asli.
9. Lisensi Tidak Harus Membatasi Software Lain-lain
Lisensi tidak boleh menempatkan batasan pada perangkat lunak lain yang didistribusikan bersama dengan software berlisensi. Sebagai contoh, lisensi tidak boleh memaksa bahwa semua program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat open source software.
10. Lisensi Harus Netral Teknologi
Tidak ada ketentuan dari lisensi tersebut dapat didasarkan pada setiap teknologi individu atau gaya antarmuka.


2. Latar belakang pemberian lisensi open source


Sumbangan teknologi Informasi Digital kepada dunia adalah kemudahan kita untuk menyalin serta merubah informasi. Komputer menjanjikan untuk memudahkan hal tersebut untuk kita semua. Namun adanya sistem Hak Cipta untuk program komputer berpemilik menghalangi masyarakat untuk mendapat manfaat dari program komputer. Tidak pihak semua pihak tidak menerima konsep kepemilikan tersebut diatas, Richard Stallman beranggapan bahwa perangkat lunak merupakan sesuatu yang seharusnya boleh selalu dimodifikasi. Menurutnya menyamakan Hak Cipta program komputer dengan barang cetakan merupakan perampasan kemerdekaan berkreasi.
Dalam sejarahnya, pertama kali program komputer dikembangkan adalah dengan budaya gotong royong. Program komputer tidak hanya diciptakan dan dikembangkan oleh satu perusahaan atau satu pencipta saja. Tetapi ada kerja sama dari berbagai perusahaan dan kampus-kampus. Unix adalah program komputer pertama yang dibuat oleh perusahaan AT&T, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi di Amerika. Awalnya pengembangan Unix dilakukan bersama-sama dengan beberapa perusahaan seperti IBM, Hewlet Packard, Sun Microsystem, serta kampus Berkeley University dan Machassuset Institute of Technology. Dalam perkembangannya, muncul penilaian bahwa program komputer memiliki nilai komersial maka AT&T menarik Source Code dari UNIX yang dikembangkannya dan memberikan konsep perihal komputer berpemilik. Langkah AT&T mendaftarkan Hak Cipta dari Unix atas namanya sendiri menyebabkan Universitas Berkeley selaku kontributor utama dari Unix mengembangkan versi Unix-nya sendiri dengan nama BSD (Berkeley Software Distribution) dan disebarluaskan sendiri menggunakan linsensi BSD.
Dengan demikian muncullah era Open Source yang menghasilkan banyak Open Source software. Open Source Software (OSS), menurut Esther Dyshon didefinisikan sebagai perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong royong tanpa koordinasi resmi, dengan menggunakan kode program (Source Code) yang tersedia secara bebas serta didistribusikan melalui internet. Dengan definisi di atas, maka untuk pengguna OSS mempunyai beberapa hak yang dijamin oleh Open Source :
- Untuk membuat salinan program, dan mendistribusikan program tersebut.
- Untuk mengakses Source Code, sebelum melakukan perubahan.
- Melakukan perbaikan pada program. Dengan semakin tersebarnya Open Source , dikalangan pengguna komputer, kemudian berkembanglah sistem lisensi Open Source.


3. Jenis lisensi open source


Menurut UUHC pengalihan atas Hak Cipta dapat dilakukan agar pihak lain selain pencipta dapat menikmati manfaat dari suatu karya cipta. Jika terjadi pengalihan Hak Cipta, maka Hak Cipta yang semula dimiliki oleh pencipta akan beralih pula kepada pihak lain, sehingga pencipta akan kehilangan kepemilikan atas Hak Cipta tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, pencipta dapat memberikan lisensi kepada pihak lain, sehingga pihak lain dapat menggunakan sebagian hak yang dimilikinya selaku pencipta. Misalnya untuk menikmati karya cipta secara ekonomis. Contohnya menggunakan, menyewakan atau menggandakan ciptaan tersebut. Pemberian lisensi kepada pihak lain tidak menyebabkan kepemilikan atas Hak Cipta beralih sehingga pencipta masih mempunyai hak, misalnya untuk melakukan penuntutan jika terjadi pelanggaran Hak Cipta.
Pada dasarnya lisensi adalah pemberian izin yang latar belakang bergantung dari masing-masing pihak. Ada pihak yang memberikan lisensi tanpa pamrih namun ada juga yang memberikan ketentuan yang mengharuskan penerima lisensi untuk melaksanakan kewajiban tertentu, misalnya dengan membayar sejumlah uang. Persyaratan-persyaratan yang diatur didalam lisensi pada asasnya diatur oleh para pihak atau sesuai dengan kesepakatan para pihak, hanya berdasar pasal 38c ayat 1 UUHC sejauh tidak menentang ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau mengakibatkan kerugian bagi perekonomian Indonesia. Keadaan yang sama juga berlaku pada lisensi program komputer. Namun untuk program komputer komersil yang dikembangkan oleh vendor atau perusahaan besar, seringkali isi lisensi sudah ditetapkan secara sepihak. Lisensi tidak harus dituangkan dalam bentuk tertulis dan bersifat formal, karena pada dasarnya hanyalah sebagai pemberian izin.
Tetapi pada umumnya lisensi termasuk lisensi untuk program komputer, wajib dicatatkan ke kantor Hak Cipta agar lisensi tersebut dapat berlaku bagi pihak ketiga. Kewajiban untuk mendaftarkan lisensi dimaksudkan untuk memberikan hak kebendaan atas lisensi tesebut, sehingga tidak hanya mengikat pihak pencipta dan penerima lisensi program komputer saja, namun juga mengikat pihak ketiga. Jika lisensi tidak didaftarkan, maka hubungan antar pencipta sebagai pemberi lisensi dan penerima lisensi hanya merupakan hak perorangan, sehingga hanya mengikat kedua belah pihak saja. Ada dua kecenderungan utama dalam pemberian lisensi program komputer.
Kecenderungan pertama adalah pemberian Lisensi yang semata-mata untuk penggunaan Binary Code dari program komputer. Penerima lisensi dapat menggunakan program komputer namun tidak mempunyai hak untuk melihat atau menggunakan Source Code dari program komputer, Source Code tetap merupakan rahasia pemberi lisensi. Contoh program komputer yang menggunakan lisensi ini adalah Microsoft Windows, Microsoft Office, Adobe Acrobat.
Kecenderungan kedua adalah pemberian lisensi program dengan menyertakan Source Code dari program komputer. Penerima lisensi dapat melihat dan menggunakan Source Code tersebut. Terdapat banyak lisensi untuk Source Code ini, misalnya: GPL, Mozilla, BSD. Contoh program yang menggunakan lisensi jenis ini adalah GNU/Linux, Netscape Navigator, MySQL. Seorang pencipta, baik selaku pencipta pertama atau sebagai pengembang program komputer turunan mempunyai kebebasan untuk menentukan lisensi yang akan dipergunakan untuk karya cipta program komputernya. Menurut Microsoft dalam dokumen "The Hallowen Document" ada beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer.

Lisensi Commercial ialah jenis lisensi yang biasa ditemui pada piranti lunak seperti Microsoft, Lotus, Oracle.

Lisensi Trial Software ialah jenis lisensi yang biasa ditemui pada piranti lunak untuk keperluan demo. Karena bersifat demo, seringkali piranti lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersilnya. Contoh program misalnya Netfushion Object Trial Versial 30 days.

Lisensi untuk non commercial use, biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau untuk keperluan pribadi. Contohnya adalah Star Office.

Lisensi Shareware biasanya ditemui pada piranti lunak perusahaan kecil. Piranti lunak dengan lisensi ini memiliki fasilitas dan fungsi selengkap versi komersilnya, contohnya Winzip, Paint Shop Pro, MCafee anti Virus.

Lisensi freeware, biasanya ditemui pada piranti lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya adalah program untuk mengkonversikan favorite test-IE ke bookmark-Netscape. f.Lisensi Royalty-Free Binaries serupa dengan freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library dan bukan merupakan suatu piranti lunak.

Lisensi yang lain adalah lisensi yang berasal dari konsep Open Source, misalnya GNU/GPL, The FreeBSD, The MPL. Program yang memakai lisensi Open Source misalnya Linux, sendmail, apache, freeBSD.
Para pencipta program komputer memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri lisensi yang akan digunakan namun harus berhati-hati dalam memilih lisensi, karena jika tidak berhati-hati dapat mengakibatkan pencipta melakukan pelanggaran hukum atau kehilangan pendapatan. Dengan semakin tersebarnya OSS dikalangan para pengguna komputer, kemudian berkembanglah sistem lisensi Open Source. Dengan munculnya sistem lisensi maka menjadikan Open Source sebagai suatu alternatif perkembangan program komputer yang memiliki kekuatan hukum sendiri.

Beberapa contoh lisensi yang memenuhi Open Source Definition adalah:

The GNU-GPL, GNU General Public License. Dengan lisensi GPL, berarti suatu program dapat digunakan, dimodifikasi, didistribusikan oleh pihak lain tanpa ada pembatasan dari sipembuatnya.

* The LGPL-Library GNU GPL.
* The BSD License, Berkeley Software Distribution License. Lisensi ini relatif memiliki lebih sedikit keterbatasan pada apa yang boleh dilakukan para developer. Termasuk boleh membuat karya turunan yang bersifat proprietary.
* The X Concortiun License. Lisensi yang digunakan oleh distribusi X Window. Lisensi ini hampir membolehkan modifikasi apapun.
* The Artistic Adalah lisensi yang digunakan oleh perl. Lisensi ini memodifikasi beberapa aspek yang bersifat kontroversial pada GPL. Lisensi ini melarang penjualan perangkat lunak, akan tetapi membolehkan penyertaan program lain yang dijual.
* The MPL, Mozilla Public License Lisensi ini digunakan oleh netscape ketika melepaskan Source Code browser netscape. Juga memperbolehkan para developer untuk karya derivatif yang bersifat proprietary.
* The QPL, Q Public License Lisensi yang digunakan Trolltech ketika melepaskan library Q.

Beberapa fitur yang sama yang dimiliki lisensi-lisensi tersebut adalah23:
- Pengguna dapat menginstal perangkat lunak tersebut pada sebanyak-banyaknya komputer.
- Jumlah pengguna perangkat lunak tersebut tidak dibatasi.
- Pengguna dapat membuat salinan terhadap perangkat lunak tersebut sebanyak yang diinginkan dan memberikannya kepada siapapun (distribusi ulang free atau terbuka).
- Tidak ada batasan dalam memodifikasi program.
- Tidak ada batasan untuk mendistribusikan atau bahkan menjual perangkat lunak tersebut.


4. Aspek Hukum LISENSI OPEN SOURCE


D a r i s u d u t p a n d a n g h u k u m , penggunaan software open source terjamin
legalitasnya karena lisensi publik menyatakan bahwa software ini bebas digunakan dan digandakan. Pengguna software ini tidak akan dipusingkan oleh masalah lisensi.
Software proprietari dapat digunakan selama lisensinya berlaku. Oleh karena itu
para pengguna software proprietari harus selalu memperhatikan keberlakuan lisensi program yang digunakannya. Menggunakan software yang tidak berlisensi (bajakan) adalah melanggar hukum dengan ancaman denda atau penjara. Undang-undang no 19 tahun 2002 tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) mengatur apa yang dinamakan pelanggaran terhadap pengguna akhir (end user piracy). Pasal 72 ayat (2) UU itu menyebut bahwa barang siapa dengan sengaja menyiar kan, memamer kan, mengedarkan, atau menjual kepada umum barang hasil pelanggaran hak cipta, maka akan dipidana penjara maksimal lima tahun
dan denda maksimal Rp 500 juta [1].

Sumber ::http://antouwy.blogspot.com/2012/05/lisensi-opensource-yang-berkembang-di.html

Lihat profil user http://www.nazyihun-adhitya.blogspot.com

4 Bejo Kabul / NIM : 10010852 on Sat Aug 11, 2012 12:48 pm

LISENSI PERANGKAT LUNAK KOMPUTER

a. Lisensi Commercial
Adalah Jenis lisensi yang biasa ditemui pada
Perangkat lunak yang dibuat dengan lisensi ini perangkat lunak seperti Microsoft dengan Windows dan Office, Lotus, Oracle dan sebagainya.memang dibuat untuk kepentingan komersial sehingga pemakai yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan izin penggunaan dari pemegang hak cipta.

b. Lisensi Trial Software
Adalah jenis lisensi yang biasa ditemui pada perangkat lunak untuk keperluan demo dari sebuah perangkat lunak sebelum diluncurkan ke masyarakat. Lisensi ini mengizinkan pengguna untuk menggunakan, menyalin, atau menggandakan perangkat lunak tersebut secara bebas.
Namum karena bersifat demo, sering kali perangkat lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersialnya. Lagipula, perangkat lunak versi demo biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu. Contoh: Program Adobe Photoshop CS Trial Version 30 for days.

c. Lisensi Non Commercial Use
Biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau yayasan tertentu di bidang social. Sifatnya yang tidak komersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu.
Contoh: Perangkat lunak yang memiliki lisensi ini adalah program star office yang dapat berjalan di bawah system operasi Linux dan Windows sekaligus.

d. Lisensi Shareware
Mengizinkan pemakainya untuk menggunakan, menyalin, atau menggandakan tanpa harus meminta izin pemegang hak cipta.
Berbeda dengan trial software, Lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu dan memiliki feature yang lengkap.
Lisensi ini biasanya ditemui pada perangkat lunak perusahaan kecil. Beberapa contoh lisensi ini: Winzip, Paint Shop Pro, ACD See.

e. Lisensi Freeware
Biasanya ditemui pada perangkat lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya: Plug in Power point, Adobe PhotoShop.

f. Lisensi Royalty-Free Binaries
Serupa dengan freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi melengkapi perangkat lunak yang sudah ada dan bukan merupakan suatu perangkat lunak yang berdiri sendiri.

g. Lisensi Open Source
Adalah lisensi yang membebaskan penggunannya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak.
Berbagai jens lisensi open source seperti lisensi GNU/GPL, the FreeBSD, the MPL. Sedangkan jenis-jenis perangkat lunak yang memakai lisensi ini, misalnya Linux, sendmail, apache dan FreeBSD.
Dalam system lisensi, Open Source menjadi suatu alternative perkembangan program computer yang memiliki kekuatan hukum sendiri.
[right]

Sumber : amokdarmianto.files.wordpress.com/.../lisensi-perangkat-lunak-komp...

Lihat profil user

5 LISENSI PROGRAM KOMPUTER on Thu Aug 16, 2012 9:24 am

Lisensi Program Komputer


Spoiler:
Pada dasarnya lisensi adalah pemberian izin yang latar belakang bergantung dari masing-masing pihak. Ada pihak yang memberikan lisensi tanpa pamrih namun ada juga yang memberikan ketentuan yang mengharuskan penerima lisensi untuk melaksanakan kewajiban tertentu, misalnya dengan membayar sejumlah uang. Persyaratan-persyaratan yang diatur didalam lisensi pada asasnya diatur oleh para pihak atau sesuai dengan kesepakatan para pihak, hanya berdasar pasal 38c ayat 1 UUHC sejauh tidak menentang ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau mengakibatkan kerugian bagi perekonomian Indonesia. Keadaan yang sama juga berlaku pada lisensi program komputer. Namun untuk program komputer komersil yang dikembangkan oleh vendor atau perusahaan besar, seringkali isi lisensi sudah ditetapkan secara sepihak. Lisensi tidak harus dituangkan dalam bentuk tertulis dan bersifat formal, karena pada dasarnya hanyalah sebagai pemberian izin.

Tetapi pada umumnya lisensi termasuk lisensi untuk program komputer, wajib dicatatkan ke kantor Hak Cipta agar lisensi tersebut dapat berlaku bagi pihak ketiga. Kewajiban untuk mendaftarkan lisensi dimaksudkan untuk memberikan hak kebendaan atas lisensi tesebut, sehingga tidak hanya mengikat pihak pencipta dan penerima lisensi program komputer saja, namun juga mengikat pihak ketiga. Jika lisensi tidak didaftarkan, maka hubungan antar pencipta sebagai pemberi lisensi dan penerima lisensi hanya merupakan hak perorangan, sehingga hanya mengikat kedua belah pihak saja. Ada dua kecenderungan utama dalam pemberian lisensi program komputer.
Kecenderungan pertama adalah pemberian Lisensi yang semata-mata untuk penggunaan Binary Code dari program komputer. Penerima lisensi dapat menggunakan program komputer namun tidak mempunyai hak untuk melihat atau menggunakan Source Code dari program komputer, Source Code tetap merupakan rahasia pemberi lisensi. Contoh program komputer yang menggunakan lisensi ini adalah Microsoft Windows, Microsoft Office, Adobe Acrobat.

Kecenderungan kedua adalah pemberian lisensi program dengan menyertakan Source Code dari program komputer. Penerima lisensi dapat melihat dan menggunakan Source Code tersebut. Terdapat banyak lisensi untuk Source Code ini, misalnya: GPL, Mozilla, BSD. Contoh program yang menggunakan lisensi jenis ini adalah GNU/Linux, Netscape Navigator, MySQL. Seorang pencipta, baik selaku pencipta pertama atau sebagai pengembang program komputer turunan mempunyai kebebasan untuk menentukan lisensi yang akan dipergunakan untuk karya cipta program komputernya. Menurut Microsoft dalam dokumen "The Hallowen Document" ada beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer.

Jenis Lisensi

Lisensi Commercial ialah jenis lisensi yang biasa ditemui pada piranti lunak seperti Microsoft, Lotus, Oracle.
Lisensi Trial Software ialah jenis lisensi yang biasa ditemui pada piranti lunak untuk keperluan demo. Karena bersifat demo, seringkali piranti lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersilnya. Contoh program misalnya Netfushion Object Trial Versial 30 days.
Lisensi untuk non commercial use, biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau untuk keperluan pribadi. Contohnya adalah Star Office.
Lisensi Shareware biasanya ditemui pada piranti lunak perusahaan kecil. Piranti lunak dengan lisensi ini memiliki fasilitas dan fungsi selengkap versi komersilnya, contohnya Winzip, Paint Shop Pro, MCafee anti Virus.
Lisensi freeware, biasanya ditemui pada piranti lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya adalah program untuk mengkonversikan favorite test-IE ke bookmark-Netscape. f.Lisensi Royalty-Free Binaries serupa dengan freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library dan bukan merupakan suatu piranti lunak.
Lisensi yang lain adalah lisensi yang berasal dari konsep Open Source, misalnya GNU/GPL, The FreeBSD, The MPL. Program yang memakai lisensi Open Source misalnya Linux, sendmail, apache, freeBSD.
Para pencipta program komputer memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri lisensi yang akan digunakan namun harus berhati-hati dalam memilih lisensi, karena jika tidak berhati-hati dapat mengakibatkan pencipta melakukan pelanggaran hukum atau kehilangan pendapatan. Dengan semakin tersebarnya OSS dikalangan para pengguna komputer, kemudian berkembanglah sistem lisensi Open Source. Dengan munculnya sistem lisensi maka menjadikan Open Source sebagai suatu alternatif perkembangan program komputer yang memiliki kekuatan hukum sendiri.
Beberapa contoh lisensi yang memenuhi Open Source Definition adalah:
• The GNU-GPL, GNU General Public License. Dengan lisensi GPL, berarti suatu program dapat digunakan, dimodifikasi, didistribusikan oleh pihak lain tanpa ada pembatasan dari sipembuatnya.
• The LGPL-Library GNU GPL.
• The BSD License, Berkeley Software Distribution License. Lisensi ini relatif memiliki lebih sedikit keterbatasan pada apa yang boleh dilakukan para developer. Termasuk boleh membuat karya turunan yang bersifat proprietary.
• The X Concortiun License. Lisensi yang digunakan oleh distribusi X Window. Lisensi ini hampir membolehkan modifikasi apapun.
• The Artistic Adalah lisensi yang digunakan oleh perl. Lisensi ini memodifikasi beberapa aspek yang bersifat kontroversial pada GPL. Lisensi ini melarang penjualan perangkat lunak, akan tetapi membolehkan penyertaan program lain yang dijual.
• The MPL, Mozilla Public License Lisensi ini digunakan oleh netscape ketika melepaskan Source Code browser netscape. Juga memperbolehkan para developer untuk karya derivatif yang bersifat proprietary.
• The QPL, Q Public License Lisensi yang digunakan Trolltech ketika melepaskan library Q.

Beberapa fitur yang sama yang dimiliki lisensi-lisensi tersebut adalah:
• Pengguna dapat menginstal perangkat lunak tersebut pada sebanyak-banyaknya komputer.
• Jumlah pengguna perangkat lunak tersebut tidak dibatasi.
• Pengguna dapat membuat salinan terhadap perangkat lunak tersebut sebanyak yang diinginkan dan memberikannya kepada siapapun (distribusi ulang free atau terbuka).
• Tidak ada batasan dalam memodifikasi program. Tidak ada batasan untuk mendistribusikan atau bahkan menjual perangkat lunak tersebut.


http://dhul-fajri.blogspot.com/2012/03/lisensi-program-komputer.html


Lihat profil user

6 Re: LISENSI PERANGKAT LUNAK on Wed Aug 22, 2012 2:32 pm

LICENSI PERANGKAT LUNAK


Dalam dunia komputerisasi, ada 3 bagian utama yang tak terpisahkan dari komputer. yaitu Hardware, software dan brainware. Hardware adalah perangkat keras yang menyusun menjadi sebuah alat bernama komputer, kemudian software adalah perangkat lunak yang berjalan ketika hardware sudah beres, atau perangkat yang kita pasang ke dalam hardware komputer. Sedangkan Brainware adalah user/ seseorang yang menggunakan komputer tersebut. Dalam tulisan ini saya tidak menjelaskan tentang masing-masing dari ketiga komponen tersebut, tapi hanya mencoba menjelaskan tentang pembagian software dilihat dari lisensinya.

Dahulu, pada awalnya perangkat lunak/software dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Software Komersial dan Software Berpemilik. Yang arti dari masing-masing perangkat lunak tersebut adalah :
Software Komersial
Adalah Software yang dibuat dan dikembangkan oleh kalangan bisnis dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaannya.

Software Berpemilik
Adalah perangkat lunak yang tidak bebas atau pun semi-bebas. Seseorang dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya.

Komersial dan Berpemilik adalah dua hal yang berbeda! Kebanyakan perangkat lunak komersial adalah berpemilik, tapi ada perangkat lunak bebas komersial, dan ada perangkat lunak tidak bebas dan tidak komersial. Sebaiknya, istilah ini tidak digunakan. Dan sekarang berdasarkan jenis lisensinya, software-software digolongkan menjadi :

SHAREWARE

Adalah software yang mengizinkan orang-orang untuk memakai dan meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi. Dari sini kita sering mendengar istilah Demo/Trial yang artinya software tersebut bisa dipakai, tapi biasanya terbatas oleh jangka waktu tertentu atau terbatas oleh feature-feature tertentu. Kita sering dengar juga istilah Beta, yang merupakan software-software yang dalam proses pembuatan dan developingnya belum selesai, tapi sudah bisa kita gunakan. Jika sudah fix biasanya dikenal dengan istilah Stable. Sekarang muncul juga istilah Release Candidate atau Jahitan yang mirip artinya dengan software Beta. Contoh : Internet Download Manager, Tune Up Utilities, WinRAR, AVG Antivirus, dll.

PUBLIC DOMAIN
Software dikatakan public domain apabila perangkat lunak tersebut tanpa hak cipta. Sebuah karya dikatakan public domain, jika pemilik hak ciptanya sendiri yang menghendaki demikian. Selain itu mungkin hak ciptanya memiliki waktu kedaluwarsa. Ciptaan dalam public domain dapat digunakan sekehendaknya oleh pihak lain.

FREEWARE
Istilah free di sini tidak terdefinisi dengan jelas, apakah free gratis atau free dari freedom/bebas, tapi biasanya software yang tergolong di sini adalah perangkat lunak yang mengijinkan untuk memakai dan mere-distribusikan tetapi tidak dalam pemodifikasian dan biasanya source code juga tidak tersedia. Contoh : CCleaner, Smadav, Foxit Reader, dll.

PROPRIETARY
Adalah perangkat lunak berpemilik, yaitu perangkat lunak yang apabila kita pakai, kita dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya. Contoh : Microsoft Windows, Microsoft Office, Adobe Suite, Macromedia Suite, dll.

Open Source Software (GNU General Public License (GNU/GPL))
perangkat lunak yang mengizinkan siapa pun untuk menggunakan, menyalin, dan mendistribusikan kembali, baik dimodifikasi atau pun tidak, secara gratis atau pun dengan biaya. Kode sumber dari program harus tersedia. GNU/GPL merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk meng-copyleft-kan sebuah program. Contoh : GNU/Linux, OpenOffice.Org, Mozilla
suite, CMS Engine WordPress, Joomla dll


SUMBER
http://mashendri.congan-softwaom/pre.htmlenggol

Lihat profil user

7 Edi Susanto / 10010860 on Sat Aug 25, 2012 10:09 am

Contoh isi Perjanjian Lisensi Perangkat Lunak



Selengkapnya....:
1. Pihak-pihak yang melakukan kontrak
1.1. Perjanjian ini diberlakukan oleh dan antara Nav N Go Kft. (lokasi terdaftar: 23 Bérc utca, H-1016 Budapest, Hongaria; No. reg. Perusahaan: 01-09-891838) sebagai Pemberi Lisensi (selanjutnya disebut dengan: Pemberi Lisensi) dan Anda sebagai Pengguna (selanjutnya disebut dengan: Pengguna; Pengguna dan Pemberi Lisensi disebut dengan: Para Pihak) sehubungan dengan penggunaan produk perangkat lunak yang disebutkan dalam Perjanjian ini.

2. Kesepakatan Akhir Perjanjian
2.1. Para Pihak dengan ini mengakui bahwa Perjanjian ini akan dilaksanakan melalui tindakan implisit yang tidak dinyatakan langsung serta tidak memerlukan tanda tangan dari Para Pihak.
2.2. Pengguna dengan ini mengakui bahwa pemerolehan secara sah atas produk perangkat lunak yang menjadi objek dari Perjanjian ini (Bagian 4), apa pun bentuk penggunaannya, baik instalasi perangkat lunak pada sebuah komputer atau perangkat keras lain atau pun instalasi pada sebuah kendaraan, dengan menekan tombol "Terima" yang ditampilkan pada perangkat lunak selama instalasi atau penggunaan (selanjutnya disebut dengan tindakan penggunaan) akan dianggap sebagai tindakan melanggar hukum bagi Pengguna yang telah menerima syarat dan ketentuan dari Perjanjian ini.
2.3. Perjanjian ini sama sekali tidak memberikan hak kepada orang-orang yang secara tidak sah memperoleh, menggunakan, menginstal pada komputer, menginstal pada kendaraan atau tindakan penggunaan lainnya atas produk perangkat lunak.

3. Hukum yang berlaku
3.1. Untuk seluruh permasalahan yang tidak diatur melalui Perjanjian ini, undang-undang Republik Hongaria akan berlaku dengan rujukan khusus pada Undang-Undang IV tahun 1959 mengenai Ketentuan Sipil dan Undang-Undang LXXVI tahun 1999 tentang Hak Cipta.
3.2. Versi bahasa asli untuk Perjanjian ini adalah Bahasa Hongaria. Perjanjian ini juga memiliki beberapa versi dalam bahasa lain. Jika terjadi perselisihan, versi Bahasa Hongaria yang akan berlaku.

4. Objek Perjanjian
4.1. Objek dari Perjanjian ini adalah produk perangkat lunak pemandu navigasi dari Pemberi Lisensi (selanjutnya disebut dengan produk perangkat lunak).
4.2. Produk Perangkat Lunak ini terdiri dari program operasi komputer, dokumentasinya yang lengkap, basis data peta yang tercakup di dalamnya, serta layanan dan konten dari pihak ketiga yang dapat diakses melalui Produk Perangkat Lunak (selanjutnya disebut dengan: Basis Data).
4.3. Setiap bentuk tampilan, penyimpanan, pengkodean, termasuk tampilan cetak, elektronik atau grafis, penyimpanan, sumber atau kode objek dari produk perangkat lunak, atau bentuk-bentuk tampilan, penyimpanan, pengkodean, atau setiap medium lain yang belum didefinisikan daripadanya dianggap sebagai bagian dari produk perangkat lunak.
4.4. Pengkoreksian galat, penambahan, perbaruan yang digunakan oleh Pengguna dengan mengikuti kesepakatan akhir dari Perjanjian ini juga akan dianggap sebagai bagian dari Produk Perangkat Lunak.

5. Pemilik hak cipta
5.1. Pemberi Lisensi – kecuali peraturan mengenai kontrak atau hukum menyatakan sebaliknya - adalah pemilik satu-satunya dari semua materi hak cipta yang terdapat di dalam produk perangkat lunak.
5.2. Hak cipta ini berlaku untuk keseluruhan produk perangkat lunak dan juga komponen-komponennya secara terpisah.
5.3. Pemilik/para pemilik hak cipta dari Basis Data yang membentuk bagian dari Produk Perangkat Lunak ini adalah orang atau entitas perusahaan sebenarnya sebagaimana yang terdaftar dalam Lampiran dari Perjanjian ini atau yang tercantum dalam item menu "Tentang" pada program operasi komputer (selanjutnya disebut dengan Pemilik Basis Data). Panduan pengguna dari Produk Perangkat Lunak ini mencakup nama opsi menu yang mencantumkan semua pemilik item Basis Data. Pemberi Lisensi dengan ini menyatakan bahwa Pemberi Lisensi telah memperoleh hak-hak penggunaan dan perwakilan yang cukup dari Pemilik Basis Data untuk menggunakan dan memanfaatkan Basis Data dan untuk memindahkannya demi pemanfaatan sebagaimana yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.
5.4. Berdasarkan kesepakatan akhir Perjanjian ini, Pemberi Lisensi adalah pemilik semua hak yang terkandung di dalam produk perangkat lunak, kecuali hak-hak yang dimiliki secara sah oleh Pengguna sebagaimana yang diatur dalam peraturan hukum secara eksplisit atau seperti yang diatur dalam Perjanjian ini.

6. Hak-Hak Pengguna
6.1. Pengguna berhak untuk menginstal Produk Perangkat Lunak ke dalam perangkat keras (desktop, perangkat genggam, komputer portabel, perangkat navigasi), serta berhak untuk menjalankan dan menggunakan satu salinan Produk Perangkat Lunak atau satu salinan Produk Perangkat Lunak yang telah terinstal sebelumnya dan siap pakai.
6.2. Pengguna setuju dan menerima bahwa untuk memperoleh fungsionalitas Produk Perangkat Lunak secara sebagian atau utuh, Produk Perangkat Lunak tersebut dan/atau elemen khususnya dan/atau konten yang diberikan oleh pihak ketiga harus didaftarkan/diaktivasi secara terpisah dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
6.3. Pengguna berhak untuk membuat satu salinan cadangan dari produk perangkat lunak. Namun demikian, jika setelah diinstal produk perangkat lunak ini dapat dioperasikan tanpa penggunaan salinan media yang asli, maka salinan media yang asli tersebut dianggap sebagai sebuah salinan cadangan. Dalam contoh kasus lainnya, Pengguna hanya berhak untuk menggunakan salinan cadangan dari produk perangkat lunak jika media salinan asli dari produk perangkat lunak ini telah dipastikan sudah tidak cocok untuk digunakan secara benar dan sah, dan keadaan seperti ini harus didukung oleh bukti-bukti yang dapat diterima.

7. Pembatasan penggunaan
7.1. Pengguna tidak berhak
7.1.1. untuk menggandakan produk perangkat lunak (membuat salinan dari produk perangkat lunak tersebut);
7.1.2. menyewakan, meminjamkan, mengalihkannya kepada orang ketiga baik itu dengan atau pun tanpa adanya pertimbangan tertentu;
7.1.3. untuk menerjemahkan produk perangkat lunak (termasuk terjemahan (kompilasi) ke bahasa pemrograman lainnya);
7.1.4. untuk mendekompilasi (mengurai) produk perangkat lunak;
7.1.5. untuk menghindari perlindungan Produk Perangkat Lunak atau untuk memodifikasi, mengelak, atau meniadakan perlindungan semacam itu dengan teknologi atau melalui cara apa pun;
7.1.6. untuk memodifikasi, memperluas, mengubah bentuk produk perangkat lunak (seluruh atau sebagian), untuk memisah-misahkannya menjadi beberapa bagian, menyusunnya dengan produk-produk lain, menginstalnya pada produk-produk lain, menggunakannya pada produk-produk lain, walaupun dengan tujuan untuk memfungsikan bersama produk-produk lain;
7.1.7. selain dari penggunaan program komputer, mendapatkan informasi dari Basis Data sebagai bagian dari Produk Perangkat Lunak, untuk mendekompilasi (mengurai) Basis Data, untuk menggunakan, menyalin, memodifikasi, memperluas, mengubah bentuk, baik seluruh atau sebagian dari Basis Data atau pun sekelompok data yang tersimpan di dalamnya, atau menginstalnya pada produk-produk lain, menggunakannya pada produk-produk lain atau pun memindahkannya, walaupun dengan tujuan kemampuan antaroperasi dengan produk-produk lain.
7.2. Pengguna mengakui bahwa Produk Perangkat Lunak dapat menolak atau menghalangi secara sebagian atau utuh penggunaan Produk Perangkat Lunak dan/atau komponennya dan/atau konten dari pihak ketiga apabila langkah (pendaftaran/aktivasi) terpisah sebagaimana yang disebutkan di Bagian 6 tidak sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Produk Perangkat Lunak.
7.3. Pengguna hanya dapat menggunakan konten yang ada melalui Produk Perangkat Lunak dan yang disediakan oleh pihak ketiga, dan data yang diterima melalui layanan yang diberikan oleh pihak ketiga (termasuk, namun tidak terbatas pada data keluar-masuk yang diterima dari layanan informasi keluar-masuk TMC RDS) untuk kepentingan pribadi dan atas risiko sendiri. Dilarang keras menyimpan, memindahkan, atau menyebarkan data atau konten ini atau memaparkannya baik secara utuh atau sebagian kepada publik dalam format apa pun, atau mengunduhnya dari produk.

8. Pelepasan jaminan, pembatasan tanggung jawab

8.1. Pemberi Lisensi dengan ini menginformasikan kepada Pengguna bahwa walaupun perhatian secara seksama telah diberikan ketika memproduksi produk perangkat lunak, namun terkait dengan masalah dari produk perangkat lunak dan keterbatasan teknis, Pemberi Lisensi tidak menjamin bahwa produk perangkat lunak benar-benar bebas dari galat, dan Pemberi Lisensi tidak terikat oleh kewajiban kontrak apa pun yang menyatakan bahwa produk perangkat lunak yang diterima oleh Pengguna harus benar-benar bebas dari galat.
8.2. Pemberi Lisensi tidak menjamin bahwa produk perangkat lunak cocok untuk semua kebutuhan yang dijelaskan baik oleh Pemberi Lisensi atau pun Pengguna, dan tidak menjamin bahwa produk perangkat lunaknya mampu bekerja pada sistem, perangkat, atau produk lain (misalnya perangkat lunak atau perangkat keras).
8.3. Pemberi Lisensi tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena adanya galat pada produk perangkat lunak (termasuk galat program komputer, dokumentasi, dan Basis Data).
8.4. Pemberi Lisensi tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena produk perangkat lunak tidak dapat dijalankan sesuai dengan tujuan yang dijelaskan, atau atas galat atau pun kurang berfungsinya produk perangkat lunak dengan sistem, perangkat, atau produk lain mana pun (misalnya perangkat lunak atau perangkat keras).
8.5. Pemberi Lisensi dengan ini juga meminta perhatian dari Pengguna dengan menekankan pada fakta bahwa ketika menggunakan produk perangkat lunak dalam bentuk transportasi apa pun, agar mematuhi aturan dan peraturan lalu lintas yang ada (misalnya penggunaan tindakan-tindakan wajib dan/atau layak serta sesuai, perhatian yang sesuai dan dapat diterima secara umum dalam situasi apa pun, dan perhatian yang dibutuhkan karena menggunakan produk perangkat lunak) adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Pengguna. Pemberi Lisensi tidak akan bertanggung jawab atas setiap kerusakan yang terjadi terkait dengan penggunaan produk perangkat lunak selama dalam transportasi.
8.6. Berdasarkan kesepakatan akhir Perjanjian ini, Pengguna secara khusus mengakui adanya informasi yang dinyatakan dalam Bagian 8 di atas.

9. Sanksi
9.1. Pemberi Lisensi dengan ini menginformasikan kepada Pengguna bahwa sesuai dengan peraturan dari Pengadilan Khusus (Court of Appeals/CA), jika Pemberi Lisensi merasa bahwa hak-haknya telah dilanggar, Pemberi Lisensi dapat
9.1.1. menuntut pengakuan bahwa memang telah terjadi pelanggaran hak cipta seperti itu kepada pengadilan;
9.1.2. menuntut untuk berhenti melakukan pelanggaran hak cipta dan meminta orang yang melakukannya untuk tidak melanjutkan pelanggaran hak cipta tersebut;
9.1.3. menuntut orang yang melanggar hak cipta untuk memberikan kompensasi (sekalipun dalam bentuk publisitas, atas tanggungan biaya orang yang melakukan pelanggaran hak cipta);
9.1.4. menuntut pengembalian peningkatan aset karena adanya pelanggaran hak cipta;
9.1.5. menuntut penghentian pelanggaran hak cipta, pengembalian kondisi ke keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran hak cipta, atas tanggungan orang yang melakukan pelanggaran hak cipta, dan dapat menuntut penghancuran instrumen atau materi yang digunakan untuk melanggar hak cipta, dan objek-objek yang diciptakan karena pelanggaran hak cipta;
9.1.6. menuntut ganti rugi kerusakan.
9.2. Pemberi Lisensi dengan ini juga menginformasikan kepada Pengguna yang melakukan pelanggaran hak cipta dan hak-hak terkait lainnya bahwa berdasarkan Undang-Undang IV tahun 1978 mengenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Criminal Code) tindakan tersebut merupakan sebuah kejahatan, yang dapat dikenakan keputusan sanksi kurungan dua tahun penjara dalam kasus-kasus yang mendasar dan sanksi kurungan hingga delapan tahun penjara dalam kasus-kasus tertentu.
9.3. Konten dan layanan yang disediakan oleh pihak ketiga
Pemberi Lisensi atas kebijakannya sendiri dengan ini melepaskan tanggung jawabnya untuk Basis Data dalam Produk Perangkat Lunak dan untuk konten atau layanan apa pun yang diberikan oleh pihak ketiga dengan menggunakan Basis Data. Pemberi Lisensi tidak menjamin kualitas, kecocokan, keakuratan, kesesuaian untuk tujuan tertentu, cakupan wilayah untuk produk atau layanan, atau ketersediaan layanan, dan Pemberi Lisensi secara khusus melepaskan tanggung jawabnya atas penangguhan layanan, dan kerusakan apa pun yang timbul sehubungan dengan layanan atau pembatalan total dari layanan tersebut.
Informasi dan data yang sesuai terkait dengan konten dan layanan yang diberikan oleh pihak ketiga tersedia melalui www.navngo.com. Pengguna dengan ini mengakui bahwa konten dan layanan yang diberikan oleh pihak ketiga hanya dapat digunakan atas risiko dan untuk kepentingan pribadi Pengguna itu sendiri.
9.4. Konten dan layanan yang diberikan oleh Pemberi Lisensi atau agen Pemberi Lisensi
Pemberi Lisensi atau mitra kontrak dapat menawarkan berbagai produk atau layanan kepada Pengguna melalui www.naviextras.com. Pengguna hanya dapat menggunakan berbagai layanan ini apabila Pengguna telah membaca dan memahami perjanjian lisensi pengguna akhir yang sesuai melalui www.naviextras.com dan Pengguna diwajibkan untuk menggunakan layanan-layanan tersebut sesuai dengan syarat dan ketentuan yang menyertainya.
9.5. Setiap pihak dengan ini menyetujui bahwa - tergantung karakteristik perselisihan - baik itu Pengadilan Negeri Pusat Pest (Pest Central District Court -Pesti Központi Kerületi Bíróság) atau Pengadilan Kota Budapest (Metropolitan Court of Budapest -Fővárosi Bíróság) memiliki wilayah hukum khusus untuk mengatur segala perselisihan yang timbul berkenaan dengan Perjanjian ini.


Sumber : http://www.docstoc.com/docs/32069340/Perjanjian-Lisensi-Perangkat-Lunak-dan-Basis-Data#

Lihat profil user

8 TUGAS Lisensi Perangkat Lunak on Sat Aug 25, 2012 10:28 pm

Dian Apsari S
10010857



Surprised Surprised LISENSI PERANGKAT LUNAK Surprised Surprised :



Sebelum mengenal lebih jauh Jenis-Jenis Lisensi Software Komputer, terlebih dahulu kita akan mempelajari apa yang disebut dengan lisensi. Menurut UU No 19 tahun 2002 tentang hak cipta dijelaskan bahwa lisensi adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan atau memperbanyak ciptaannya atau produk Hak terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

Sedangkan Program Komputer adalah sekumpulan intruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.

Menurut Microsoft dalam “The Hallowen Document”, terdapat beberapa lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer. Beberapa jenis lisensi tersebut adalah :


1. Lisensi Komersial
Adalah sejenis lisensi yang biasa ditemui pada perangkat lunak seperti Microsoft dengan OS Windows dan Officenya, Lotus, Oracle dan sebagainya. Software yang diciptakan dengan lisensi ini memang dibuat untuk kepentingan komersial sehingga user yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan izin penggunaan dari pemegang hak cipta (Copyright).

2. Lisensi Trial Sofware
Adalah jenis lisensi yang biasa ditemui pada software untuk keperluan demo dari sebuah software sebelum diluncurkan ke masyarakat atau biasanya sudah diluncurkan tetapi memiliki batas masa aktif. Lisensi ini mengijinkan pengguna untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan software tersebut secara bebas. Namun karena bersifat demo, seringkali software dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersialnya. Biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu.

3. Lisensi Non Komersial Use
Biasanya diperuntukan untuk kalangan pendidikan atau yayasan tertentu di bidang sosial. Sifatnya yang tidak komersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu.

4. Lisensi Shareware
Mengijinkan pemakainya untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan tanpa harus meminta ijin pemegang hak cipta (Copyright). Berbeda dengan trial Software, lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu masa aktif dan memiliki fitur yang lengkap. Lisensi jenis ini biasanya ditemui pada software perusahaan kecil.

5. Lisensi Freeware
Biasanya ditemui pada software yang bersifat mendukung, memberikan fasilitas tambahan, seperti plug in yang menempel pada software induk seperti Eye Candy yang menempel pada software Proprietary Adobe Photoshop.

6. Lisensi Royalty-Free Binaries
Serupa dengan lisensi freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi melengkapi software yang sudah ada dan bukan merupakan suatu software yang berdiri sendiri.

7. Lisensi Open Source
Membebaskan usernya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah, dan meningkatkan kinerja software. Berbagai jenis lisensi open source berkembang sesuai dengan kebutuhan, misalnya GNU/GPL, The FreeBSD, The MPL. Jenis-jenis software yang memakai lisensi ini misalnya Linux, Sendmail, apache, dan FreeBSD.

sumber : teknologi.kompasiana.com/internet/2009/12/07/jenis-jenis-lisensi-software-komputer/

Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile Smile

Lihat profil user

9 Re: LISENSI PERANGKAT LUNAK on Sun Sep 09, 2012 12:35 pm


Lisensi Perangkat Lunak

Di Indonesia, HaKI PL termasuk ke dalam kategori Hak Cipta (Copyright). Beberapa negara, mengizinkan pematenan perangkat lunak. Pada industri perangkat lunak, sangat umum perusahaan besar memiliki portfolio paten yang berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Sebagian besar perusahaan-perusahaan ini memiliki perjanjian cross-licensing, artinya ''Saya izinkan anda menggunakan paten saya asalkan saya boleh menggunakan paten anda''. Akibatnya hukum paten pada industri perangkat lunak sangat merugikan perusahaan-perusahaan kecil yang cenderung tidak memiliki paten. Tetapi ada juga perusahaan kecil yang menyalahgunakan hal ini.

Banyak pihak tidak setuju terhadap paten perangkat lunak karena sangat merugikan industri perangkat lunak. Sebuah paten berlaku di sebuah negara. Jika sebuah perusahaan ingin patennya berlaku di negara lain, maka perusahaan tersebut harus mendaftarkan patennya di negara lain tersebut. Tidak seperti hak cipta, paten harus didaftarkan terlebih dahulu sebelum berlaku.
Perangkat Lunak Berpemilik (Propriety)

Perangkat lunak berpemilik ( propriety) ialah perangkat lunak yang tidak bebas atau pun semi-bebas. Seseorang dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya.
Perangkat Lunak Komersial

Perangkat lunak komersial adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh kalangan bisnis untuk memperoleh keuntungan dari penggunaannya. ``Komersial'' dan ``kepemilikan'' adalah dua hal yang berbeda! Kebanyakan perangkat lunak komersial adalah berpemilik, tapi ada perangkat lunak bebas komersial, dan ada perangkat lunak tidak bebas dan tidak komersial. Sebaiknya, istilah ini tidak digunakan.
Perangkat Lunak Semi-Bebas

Perangkat lunak semibebas adalah perangkat lunak yang tidak bebas, tapi mengizinkan setiap orang untuk menggunakan, menyalin, mendistribusikan, dan memodifikasinya (termasuk distribusi dari versi yang telah dimodifikasi) untuk tujuan tertentu (Umpama nirlaba). PGP adalah salah satu contoh dari program semibebas. Perangkat lunak semibebas jauh lebih baik dari perangkat lunak berpemilik, namun masih ada masalah, dan seseorang tidak dapat menggunakannya pada sistem operasi yang bebas.
Public Domain

Perangkat lunak public domain ialah perangkat lunak yang tanpa hak cipta. Ini merupakan kasus khusus dari perangkat lunak bebas non- copyleft, yang berarti bahwa beberapa salinan atau versi yang telah dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Terkadang ada yang menggunakan istilah `` public domain'' secara bebas yang berarti ``cuma-cuma'' atau ``tersedia gratis". Namun ``public domain'' merupakan istilah hukum yang artinya ``tidak memiliki hak cipta''. Untuk jelasnya, kami menganjurkan untuk menggunakan istilah ``public domain'' dalam arti tersebut, serta menggunakan istilah lain untuk mengartikan pengertian yang lain.

Sebuah karya adalah public domain jika pemilik hak ciptanya menghendaki demikian. Selain itu, hak cipta memiliki waktu kadaluwarsa. Sebagai contoh, lagulagu klasik sebagian besar adalah public domain karena sudah melewati jangka waktu kadaluwarsa hak cipta.
Freeware

Istilah `` freeware'' tidak terdefinisi dengan jelas, tapi biasanya digunakan untuk paket-paket yang mengizinkan redistribusi tetapi bukan pemodifikasian (dan kode programnya tidak tersedia). Paket-paket ini bukan perangkat lunak bebas.
Shareware

Shareware ialah perangkat lunak yang mengizinkan orang-orang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi. Dalam prakteknya, orang-orang sering tidak mempedulikan perjanjian distribusi dan tetap melakukan hal tersebut, tapi sebenarnya perjanjian tidak mengizinkannya.
GNU General Public License (GNU/GPL)

GNU/GPL merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk meng-copyleft-kan sebuah program. Proyek GNU menggunakannya sebagai perjanjian distribusi untuk sebagian besar perangkat lunak GNU. Sebagai contoh adalah lisensi GPL yang umum digunakan pada perangkat lunak Open Source. GPL memberikan hak kepada orang lain untuk menggunakan sebuah ciptaan asalkan modifikasi atau produk derivasi dari ciptaan tersebut memiliki lisensi yang sama. Kebalikan dari hak cipta adalah public domain. Ciptaan dalam public domain dapat digunakan sekehendaknya oleh pihak lain.
Kembali Induk Lanjut
Aneka Ragam HaKI Depan Sumber Terbuka (Open Source)
sumber:detik,com

Lihat profil user

10 Re: LISENSI PERANGKAT LUNAK on Sun Sep 09, 2012 7:23 pm

PERANGKAT LUNAK BEBAS DAN LISENSI


Lisensi Perangkat Lunak Komputer

sunny cheers cheers
KLIK DISINI:

Apakah yang dimaksud dengan lisensi? Lisensi erat kaitannya dengan hak cipta. Lisensi adalah pemberian izin tentang pemakaian sesuatu (dalam hal ini perangkat lunak kom'puter) yang diberikan oleh pemilik atau pemegang hak cipta atas sesuatu tersebut. Latar belakang pemberian lisensi, tentunya tergantung dari masing‑masing pihak pemegang hak cipta. Ada pihak yang memberikan lisensi tanpa pamrih, namun ada juga yang mengharuskan penerima lisensi untuk melaksanakan kewajiban tertentu, misainya membayar sejumlah uang atau membeli.

Lisensi tidak harus dituangkan dalam bentuk tertulis dan bersifat formal karena pada dasarnya hanya sebagai pemberian izin. Tetapi, akan lebih baik kalau lisensi tersebut diformalkan sehingga diketahui oleh pihak‑pihak lain, baik yang akan menggunakan maupun tidak.

Jika kita kembali mengutip Undang‑Undang Hak Cipta Republik Indonesia maka P~asal 2 Ayat 2 menyatakan sebagai berikut:

"Pencipto dan atau Pernegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Kornputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptczan tersebut untuk kepentingan yang bersifat kornersial... "

Dari pasal tersebut memang terkhat bahwa sebenarnya pemegang hak cipta memiliki kebebasan untuk "mengizinkad' atau "melarang" penggunaan sebuah ciptaan tanpa sepengetahuannya. Meskipun demikian,,pada program kornputer kornersil yang dikembangkan oleh vindor atau perusahaan besar, sering kali isi lisensi sudah ditetapkan secara sepihak. Hal itu. bisa dipahami karena program komersil memang dibuat dan dikembangkan untuk dijual atau dikornersilkan.

Menurut Microsoft dalam "The Hallowen Documene', terdapat beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program komputer.

Beberapa jenis lisensi tersebut antara lain adalah:

a. Lisensi Commercial.


Lisensi Commercial ialah jenis lisensi yang biasa ditemui pada perangkat lunak seperti Microsoft dengan Windows dan Office­nya, Lotus, Oracle dan lain sebagainya. Perangkat iunak yang diciptakan dengan lisensi ini memang dibuat untuk kepentingan komersial sehingga pemakai yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan izin penggunaan dari pemegang hak cipta. Pada lisensi ini, pemberlakuan UUI‑IC sangat penting artinya dalam melindungi hak‑hak pemilik.

b. Lisensi Trial Software.

Lisensi Trial Software ialah jenis lisensi yang biasa diternui pada perangkat lunak untuk keperluan demo dari sebuah perangkat lunak sebelum diluncurkan ke masyarakat. Lisensi in! mengizinkan pengguna untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan perangkat lunak tersebut secara bebas. Namun karena bersifat demo, sering kali perangkat lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersialnya. Lagipula, perangkat lunak versi demo biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu. Contoh program tersebut misalnya program Adobe Photoshop CS Trial Version 30 for day.

c. Lisensi Non Commercial Use.

Uisensi Non Commercial Use ini biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau. yayasan tertentu di bidang sosial. Sifatnya yang tidak kornersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu. Contoh perangkat lunak yang memiliki lisensi ini adalah program Star Office yang dapat bedalan di bawah sistem operasi Linux dan Windows sekaligus.

d. Lisensi Shareware.

Lisensi Share'ware mengizinkan pernakainya untuk menggunakan, menyalin atau menggandakan tanpa harus meminta izin pernegang hak cipta. Berbeda dengan Trial Software, fisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu dan memiliki feature yang lengkap. Lisensi jenis ini biasanya diternui pada perangkat lunak perusahaan kecil. Beberapa contoh perangkat lunak kecil yang memiliki lisensi ini seperti Winzip, Paint Shop Pro, ACDsee dan lain sebagainya.

e. Lisensi Freeware.

Lisensi Freeware biasanya diternui pada perangkat lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya antara lain adalah perangkat lunak plug in yang biasa menempel padaperangkat lunak induk seperti perangkat lunak Eye Candy yang menempel pada Adobe Photoshop atau program untuk mengonversikan favorite test‑IE ke bookmark­.Netscape.

f. Lisensi Royalty‑Free Binaries.


Perangkat lunak yang memiliki lisensi Lisensi Royalty‑Free

Binaries serupa dengan lisensi freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi melengkapi perangkat lunak yang sudah ada dan bukan merupakan suatu perangkat lunak yang berdiri sendiri.

g. Lisensi Open Source.

Lisensi open souce adalah lisensi yang membebaskan penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan

kineda perangkat lunak. Berbagai jenis lisensi open source berkembang sesuai kebutuhan, misalnya lisensi GM/GPL,

The FreeBSI), The MPL. Sedangkan jenis‑ienis perangkat lunak yang memakai lisensi in! mi;alnya Linux, sendmail, apache dan freeBSD. Dalam sistem lisensi, Open Source menjadi suatu alternatif perkembangan program komputer yang memiliki kekuatan hukum sendiri.

Pemberian lisensi program kornputer, diwarnai dengan dua kecenderungan utama. Kecenderungan pertama adalah pemberian lisensi yang semata‑mata untuk penggunaan kode‑kode biner atau yang juga disebut Binary Code dari program kornputer. Penerima lisensi dapat menggunakan program komputer, tetapi tidak mempunyal hak untuk mellhat atau menggunakan Source Code dari program kornputer tersebut, sementara Source Code tetap merupakan rahasia yang hanya dimiliki oleh pemberi lisensi.

Selanjutnya, kecenderungan kedua adalah pemberian lisensi program dengan menyertakan Source Code dari program kornputer. Penerima lisensi dapat melihat dan menggunakan Source Code tersebut.


Contoh program kornputer yang menggunakan lisensi yang hanya memberikan binary code‑nya adalah Microsoft Windows, Microsoft Office, Adobe Acrobat. Adapun contoh lisensi yang memberikan Source Code adalah GPL, Mozilla, BS1D.

Seorang pencipta, baik selaku pencipta pertama atau sebagai

pengembang program kornputer turunan mempunyai kebebasan untuk menentukan lisensi yang akan dipergunakan untuk karya cipta program komputernya.

Gambar 10. 1 GNU Maskot

. Richard Stallman (1994), pendiri Free Sotware Foundation di www.gnu.org menuliskan alasan muncuinya perangkat lunak bebas.

Para pemilik (perangkat lunak) sering mengatakan bahwa

mereka teraniaya atoupun "menderita kerugian ekonomi"

jika programnya disalin oleh para pengguna (secara tidak sah). pAdahal penyalinan tersebut tidak mempunyai dampak langsung terhadap para pemilik, dan juga tidak menganiaya siapa pun. Para pemilik hanya dapat merugi jika orang harus membayar untuk salinan tersebut .....

Software Pbtents kill Innovation !!! Itulah banner yang muncul pertama kali ketika penulis mengakses situs milik Yayasan Perangkat Lunak Bebas (FSE. Free Software Foundation) di www.gnu.org tanggal 10 April 2004 yang Ialu. KoMentar‑komentar seperti itu memang sering muncul sebagaijawaban atas ketidakpuasan diberlakukannya Undang­Undang Hak Cipta, terutama terhadap perangkat lunak. Merek.:~ memberi alasan bahwa teknologi digital memiliki sifat keluwesan yang tidak cocok dengan sistem hak cipta. Artinya, jika informasi berbentuk digital maka secara mudah seseorang akan dapat menyalinnya untuk berbagi dengan orang yang lain. Dan itu berarti, keluwesan tersebut tidak cocok dengan sistem hak cipta.

Memang diakui bahwa sumbangan terbesar teknologi informasi digital kepada dunia ialah kemudahan yang diberikan dalam menyebarkan, menyalin serta mengubah sebuah informasi. Richard Stallman mengemukakan pendapat yang terkesan kontra, di mana dia mengatakan bahwa sistem hak cipta membuat perangkaflunak berpemilik (yang kebanyakan di antara mereka) berniat untuk menghalangi masyarakat dalam mendapatkan potensi manfaat dari perangkat lunak tersebut. Mereka "ingin" menjadi satu‑satunya pihak yang berhak untuk menyalin ataupun mengubah perangkat lunak yang digunakan.

Pada awalnya, sistem hak cipta berkembang di dunia cetak­mencetak, sebuah teknologi untuk menyalin atau melakukan copy terhadap sebuah printed document secara besar‑besaran. Sistem ini cocok dengan teknologi tersebut, karena hak cipta tersebut diberlakukan kepada para pemilik percetakan. Hak cipta tersebut tidak membatasi kebebasan para pembaca buku. Seorang pembaca biasa, yang tidak memiliki percetakan, boleh menyalin buku dengan pulpen dan tinta, dan berkemungkinan kecil untuk dituntut atas perbuatan tersebut.

Namun, untuk sebuah program, kepemilikan sangat berpengaruh terhadap status program tersebut dan apa yang dapat Anda lakukan dengan salinannya jika Anda membelinya. Perbedaan ini bukan hanya masalah uang. Sistem kepemilikan perangkat lunak mendorong pemiliknya untuk memproduksi sesuatu, tetapi bukan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini akan menyebabkan polusi etika yang tidak dapat disembuhkan dan memengaruhi kita semua.

Apakah yang dibutuhkan oleh masyarakat? Masyarakat membutuhkan informasi yang tersedia untuk penduduknya sebagai contoh, program‑program yang dapat dibaca, diperbaiki, diadaptasi, dan ditingkatkan kinedanya, dan tidak hanya dioperasikan. Tetapi, apa yang biasanya diberikan oleh para pemilik perangkat lunak adalah kotak hitam yang tidak bisa kita pelajari dan ubah.

Masyarakat juga membutuhkan kebebasan. Ketika program mempunyai pemilik, para pemakai kehilangan kebebasan untuk mengendalikan bagian dari kehidupan mereka.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mendorong semangat kedasama di antara warga masyarakat. Ketika para pemilik perangkat lunak mengatakan kepada kita bahwa membantu teman dalam pemakaian perangkat lunak adalah suatu bentuk “pembajakad’ maka mereka mencemarkan semangat kemasyarakatan yang telah berkembang.

Itulah beberapa alasan yang dikemukakan Richard Stallman tentang alasan pernyataan perangkat lunak seharusnya tanpa pemilik.

Dengan latar belakang beberapa hal di atas, merebaklah suatu komunitas yang sering disebut komunitas “open source” di mana dalam komunitas tersebut berlaku perangkat lunak bebas yang mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak.

Filosofi Perangkat Lunak Bebas


Free Software Foundation (FSF), dalam Free SoftwareDefinition,

menyebutkan definisi perangkat lunak bebas sebagai berikut.

Free software is a matter of the users’freedom to run, copy, distribute, study, change and improve the software.

(www.gnu.or.id)

Dari definisi tersebut, dinyatakan bahwa perangkat lunak bebas ialah perihal kebebasan, bukan harga. Perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan,menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak.

Lebih tepatnya lagi, kebebasan tersebut mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak:

a.Kebebasan untuk menjalankan program untuk tujuan apa saja. Perangkat lunak bebas, sesuai namanya bebas digunakan untuk tujuan apa saja. Perangkat lunak tersebut boleh digunakan untuk tujuan non‑komersial atau bahkan boleh digunakan untuk keperluan korriersial sekalipun.

b. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Salah satu syarat penyebarluasan program perangkat lunak bebas adalah harus menyertakan source code dalam setiap penyebarannya. Dengan penyertaan source code tersebut,setiap pengguna memilild akses pada kode program sehingga cara keda program tersebut dapat dipelajari dan digunakan sesuai kebutuhan.

c. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu orang lain yang ingin menggunakannya. Namun, penyebarluasan hasil salinan tersebut juga harus memenuhi prinsip perangkat lunak bebas yang membebaskan orang yang akan menggunakannya tanpa harus mendapatkan izin dari pemegang hak cipta.

d. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga sernua menikmati keuntungannya. Dengan penyertaan source code maka pengguna juga memiliki akses untuk meningkatkan kinerja program sesuai keahlian yang dimilikinya.


Suatu program merupakan perangkat lunak bebas jika setiap pengguna memiliki sernua dari kebebasan tersebut. Dengan demikian, setiap pengguna seharusnya bebas menyebarluaskan salinan program itu, dengan atau tanpa modifikasi (perubahan), secara gratis atau pun dengan memungut biaya penyebarluasan, kepada siapa pun dan di mana pun. Kebebasan untuk melakukan sernua hal di atas berarti Anda tidak harus meminta atau pun membayar untuk keperluan izin kepada pemegang hak cipta program tersebut.

Penggunajugaseharusnya memiliki kebebasan untuk memodifikasi(mengubah), serta menggunakan untuk keperluan Anda pribadi dalam pekedaan, atau sekedar main‑main, tanpa perlu menyatakan keberadaan program tersebut. Ika mengedarkan perubahan tersebut, Anda seharusnya tidak perlu memberitahu siapa pun dengan cara apapun.

Kebebasan untuk menggunakan sebuah program berarti kebebasan bagi siapa pun, baik perorangan atau pun organisasi untuk menggunakan pada kornputer jenis apa pun, untuk kegiatan apa pun, tanpa perlu memberitahu para pengembang atau pun pihak‑pihak lainnya secara khusus.

Kebebasan untuk menyebarluaskan hasil penggandaan, harus termasuk bentuk biner (eksekusi), ataupun kode program, yang termodifikasi maupun yang belum. Tidak apa‑apa jika tidak disertakan cara memproduksi bentuk biner tersebut. Namun, perlu ada kebebasan penyebarluasannnya jika dikemudian hari ditemukan cara untuk memproduksinya.

Untuk memperoleh kebebasan melakukan perubahan serta mernublikasikan versi yang lebih baik, pengguna harus memiliki akses pada kode program tersebut. Jadi, memiliki akses merupakan syarat mutlak untuk perangkat lunak bebas.

Agar terwujud, kebebasan ini tidak boleh dibatalkan selama pengguna tidak melakukan suatu kesalahan. Ika pengembang perangkat lunak tersebut mempunyai hak untuk mencabut lisensi, tanpa harus ada penyebab yang berasal dari Anda, maka program tersebut tidak dapat disebut perangkat lunak bebas.

Walaupun demikian, aturan tertentu mengenai tata cara pendistribusian perangkat lunak bebas dapat diterima selama tidak bertentangan dengan hakikat inti dari kebebasan itu sendiri. Umpamanya, “copyleft” secara garis besar tidak mengizinkan penambahan aturan pelarangan atau pembatasan hak orang lain yang tidak sesuai dengan hakikat inti dari kebebasan. Hal ini tidak bertentangan dengan hakikat inti dari kebebasan itu sendiri, aturan ini justru melindunginya.

Jadi, Anda mungkin harus, membayar untuk mendapatkan perangkat lunak GNU, atau mungkin juga mendapatkannya secara cuma‑cuma. Terlepas dari cara mendapatkan perangkat lunak tersebut, Anda akan selalu bebas untuk menyalin dan mengubah perangkat lunak tersebut, atau bahkan menjuainya.

Perangkat lunak bebas bukan berarti “tidak komersial”. Program bebas seharusnya juga boleh digunakan untuk keperluan komersial. Pengembangan perangkat lunak bebas secara komersial pun bukan merupakan hal yang aneh; dan produknya ialah perangkat lunak bebas yang komersial. Aturan perihal cara mengemas perangkat lunak bebas hasil modifikasi pun dapat diterima, jika tidak secara efektif menghalangi kebebasan Anda untuk memublikasikan ulang modifikasinya.

Ada suatu aturan yang disepakati dalarn filosofi perangkat lunak bebas sebagai berikut:

Jika Anda membuat program tersedia dalam cara tertentu,maka Anda juga harus membuatnya tersedia dalam cara tertentu juga ……

Artinya, jika kita mendapatkan perangkat lunak secara bebas maka kita juga harus menyediakan untuk pengguna lain secara bebas juga. Perhatikan bahwa aturan tersebut masih memberikan pengguna pilihan untuk menentukan apakah program itu akan dipublikasikan atau tidak.

Studi Kasus: Komunitas Pengguna LINUX

Linux juga merupakan salah satu sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux meniadi sistem operasi yang istimewa. Linux masih dikembangkan oleh kelompok‑kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar‑menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada.

Linux juga adalah suatu sistem operasi yang bersifat multiuser, multitasking, multiconsole, freeware dan freesource yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak perangkat lunak mulai dari TEX, X Window, GNU C/C sampai ke TCP/IP

Wahyono (2005) dalam buku Perrirograman Shell Linux, menginventarisasi delapan alasan utama mengapa orang mempelajari pemrograman dalam sistem operasi Linux.

1. Linux gratis dan bebas.

Semua perangkat lunak Linux bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License atau lisensi‑lisensi lain yang mirip dengan itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk source code (yang bisa dibaca manusia) maupun binary code (yang bisa dibaca mesin). Ini berarti pula bahwa program dalam Linux tersebut dapat diubah, diadaptasi, maupun dikembangkan lebih lanjut oleh siapa saja.

2. Linux dapat dijalankan pada berbagai Platform.

Salah satu alasan utama yang membuat orang tertarik belaJar linux adalah kemampuan sistem operasi Linux yang bisa dioperasikan dalam berbagai platform.
Adapun emulasi operating sistem menyediakan kompatibilitas di lain sisi. Seperti misaInya paket DOSEMU menyediakan kompatibilitas dengan DOS, dan proyek WINE menyediakan kompatibilitas (terbatas) dengan Windows, dan beberapa paket emulasi kornersial, untuk emulasi dengan sistem operasi lain.

Platform‑platform yang mendukung Linux antara lain adalah: Intel 80386/486/586/686 Pentium [Pro, 11), juga AMD dan Cyrix yang setara Sistem PC dengan multiprocessor simetris, laptops, notebooks,.

Macintosh, Power PC, MIPS, Digital Alpha, Sun SPARC, Motorola 68k,dan lain‑lain.

3. Kompatibilitas dengan sistern operasi lain.

Linux bisa berinteraksi dengan operating sistem lain melalui tiga cara. Tigaz cara tersebut adalah kompatibilitas file dan filesystem, kornpatibilitas network dan emulasi (simulasi) operating sistem.

Dalam hal kompatibilitas file dan file sytem, Linuxbisamenggunakan file‑file dari operating sistem lain, dalam artian bisa membaca dan menulis format file tersebut. Hal ini berarti bahwa disk dari sistem operasi DOS/Windows, OS/2, NT, Apple Macintosh, Unix, dan sistem‑sistem lain, bisa dibaca dengan mudah oleh Linux. Hampir sernua format file standar industri didukung oleh aplikasi‑aplikasi Linux, kecuali beberapa format yang spesifik vendor atau produk.

Kompatibilitas Network Linux bisa dibuktikan ketika Linux dapat bekerja sama dengan baik sekali dalam operating sistem lainnya.

4. Sistern Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras.

Salah satu keunggulan Linux juga adalah bahwa Sistem Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras PC. Meskipun demikian, mungkin saja perangkat keras yang didukung oleh Linux tidak sebanyak Windows 9X, tetapi mungkin lebih banyak daripada Windows NT. Ini berarti bahwa Linux mendukung berbagai jenis mouse, video cards, motherboard chipsets, scanners, printers, juga berbagai jenis disk seperti IDE, EIDE, SCSI, MFM, RLL, dan ESDI. Tidak ketinggalan bahwa linux mendukung CD‑ROM, sound card dan sebagainya.

5. Linux merniliki tingkat kestabilan dan kearnanan yang tinggi.

Sebagai sistem operasi yang dikembangkan dari sistem operasi UNIX yang memang pada awalnya diperuntukkan bagi jaringan komputer, Linux memiliki tingkat stabilitas dan sekuritas yang tinggi.

Dalam operasionalnya, berbagai masalah keamanan yang menyangkut operating system itu sendiri biasanya diumurnkan beberapa jam saja setelah ditemukan, diikuti dengan bugfix, workaround, advisory, dan sebagainya. Misalnya waktu. ditemukan bug di perangkat keras itu sendiri (prosesor Pentium dengan bug FO OF), workaround sudah tersedia untuk download beberapa saat setelah keberadaan bug tersebut diumumkan.

Linux juga mewarisi tradisi Unix dengan mendukung adanya file permissions (izin file), yang dapat mencegah pengubahan atau penghapusan file tanpa izin dari pemiliknya. Oleh karena itu, virus pada dasarnya tidak dikenal di dunia Linux.

6. Linux mendukung berbagal jenis bahasa pernrograntan.

Ini juga alasan pokok mengapa orang belajar pemrograman pada Linux. Sebagai sistem operasi, Linux sudah mengintegrasikan beberapa paket bahasa pernrograman seperti Java, C/ C , Perl, PHP, dan masih banyak lagi. Artinya, jika Anda adalah seorang programmer yang berkecimpung dalarn penggunaan bahasa pemrograman maka Anda tidak akan merasa kesulitan dalam memakai Linux.

7. Kemudahan scripting.

Linux memiliki keunggulan kemudahan pengolahan konfigurasi, karena hampir semua informasi konfigurasi Linux disimpan dalam file‑file teks sehingga gampang dimodifikasi dengan script. Tentu saja hal tersebut memudahkan pekerjaan yang kompleks atau yang berulang‑ulang jika dibandingkan dengan sistem lain yang mempunyai sistem konfigurasi binary (seperti registry di Windows) dan juga sistem yang kurang mendukung scripting.

Linux juga menyediakan berbagai peralatan scripting, yang memungkinkan Anda untuk menulis “File BAT dengan Steroids” untuk otomatisasi pekedaan. Script‑script ini bisa dijalankan secara manual, maupun dijadwalkan untuk waktu tertentu, bahkan bisa memiliki tampilan mode grafis seperti layaknya Windows. Jadi, penambahan beberapa ratus user yang datanya diambil dari spreadsheet misainya, bisa dilakukan dengan mudah di Unux, tetapi hampir tidak mungkin dilakukan di NT.

8. Kernudahan pelacakan kesalahan.

Kemudahan pelacakan kesalahan pada Linux tersebut terjadi karena Linux tidak menyembunyikan informasi dar! user. Hal ini berarti informasi penuh dari keadaan sistem dan pesan kesalahan (error) selalu tersedia dan memungkinkan diagnostik masalah dengan cepat dan bisa diperbaiki dengan cepat pula. Di samping itu, Linux juga menyediakan alat‑alat untuk menampilkan penggunaan memori dan CPU untuk masing‑masing program, untuk menentukan program mana (kalau ada) yang menggunakan suatu file pada suatu saat, untuk melacak program pada saat bedalan, dan meneruskan pesan‑pesan kesalahan (error) dari keseluruhan komputer di network ke satu komputer untuk memudahkan pengawasan (monitoring).

Selanjutnya, salah satu kunci keunggulan Linux adalah kornunitas; penggunanya, yang memenangkan InfoWorld’s award for best support tahun 1997 mengungguli sernua penyedia jasa technical support komersial. Komunitas Linux ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang tertarik dan mau membagikan pengalamannya dalam menggunakan Linux. Di situ, setiap pengguna Linux dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran dengan baik karena didasari rasa kebersamaan yang tinggi. Oleh karena kornunitas pengguna Linux meliputi kornunitas developernya juga maka sudah biasa kalau menerima respons atas pertanyaan kompleks yang ditanyakan di newsgroup_ comp. os. Ifflux. misc hanya dalam waktu setengah jam atau paling lama satu hari. Mailing list Linux Indonesia juga merupakan forum di mana Anda bisa mendapatkan respons yang lumayan cepat. Sementara itu, kornunitas Linux di Indonesia juga cukup banyak dan dapat dicari informasinya dengan mengunjungi situs‑situs informasi Linux seperti http://www.linux.or.id atau http://www.linuxindonesia.or.id.

Perkembangan pesat Linux tersebut juga dipengaruhi oleh adanya dukungan pemerintah yang telah mengeluarkan Inpres No. 2 tahun 2001 tentang penggunaan kornputer dengan aplikasi kornputer berbahasa Indonesia dan Inpres No 6 tahun 2001 tentaNG pengembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia. Kedua Inpres tersebut mendukung perkembangan Open Source di Indonesia dengan digunakan sebagai dasar proyek Pengembangan Perangkat Lunak Berbahasa Indonesia (P21‑131) membuat distribusi Linux dan dokumentasinya dengan menggunakan bahasa Indonesia dan disediakan bebas untuk kepentingan publik.

Inpres ini bertujuan memperbanyak pilihan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah pelaksanaan kegiatannya. Pengertian aplikasi komputer berbahasa Indonesia ini dikerjakan dengan menggunakan program Linux dan diberi nama Software‑Rl melibatkan Universitas Gadjah Mada, Universitas Guna Darma dan Kornunitas Linux Indonesia. Inpres no 2 tahun 2001 harus dianggap sebagai produk kebijakan yang mengakar dan mengakornodasi kepentingan masyarakat luas dan bersinergi dengan Inpres no 3 tahun 2001 tentang penyerapan dan pengembangan teknologi tepat guna serta inpres no 6 tahun 2001 tentang pengembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia. Dengan demikian, muncuinya kedua inpres tersebut juga membuat tersedianya pikhan bagi masyarakat dalarn penggunaan kornputer, terutama bagi mereka yang tidak atau memahami penggunaan aplikasi kornputer berbahasa asing.

Dukungan pemerintah terhadap gerakan Open Source dalam Inpres no. 6 tahun 2001 angka 5 disebutkan sektor swasta harus berperan aktif dalarn penyediaan informasi serta mengembangkan berbagai aplikasi yang diperlukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan berupaya mendorong pengembangan industri information content dan aplikasi pendayagunaan perangkat lunak Open Source belurn mendapatkan perhatian khusus. Ada dukungan nyata dari pemerintah Indonesia kepada Open Source dengan adanya inisiatif dan dana untuk proyek P21‑BI ini melalui 13PPT sehingga diharapkan Software‑Republik Indonesia (Software‑RI) dapat digunakan oleh masyarakat termasuk lembaga negara, lembaga pendidikan dan bahkan juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Hak Cipta dalam Perangkat Lunak Bebas

Perangkat lunak bebas, bukan berarti bahwa perangkat tersebut tanpa pemilik atau pemegang hak cipta. Pengakuan hak cipta atau perangkat lunak tersebut terlihat dari kewajiban penggunanya untuk tetap mencanturrikan hak cipta dalarn pendistribusiannya.

Lisensi open source yang diberikan sebenarnya hanya melingkupi kegiatan menyalin, mendistribusikan dan memodifikasi perangkat lunak. Selain ketiga kegiatan tersebut, hal itu sebenarnya berada di luar ruang lingkup pemberian lisensi ini. Pemegang lisensi boleh menyalin dan mendistribusikan sama persis dari Source Code program yang diterimanya dalarn media apa pun dengan syarat harus menyampai,kan pemberitahuan yang jelas tentang Hak Cipta dan penyangkalan terhadap garansi yang sepatutnya pada setiap salinan, menyimpan secara utuh sernua pemberitahuan yang mengacu pada lisensi ini dan kepada ketiadaan garansi apa pun, dan memberi kepada penerima lainnya sebuah salinan dari lisensi ini bersama program. Penerima lisensi diperbolehkan memberikan harga untuk kegiatannya memindahkan salinan program secara fisk Boleh juga ia menetapkan harga tertentu untuk menawarkan garansi.

Adapun yang dimaksud dengan “program” mengacu pada program atau karya apa pun seperti yang telah disebutkan. “Karya berdasarkan isi program” adalah program itu sendiri atau karya turunan apa pun di bawah hukum Hak Cipta. Artinya, suatu karya yang mernuat program atau bagian dari program tersebut, baik sama persis, dengan modifikasi, clan atau diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

Irianti (2003) memberikan 4 hal tentang ketentuan menyalin, mendistribusikan clan memodifikasi perangkat lunak bebas sebagai beriltut.

Pemegang lisensi boleh memodifikasi satu atau lebih salinan program atau bagian dari program yang ia miliki sehingga membentuk suatu karya baru yang berdasarkan program, clan menyalin serta mendistribusikan modifikasi atau karya seperti yang telah disebutkan di atas dengan syarat harus memenuhi:

Harus membuat berkas‑berkas yang termodifikasi membawa pemberitahuan yang jelas bahwa ia telah mengubah berkas­berkas disertai dengan tanggal perubahan.

Karya yang disebar atau diedarkan, baik seluruhnya atau sebaglan atau dihasilkan dari satu program atau dari berbagai bagian program dilisensikan secara keseluruhan tanpa biaya kepada seluruh partai ketiga di bawah lisensi tersebut.

Jika program yang dimodifikasi saat dijalankan dapat membaca perintah‑perintah secara interaktif clan mulai menjalankan sesuatu dengan cara yang paling wajar maka pemegang lisensi harus mencetak atau menampilkan suatu pengumuman termasuk pemberitahuan hak cipta clan tidak adanya garansi atau jika si pemegang lisensi menyediakan garansi maka pemakai boleh mengedarkan program tersebut berdasarkan suatu kondisi atau persyaratan clan harus diberitahukan kepada pemakai bagaimana cara melihat salinan dari lisensi tersebut.

Perangkat Lunak Bebas dan Lisensi

Pengecualian untuk persyaratan ini adalah jika program itu sendiri adalah interaktif tetapi tidak mencetak pemberitahuan seperti di atas, maka karya yang berdasarkan program tersebut juga tidak diharuskan mencetak pemberitahuan tersebut. Persyaratan‑persyaratan di atas diperuntukkan untuk karya yang dimodifikasi secara keseluruhan. Ika bagian dari karya tersebut tidak berasal dari suatu program clan dapat dinyatakan berdiri sendiri clan sebagai karya terpisah maka lisensi ini tidak berlaku untuk bagian tersebut saat diedarkan sebagai karya yang terpisah. Tetapi jika diedarkan sebagai bagian dari program maka pengedarannya harus berdasarkan lisensi. Kegiatan menyalin, mengubah, membuat sublisensi yang dilakukan di luar dari ketentuan lisensi ini adalah tidak sah clan secara otomatis akan membatalkan hak­hak penerima lisensi. Namun, untuk mereka yang sudah mendapatkan salinannya maka lisensinya tidak dibatalkan selama mereka tetap memakai lisensi ini.
cheers cheers sunny




http://emtoviedday.blogspot.com

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik